I Am The Queen

I Am The Queen
#17.


__ADS_3

Dengan wajah serius, Gres memberikan masukan sebelum menyalurkan kekuatan dari masing masing mereka.


Clara tak peduli sama sekali dengan perkataan Gres tentang rasa sakit yang akan di rasakan.


Karena dari semua rasa sakit, yang paling menyakitkan adalah kehilangan orang orang yang di sayang karena kebodohan dan kenaifan diri sendiri. Apalagi Clara yang terus menyalahkan diri nya sendiri, karena menurut nya ini semua terjadi karena diri nya.


Setelah itu, Clara sudah duduk bersila di tanah. Gres, Gisel, dan Gali berdiri membentuk segitiga siku siku dan meletakkan telapak tangan mereka di atas kepala Clara.


...ባለን ሃይል ኃይላችንን መተው...


...እንፈልጋለን። እንደ ደጋፊዎቻችን...


...እና ከእኛ ጋር ቃል ኪዳን...


...የገቡትን ለመርዳት ከዚህ የሚያሰቃይ...


...ስቃይ ለመበቀል። ...


Ke tiga semi Dewa Dewi itu mulai membacakan sesuatu yang Clara sendiri tak mengerti apa yang mereka ucapkan. Jangan kan Clara, Author aja gak ngerti.


Lalu setelah beberapa detik setelah membacakan mantra tadi, cahaya berwarna hitam, ungu, dan abu abu bercampur aduk menjadi satu.


Hitam adalah warna dari kekuatan Gres, ungu adalah warna dari kekuatan Gisel, dan abu abu adalah warna dari kekuatan Gali.


Saat cahaya dari ketiga warna itu yang seakan meresap di kepala Clara, yang di rasakan oleh clara seperti isi kepala nya sedang di rombak. Seperti retak, di remuk kan, dan di remas remas. Clara pun meremas telapak tangan nya dan berteriak dengan sangat keras dan lantang.


Bahkan burung burung yang sempat bertengger di atas pepohonan karena cuaca yang ekstrim telah berlalu, dan karena warna langit kembali cerah, membuat para binantang unggas itu berpikir hari sore kembali. Dan alhasil, karena suara teriakan Clara yang menggema, membuat para burung burung itu berterbangan secara acak dan sangat berantakan.


10 menit kemudian...

__ADS_1


Rasa sakit yang Clara rasakan akhir nya berakhir setelah 10 menit lama nya. Entah kenapa, rasa nya seperti sudah sangat amat lama. Bahkan saking sakit nya yang di rasakan oleh Clara,  Clara tak dapat memikirkan hal lain selain merasakan rasa sakit yang kian mendera otak dan tubuh nya.


"Huh... Huh... Huh... " Peluh bercucuran dengan sangat amat deras dari sekujur tubuh Clara, ke dua tangan nya masih memegang kepala nya yang masih ada sedikit (Banyak) rasa nyut nyutan.


"Apa kamu baik baik saja ? " Tanya Gali tak tenang.


"Mana mungkin dia baik baik saja setelah mendapat tiga kekuatan pinjaman sekaligus Gali. Dan dari wajah nya yang pucat pasih, bukan kah sudah pasti bahwa Dia tidak baik baik saja ? " Jawab Gisel yang merasa gregetan dengan pertanyaan Gali.


"Yaah maaf, Aku kan ikutan panik sel. " Jawab Gali yang sangat amat kebetulan, tidak berkelahi dengan Gisel karena perbedaan pendapat.


"Emmm... " Gisel hanya berdehem saja karena tidak ada perlawanan mulut dari Gali adalah salah satu keajaiban dunia ke sepuluh mungkin ? Dan Author juga gak tau keajaiban nomor 1-9 yang terjadi di dunia.. Jadi jangan di tanya yaah  Bestie.


"Clara apakah Kamu dapat mendengarkan Ku ? " Gres yang ikutan panik pun mulai menanyakan pertanyaan yang jawaban nya sudah sangat jelas. Dalam keadaan sakit saat ini, pendengaran Clara hanya seperti ini.


