I Am The Queen

I Am The Queen
#21.


__ADS_3

"Ada apa ? " Dengan wajah yang sedikit panik, Clara bertanya pada Detrian. Namun Detrian terpaku, karena melihat wajah Clara sepenuh nya.



Rambut Hitam yang di warnai dengan warna pirang di dalam nya, Netra Coklat tua dengan warna yang mendekati warna hitam, kini tengah menatap Detrian saat ini. Hidung yang mancung dan bibir seksi berwarna pink bunga sakura, membuat Detrian sebagai laki laki normal menelan saliva nya dengan tatapan yang tak berkedip sama sekali.



"Jika tangan Mu bermasalah, biarkan Aku yang menyetir. " Tanpa bertele tele, Clara langsung keluar dari dalam mobil, menarik Detrian keluar dari bangku pengemudi, menariknya dan memasukkan nya ke dalam mobil di bangku sebelah pengemudi.


Setelah itu Clara langsung menginjak pedal gas dan fokus menyetir ke depan.


"Nyalakan Google Maps , Aku tidak begitu mengenal jalan di sini. Bahkan ini pertama kali nya Aku datang ke hutan ini. "


Ujar Clara yang masih fokus menatap ke depan dengan kecepatan sedang, karena ini di hutan. Takut jika ada hewan atau sejenis nya yang muncul di tengah jalan, sehingga harus menginjak rem secara mendadak.


"........ " Detrian masih diam, seakan sedang memikirkan apakah bumi itu bulat atau segi tiga (🌍 / 🔼  )


"Heeeiii.... " Panggil Clara sambil menginjak rem mobil, sehingga mereka berhenti di tengah jalan.


Detrian yang kaget pun langsung bangun dari khayalan nya, dan menatap Clara.


"A.. Apa ? Kamu ngomong apa ? "


"Astaga... Apakah kamu kekurangan ion atau sejenis nya ? Aku bilang nyalakan Google Maps, karena Aku tak tau jalan di sini. " Dengan sabar, Clara memberitahu hal yang sama pada Detrian, karena Clara sadar diri bahwa Dia adalah orang yang nebeng kendaraan saat ini.


"Eh, tak perlu. Aku mengetahui lokasi ini dengan baik, biarkan Aku yang menyetir. " Ujar nya sambil menatap Clara.


Netra coklat tua milik Clara menatap lekat Netra hitam gelap milik Detrian, dengan satu alis nya yang terangkat.

__ADS_1


"Sungguh, Aku semakin tak yakin denga Mu. Apakah kamu punya penyakit dalam atau sejenis nya ? Kenapa kamu sangat aneh ? "


"Aneh ? Siapa ? Aku ? " Detrian menunjuk diri nya sendiri dengan tatapan tak percaya.


"Ya. Saat Kamu turun dari mobil dan bertemu dengan Ku pertama kali, Aku rasa sikap Mu masih normal. Lalu saat Kamu berkata ASTAGAsambil memegang pergelangan tangan Mu, tindakan Mu mulai aneh. Apakah kamu punya riwayat kerasukan ? "


"Aah.. Tadi pergelangan tangan Ku sangat sakit, sehingga Aku tak dapat mendengar Mu dan kehilangan fokus. Tapi sekarang sudah tidak apa apa, jadi mari Kita bertukar tempat. "


Dengan gesit Detrian langsung turun dari mobil. Karena Clara sudah malas turun, dia langsung melebarkan langkah nya dan berpindah posisi dalam sekejap. Dulu Ayah, Ibu, dan guru tata krama nya akan langsung memarahi Clara karena bersikap tidak sopan dan tidak sesuai dengan buku tata krama.


Namun Clara saat ini tak peduli lagi dengan hal itu, karena menguasai 2.500 tata krama tak akan membantu nya dalam hal balas dendam.


Detrian langsung duduk di bangku pengemudi, memasang sabuk pengaman lagi dan menatap Clara.


"Coba kamu tatap wajah Ku selama dua menit. " Pinta Detrian dengan wajah serius.


