I Am The Queen

I Am The Queen
#46


__ADS_3

Tak ada satu orang pun yang merasa curiga, karena Leo dari dulu tak suka pada hujan, guntur, dan petir. Fakta itu di ketahui oleh Clara saat berbincang dengan satu pria yang berganti mengawal Clara.


Namun Leo yang pingsan itu sebenarnya adalah ulah Clara, karena saat beberapa detik sebelum bom meledak, Leo dapat melihat Clara dari balik serpihan awan yang menutup mata.


Maka Clara pun dengan cepat berpindah ke belakang Leo, dan tanpa di sadari memukul tengkuk nya. Clara merasa sedikit bersalah, namun karena tak mau rahasia tentang kekuatan milik nya di ketahui manusia fana seperti Leo, Clara harus melakukan berbagai cara untuk terus menjadi rahasia bukan informasi konsumsi publik.


***


Setelah itu, di pagi hari Leo langsung bangun dengan ingatan yang tidak jelas. Karena ketakutan nya pada gemuruh langit semalam, membuat ingatan nya kocar kacir. Dan hal itu di syukuri oleh Clara.


Dan mungkin karena 1.000 anak buah itu kurang peka dan lebih mengkhawatirkan kondisi Leo, sehingga tak ada yang menyadari kemana 20 orang pengganggu yang memaksa masuk ke markas mereka semalam.


Lalu Clara langsung pulang ke kastil Roman, karena di telfon berkali kali oleh Detrian.


Bahkan Detrian yang sudah tak sabaran langsung menjemput Clara di markas.


Saat Clara meninggalkan markas The Black Fire, tim pengajar profesional yang di bicarakan Clara tadi malam sudah tiba dan memulai proses pengajaran di banyak nya ruangan yang ada di mansion, dengan pembelajaran yang sudah di bagi dan yang masuk di setiap ruangan harus mengikuti kemauan sendiri atau harus di pastikan tugas dan pekerjaan yang di pilih adalah pekerjaan yang di minati.


Sedangkan di sisi lain, Clara pergi dari satu tempat ke tempat lain nya yang akan sangat membantu Clara dalam pembukaan perusahaan nya nanti.


Tentu saja Clara menemui teman lama kedua orang tua nya yang kerap kali di lihat Clara saat masih kecil dulu.


Dan tentu nya sebelum Clara menampakkan diri pada mereka, Clara sudah memastikan informasi tentang mereka. Kesetiaan mereka, dan aspek lain nya yang masuk dalam perhitungan.


***


[Satu minggu kemudian]


"Sudah berapa orang yang kamu tangkap?" Sambil melihat tablet di tangan nya, Detrian bertanya pada Clara yang juga sibuk membaca informasi yang di temukan oleh Detrian semalam (Detrian adalah Hacker) .

__ADS_1


"Bahasa nya di ganti dong Detrian. Mereka itu orang yang lebih tua dari kita loh, dan lagi bukan di tangkap.Tetapi menjalin kerja sama. "


"Ya ya terserah." Sambil memutar bola mata nya, Detrian mengiyakan perkataan Clara.


"Aku sudah mendapat 15 lampu hijau dari mereka, dengan kata lain... Saat perusahaan ku di buka, aku akan langsung bekerja sama dengan mereka di bidang bidang yang sudah di diskusikan tadi. Itu akan membuat perusahaan ku menjadi buah bibir dalam rentang waktu satu minggu saja. " Ujar Clara dengan tampang sumringah, karena rencana nya dapat berjalan dengan mulus.


"Wow... Apakah kamu akan menangka- Eh akan menjalin kerja sama dengan 5 orang lagi yang aku selidiki semalam ? "


"Ah tidak. Karena dari data yang aku baca, mereka tidak bisa menjaga rahasia, dan lagi mereka dapat menjual ku kapan saja mereka mau demi uang. Dan itu sangat tak bagus dalam hal ini. "


Jawab Clara tanpa melepaskan tatapan nya dari layar laptop. Dan hal itu mengganggu sekali bagi Detrian.


