I Am The Queen

I Am The Queen
#7.


__ADS_3

Namun bukan nya takut atau merasa bersalah, respon dari kelima Preman itu tidak sesuai dengan yang di harap kan.


***


Mendengar kemarahan dan kekesalan Clara yang sedang di lampiaskan, tidak membuat ke lima preman itu takut atau pun merasa bersalah sedikit pun.


Justru preman A menampakkan smirk bahagia karena Clara sudah sadar, dan berkata "Oh~ Bagus kalo Kamu sudah sadarkan diri, sekarang bawa Dia ke tengah hutan... Sehingga jika ada mobil atau kendaraan yang hanya kebetulan lewat, tak akan mengganggu kesenangan kita. " Begitulah perintah preman A sambil menjatuhkan rokok dan menginjak nya di aspal hitam.


"Siap laksanakan Bos." Jawab salah satu preman itu, dan langsung menggendong Clara masuk ke dalam hutan, yang penuh dengan semak belukar.


***


Saat merasa sudah jauh dari jalan raya, preman itu langsung meletakan badan Clara di atas rerumputan. Setidak nya Preman ini meletakkan tubuh Clara dengan cukup lembut. Yah, walaupun mereka ada mau nya, setidak nya badan Clara yang sudah hampir hancur itu tidak di banting dengan kasar lagi.


"Cih, dari semua hal yang terjadi dalam hidup Ku setelah bertemu Jodi dan Sonya, mungkin hal ini yang sangat amat aku syukuri. Setidak nya, Aku tidak di banting,  tak ada duri di rumput ini, astaga. Apakah Aku sudah siap untuk di permainkan oleh  lima preman ini ?" Batin Clara sambil menggigit bibir bagian bawah nya dengan cukup emosi.


"Baiklah, karena Aku Bos nya.. Biarkan Aku yang mencoba nya terlebih dahulu." Ujar Preman A, sambil mematahkan setiap jemari nya.


Keempat anak buah nya tidak keberatan sama sekali dan mempersilahkan bos mereka dengan senang hati.


Saat sudah berada di persekian detik sebelum di nodai, entah ini suatu keberuntungan atau apa, tetapi ada sebuah ide yang secara mendadak muncul di benak Clara.


"Hei, apa yang ingin Kau lakukan pada Ku bedebah sialan ?? "Dengan bahasa yang sudah tak ada dalam buku tata krama lagi, Clara mulai berbicara sambil menatap mata preman A tanpa rasa takut sedikit pun.

__ADS_1


Karena Clara sudah tak peduli apa pun lagi pada apa yang dia pelajari di kelas tata krama dulu, karena hal itu tak berguna dalam situasi seperti ini.


"Apakah masih harus di pertanyakan gadis kecil ?" Sambil membuang ikat pinggang nya di sembarang tempat, preman A bertanya balik pada Clara.


Dengan bantuan tangan nya, akhirnya Clara dapat duduk dengan tegak, dan memandang setiap Preman yang ada di hadapan nya saat ini, lalu


"HAHAHA... HAHAHA... “ Clara tertawa dengan suara yang sangat besar dan nyaring. “Kalau seperti itu, maka lakukan saja. Aku tidak keberatan sama sekali, lagian yang akan tertular oleh penyakit Ku adalah kalian, setidak nya... “Clara menggantung ucapan nya, sambil bergantian melirik ke lima preman itu.


“...Saat aku sudah mati, penyakit ini masih punya penerus nya. Bukankah itu sangat bagus ? HAHAHA... HAHAHA. “ Dengan tawa yang sangat nyaring, Clara mengakhiri perkataan yang sempat ia gantung tadi.


"Apa maksud Mu gadis kecil? " Dengan nada panik, preman A itu bertanya dengan wajah yang terlihat sedikit ketakutan.


"Apakah kalian semua tau penyakit yang bernama HIV ? Kalau kalian tak tau, aku rasa kalian semua harus masuk SMP dan SMA paket deh.." Dengan nada yang terdengar sedang mengejek, Clara memberikan jawaban yang tidak di sertai dengan penjelasan yang akurat.