"Sudah lakukan saja, jangan menatap Ku dengan penuh tanda tanya. " Dengan paksaan, Detrian menyuruh Clara lagi. Dan Clara pun patuh lalu menatap Detrian selama dua menit.


Dua menit kemudian...


"........"


"........ "


Tak ada percakapan di antara mereka, Clara masih tetap menatap wajah Detrian yang memang tampan itu dengan wajah yang datar. Tak ada perubahan sedikit pun di wajah Clara, apalagi wajah yang merona.. Itu lebih tidak ada harapan sama sekali.


Lima menit berlalu lagi, masih dengan kesunyian di dalam mobil, sangat canggung memang. Tapi Clara seakan sudah biasa dengan suasana canggung itu, karena Sonya selalu membuat Clara berada di suasana canggung yang lebih mengerikan dari ini.


"Kalau Kamu masih seperti ini, mending Aku jalan kaki saja. Sungguh, sudah tujuh menit berlalu. Apa lagi yang Kamu tunggu? "

__ADS_1


Di tengah keheningan yang melanda mereka berdua, Clara  yang sudah tak tahan lagi dengan maksud Detrian yang abnormal, langsung angkat bicara dan memecahkan keheningan.


"Sebentar, apakah wajah Ku tidak tampan?" Dengan wajah yang nampak belum terima kenyataan, Detrian mencoba menanyakan pada Clara secara terang terangan.


"Wajah Mu memang tampan, lalu kenapa ? Apa hubungan nya dengan situasi saat ini ? " Jawab dan tanya Clara sambil memiringkan kepala nya.


"Kamu tak salting atau merasa sangat senang karena berada semobil dengan Ku, yang sudah Kamu akui keyampanan nya ini ? " Tanya Detrian lagi.


"Salting ? Untuk apa ? Aku pernah melihat, berbicara, dan bersentuhan langsung dengan Pria yang lebih tampan dari Mu kok. Jadi untuk apa salting Detrian ? " Jawab Clara sambil menatap datar ke arah Detrian.


Yang di maksud Clara itu adalah Gali. Dan maksud dari bersentuhan secara langsung itu karena tadi saat berlatih mengontrol kekuatan, Clara terjatuh dan di bantu berdiri oleh Gali.


Dan sebelum Gali pergi ke Khayangan, Gali sempat memeluk Clara dalam rentan waktu dua atau tiga menit. Itulah yang di maksud bersentuhan langsung. Jadi para pembaca Ku yang terkasih, jangan berpikir negatif dulu ya (◕౪◕).


Detrian tertohok oleh kenyataan. Seakan di sambar petir di malam hari (?).


"Jadi, kamu sudah punya kekasih yang lebih tampan dari Ku ? "


"Aku pernah punya kekasih... " Sambil bersandar di tempat duduk nya, Clara menggantung perkataan nya. Dan Detrian selalu berharap lanjutan dari perkataan Clara itu harus susuai dengan yang dia harapkan.


"... Tapi itu dulu. Fakta yang dapat aku katakan, Kamu lebih tampan dari nya. 100 % jauh di atas nya. " Sambung Clara menuntaskan perkataan nya sambil melirik ke arah Detrian.


"Hem... Bagus.. Aku pikir kamu adalah gadis yang suka pergi ke Bar dan menghabiskan setiap malam dengan pria yang berbeda beda. Syukurlah Aku lebih tampan dari mantan kekasih Mu dulu."


Sambil menginjak pedal gas, Detrian menjalan kan mobil nya dengan senyum yang mengambang sempurna di wajah nya. Lantaran jawaban Clara sangat sesuia dengan harapan nya.


"Menghabiskan setiap malam di bar, di temani dengan laki laki yang berbeda beda setiap hari nya ? Aku rasa itu lebih baik. Dari pada setia pada satu pria selama hidup ini, dan akhir nya malah di buang layak nya sampah yang sangat kotor dan menjijikan. "


Sambil memejamkan mata nya, Clara sebenar nya ingin bermonolog pada diri nya sendiri. Namun karena tanpa sadar, Clara berucap layak nya sedang bercakap cakap. Sehingga di dengar jelas oleh Detrian.

__ADS_1


__ADS_2