I Am The Queen

I Am The Queen
#58


__ADS_3

Clara langsung memotong perkataan Mata maya L, karena Clara tau... Dengan mata mata L yang sudah mengangkat telefon, berarti sudah di pastikan bahwa tempat Mata mata L tidak dapat di jangkau oleh Jodi maupun sonya.


Mata mata L yang berada di kerajaan Abelia saat ini langsung mengerti dan dengan seksama mendengar dan mencerna perintah yang Clara jabar kan satu per satu.


Setelah itu, tanpa memperpanjang waktu, mata mata L langsung menghubungi beberapa detektif yang nomor nya di dapat dari Clara tadi. Dan melakukan beberapa trik pada Jodi dan Sonya, sesuai yang Clara suruh tadi.


Karena tak bisa di pungkiri, bahwa Clara yan lebih tau semua sifat Jodi dan Sonya. Apalagi dengan otak nya yang semakin encer untuk menganalisa dan mengenali karakter Jodi dan Sonya sangat lah gampang.


Setelah itu, satu minggu berlalu lagi tanpa kabar sama sekali dari mata mata L. Dan hal itu berhasil membuat Clara melalui tujuh hari belakangan tanpa tertidur sama sekali. Clara lebih banyak gelisah, karena jika mata mata L melakukan sedikit saja kesalahan, maka banyak nyawa akan terenggut secara paksa lagi.


Clara tidak pergi ke perusahaan nya sama sekali, karena rasa gelisah nya akan membuat seluruh pekerjaan berantakan.


Clara hanya memeriksa dokumen yang di bawakan oleh Leo ke ruang kerja nya. Mata Clara tampak jelas sangat lelah karena belum di istirahatkan sama sekali, raut wajah nya yang tampak melow membuat suasana di dalam ruang kerja nya sangat suram.


Leo tak bisa berbuat apa apa, karena sapaan Leo dan anak buah lain nya saja tidak di gubris oleh Clara, apalagi sebuah pertanyaan dan lelucon kan ?


"Apa rencana yang aku berikan tidak berjalan dengan baik ? Apakah L gagal pada step awal.? Apakah nyawa nyawa yang melekat pada diri setiap anggota di lima kelompok itu masih melekat dengan raga nya ? Apa aku masih tidak berguna seperti dulu ? Bahkan setelah mendapat kan kekuatan pinjaman ?" Batin Clara yang paling ahli dalam hal menyalahkan diri sendiri.


"Aarghh, aku tak bisa berpikir dengan jelas." Keluh Clara sambil menatap selebaran laporan yang belum berpindah atau di baca, hanya di tatap sebagai background saja..


Drrrttt... Drrrtt...  Handphone Clara yang berdering.


Clara langsung melirik hp nya dan karena yang menghubungi nya adalah orang yang di nantikan dari seminggu yang lalu, dengan sigap Clara langsung mengangkat telepon itu.


"Ya.Apa ada perkembangan? Apa semua berjalan seperti yang aku katakan ?" Tanya Clara yang sudah tak sabaran.


"Semua nya berjalan lancar C. Kamu tenang saja, aku sengaja tidak mengirim lewat SMS karena aku ingin mendengar suara mu. Ah, betapa aku merindukan mu C. "


Dengan nada yang super semangat, mata mata L memberikan kabar yang sangat ingin di dengar oleh Clara.

__ADS_1


Clara pun langsung melepaskan nafas yang sangat panjang karena akhirnya dapat lepas dari perasaan gelisah yang tak karuan itu.


Clara dan Mata mata L terus berbicara selama 10 menit, lalu telepon pun langsung di sudahi karena ini sudah cukup.


Clara yang merasa lelah pun langsung berjalan ke arah tempat tidur, dan merebahkan badan nya di atas kasur yang super empuk dan wangi itu. Dan dalam durasi dua detik saja, Clara sudah terjun ke alam mimpi nya.


...****...


...[Malam hari pukul tujuh]...


Clara yang tertidur dari jam enam pagi, baru membuka mata nya pada pukul tujuh malam. Mata nya masih lelah, karena Clara harus banyak istirahat, menggantikan jam tidur tujuh hari lama nya yang terbuang karena perasaan gelisah.


