
Awal nya Clara ingin memaklumi karena mengira mereke bekerja karena tawaran menggiurkan yang di tawar oleh Jodi dan Sonya tentang uang, tetapi perbuatan yang di lakukan oleh mereka itu sudah sangat tidak bermoral dan manusiawi.
"Bunuh ke 15 orang itu. " Dengan tatapan benci, Clara seolah muak menghirup udara yang sama dengan para manusia gagal itu.
Benar benar tak masuk akal alasan mereka dalam membunuh, sehingga sama sekali tidak bisa di kasih keringanan.
*DOOORRR !!! *
*DOOORRR !!! *
*DOOORRR !!! *
Sebelum ke 15 orang itu berekspresi dan memberikan tanggapan menolak, peluru dengan kecepatan tinggi langsung melesat melewati kepala mereka, dan mereka pun mati tanpa berbicara banyak lagi.
Kematian ke 15 rekan yang mendadak itu, membuat lima orang yang bertindak ingin kabur tadi langsung bergetar ketakutan di tempat.
"Kalian berlima ~ Apa tidak mengenal ku?"
Sebagai pembicaraan awal yang membuat obrolan dapat berjalan, Clara masih bertanya dengan ekspresi datar namun di balik netra coklat tua nya itu, tersirat amarah yang tak bisa di padam kan.
".......... " Suara mereka berlima seolah tercekat, tak ada yang berani bersuara. Mereka berlima hanya menggelengkan kepala secara bersamaan dan dengan peluh yang mengalir deras seperti baru di siram air seember.
"Yakin ? " Dengan menaikan alis mata nya, Clara menanyakan pertanyaan yang sama.
".......... " Mereke berlima yang sedang bersujud itu menggeleng kepala mereka dengan lebih cepat lagi tempo nya dari sebelum nya.
"Cih, payah. Karena Aku baik, maka Aku akan memberi kalian petunjuk. Gadis buruk rupa dengan puluhan luka sayatan di wajah, dan Hutan Kematian. " Sambil menahan dagu dengan tangan kiri nya, Clara masih stand bay menatap kelima orang itu dengan tatapan yang sama seperti sebelum nya.
__ADS_1
Netra kelima orang itu terbelalak dengan sempurna. Tersirat rasa tidak percaya, kaget, syok, dan berbagai pikiran yang seharusnya tak mungkin terjadi secepat ini.
Bukan kah ini baru dua minggu berlalu setelah kejadian ? Tidak tunggu, belum genap dua minggu malah. Tetapi wajah dan pembawaan diri yang di tunjukan oleh Clara berbeda dari sebelum nya, berbeda 180° malah.
Seakan mengerti dengan reaksi dari mereka, Clara berucap lagi. "Yah benar itu Aku. Gadis yang berkata akan membalas perbuatan ke dua manusia sampah bernama Jodi dan Sonya, jika tidak membunuh Ku di kerajaan Abelia saat itu juga. And then, Now I'm here. Berada tepat di hadapan kalian berlima, yang ingin memperkosa Ku bersama sama beberapa hari yang lalu. " Clara pun langsung berdiri, membuka mantel hitam panjang berwarna hitam itu dan memberikan nya pada Leo.
Sedangkan kelima orang yang di anggap preman oleh Clara beberapa waktu yang lalu itu masih tercengang dengan kenyataan yang di sampaikan, namun Clara tidak mempedulikan apapun reaksi mereka. Karena saat ini yang lebih penting adalah...
BUUUKKKK !!
Satu pukulan dengan tenaga yang sangat luar biasa, mengenai preman A yang menjadi bos waktu itu. Si preman A itu menghantam tembok yang langsung retak banyak, karena pukulan dari Clara itu.
"UHUUUKK ! " Batuk darah dari preman A.
BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK !BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK ! BUUKKKK !
Bunyi pukulan di segala arah terdengar, bahkan berirama di telinga Leo dan Tim alpha.
Dengan tatapan yang menjadi lebih redup dan tampak mengerikan, Clara bertanya lagi.
" Dengan cara apa kalian membunuh Ayahanda dan Ibunda Ku ? "
"............. "
"............. "
Hening seketika, tak ada jawaban. Dan itu membuat Clara merasa frustasi.
__ADS_1
"AKU TANYA SEKALI LAGI ! BAGAIMANA CARA KALIAN MEMBUNUH AYAH DAN IBUNDA ! " Kali ini Clara bertanya sambil berteriak, tangan nya di kepal erat erat seakan sedang menahan emosi.
"Me... Nya... Botase... Rem.. Mo.. Bil.. " Dengan bersusah payah, Salah satu dari mereka menjawab dengan wajah yang menengadah ke langit langit ruangan, karena saat ini hanya posisi terlentang di atas lantai yang dapat di peragakan oleh masing masing dari mereka.
Seakan sedang mempraktekkan posisi terakhir Clara saat berada di Kamar nya, di hari terakhir Dia berada di kerajaan Abelia.
Terpaku. Membisu. Terdiam sejenak. Nyeri di bagian dada. Dan mati ekspresi. Itulah Yang di rasa Clara saat ini. Clara yang sebenar nya sudah tau bagaimana kronologis kejadian, hanya ingin mendengar jawaban dari mulut di pelaku sendiri. Ingin sekali dia mendengar bahwa Ayah dan Ibu nya mati karena insiden lain.
Kenapa Clara menginginkan hal itu ?
Karena Ayah dan Ibu nya mati di dalam mobil yang kehilangan kendali, melesat cepat dari sebuah tanjakan dalam keadaan rem tak berfungsi , di tambah dengan truk sampah yang tiba tiba muncul membuat mobil yang di kendarai Ayah dan Ibu Clara terpental jauh 200 meter dari tempat bertubrukan.
Mobil hancur total dan langsung diikuti dengan meledak nya mobil yang di kendarai oleh Ayah dan Ibu Clara.
Saat aparat kepolisian datang, mobil yang terbakar itu sudah tampak seperti mobil yang seolah sudah tidak di urus puluhan tahun lama nya.
Tak ada jenasah atau kerangka di dalam mobil, yang tertinggal hanya debu hitam yang di simpulkan menjadi abu jenasah dari kedua orang tua Clara.
Tak ada penyelidikan lebih lanjut, karena Clara yang tak mau melakukan hal itu. Bukan murni kemauan Clara sendiri, karena sisa nya adalah Jodi dan Sonya yang menghasut Clara.
Clara yang emosi nya sudah tak terkontrol karena ini menyangkut orang tua nya, tanpa berbalik ke arah tim Alpha dan Leo, Clara memberikan perintah sambil menatap benci ke arah lima orang yang sudah terkapar tak berdaya di atas lantai.
"Kuliti mereka berlima, jangan beri ampun sedikit pun. Setelah itu masuk kembali ke dalam mobil yang terparkir 300 meter dari sini, dan tekan tombol pengaktifan bom yang sudah di tanan oleh Leo di ruang bawah tanah kemarin. Sampai sini ada bantahan atau pertanyaan ? "
Dengan ekspresi yang belum berubah, Clara menatap Leo dan tim alpha dengan netra yang seakan memberikan ultimatum akan bahaya.
__ADS_1
"Tidak Pemimpin." Jawab tim alpha tanpa ada keraguan sedikit pun. Karena sejak di pilih sendiri oleh Clara seminggu yang lalu, sudah menjadi suatu mimpi mereka yang menjadi nyata.
Clara langsung berjalan meninggalkan aula tengah itu, membiarkan ke 10 tim alpha melakukan tugas yang Clara perintah kan.