I Am The Queen

I Am The Queen
#23.


__ADS_3

Clara mengerutkan kening nya, seolah tak percaya. Karena Clara baru saja berkata pada Gres bahwa Dia tak akan menjalin hubungan dengan kerajaan Roman, eh malah keturunan satu satu nya yang menolong nya saat ini.


Sungguh Clara mulai merasa bahwa ada baik nya mempercayai perkataan Gres, yang menyampaikan bahwa mulai saat ini Clara akan selalu di kelilingi keberuntungan.


Detrian yang peka pun langsung bersuara...


"Ini KTP Ku. Di SIM juga ada nama dan foto Ku. Di laci mobil juga ada foto bersama keluarga saat kecil. Di handphone juga ada beberapa bukti nya ko. Kamu mau periksa yang mana duluan nih ? " Sambil mengeluarkan semua tanda pengenal yang ada di tubuh nya, Detrian berusaha meyakinkan Clara, karena dia tak mau di anggap sebagai penipu.


Clara yang tidak mudah percaya dengan orang, saat ini langsung melihat seluruh bukti yang Detrian keluarkan. Selang beberapa menit, Clara mengembalikan KTP dan beberapa lain nya pada Detrian, lalu menghembuskan nafas lega.


"Aku rasa Kak Gres tidak berbohong pada ku. Bisa bisa nya Aku langsung bertemu dengan keturunan dari Kerajaan Roman saat hendak meniggalkan Hutan Kematian? Padahal kalau Aku ingin mencari nya, pasti menghabiskan waktu yang sangat lama. " Batin Clara sambil membuang permen karet dari mulut nya karena sudah tidak manis lagi, dari kaca mobil yang sudah dia turun kan.


"Baiklah, Aku akan menjelaskan semua nya pada Mu." Dengan tatapan serius, Clara mulai angkat bicara...


Selang beberapa menit kemudian, Clara Sedang menjelaskan dari awal sampai akhir, tanpa melewatkan satu pun kejadian yang meninpanya kepada Detrian.


Setelah Clara menjelaskan semua nya pada Detrian, tentang apa yang terjadi, apa yang di lakukan Jodi dan Sonya pada diri nya, dan semua nya pada Detrian tanpa terkecuali. Karena Gres menyuruh Clara untuk mencari keturunan kerajaan Roman agar dapat membantu Clara.


Karena Gres sendiri yang menyuruh Clara, sudah pasti aman. Karena tak mungkin Gres ingin menjatuhkan Clara seperti Jodi dan Sonya. Pemikiran orang orang yang menjadi Semi dan Dewa Dewi itu tidak tamak seperti manusia fana.

__ADS_1


[Beberapa menit kemudian]


"Wow... Baru kali ini dalam sejarah, seseorang manusia fana mendapat tiga kekuatan pinjaman sekaligus. Apakah kamu melakukan sesuatu pada ke tiga Semi Dewa Dewi yang kamu katakan tadi ? " Setelah cerita dari Clara yang panjang dan sangattt panjang, Detrian malah merespon tentang kekuatan Semi Dewa Dewi.


"Bukan itu inti nya. " Karena merasa percuma menceritakan semua nya pada Detrian, Clara memutar bola mata nya, karena lagi lagi dia berekspektasi dengan sangat tinggi. Kalo mengecewakan, kita sendiri yang sakit hati.


"Haahh.. Kak Gres, Aku rasa Aku belum seberuntung yang kak Gres katakan deh." Keluh Clara dengan berbatin sambil memegang hidung nya yang kecil dan mancung itu.


"Ah maaf. Aku juga terkesan pada cerita hidup mu kok, karena terlalu suka mempelajari tentang kekuatan Dewa Dewi dari kecil, mau semenarik apapun cerita yang lain, aku pasti akan tertarik lebih dulu pada kekuatan pinjaman atau kekuatan yang baru bangkit."


Karena mengerti dengan respon Clara, sehingga Detrian menyampaikan fakta tentang diri nya. Dia tak mau lagi membuat wanita yang sudah sakit hati itu, sakit hati lagi karena respon nya mengenai kekuatan para Dewa Dewi.


Karena hanya dengan mengingat beberapa kejadian saja, sudah berhasil membuat peredaran darah dan nafas Clara tidak stabil.