Clara pun terbangun karena perut nya yang harus di isi. Akan sangat menyusahkan jika memaksa tidur dalam keadaan perut kosong.


Saat Clara baru turun dari tempat tidur, Clara berniat untuk pergi ke kamar mandi dan membersikan diri nya terlebih dahulu.


Namun karena ada getaran dari hp nya, membuat pergerakan Clara tertahan dan Clara memilih untuk membuka pesan yang masuk itu terlebih dahulu. Takutnya jika pesan yang masuk adalah pesan yang lumayan penting.


Mata Clara yang sayu sayu mencoba untuk membaca rangkaian kata yang masuk dari nomor baru itu.


Namun lagi dan lagi, mata Clara kembali membulat, pergerakan nya langsung terhenti, dada nya mulai bergemuruh, seakan ada aliran darah yang sangat besar menghantam organ jantung nya saat selesai membaca pesan masuk itu.


...Pesan masuk itu adalah......


Pengirim : +62xxxxxxxx556.


Kepada : +62xxxxxxx194.


Di kirim pada pukul : 19:00.

__ADS_1


Pesan :


C, entah karena apa identitas ku yang seorang *Mata mata L* terungkap. Aku sedang di curigai, dan sekarang aku sedang di sekap di ruang penyekapan. Untuk saat ini, jangan menghubungi aku pada nomor yang biasa aku gunakan. Tenang, aku selalu meriset hp setiap hari.. Jadi tidak akan meninggalkan jejak yang dapat membahayakan mu.


Jika ini akan menjadi pesan terakhir dari ku, aku akan mengatakan sesuatu. C, aku sangat menyayangi mu. Sungguh, tak apa jika aku harus menjual jiwa ku pada iblis agar dapat hidup bersama dengan mu. Senang di pertemukan dengan sosok diri mu yang tak dapat di temui pada orang lain.


^^^Tertanda, L.^^^


Di terima pada pukul :19:01.


Seakan tidak memberikan waktu untuk Clara dapat bernafas dengan lega, Clara mendapat kan masalah baru lagi. Ini tentang mata mata L, orang yang sangat berarti dalam hidup nya.


Clara saat ini sedang di landa perasaan gelisah yang lebih besar dari pada yang dia rasakan kemarin. Rasa takut, panik, kalut, frustasi, dan perasaan negatif lain nya bercampur aduk menjadi satu.


Haaahh, ingin rasa nya saat ini juga Clara pergi melempar bom di kerajaan Abelia tempat dua manusia sampah itu menetap untuk saat ini.


Clara yang tak tau harus berbuat apa, langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan badan nya dengan tangan yang bergetar hebat.


Saking tidak fokusnya, Clara menuangkan sampo dan di jadikan sabun. Sedangkan karena salah memasang posisi, Clara membuat rambut nya basah padahal baru di keramas tadi pagi.


Clara tak peduli lagi, tanpa mengeringkan badan apalagi rambut nya, Clara langsung memakai baju nya dan tancap gas ke sebuah tempat. Tempat yang dapat menjadi satu satu satu nya penolong di situasi seperti ini.


Saat di perjalanan, Clara nyaris saja hampir menabrak beberapa orang yang ingin menyeberang, gerobak buah yang lewat karena lampu hijau, dan beberapa mobil yang juga sedang melaju dalam kecepatan tinggi. Sungguh pikiran nya benar benar kacau.


Memang saat penyekapan lima kelompok yang merupakan anak buah nya kemarin membawakan rasa gelisah dan perasaan bersalah.


Tapi kali ini, orang yang sedang di sekap adalah mata mata L. Bukan orang lain, tapi mata mata L. Satu satu nya orang yang tersisa dalam hidup nya, satu satu nya orang yang dapat membuat Clara rela meminum racun yang di suguhkan.


Membayangkan mata mata L di siksa apalagi jika di bunuh oleh Jodi dan Sonya, membuat perih netra Clara. Oh, jika seperti ini terus.. Clara akan menangis untuk yang ke dua kali nya setelah kesengsaraan nya di hutan kematian

__ADS_1


__ADS_2