
Setelah mendengar jawaban dari Sonya, Clara menampakkan smirk di wajah nya dan berkata.
“Ya semoga saja. Tapi mari kita lihat, apakah langit dan Dewi keberuntungan berpihak pada Ku, atau pada Kalian berdua.“ Batin Clara menyerahkan semua nya pada jalan hidup nya, sesuai dengan ketentuan takdir. Karena Clara sudah tak mau menaruh harapan pada sesuatu yang belum pasti lagi, itu hanya akan membuat luka baru untuk sakit hati yang tak kunjung selesai.
Karena sudah tak memiliki tenaga lagi, penglihatan Clara mulai kabur. Langit langit kamar yang sedari tadi dia lihat, berubah menjadi warna hitam. Clara pikir matanya menjadi buta, karena seketika semua nya menjadi warna hitam. Padahal Clara hanya kehilangan kesadaran dan akhirnya pingsan, itu adalah hal yang wajar untuk situasi Clara saat ini.
***
[5 MENIT KEMUDIAN]
"Baik, kita telah mencapai kesepakatan bersama. Jadi, Kami akan membawa wanita itu pergi." Karena telah mencapai kesepakatan bersama, akhir nya rasa puas pun di dapat dari ke dua belah pihak.
"Yah bawalah Dia, dan kalau Kalian tidak merasa jijik pada nya... Kalian bisa menyetubuhi Dia kok. Ingat, wajah dan kaki nya memang sudah cacat karena ulah Ku dan Sonya... Tetapi selain dua bagian itu, semua nya masih utuh. Dan lagi, dia pasti akan terlihat sexy dan tentu nya masih perawan. Kalau tak percaya, kalian bisa membuktikan hal itu sendiri."
Jodi pun memberikan masukan pada ke lima preman itu, karena Dia tahu persis bahwa Clara masih sangat perawan. Jelas, karena Clara yang selalu di jaga dengan ketat oleh orang tua nya, sebelum bertemu dengan Jodi dan Sonya. Alhasil, kepolosan dan kenaifan pula yang membuat Jodi dan Sonya dapat menjalankan rencana mereka sampai ke titik ini.
"Hehehe, terima kasih atas masukan nya Bos Jodi. Akan Kami lakukan dengan senang hati." Jawab preman A, karena merasa akan mendapatkan asupan yang berkualitas. Jelas, kapan lagi mereka akan bersetubuh dengan keturunan Bangsawan kalo bukan sekarang ini ?
Setelah itu, Clara di gendong oleh salah satu preman dan berjalan keluar dari kediaman nya. Lalu, waktu perjalanan yang memakan 10 jam pun telah berlalu secepat laju anak panah.
***
__ADS_1
"Sudah satu jam Aku di dalam bagasi, apakah mereka belum bisa mengeluarkan Aku juga ?? Mereka pikir cadangan oksigen Ku banyak apa ?" Clara yang sudah sadar dari sejam yang lalu pun merasa sangat pengap di dalam bagasi, dan menurut nya jika masih memakan waktu 2 atau 3 jam lagi, maka sudah pasti Clara akan mati karena kekurangan oksigen.
Yah setidak nya, berkat waktu perjalanan yang memakan waktu 10 jam itu, Clara dapat istirahat dan kini kembali memiliki energi.
Tetapi, tetap tak bisa mengubah kenyataan bahwa wajah dan kaki nya sudah tak bisa kembali seperti semula lagi. Clara memang belum terlalu merelakan kehilangan wajah yang mulus dan cantik karena memang susah, namun ada hal yang lebih susah di ikhlaskan begitu saja. Yah, kaki nya yang sudah tak bisa dirasakan lagi. Benar benar sudah remuk dan hancur susunan nya.
*Cciiiiiiitt... * Mobil yang di rem.
"Apakah sudah sampai ? Bagus, sekarang pura pura pingsan dulu." Batin Clara yang langsung memejamkan mata nya.
*Tak* Pintu bagasi yang di buka
"Kaka, dia masih pingsan. Apakah a
"Ya ? Tentu saja harus di bangun kan bodoh. Masa iya kita bersetubuh dengan orang yang tak sadar kan diri ?! Kalau tidak ada suara kesakitan dan desah kenikmatan dari nya, maka gairah kita berasal dari mana lagi ?"