"HIV ? Bukan kah itu Penyakit yang dapat menular, jika Kita bersentuhan dengan penderita penyakit itu ? Memang kemungkinan kita tertular hanya 30%, tapi jika kita menyentuh darah nya, maka peluang kita tertular adalah 99,99 %." Jelas salah satu preman yang sempat tamat SMA.


"Ayolah.... Kenapa kalian semua mundur lima langkah dari Ku ? Apakah wujud Ku saat ini sangat menyeramkan.?" Dengan smirk yang nampak jelas, Clara bertanya sambil menaikkan satu alis nya.


".......... "


Kelima preman itu langsung terdiam secara berjamaah, dengan keringat dingin yang mulai menghiasi wajah mereka. Padahal saat ini cuaca pada malam hari dan sedang mendung juga, tak mungkin mereka berkeringat karena kepanasan bukan ?


"Ap... Apakah ini serius ? Atau wanita ini hanya bersilat lidah saja ? " Cetus preman E, dengan suara yang sedikit bergetar.

__ADS_1


"Haiss... kalian ini susah sekali percaya sama Aku ya, kalo begitu... Sekarang satu orang dari kalian silakan bersetubuh dengan Ku. Setelah itu, pergilah ke rumah sakit dan lakukan pemeriksaan menyeluruh. Di situ kalian akan tau apakah aku berbohong atau tidak."


Dengan wajah yang sangat Serius, Clara berusaha agar akting nya ini dapat membodohi ke lima preman yang ada di hadapan nya saat ini. Karena jika gagal, Clara tahu kejadian seperti apa yang akan menimpa nya.


"........ "


Lagi, kelima preman itu terdiam secara berjamaah. Seakan sangat susah menepis kenyataan bahwa Clara sedang berbohong, karena otak mereka dengan mudah nya merasa sangat bimbang dalam menentukan mana yang harus di percaya atau tidak.


"Haaaahhh...” Clara menghembuskan nafas yang saaaaangaaatt panjang.


“Biar Aku jelaskan lagi. Karena Aku memang orang nya sangat ahli dalam hal menjelaskan, jadi simaklah dengan baik." Ucap Clara sambil mengacak acak rambut nya.


"......" Ke lima preman itu terdiam, dan seperti nya mau mengamati penjelasan dari Clara.


"Pertama, Aku masih perawan. Dan jika bersetubuh dengan Ku, pasti selaput darah Ku akan di tembus dan menghasilkan darah. Setelah itu kalian semua mencoba ku satu persatu atau beramai ramai, dan dari pernyataan itu... Peluang kalian akan terkena HIV Adalah 100%, Bukan 99,99% lagi."


Clara pun berhenti sejenak, dan menatap wajah kelima Preman itu yang walaupun berada di bawah cahaya rembulan yang remang remang.


"Apakah sampai sini kalian sudah paham ? Ada pertanyaan atau sebagainya ? Kalo ada silakan katakan, jika tidak mari kita buktikan dengan bersetubuh. Kan tidak masalah juga kalo kalian mencoba hal hal yang baru. Seperti penyakit ku ini, contoh nyata nya." Sesuai dengan perkataan nya di awal, Clara menjelaskan secara rinci. Bahkan anak TK dan SD saja dapat langsung mengerti.


(Gak mungkin yah anak TK atau SD udah ngerti sama penjelasan ini. Semua hanya kata yang di hiperbolakan, jadi jan main percaya percaya aja yaah ⋌༼ •̀ ⌂ •́ ༽⋋ )


"........... "

__ADS_1


Lagi dan lagi, kelima preman itu hanya terdiam saja. [Kaya gak ada reaksi lain aja ⋌༼ •̀ ⌂ •́ ༽⋋ .Oia, kan Author yang ngetik  sendiri /Plak ].


"Sedikit lagi.. Tinggal sedikit dorongan saja, Mereka akan percaya pada Ku." Batin Clara yang Reflek menggenggam telapak tangan nya.


__ADS_2