I Am The Queen

I Am The Queen
#16.


__ADS_3

Yang ada hanya kenangan tentang pengalaman nya yang sangat konyol dan tak masuk akal.


"Baik Aku yang akan melanjutkan perkataan yang di gantung Gali tadi, "  Gisel yang tak peduli sama sekali dengan tingkah Gali yang seperti anak kecil itu, langsung mendekat ke arah Clara dan berniat memberitahukan hasil diskusi tadi.


"SETIDAK NYA BUJUK AKU ATAU MINTA MAAF DONG. MASA IYA KALIAN BENERAN GAK PEDULI SAMA AKU ?! " Teriak Gali dengan wajah yang mulai memerah.


"Kami memang tak peduli pada Mu Gali, Kami berdua juga sudah bosan dengan kelakuan Mu. Jadi untuk sementara diam lah, Aku ingin bercakap cakap dengan Clara. Jangan ganggu waktu Kami, oke ?" Tegas Gres pada Gali.


"...... " Gali sangat syok  akan jawaban yang di terima nya, dan memilih untuk mengalah dan ikut bergabung lagi.


"Kamu ingin balas dendam bukan?"Tanya Gisel.


"Ya. " Jawab Clara dengan penuh keyakinan 100%.


"Bagus, tekad Mu sangat kuat. Jadi setelah Kami berunding, Kami bertiga sepakat akan meminjamkan kekuatan Kami pada Mu." Sambung Gres dengan senyum anggun nya.


"Meminjam ? Meminjamkan kekuatan ? Apa maksud Mu Gres? " Dengan wajah polos yang rada bingung, Clara mulai menyipitkan mata nya dan bertanya dengan rasa yang masih terheran heran.


"Jadi begini, Kamu itu punya kekuatan yang notabene nya belum aktif. Dan, jika ingin balas dendam dalam keadaan seperi ini, sama saja meyerahkan nyawa Mu pada dua orang fana yang bernama Jodi dan Sonya tadi. " Jelas Gisel sebaik mungkin.

__ADS_1


"Aku juga tau akan hal itu. " Sambil melipat ke dua tangan nya di dada, Clara menyatakan pemikiran nya.


"Maka dari itu, Kamu akan Kami pinjamkan kekuatan Kami bertiga. Arti nya, Kamu dapat menggunakan kekuatan Kami di dunia fana ini. Seperti membuat langit bergemuruh seperti Aku, membuat kilat dengan kekuatan yang seperti Gisel tadi, dan Kamu juga dapat menurunkan hujan yang sangat deras seperti Gali tadi." Jelas Gres dengan intonasi suara yang jelas.


Mendengar penjelasan dari Gres, langsung membuat mata Clara berbinar dan membuat Clara seakan mendapatkan pertolongan yang dapat sangat amat membantunya dalam balas dendam.


"Tapi jangan senang dulu Clara, kamu harus menerima beberapa kenyataan." Gres langsung menyatakan beberapa fakta, agar rasa senang yang Clara rasakan jangan terlalu cepat. Takut nya malah semakin kecewa. Dan yaah, wajah Clara langsung berubah menjadi lebih serius.


"Katakan saja, karena sekalipun raga ku di sobek seperti tisu, aku tetap akan balas dendam. " Dengan keyakinan yang tak tampak goyah, Clara menyampaikan kemauan nya dengan sangat percaya diri.


"Aku suka gaya mu, Aku langsung pada inti nya. Pertama, jika Kamu sudah meminjam kekuatan kami, otomatis Kamu dapat menggunakan kekuatan Kami di mana saja. Tapi... Tapi setelah Kamu memakai kekuatan Kami, tubuh Mu akan mengalami drop atau lemas berkepanjangan. Kamu harus tidur selama 12 jam untuk memulihkan tenaga, atau kalau tidak.. " Gisel Berhenti sejenak untuk menarik nafas.


Jelas Gres dengan sangat detail, karena Clara adalah manusia fana pertama yang membuat nya bersemangat seperti ini. Dan karena Clara adalah manusia pertama yang mendapat pinjaman kekuatan dari ketiga semi Dewa Dewi ini sekaligus.


Gres sangat bersemangat bukan karena wajah Clara yang cantik atau sebagai nya, tetapi karena dendam Clara yang seakan sangat seru jika di tonton nanti.