Sambil menyalakan pemantik untuk membakar rokok nya, preman A menjawab anak buah nya dengan pemikiran yang entah itu benar atau tidak.
[Author : Yaah sudah jelas gak benar lah (๑•̀д•́๑) ]
"Ya, bos kita selalu benar. " Sambung ketiga preman yang baru turun dari mobil. Sebut saja nama ketiga preman itu C, D, dan E.
__ADS_1
Preman B pun menggelengkan kepala nya lalu berkata "Haiiss, Aku masih heran sama kalian semua. Padahal wanita itu sudah cacat, lalu di mana letak kenikmatan nya ? "Protes preman B, karena untuk pertama kali nya dia berpikir menggunakan otak nya.
Ketiga preman lain nya langsung merasa syok seketika, bahkan ada yang sampai mengaga. karena saudara mereka yang satu ini seperti nya tak tau apa yang Dia ucapkan.
"Hei, sekalipun wanita itu cacat dan lain sebagainya. Bagian dalam tubuh nya itu pasti masih mulus loh, di tambah Dia masih perawan. Dan lagi, dia bukan wanita sembarangan bodoh. "Jawab preman C sambil membenarkan rambut nya.
"Hah ? Memang dia siapa ? " Dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, membuat Preman B langsung menanyakan secara rinci tentang wanita yang akan di setubuhi nya sebentar lagi. Karena dia hanya mengetahui nama nya saja, Clara yang merupakan keturunan bangsawan. Selain dari itu, benar benar tidak Dia ketahui.
"Astaga, Aku pikir Kau sudah mengetahui hal ini. Wanita itu adalah Clara De Andor Abelia, satu satu nya putri dari Raja dan Ratu yang kita bunuh dua bulan yang lalu. Dia adalah gadis dari salah satu keluarga bangsawan, yang masih bertahan sampai dengan jaman modern saat ini."
"Tapi sayang nya, Dia terlalu lemah dan naif. Jadi gampang di tipu sama Jodi dan Sonya bos Kita. Padahal Ayah dan Ibu nya itu punya banyak pabrik, perusahaan di mana mana, dan punya banyak sekali uang... Tapi semua itu raib dalam waktu tiga bulan saja, saat Jodi dan Sonya menjalan kan rencana mereka. Kita Benar benar tak salah memilih Bos, iya kan?"
Dengan sangat terperinci, preman A menjelaskan secara sederhana, yang dapat masuk ke otak anak buah nya itu. Karena sekali lagi, mereka sangat jarang bekerja menggunakan otak, melainkan otot.
Clara yang saat ini sedang pura pura pingsan, langsung membuka mata nya dan dengan ke dua tangan nya yang masih berfungsi membantu Clara untuk duduk di atas bagasi yang telah terbuka dan memandang ke lima preman itu dengan tatapan emosi dan raut wajah yang penuh akan lipatan.
"BERANI BERANI NYA.... BERANI BERANI NYA KALIAN MEMBUNUH AYAH DAN IBU KU ?! BERAPA SIH JUMLAH UANG YANG DI BERIKAN SONYA PADA KALIAN ?? ATAU APA YANG JODI JANJIKAN PADA KALIAN BERLIMA, SAMPAI SAMPAI KALIAN MEMBUNUH AYAH DAN IBU KU, YANG BAHKAN TAK MENGENAL KALIAN, DAN BAHKAN TAK PUNYA KESALAHAN SEDIKIT PUN PADA KALIAN, SEHINGGA KALIAN HARUS MEMBALASKAN DENDAM KALIAN PADA MEREKA BERDUA !!! KENAPA ??? KENAAAPAAA ??? KENAAAAPPPAAAA ???"
Dengan nada suara yang sangat tinggi dan sangat menusuk masuk di pendengaran ke lima preman itu, Clara mengutarakan rasa amarah nya yang sudah sangat menggebu.
Seandainya kaki Clara masih berfungsi, Clara sudah berlari ke arah preman A, dan mencekik nya sampai kehabisan nafas. Walaupun setelah itu Clara akan berurusan dengan empat preman lain nya dan mati, setidak nya Clara sudah berhasil membunuh salah satu dari pelaku pembunuhan orang tua nya. Begitulah pikir nya saat ini.
__ADS_1
Namun bukan nya takut atau merasa bersalah, respon dari kelima Preman itu tidak sesuai dengan yang di harap kan.