*Nnnnggggg*


Pokok nya seperti itu.


"Kak Gres, coba obati Clara dengan serpihan awan Mu. Mungkin itu dapat membantu, " Gali pun memberikan masukan karena seperti kehabisan ide. Dan lebih tak mungkin lagi jika Gali memberi masukan untuk membeli obat paramex kan ?


"Benar kak... Aku ikutan khawatir. " Sambung Gisel yang ikut menambah suaran.


"Tak bisa." Jawab Gres dengan sangat tegas sambil menggeleng kan kepala nya beberapa kali.


"Apa maksud Mu kak ? " Tanya Gisel dan Gali secara bersamaan.


"Kita meminjamkan kan Dia kekuatan Kita, serpihan awan Ku ini hanya bisa menyembuhkan luka dan kerusakan organ dalam. Sedangkan kekuatan kita yang mengalir di dalam tubuh nya saat ini bukan termasuk dalam kategori luka. Seluruh organ Clara masih memerlukan beberapa waktu agar dapat menyatu dengan semua sel dan nadi. " Jelas Gres pada Gisel dan Gali.


Dengan kata lain, serpihan awan milik Gres tak bisa menyembuhkan clara ataupun memberikan sedikit rasa tenang. Karena meresapnya semua kekuatan itu bukan termasuk dalam luka dalam atau pun luar.

__ADS_1


"Kalian bertiga... Ti.. Tidak usah memasang wajah seperti itu... Aku... Baik baik saja... " Ujar Clara yang kesulitan mengontrol nafas dan debaran jantung nya, sehingga perkataan yang di ucap nya terpotong potong.


" CLAAAARRRAAA...!!! "


Teriak kegirangan dari tiga Semi Dewa Dewi itu, karena akhir nya clara berbicara juga. Walaupun masih terputus putus, seenggak nya dengan Dia berbicara saja sudah memberikan sedikit rasa lega bagi mereka bertiga.


"Iya... Iya... Aku tidak tuli, jadi tak perlu berteriak seperti itu."


Jawab Clara yang wajah nya sudah lumayan membaik dari sebelum nya, kini ke dua tangan nya tak lagi memegang kepala, tetapi memegang kuping karena ke tiga Semi Dewa Dewi itu terus menyenandungkan rasa khawatir mereka dengan volume ekstra.


Lima menit kemudian...


"Syukurlah... " Jawab ketiga semi


Dewa Dewi itu secara bersamaan,


sambil mengusap dada mereka.


"Oke oke... Karena Aku sudah baikan sekarang, ada yang sangat ingin Aku tanyakan."


Sambil melangkah mundur dari jangkauan ke tiga Semi Dewa Dewi itu yang terus memeluk nya, Clara memberikan beberapa waktu untuk mereka bertiga kembali ke kewarasan awal.


"Katakan saja, akan Ku jawab sebisa Ku. " Dan dengan sangat cepat, Gres menjawab pernyataan Clara. Hal itu telah menjadi bukti bahwa kewarasan nya telah kembali.


Sambil menyingkirkan beberapa peluh di wajah nya, Clara mulai angkat bicara, menyampaikan pertanyaan yang terlintas di benak nya tadi.


"Apakah jika Aku menggunakan salah satu maupun ketiga kekuatan ini, Aku harus memainkan musik, mengontrol kekuatan, dan menarikan tarian balet seperti Kalian bertiga tadi ? "


"Ah, Kamu tak perlu melakukan hal itu Clara. Karena pemilik dari kekuatan itu adalah Kami, jadi Kamu hanya perlu memikirkan dan menyebut nama kekuatan yang ingin Kamu pakai. Maka kekuatan Kamu akan aktif begitu saja." Jawab Gres sambil meniup beberapa serpihan awan ke arah tubuh Clara, agar dapat membersihkan tubuh Clara yang penuh akan peluh.

__ADS_1


Karena merasa sejuk dan sudah enakan, akhir nya Clara mendapatkan momen berbicara dengan sangat nyaman.


__ADS_2