
Dan setiap orang yang berlatih untuk menjadi Dewa maupun Dewi, pasti memiliki satu kekuatan atau bahkan lebih, sehingga dapat di pandang di khayangan."
Jelas Gisel sambil memunculkan pusaran kilat yang berputar di tangan nya.
"Apa harus memiliki kekuatan dulu, baru bisa berlatih menjadi semi Dewa Dewi maupun Dewa Dewi ? "
"Yah itu sudah menjadi ketentuan sejak awal dan tak bisa si ganggu gugat. Anggap saja, itu sudah menjadi keputusan mutlak. " Jawab Gisel.
Mendengar jawaban Gisel membuat Clara menampakan wajah murung, dan itu membuat Gisel bertanya. "Ada apa lagi kali ini ?"
"Berarti Aku tak bisa menjadi semi Dewa Dewi ataupun Dewa Dewi, karena Aku tidak memiliki kekuatan seperti yang Kamu katakan. Dan lagi, Aku juga tak tau kekuatan hebat apa yang ada pada kalian bertiga." Jawab Clara dengan intonasi suara yang terdengar kecewa.
"Hahaha. Kalo seperti itu, maka selanjutnya akan di jelaskan oleh kak Gres. Dia lebih ahli dalam hal menjelaskan, " kata Gisel sambil mundur ke belakang bersama Gali, dan membiarkan Gres maju.
"Sebelum nya, perkenalkan nama ku Gres. Saat Aku menjadi manusia fana dulu, aku berasal dari kerajaan Roman." Gres pun memperkenalkan diri nya.
"Ah, aku belum memperkenalkan diri juga. Maaf, aku adalah Clara De Andor Abelia. Seperti nama Ku, aku berasal dari kerajaan Abelia. "
"Hem ? Menarik... " Gumam Gres sambil menampakkan senyum nya.
"Apa nya yang menarik ? " Tanya Clara sambil menaikan satu alis nya.
"Kamu dapat mendengar gumaman Ku barusan? Padahal suara Ku sangat kecil dan tak jelas."
__ADS_1
"Entahlah. Setelah menderita, aku rasa pendengaran Ku semakin tajam. Atau karena dulu Aku yang terlalu polos, sehingga mengabaikan kemampuan pendengaran Ku. " Sambil memasang wajah kecut, Clara memberitahukan betapa dia sangat meremehkan diri nya dulu.
"Baiklah, Aku akan menjelaskan hal yang tak Kamu ketahui, dan ini juga hak Mu karena kamu berasal dari kerajaan Abelia.
Mendengar kata *hak* disini, membuat Clara lagi lagi merasa bingung. Merasa ada arti lain di balik perkataan Gres.
"Setiap keturunan murni maupun campuran dari keluarga kerajaan, pasti memiliki satu kekuatan yang berbeda beda setiap lahir. Dan jika sejak dini Kamu di beritahu orang tua Mu, maka otomatis mereka ingin agar Kamu menjadi semi Dewa Dewi atau menjadi Dewa atau Dewi. Tapi kalo mereka tak memberitahu Mu, maka mereka tak mau kehilangan Kamu dan ingin melindungi Kamu dengan cara mereka sendiri."
"....... " Clara menyimak dengan baik setiap kata yang di ucapkan oleh Gres, karena ini adalah hal baru dan hal yang tak termuat di buku sejarah manapun.
"Dan lagi, Kamu bukan nya tidak memiliki kekuatan, lebih tepat nya... Kekuatan yang terkandung pada tubuh Mu belum aktif. "
Mendengar kata *Kekuatan belum aktif* membuat telinga Clara langsung berdiri seperti seekor kelinci.
Lalu Clara langsung bertanya dengan penuh semangat, "Apakah ada cara untuk mengaktifkan nya? "
Sambil mengelus kepala Clara dengan lembut, Gres berusaha membuat Clara tidak patah semangat lagi.
"Lalu... Em... Itu... Lalu... " Dengan ragu ragu, Clara berkata sambil menggaruk pipi nya yang tidak gatal.
"Kalo mau bertanya, maka tanyakan saja. Apapun itu, Aku akan menjawab nya." Karena peka dengan raut wajah Clara, Gres memberi izin agar Clara tidak merasa kurang enak hati saat melontarkan pertanyaan.