"Kalo kamu tak mau menjalin kerja sama dengan lima orang sisa nya, lalu sekarang apa yang kamu baca sih ? " Dengan suara yang di tinggikan, Detrian bertanya sambil menatap Clara yang masih tidak menggubris Detrian.


"Tuan Detrian, di kontrol pengucapan dan intonasi suara  nya." Tegur pengurus Feng yang melirik Detrian dari kaca spion yang ada di dalam mobil.


"Data keuangan kerajaan Abelia ? Tak Aku sangka, ternyata hanya dengan melihat aku meretas sekali saja beberapa saat yang lalu, kamu langsung bisa menirunya." Dengan ekspresi bangga, Detrian menyombongkan kemampuan nya .


"Tidak. Sampai kapan pun aku tak akan menjadi Hacker seperti diri Mu , karena berurusan dengan layar laptop yang seperti eror itu menggangu penglihatan matam "


Dengan ujung netra yang melihat kelakuan Detrian yang tak masuk akal itu, membuat Clara merasa bahwa Detrian dan Leo itu rada mirip.


"Eh ? Lalu bagaimana kamu dapat membuka data keuangan kerajaan Abelia Ra ? " Sambil ikut melihat laptop, Detrian merasa penasaran saat ini.


"Tentu saja karena mendapat akses masuk dari sistem. Dan lagi, karena aku memakai akun yang sudah terdaftar. "


Dengan seringai yang muncul di wajah Clara, membuat Detrian merasa bahwa Clara sudah berhasil di didik oleh nya menjadi wanita yang luar biasa.


"Akun ? Kamu menggunakan akun milik siapa ? "

__ADS_1


"Mata mata L " Sambil menengok dan menatap pemilik netra hitam yang ada di samping nya, Clara menyebut kan mata mata L  dengan penuh kebanggaan.


"Mata mata L ? Siapa dia ? " Karena merasa penasaran, Detrian pun bertanya pada Clara.


"Tentu saja rahasia bodoh. Cukup mata mata L dan orang dalam saja yang perlu kamu ketahui, selebihnya biarkan aku dan dia saja yang tau. Paham ? "


"Cewek apa cowok ? " Dengan raut wajah yang langsung berubah, Detrian ingin mengetahui jenis kelamin dari mata mata L ini.


"Perempuan. " Jawab Clara singkat dan langsung keluar dari area pencarian di tablet nya, karena sudah mendownload semua nya.


Ciiiiiiittttt.


Mobil yang terhenti.


"Silakan keluar Nona Clara, kita sudah sampai di tujuan. "


Sesudah membukakan pintu mobil untuk Clara, pengurus Feng mempersilahkan Clara untuk turun. Lalu Detrian pun ikut keluar dari pintu yang sama, padahal bisa buka pintu mobil yang ada di samping nya.


"Wow... Padahal aku kira perusahaan nya selesai di renovasi sekitar sebulan lama nya. Tak aku sangka hanya seminggu sudah jadi. " Dengan ekspresi terkagum kagum, Clara memuji kerja keras Pengurus Feng yang tidak mengecewakan sama sekali.


"Tentu saja akan saya lakukan secepat mungkin, karena Tuan Detrian mendesak saya di setiap detik nya. " Sambil membenarkan kaca mata di wajah nya, pengurus Feng seperti sedang mengadu.


[Pengurus Feng]



"Gak boleh kaya gitu Detrian. Sekalipun pelayan, Pengurus Feng itu lebih tua dari kita. " Sambil menyikut perut Detrian dengan cukup kuat, Clara menegur Detrian.


"Iyaa.. Iya... Maaf... " Karena merasa bersalah, dan karena yang menegur nya adalah Clara, Detrian langsung meminta maaf. Kalo saja itu orang lain, habis riwayat nya.

__ADS_1


__ADS_2