
Netra Clara memerih, seakan ada yang menyiram air cabai di bola mata nya. Namun sekuat tenaga Clara menekan agar air mata nya tak keluar.
"BUKAN CUMA AKU YANG TAU RA ! ADA LEO DAN JUGA PENGURUS FENG ! BERARTI BUKAN CUMA AKU YANG PATUT DI CURIGAI KAN ? " Berusaha mempertahan kan kepala dingin nya, Detrian mencoba untuk memulihkan kepercayaan diri Clara.
"SUDAH AKU PERIKSA SEMUA NYA ! TAK ADA TANDA TANDA MENCURIGAKAN DARI PERGERAKAN LEO DAN PENGURUS FENG TIGA MINGGU BELAKANGAN INI DETRIAN. HANYA KAMU... " Bantah Clara mentah mentah tentang pernyataan Detrian barusan.
"DAN BAGAIMANA DENGAN AKU ? APA YANG MEMBUAT KAMU BEGITU YAKIN BAHWA AKU YANG MEMBERITAHU KEDUA MANUSIA SAMPAH ITU ? "
Tak mau mempertahankan sikap berkepala dingin nya, Detrian merasa kali ini dia harus menuntaskan masalah dengan kepala yang juga sama panas nya dengan milik Clara.
"INGAT SAAT KITA BERCANDA BEBERAPA MINGGU YANG LALU ? KAMU MENGATAKAN BAHWA KAMU AKAN MEMBERITAHU JODI DAN SONYA TENTANG AKU YANG MASIH HIDUP JIKA AKU TERUS TINGGAL DI KASTIL ROMAN INI TANPA MEMIKUL STATUS ISTRI ATAU RATU MU ! APAKAH KAMU SEPICIK ITU UNTUK MENDAPATKAN KU, HAH ? "
Mendengar penjelasan dari Clara itu berhasil memunculkan perempatan di kening Detrian. " HANYA KARENA ALASAN ITU ? HANYA KARENA ALASAN TIDAK MASUK AKAL ITU KAMU MENJADIKAN AKU TERSANGKA PADA KASUS INI, HAH ? HEHE, KONYOL SEKALI ! TAK AKU SANGKA OTAK MU TERNYATA BELUM KEBUKA JUGA ! " Karena di curigai bahkan di jadikan tersangka, membuat Detrian sudah tak mau mengontrol emosi atau perkataan yang terlontar lagi dari dirinya.
"HANYA KARENA ? KAMU MEMANG SELALU MENGANGGAP ENTENG SEMUA NYA DETRIAN ! " Tak gentar sedikit pun dengan perkataan Detrian, membuat Clara terus mendapat sambungan kata untuk membalas perkataan yang di lontarkan Detrian.
"HAHAHA, KAMU DENGAN KONYOL NYA MENJADIKAN AKU TERSANGKA ! PADAHAL KAMU SENDIRI YANG BILANG BAHWA KAMU SUDAH MEMPERCAYAI AKU, TAPI APA ? APAKAH KAMU TIDAK TAU ARTI MEMPERCAYAI SESEORANG ? TAK APA, AKAN AKU BERI TAHU ! KALO KAMU MEMPERCAYAI SESEORANG, TAK PEDULI APAPUN YANG MEREKA KATAKAN, PERBUAT, DAN LAIN SEBAGAINYA, KAMU AKAN TETAP MEMPERCAYAI ORANG ITU ! TAPI SAAT INI APA.? HANYA KARENA LELUCON YANG BAHKAN TAMPAK SAMAR DI INGATAN KU, TELAH RESMI MENJADIKAN AKU TERSANGKA. KONYOL ! SUNGGUH KONYOL SEKALI. "
Semakin frustasi, Detrian benar benar sudah lepas kendali.
Clara dan Detrian terus bertengkar dengan berbagai bahasa dan pendapat. Sampai akhirnya Clara meninggalkan kastel Roman pada jam satu pagi, dan Detrian naik ke ruang kerja nya juga pada jam satu pagi di detik yang sama saat Clara melewati diri nya untuk berjalan.
Detrian masuk ke ruang kerjanya, melempar jas hitam dan dasi yang dia pakai ke sembarang tempat, lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang sambil menutup kedua mata nya dengan tangan.
Detrian berusaha mengontrol pemikiran nya yang sedang di landa emosi agar tertata rapi kembali.