"Sudah lah... Karena telah melewati hidup yang mengerikan beberapa jam yang lalu saja, kamu pasti masih sangat sensitif. Jadi untuk saat ini, mari pikirkan satu tawaran menarik dari Ku. Bagaimana ? "


Clara yang merasa belum dapat mempercayai Detrian sepenuh nya pun menampakkan dengan sangat jelas reaksi nya. Ekspresi nya tak di kontrol dengan baik, sehingga Detrian dapat mengetahui apa yang di rasakan oleh Clara saat ini.


"Hei tenang. Kamu juga tau latar belakang keluarga Kerajaan Roman, Aku tak mungkin memanfaatkan Mu seperti dua manusia sampah dalam cerita mu tadi. Aku membantu Mu karena murni merasa terkesan dengan kekuatan pinjaman yang kamu dapatkan saja. Tapi jangan salah, karena bantuan dari Ku tidak semudah yang kamu bayangkan Clara. Aku sendiri yang akan melatih Mu mengontrol tiga kekuatan pinjaman yang ada pada diri mu, melatih kekuatan fisik, otot , dan mengasah otak Mu. Memberikan dana atau modal untuk membangun satu perusahaan baru yang dapat debut dan merai prestasi atau menduduki posisi dominan di deretan perusahaan yang paling di cari agar dapat bekerja sama. Terlalu banyak yang harus kamu pelajari Clara, sekarang Aku bertanya pada Mu. Apakah kamu bersedia sakit sakitan ? Apakah kamu bersedia untuk terluka lagi dalam pelatihan kali ini ? Ingat, kamu pasti akan cepat menyerah karena melatih kekuatan tidak semudah yang kamu pikir kan. "

__ADS_1


Sambil menghentikan mobil karena sudah sampai di tempat tujuan, Detrian turun dari mobil dan membukakan pintu mobil pada Clara yang masih planga plongo tak jelas di dalam mobil.


"Kamu kenapa kaya orang linglung Clara ?" Tanya Detrian yang memegang satu tangan Clara, karena tadi Clara yang reflek mengulurkan tangan nya saat turun dari mobil.


Begitulah tata krama yang Clara pelajari, memang Clara sudah tak mau mempraktekkan semua tata krama di dalam hidup nya. Namun, 2.500 tata krama yang baku sudah menyatu dengan darah dan daging di tubuh Clara.


Sehingga Clara sedikit kesulitan untuk tidak melakukan nya, karena tubuh dan otak nya saat ini tidak sefrekuensi.


"Bukankah membutuhkan waktu 10 jam agar dapat keluar dari Hutan Kematian, Detrian ? Ini kalo tak salah baru satu atau dua jam aja loh." Clara tidak mempedulikan sekitar nya, karena ada rasa penasaran yang lebih besar di dalam benak nya saat ini.


"Welcome To My Kastil Clara... " Bukan menjawab pertanyaan Clara, Detrian malah menunjukkan kastil nya yang luas dan megah itu, walau pun dalam keadaan malam hari, lampu lampu yang terpasang di segala sisi menampakkan dengan sangat jelas luas dan indah nya kastil dari kerajaan Roman.



"Tidak. Ini tidak benar, kamu harus memberikan penjelasan pada ku Detrian. Apakah kekuatan Mu yang telah bangkit dan di latih dari kecil adalah kekuatan yang berhubungan dengan Waktu ? Jika tidak, sangat amat tak mungkin jika kita sudah sampai di kastil Mu hanya dalam rentan waktu yang singkat."


Clara dengan daya analisa nya yang tajam langsung mendekatkan wajah nya ke arah Detrian dan bertanya. Walaupun harus menengadah, karena Detrian lebih tinggi dari nya.


"Iya.. Iya.. Iya.. Nanti yah penjelasan nya, sekarang masuk dulu ke dalam kastil ku. Karena mengobrol tanpa secangkir teh atau kopi itu tidak akan lengkap. "

__ADS_1


Detrian tidak menjawab pertanyaan Clara sedikitpun. Tapi dia juga akan menceritakan nya saat sudah masuk ke dalam kastil, jadi Clara tidak terlalu ambil pusing dan mengikuti kemana Detrian melangkah.


__ADS_2