"Lalu apa kekuatan dari kalian bertiga ? Kalau Aku tak salah dengar tadi, Aku rasa dua orang yang bernama Gisel dan Gali sedang bertengkar satu jam lama nya, dan hal itu sama dengan fenomena Hujan, guntur kilat, dan gemuruh yang baru saja terjadi. Apakah ini ada hubungan nya dengan kalian? "
"Daya tangkap Mu tinggi sekali ya, Aku seperti sedang mengajari murid yang pintar saja." Puji Gres dengan sangat serius.
__ADS_1
"..... " Clara malu mendengar pujian dari Gres, karena ini adalah kali pertama dia di puji setelah kepergian orang tua nya. Hal itu membuat semburat merah merona nampak jelas di wajah nya.
"Ya, fenomena yang terjadi tadi karena pertengkaran antara Gisel dan Gali. Sebenarnya Kami telah sepakat, jika terjadi perkelahian, maka akan di ijinkan bertarung selama lima jam. Tapi karena ada nya Kamu hari ini, mereka hanya memakai waktu satu jam, dan hal itu sangat Aku syukuri. Terimakasih, Aku mendapatkan ketenangan yang lebih dari cukup saat ini karena berkat kehadiran Kamu."
Karena baru kali ini Gres mendapatkan ketenangan berkat kehadiran Clara, sehingga tanpa sadar Gres memeluk Clara dan menguselkan dagu nya di kepala Clara.
[Selang beberapa menit, pelukan nya langsung di lepas kok (*´▽`*). Jadi gak usah takut Clara kehabisan nafas ( ͡°з ͡°) ]
"Ternyata kak Gres emang udah gedek sama Kamu Gali. " Bisik Gisel.
"Idih, kak Gres juga pasti udah gedek sama Kamu Gisel. "
"Bisakah Kalian berdua jangan bertengkar dulu? Aku ingin mendengar penjelasan dari kak Gres."
Tegur Clara sambil melirik sekilas, alhasil membuat Gali dan Gisel heran. Padahal Gres saja tak mendengar bisikan mereka, tapi kenapa gadis kecil itu bisa?
"Aku akan memberitahu kekuatan Gali terlebih dahulu, Dia adalah pengendali hujan. Tapi dia harus menggunakan bantuan alat musik di tangan nya tadi, agar kekuatan nya dapat terkontrol. Jika tidak, sekali dia menggunakan kekuatan nya tanpa alat musik, seketika bumi akan di penuhi dengan air dalam beberapa detik. Dan nama musik yang dia pakai adalah Gawana, itu adalah alat musik yang terbuat dari tumbuhan dan beberapa benda lain nya, yang sekalipun Aku sebutkan tak akan Kamu pahami."
"Oohh... " Respon Clara dengan Netra yang terkagum kagum.
"Kekuatan Gisel adalah petir, dia tak perlu menggunakan alat musik atau sebagai nya untuk perantara. Karena dia dapat mengontrol kekuatan kilat yang keluar dari tangan nya. Ya walaupun dia akan merasa saat tersiksa jika pusaran kilat yang ada pada tubuh nya melemah. Tapi walaupun begitu, Dia tetap tak peduli dan akan terus bertarung dengan Gali. Haisss, inilah yang membuat Ku tak bisa mendapatkan ketenangan selama ini. "
*Prok.. Prok.. Prok.. * Clara menepuk tangan nya, dan hal itu membuat Gisel bangga. Gali sempat menegur nya karena Gisel terlalu berlebihan, padahal saat Clara terkagum kagum dengan penjelasan kekuatan Gali tadi, Gali bersikap lebih narsis.
"Dan yang terakhir adalah kekuatan Ku. Aku adalah semi Dewi yang membuat langit bergemuruh dan membuat bunyi guntur sangat amat terdengar menakutkan. Jika mereka berdua berkelahi, pasti kekuatan mereka akan menjalar sampai ke dunia fana. Dan Aku harus menari untuk menciptakan gemuruh, agar fenomena alam terlihat masuk akal. "
__ADS_1
"Tunggu, menari? Apa maksud nya?" Dengan cekatan Clara langsung bertanya pada Gres. Karena merasa mungkin dia hanya salah dengar, dan ingin memastikan nya.