I Am The Queen

I Am The Queen
#43.


__ADS_3

Hal itulah yang membuat Leo seperti memiliki ide untuk membuat kelompok yang di takuti orang, tapi bukan bagian dari dunia Mafia.


Kelompok The Black Fire dapat membunuh siapa saja asal orang itu bukan seorang pemimpin suatu negara dan kerajaan.


Ada uang maka misi yang mereka jalan kan pasti berjalan rapi dan bersih. Hal itu terus mereka lakukan sampai detik ini, karena tak ada perusahaan atau tempat yang mau memperkerjakan anak anak yang tidak memiliki ijazah seperti mereka.


Maka itulah, mereka semua terjun ke dunia yang kotor yaitu membunuh orang orang untuk menghidupi anak anak yang lain. Jelas, untuk ukuran anak anak dewasa saja, mereka sudah mencapai 1.000 lebih. Apalagi anak anak kecil yang baru masuk ke panti asuhan, keuangan mereka benar benar harus banyak.


Namun, seiring berjalan nya waktu kelompok The Black Fire telah di ketahui semua pihak.


Bahkan menjadi kelompok yang tak bisa di ganggu sembarangan, keberadaan mereka saja dapat menyamai pimpinan tertinggi dunia mafia. Jangan macam macam dengan mereka , jika tak mau mati di siang bolong yang terik.


Dengan sifat yang seperti itu, tak mungkin mereka mengkhianati seseorang. Karena kesetiaan dan jalan hidup anak anak dalam kelompok ini tak bisa di salah kan. Bukan mereka yang salah, dunia saja yang terlalu jahat dan kejam bagi anak anak kecil seperti merekam


Hem ? Bukan dunia yang salah melainkan orang orang di dunia ? Entahlah, keadaan dunia yang semakin kejam hari demi hari, membuat orang yang ada di dalam ruang lingkup dunia itu pun menjadi lebih kejam dan tidak masuk akal lagi.


_______________________________


{Kembali ke situasi saat ini}


Detrian yang melihat Clara langsung akrap dengan Leo pun langsung terbakar api cemburu.


"Clara, bukan kah kita masih harus membahas tentang perusahaan Mu ? Aku  rasa sekarang lah saat nya, karena aku akan ada pertemuan di malam ini. " Ujar Detrian karena hanya inilah satu satu nya cara agar Clara dan Leo berhenti ketawa ketiwi tak jelas.


"Ah aku lupa.. Karena malam ini aku belum ada jadwal, maka malam ini aku akan memperkenalkan diri pada kelompok the black fire. Sekarang makan dan beristirahat lah, karena aku akan berdiskusi dengan Detrian sampai lumayan larut. Tak masalah jika aku pergi jam 10 atau 11 malam kan ? "


"Yah, tak masalah sama sekali kak. "

__ADS_1


Dengan sangat bersemangat Leo menjawab Clara. Jika Leo di ibaratkan sebagai anjing, saat ini juga ekornya sedang bergoyang goyang karena bertemu degan majikan yang seakan sudah merawat nya dari kecil.


Clara hanya tersenyum kecil sambil mengacak surai pirang milik Leo lagim


Setelah itu Clara berjalan bersama Detrian meninggal kan kamar itu.


Para pelayan langsung membersihkan beberapa pecahan vas, dan menyajikan ulang makanan yang masih panas untuk Leo.


Setelah itu Leo lanjut beristirahat karena merasa cukup lelah, tentu sebelum dia tidur dia memberikan kabar pada anak anak di kelompok nya tentang kondisi nya yang baik baik saja, dan akan memperkenalkan pemimpin baru pada mereka malam ini.


Karena keputusan Leo adalah keputusan mereka juga, mereka semua merasa tidak keberatan sama sekali dan bahkan merasa semakin antusias menunggu pemimpin baru mereka untuk datang.. Setelah itu Leo langsung tidur dan tinggal menunggu kapan di bangunkan oleh Clara.


