I Am The Queen

I Am The Queen
#30.


__ADS_3

HUTAN KEMATIAN



ADALAH HUTAN YANG DI PENUHI DENGAN POHON POHON YANG BESAR DAN SANGAT RIMBUN. DI TERITORIAL HUTAN INI, SELALU DI BANJIRI DENGAN KABUT YANG MELIMPAH. KARENA SANGAT DINGIN DAN BEBERAPA IKLIM ANEH YANG TERJADI SILIH BERGANTI.


SINAR MATAHARI SAJA TIDAK BISA DAN TIDAK BERANI UNTUK MENEMBUS LAUTAN PEPOHONAN YANG BERDIRI RIMBUN ITU. SEKALIPUN BISA DI TEMBUS, CAHAYA MATAHARI TIDAK AKAN SETERANG BIASA NYA.



HANYA TAMPAK REMANG REMANG SAJA, KARENA ITULAH HUTAN INI DI NAMAKAN HUTAN KEMATIAN. IKLIM YANG TIDAK NORMAL, KABUT YANG SEAKAN MENJADIKAN HUTAN ITU SEBAGAI TEMPAT TINGGAL , DAN CAHAYA MATAHARI YANG SULIT MENEMBUS DEDAUNAN PEPOHONAN, MEMBUAT NAMA KEMATIAN SANGAT COCOK UNTUK HUTAN INI.


NAMUN, SEKALIPUN TERLINDUNGI DARI PEPOHONAN YANG MENJULANG TINGGI, ADA BEBERAPA TEMPAT DI HUTAN KEMATIAN YANG TIDAK DI KETAHUI OLEH ORANG DI LUAR SANA.


TEMPAT ITU AKAN DI GUNAKAN OLEH DETRIAN DAN CLARA SEBENTAR LAGI, SEHINGGA TEMPAT ITU AKAN DI KETAHUI OLEH SATU ORANG BARU, YAITU CLARA.


.... ...


.... ...


.......


"Wah.. Keren sekali.. Baru kali ini Aku melihat pria yang setega diri Mu Detrian.. Hah.. Hah.. Hah.. Bisa bisa nya Kamu meninggalkan Aku berlari sendirian di hutan ini ?? Hah.. Hah.. Hah... Kalau.. Hah.. Ada... Ular.. Hah.. Gimana ??? " Umpat Clara yang sedang ngos ngosan, karena saat ini sedang berlari.

__ADS_1


Walaupun sedang mengumpat karena saking kesal nya Clara pada Detrian, Netra Clara tetap fokus dan menatap tajam ke arah pohon, semak semak, dan tumbuhan lain nya, agar tidak salah melihat petunjuk yang Detrian buat itu. Setiap berlari sepanjang 500 meter, Clara akan berhenti dan beristirahat di batu besar atau lautan rerumputan.


Merilekskan kaki nya, mengatur pernapasan, mendinginkan otot otot nya yang tiba tiba memanas karena di gunakan untuk berlari. Tubuh Clara tidak lemah lemah amat kok, sangat sehat malah. Apalagi setelah di update segala fungsi otot otot nya oleh serpihan awan milik Gres kemarin, Kondisi tubuh Clara saat ini sangat fit. Tinggal di poles saja. Sehingga sekalipun kesakitan, sensasi yang tercipta itu tidak terkesan menyiksa.


.... ...


.... ...


.... ...


...[Dua jam kemudian] ...


Akhirnya setelah melewati waktu dua jam yang sangat lama menurut Clara, Dia pun sampai di tempat yang Ditrian katakan tadi. Muara nya air, atau AIR TERJUN.



"Haaahh... Kalau berlari seperti ini setiap hari, Aku juga mau kok.. Tidak akan keberatan malah..."


Ujar Clara sambil membuang jaket nya ke sembarang tempat, merentangkan ke dua tangan nya lebar lebar, dan langsung menjatuhkan diri nya di atas rerumputan yang lebat berwarna hijau.


Clara memejamkan mata nya, membiarkan peluh mengalir melewati pori pori yang ada di seluruh tubuh nya, dan membiarkan udara sejuk merilekskan otot otot tubuh nya.