__ADS_1
Sedangkan Clara dengan emosi yang menggebu, mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju ke markas The Black Fire.
Tak ada isak tangis di sepanjang perjalanan menuju markas the black fire, hanya saja perasaan Clara campur aduk tak menentu, dan membuat Clara sendiri membenci hal ini.
Dia ingin mempercayai Detrian, namun ada beberapa faktor yang tidak mendukung sama sekali. Entahlah, Clara juga bingung untuk saat ini. Otak dan hati nya sedang tidak sinkron sama sekali.
...
[PERANG DINGIN ANTARA DETRIAN DAN CLARA PUN BERLANGSUNG]
...
Awal masalah ini di mulai dari video baru yang di publikasikan oleh Jodi dan Sonya.
Di video itu, Jodi dan Sonya berakting sedih dan terpukul, karena merindukan Clara.
Video pernyataan itu mendapat pro dan kontra dari masyarakat, karena Bukan kah Jodi dan Sonya sudah mengatakan bahwa Clara mati karena frustasi dan tak bisa hidup di dunia ini lagi ? Namun dengan gampang nya, Jodi dan Sonya memberikan jawaban yang dapat di terima semua pihak.
"Karena Clara yang menginginkan hal itu sebelum angkat kaki dari kastel. Clara bilang dia tidak percaya bahwa kedua orang tua nya sudah meninggal, jadi ingin mencari nya seorang diri."
Begitulah jawaban yang di berikan oleh Jodi dan Sonya dengan derai air mata yang seolah jika di tampung, satu ember sedang sudah penuh dan dapat di sajikan di bathub mereka masing masing.
Dan di perkuat dengan pernyataan Mata mata L, yang memberi tahu bahwa Jodi dan Sonya sudah mengetahui bahwa Clara itu masih hidup. Entah mereka mendapat info ini dari mana, masih menjadi tanda tanya bagi mata mata L dan semakin membuat Clara menjadikan Detrian sebagai tersangka utama.
...
__ADS_1
[Dua hari kemudian]
...
Setelah dua hari tidak menginjakkan kaki di kerajaan Roman lagi karena Clara lebih memilih untuk menetap di markas the black fire, di hari kedua jam empat subuh, Clara mendapat kabar dari mata mata L yang membuat mata nya yang baru bangun langsung membulat sepenuh nya. Kabar itu adalah...
"Ke lima kelompok yang baru di dirikan oleh Jodi dan Sonya... Semua anggota nya saat ini sedang di sekap dan di selidiki gerak gerik nya selama tiga minggu terakhir, semenjak musnahnya lima kelompok pendukung pertama mereka. Mereka membayar 100 detektif handal dengan harga yang tak masuk akal, karena mereka mulai curiga bahwa semua kejadian ini adalah ulah mu C ! Dan lagi, jika Jodi dan Sonya menemukan satu kecurigaan saja, maka akan langsung di penggal di ruang bawah tanah. "
...Begitulah pesan masuk yang di dapat Clara.
Clara yang tidak pernah menduga hal ini dapat terjadi pun langsung panik seketika.
Clara yang bahkan belum membasuh wajah dengan air dingin pun langsung memutar otak nya, agar semua orang yang berada di dalam lima kelompok itu tidak di curigai lagi dan dapat di selamatkan.
Selama satu jam, Clara berpikir dan memperhitungkan segala situasi.
Setelah menata semua rencana nya secara rapi, Clara langsung menghubungi mata mata L terlebih dahulu.
Padahal kesepakatan awal nya adalah, hanya mata mata L yang boleh menghubungi duluan. Karena bisa jadi telepon dari Clara tertangkap basah oleh Jodi dan Detrian.
Namun untuk masalah yang satu ini, Clara tak peduli dengan situasi apapun. Ada banyak nyawa yang di pertaruhkan disini jika Clara tidak bertindak secara cepat.
"C, kenapa kamu menghubungi ku ? Apa kamu sudah tak waras lagi-"
"L, ikuti suruhan ku agar mereka semua dapat selamat. Sekarang setiap detik sangat menyeramkan bagi ku jika aku hanga duduk berpangku tangan dengan secangkir teh. "
__ADS_1
Clara langsung memotong perkataan Mata maya L, karena Clara tau... Dengan mata mata L yang sudah mengangkat telefon, berarti sudah di pastikan bahwa tempat Mata mata L tidak dapat di jangkau oleh Jodi maupun sonya.