***


[Di ruang kerja Detrian]


"Oke... Oke.. Jangan salah kan aku lagi, baiklah aku akan menerima salah satu kantor milik mu itu. Anggap saja aku membeli dan mengganti nama, padahal aku tidak mengeluarkan uang sepersen pun ? "


"Yah seperti itu. Namun karena kamu yang cerdik dan jeli sekarang, aku rasa hanya butuh waktu seminggu agar perusahaan mu menjadi salah satu dari sedikit nya perusahaan dengan predikat terbaik. "


Karena merasa perhitungan nya sudah benar, maka Detrian pun memberikan suntikan semangat pada Clara. Padahal Clara sudah sangat semangat tanpa penyemangat.


"Oke... Jadi aku rasa sudah cukup diskusi ini. Aku akan menyuruh pelayan Feng untuk menata ulang kantor cabang yang akan kamu gunakan, dan akan mencari karyawan. Semua nya percayakan pada pengurus Feng, kamu hanya tinggal mencari pengganti atau orang yang tepat, yang dapat menjadi sekretaris dan asisten sekaligus pada satu orang. Agar Pengurus Feng tidak kamu repot kan. Bagaimana ? "


"Ya aku rasa cukup sampai di situ kamu ikut campur, untuk seterusnya biarkan aku lakukan sendiri. Paham ? " Clara pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan kerja Detrian, dan langsung menuju ke kamar Leo.


"Kenapa kamu selalu seperti itu Clara ? Saat aku merasa sudah tak ada jarak di antara kita, kamu malah membentangkan jarak secara terang terangan lagi. Apakah kamu benar benar tak bisa merasakan perasaan ku pada Mu ? "

__ADS_1


Gumam Detrian yang sampai sekarang masih menatap ke arah pintu, di mana Clara keluar tadi dengan tatapan yang seakan lelah memperjuangkan Clara yang merasa tidak peka juga, namun ada otak dan hati yang menyuruh tetap berjuang.



...Tok.. Tok.. Tok... ...


...Klek. ...


Clara langsung masuk ke dalam kamar Leo tanpa mendengar ijin masuk, karena Clara tau pasti Leo sudah tertidur lelap.


"Leo.. Leo.. Leo..." Sambil menggoyangkan badan Leo dengan cukup kencang, Clara berusaha membangunkan Leo secara baik baik.


Namun karena tak ada tanda tanda akan bangun, Clara pun memutuskan untuk membangunkan nya seperti Clara membangunkan Detrian di hutan kematian.


BRAK


"Aaawwwuuuu ! " Jerit Leo sambil bangun memegang pinggul nya yang jatuh duluan.


"Akhirnya kamu bangun juga. Sekarang cuci muka dan menyetir lah, karena aku tak tau jalan menuju markas The Black Fire." Tanpa meminta maaf, Clara langsung memberikan perintah yang baru.


"Iya.. Iya.. Iya.. Gak udah pakai tendangan juga kali, sakit tau... Ini tendangan cewe apa cowok sih ? " Protes Leo sambil memasang wajah jengkel karena di bangunkan. Namun entah kenapa, Clara malah tertawa kecil saat melihat Leo yang sedang kumat kamit tak jelas saat masuk ke kamar mandi.


***


Setelah itu, Leo dan Clara menuju ke markas the black fire pada pukul 9 malam. Memang diskusi kali ini tidak terlalu memakan waktu yang lama, karena Detrian dan Clara hanya berdebat tentang gedung kantor. Selain dari itu, semua nya berjalan sepemikiran tanpa berbeda pendapat.


Dan karena tak mau suasana dalam mobil seperti sedang melewati kuburan, Leo bertanya tanya tentang Clara. Dan Clara tidak keberatan sama sekali menceritakan apa yang telah dia ceritakan pada Detrian. Kecuali tentang kekuatan pinjaman dan Para Dewa Dewi, karena itu tak bisa di terima oleh pemikiran manusia yang tidak percaya.

__ADS_1


Dan ya, reaksi Leo tidak sama seperti Detrian. Berbanding terbalik malah, Leo memberikan umpatan terbaik dan menjadi wawasan baru bagi Clara yang juga suka mengumpat.


__ADS_2