I Am The Queen

I Am The Queen
#47.


__ADS_3

"Iyaa.. Iya... Maaf... " Karena merasa bersalah, dan karena yang menegur nya adalah Clara, Detrian langsung meminta maaf. Kalo saja itu orang lain, habis riwayat nya.


Setelah itu, Clara langsung berjalan menuju ke arah pintu masuk perusahaan.


Saat pintu nya di buka oleh Detrian, Clara langsung masuk dan di suguhkan dengan banyak nya karyawan yang sekaligus anak buah nya yang sedang memberi hormat saat Clara lewat.


Clara pun melewati mereka dengan senyum profesional seorang CEO dari perusahaan Scarlett  yang baru saja resmi di buka hari ini.


Tanpa memberitahu media masa, tanpa adegan pemotongan pita seperti pada umum nya, dan tanpa embel embel lain yang menurut Clara dan yang lain nya merasa cukup ribet jika melakukan hal itu.


Clara langsung masuk ke dalam ruangan kebesaran nya di lantai 10,dan tentu saja masih di temani oleh Detrian.


Dan dalam ruangan itu sudah ada Leo yang memakai setelan jas dan berpenampilan rapi di samping meja, dia seperti sudah menanti kedatangan Clara hari ini.


"Bagaimana keadaan Mu Leo ? " Sapa Clara dan langsung duduk di kursi nya.


"Sangat baik Nona. " Jawab Leo profesional.


"Bagus, maka berikan laporan yang sudah Aku minta pada Mu di email, sebagai laporan pertama di hari kerja."


"Karyawan datang pada pukul tujuh pagi, mereka langsung mengerjakan berbagai dokumen yang sudah ada di email masing masing sesuai yang di kirim oleh Tuan Detrian semalam. Untuk saat ini semua nya dapat berjalan dengan sangat lancar." Laporan Leo dengan Bahasa yang baku dan Formal.


"Bagus. Sekarang bacakan jadwal Ku untuk hari ini. "


"Karena Anda datang pada pukul 8 pagi, maka di jam 08:30 anda akan melakukan sesi sapa pada para karyawan di aula lantai lima. Di jam 9 anda akan ada meeting dengan perusahaan Bumiputera untuk membahas kerja sama yang akan di jalin, karena ini adalah perusahaan tambang emas yang dapat menjadi sumber emas bagi kita yang akan membuka toko perhiasan. Lalu di jam 10 dan bla bla bla.. "

__ADS_1


Banyak sekali jadwal Clara di hari pertama, yang membuat Leo menghabiskan waktu 15 menit untuk mendaraskan nya.


Clara juga mendengar dengan baik dan melihat beberapa proposal yang di buat Leo tentang hal hal dan detail detail apa yang harus di bahas, sebelum penandatanganan kontrak.


Dan Detrian yang duduk di depan meja Clara juga sibuk memeriksa dokumen masuk di laptop nya, karena dia juga seorang CEO dari perusahaan Adijaya yang menjadi perusahaan tersohor di negara ini.


Hal itu lah yang membuat Detrian dapat duduk dengan tenang tanpa mengganggu Clara dalam bekerja.


"Ah, kosong kan jadwal ku pada pukul 7 sampai 8 malam. Karena aku ada janji makan malam dengan Detrian, kalo tidak Detrian bisa menghancurkan konsentrasi ku hari ini." Ujar Clara sebelum memulai membaca proposal di hadapan nya.


Mendengar hal itu membuat Detrian menyunggingkan senyum di wajah nya, karena setidak nya Clara ingat dengan perkataan nya di meja diskusi tadi malam dengan Detrian.


"Ah, dan jangan lupa untuk mengingatkan 10 orang yang di pilih sendiri oleh ku, yang berada di *Tim Alpha* agar dapat menemaniku dalam pembantaian nanti malam. " Sambil melirik Leo dengan ujung netra nya, Clara memberikan Ekspresi yang sulit untuk di mengerti oleh Leo.


Klek. Bunyi pintu yang tertutup.