Di tengah ketenangan yang Clara nikmati sambil menampakkan senyum sempurna, Clara mendengar langkah kaki mengarah ke arah nya. Ke dua netra nya langsung terbuka dan Clara langsung bangun dan menatap tajam ke arah asal suara.

__ADS_1


"Selamat !! Keinginan Mu terkabul Clara." Ujar seseorang, yang membuat kewaspadaan Clara turun. Karena orang yang datang itu adalah Detrian.


"Keinginan ? Aku rasa balas dendam Ku belum terlaksana sedikit pun, masa iya sudah terkabul. Gak masuk akal banget."


Sambil menggelengkan kepala nya berkali kali, Clara kembali merebahkan badan nya di atas rumput, dan menikmati kembali udara sejuk yang mendinginkan itu karena sempat di ganggu oleh Detrian tadi.


"Tentu saja bukan keinginan Mu yang itu Clara." Sambil menampakkan senyum di wajah nya, Detrian menatap netra coklat tua yang baru saja terbuka dengan guratan kesal di wajah nya. Karena Sang pemilik netra coklat tua itu merasa jengkel Detrian lagi lagi menghancurkan suasana yang dia nikmati beberapa detik yang lalu.


"Apa ? " Tanya Clara sambil menurunkan ke dua alis nya.


"Yah lari seperti ini setiap hari... Besok jarak nya di naiki satu kilometer, besok nya lagi dua kilo meter, besok nya lagi tiga kilo meter dan seterusnya. Gimana ? Kamu gak keberatan sama sekali kan ? " Dengan senyum yang sama, Detrian bertanya seolah tidak bersalah apa apa.


"Gaak keberatan saaaamaaaaa sekaaallii... Puas ??? " Menjawab pertanyaan Detrian dengan wajah kesal, Clara seolah ingin sekali menonjok wajah Detrian yang saat ini sedang sok tampan itu.


"Oke, sekarang turun ke bawah dan pukul air terjun nya 100 kali dalam rentan waktu 1 jam. Setelah itu di lanjutkan dengan bermeditasi di batu yang berada tepat di tengah tengah saat air terjun jatuh ke bawah selama 2 jam. Latih konsentrasi Mu agar tidak pecah, jangan pingsan, jangan melarikan diri di tengah meditasi karena tak tahan dingin. Setelah itu kita akan makan siang selama 15 menit, istirahat 10 menit, dan lanjut berlatih dengan ku cara berkelahi yang baik dan benar. Cara membaca pergerakan lawan, cara menangani lawan yang sudah hampir menang melawan kita, dan lain lain lagi. Kamu harus bersiap, karena berlatih cara berkelahi itu kita lakukan sampai sore pukul enam menurut jam yang ada di pergelangan tangan Mu. Sampai sini paham.? "


Menjelaskan rincian latihan dengan sangat jelas dan padat, membuat Clara seakan sedang mengikuti wajib militer seperti di drakor drakor yang pernah dia tonton dulu. Karena merasa akan sangat capek nanti, membuat Clara berpikir kapan Author menaruh keterangan Satu Tahun Kemudian di ketikan nya.


"Tunggu apa lagi Clara ? Cepat turun ke bawah. " Ujar Detrian memecahkan lamunan Clara.


"Apa? Turun ke bawah ? Berlari lagi dong? "


"Tentu saja tidak karena sudah ada tali yang menjulur sampai di tanah. Jadi selamat mencoba. " Sambil memutar tangan nya yang sudah di lilit kain di tali, Detrian langsung meluncur ke bawah seperti sedang memakai eskalator.

__ADS_1


"Yang benar saja ???? " Sambil melihat ke bawah, Clara membulatkan mata nya lebar lebar, karena jarak dari tempat dia berdiri ke bawah itu lumayan tinggi. Salah injak terus jatuh ke bawah saja bisa langsung beda alam cok.


Rasa takut yang meraja lela di seluruh organ tubuh, berhasil membuat Clara sampai tubuh nya gemetaran hebat. Namun karena niat balas dendam Clara yang sudah bulat, tidak mengurangi semangat juang Clara sedikit pun.


__ADS_2