"Ya Aku mengerti, tak masalah. Tapi soal menemukan keturunan dari Kerajaan Roman, Aku tak bisa janji. Karena Aku tidak tau dan tidak mau mencari tau tentang Kerajaan itu. " Jawab Clara pada Gres dengan raut wajah yang sungguh tak peduli.


"Kenapa Kamu seakan tak mau mencari masalah dengan kerajaan Roman Clara ? " Dengan rasa penasaran, Gres bertanya pada Clara. Karena pada dasar nya Gres adalah keturunan dari kerajaan Roman.

__ADS_1


"Bukan kah alasan nya sudah jelas ? Kerajaan Roman adalah kerajaan yang berdiri duluan dan menjadi kerajaan yang sudah berada 10 tingkat di atas Kerajaan Abelia. Apalagi sekarang Aku sudah sama seperti rakyat biasa, karena tak ada sedikitpun kekuatan dari kerajaan Abelia. Jadi mustahil Aku dapat bertemu dengan keturunan mereka." Jelas Clara yang memang sangat masuk akal.


"Hahaha... Kamu ternyata lucu juga yaah, tapi entah kenapa Aku punya firasat bahwa nasib Mu akan membaik setelah keluar dari hutan ini. " Ujar Gres yang entah itu serius atau hanya candaan agar Clara tetap percaya pada takdir keberuntungan nya.


"Mari Kita amin kan, karena Aku juga berharap hal yang sama." Sambung Clara yang ikut menyunggingkan senyum di ujung bibir, karena senang di dukung oleh Gres sampai segitu nya.


"Oke, tadi yang pertama sudah Aku jelaskan. Sekarang yang ke dua dan terakhir. Jika Kamu meminjam kekuatan kami bertiga, Kamu harus membuat perjanjian dengan Kami. Sama hal nya dengan meminjam uang di bank atau tempat lain, Kamu harus memberikan jaminan. Apakah Kamu masih tidak keberatan? " Tanya Gres.


"Tunggu, jelaskan lebih mendetail tentang perjanjian itu. Apa Aku harus menyerahkan Jiwa Ku setelah selesai balas dendam ? Kalau ia, Aku tidak keberatan sama sekali. " Dengan enteng nya, Clara menjawab seperti tak ada beban. Karena satu satu nya hal yang menjadi satu satu nya alasan untuk Clara  terus hidup adalah balas dendam.


"Tidak.. Bukan yang seperti itu, kami bukan berasal dari keturunan iblis yang harus mendapatkan jiwa Mu sebagai imbalan. Tapi lebih seperti ini. *Kamu harus berjanji menjadi seperti kami. Entah menjadi semi Dewa Dewi ataupun menjadi Dewa Dewi, inti nya yang mirip mirip seperti hal ini lah." Dengan sangat sabar, Gres terus mencari kata yang dapat dengan mudah di mengerti oleh Clara dan juga Pembaca sekalian.


Setelah itu, Gres, Gisel, Gali, dan Clara berbincang lebih dalam lagi mengenai perjanjian. Karena Clara belum terlalu paham dan ada beberapa hal yang perlu di perjelas sebelum menyetujui hal ini. Karena situasi ini sama hal nya dalam penandatanganan kontrak proyek besar.


10 menit kemudian...


"Baiklah, kesepakatan nya seperti itu saja. Bukan kah kalo seperti ini lebih baik ? " Ujar Clara, karena sudah berada di ujung pembicaraan tentang kesepakatan dan beberapa hal lain nya.


"Ya, kami bertiga juga merasa itu pilihan yang terbaik. Dan menjadi satu pilihan yang paling berbeda dari yang lain. " Dengan bangga, Gisel menampakkan Smirk di wajah nya. Ikut senang dengan kesempatan yang belum pernah ada sebelum nya.

__ADS_1


"Baik, Kami bertiga akan meminjam kan kekuatan Kami. Rasa nya akan sangat sakit, jadi sebisa mungkin di tahan. Tapi kalo mau berteriak juga tak apa, karena itu hal yang wajar. " Dengan wajah serius, Gres memberikan masukan sebelum menyalurkan kekuatan dari masing masing mereka.


__ADS_2