"Haahh... Bagaimana ? Apakah tingkah dan nada bicara ku terdengar bagus ? Apakah kelakuan ku terlihat meyakinkan ? Apakah ekspresi ku tadi sudah sempurna? Ya Dewaa.. " Keluh Clara sehingga membuat diri nya membanjiri Detrian dengan banyak pertanyaan yang terdengar sederhana, namun sangat sensitif bagi Clara.


"Hahaha... Imut nya ~  " Sambil melepaskan pandangan nya dari laptop dan melihat ke arah Clara, membuat Detrian tertawa gemas pada kelakuan Clara saat ini.


Tak biasa nya Clara dapat bersikap seperti ini loh, benar benar harus di nikmati momen langkah yang di berikan Dewa Dewi pada diri nya ini.



"Apakah ekspresi Ku mengecewakan ? Bagaimana ini ? " Clara terus menghawatirkan hal kecil, yang menurut Detrian itu hal yang wajar jika di lakukan, dan hal itu membangkitkan satu ide menguntungkan di benak nya yang tak pernah beres itu.

__ADS_1


"Semua nya bagus kecuali ekspresi mu, Ra." Cetus Detrian dengan wajah serius, sehingga Clara tidak dapat menaruh kecurigaan pada nya saat ini.


"Lalu apa yang harus aku lakukan ? " Tanya Clara meminta masukan.


"Gampang. Gunakan ekspresi wajah nomor 10 yang pernah aku ajarkan pada mu saat sedang bekerja. Jika ingin tersenyum, sealakadarnya saja. Karena kamu itu bos nya, pemimpin nya. Tak boleh tersenyum ramah dan tampak lemah gemulai di hadapan karyawan mu, mengerti ? "


Jawab Detrian yang sengaja menggunakan kesempatan ini, agar Clara tidak menampakkan senyum cantik nya pada orang lain. Karena bisa jadi banyak klien yang dapat terpincut dengan satu senyuman dari Clara.


"Ah, seperti ini ? " Tanya Clara lagi meminta pendapat Detrian, karena diri nya langsung mempraktekkan ekspresi wajah nomor 10 seperti saran dari Detrian tadi.



Netra coklat tua milik Clara menatap lekat pada pemilik netra hitam di depan meja kerja nya, ekspresi dingin dan aura sulit di dekati membuat Detrian terpanah untuk sesaat.


"Bukan kah Ra tidak tersenyum ? Lalu kenapa damage nya seolah bertambah ? Bahkan lebih cantik dari saat dia tersenyum normal tadi ? Ah, tak apa. Karena jika Ra tidak tersenyum, akan nampak aura sulit di dekati, sehingga sekalipun ada pria yang naksir pada nya, akan menyadarkan nya bahwa Clara tak mau di dekati. "


Batin Detrian memperhitungkan segala aspek yang mungkin terjadi dan yang mungkin tidak terjadi.


"Apakah aku salah mempraktekkan cara berekspresi ? Shittt !! Seperti nya aku akan membaca buku panduan lagi. " Karena tak ada jawaban dari Detrian, membuat Clara menyimpulkan jawaban nya sendiri.


"Ah, tidak. Kamu tidak perlu melihat buku panduan lagi, karena eskpresi seperti ini sudah sagat bagus. Usahakan agar tersenyum seperlu nya saja, agar tidak merusak citra mu sebagai pemimpin. Oke? "


Dengan Cepat Detrian mencegah Clara untuk melihat buku panduan lagi, karena belakangan ini Clara sudah di sibukkan dengan banyak nya laporan yang di berikan oleh mata mata L setiap saat, dan setiap Clara menyuruh melakukan sesuatu yang perlu di ketahui Clara.


"Benarkah ? Syukurlah kalau seperti itu. " Hembusan nafas lega dari Clara terdengar cukup jelas di pohon telinga Detrian, dan Detrian hanya bisa menutup smirk yang muncul di wajah nya saat mendengar helaan nafas lega dari Clara.

__ADS_1


__ADS_2