I Am The Queen

I Am The Queen
#12.


__ADS_3

Mau menggerakkan kaki saja tak bisa. Apalagi Mau meminta tolong, harus kepada Siapa ? Kepada Pohon dan binatang melata di hutan ? Sehingga, Clara hanya bisa menggerakkan badan nya dengan bantuan ke dua tangan.


Mendengar jawaban dan respon Clara yang tidak sesuai harapan, sontak membuat Gali ketar ketir sendiri.


"Hei, apakah Aku mengatakan sesuatu yang salah ? Padahal Aku hanya bercanda tadi." Celetuk Gali, karena tak mau di salahkan telah membuat Clara tampak sangat terganggu, padahal Gali tau sendiri kalo Dia memang salah.


Tangan Gisel yang sudah melayang di udara langsung mendarat sempurna di kepala Gali.


*Buukk*


Bunyi pukulan yang sangat merdu. Saking merdu nya, pembaca tak bisa mendengar nya.


"Maka nya kalau jadi orang itu jangan sok akrap, jadi nya kaya gini kan. Aisss, benar benar seperti anak kecil saja. "


Mengomentari kelakuan Gali, Gisel terus mengibas ngibaskan tangan nya, karena berbenturan dengan kepala Gali, telah berhasil membuat buku buku tangan nya nyut nyutan. Inikah yang di namakan kepala batu ? ᕕ(ಥ  ಥ)ᕗ


Sambil menggosok kepala bekas di pukul tadi, Gali terus berumpat dengan suara kecil pada Gisel karena kesal.


Lalu di puncak rasa kesal nya, Gali berbicara dengan volume suara yang di besarkan. " Heh, Aku itu kan lagi bertanya pada Gres, Bukan pada mu Gisel. Pasti ada sesuatu yang bermasalah dengan otak mu. "


Gisel membulatkan mata nya, dan balas merutuki Gali tak kalah pedas. Dan di tengah pertengkaran mereka yang tak terdeksi akan bersambung apalagi tamat, sudah ada seseorang yang berusaha menahan emosi nya agar tidak di lampiaskan.


"AKU BISA GILA KALO KALIAN BERDUA TIDAK SEGERA DIAM." Teriak Gres dengan nada suara yang sangat tinggi. Dari pada Gres harus mengeluarkan kekuatan nya, mendingan berteriak saja meluapkan kekesalan.


Karena pada dasar nya, gres sudah di anggap sebagai kaka di antara mereka, di tambah dengan kekuatan nya yang lebih besar dari Gali dan Gisel, sehingga mereka berdua langsung terdiam dan menghentikan perkelahian mereka.

__ADS_1


Karena Gali dan Gisel sudah diam, Gres langsung memalingkan pandangan nya pada Clara, dan berkata "Gadis kecil, aku minta maaf mewakili pria sok ganteng itu - "


"BUKAN NYA SOK GANTENG GRESSSS.... TAPI EMANG AKU NYA GANTENG. " Dan benar saja, entah Gali masih sadar atau tidak, Dia dengan lantangnya memotong perkataan Gres.


"GALI ?" Dengan tatapan tajam dan aura dingin yang meliputi sekitar area empat orang ini, Gres memanggil nama Gali dengan penuh penekanan.


"Dasar bodoh... Udah tau Gres dari tadi lagi nahan amarah, di  tambah, udah di kasih ultimatum tadi, tapi kok bisa bisa nya dia memotong pembicaraan dari Gres? Kau akan habis kali ini. "


Batin Gisel dengan keringat dingin di wajah nya, dan langsung menoleh ke arah lain. Gisel tak mau melihat Gali atau Gres, karena tak mau ikut terseret masalah yang di buat gali.


".... " Gali yang baru ngeh atau sadar dengan situasi dan kesalahan nya kali ini, langsung menciut dengan keringat dingin di sekujur tubuh nya. Sontak Gali langsung memalingkan pandangan ke arah Gisel, untuk meminta pertolongan. Tapi apa boleh buat, Gisel sudah melihat ke arah lain yang menandakan Dia tak mau membantu Gali saat ini.


"DARI AWAL KITA BERTEMU, AKU RASA KALIAN SUDAH PAHAM DENGAN SIFAT KU. TAPI AKU SALAH SANGKA YA. BISA BISA NYA KAMU MEMOTONG PEMBICARAAN KU GALI ?!"


"KAK GRES.! " Teriak Gisel mencegah pergerakan jari gres, yang tinggal sepersekian detik saja akan di jentikan.


"APA ? " Dengan singkat Gres bertanya tanpa menoleh ke arah Gisel.


"Bukan kah sebaiknya kali ini kak Gres mengabaikan atau mengampuni kesalahan Gali ? Kita sedang bersama gadis yang saat ini sedang bingung dengan situasi sekarang, dan kita juga membutuhkan penjelasan nya. Jadi, aku harap kak Gres mau menghentikan gerakan jari kaka selanjut nya. "


Jelas Gisel terburu buru dan tentu nya dengan sangat jelas dan masuk akal, karena bagaimana pun... Gisel, Gali, dan Gres adalah sahabat yang selalu ada di saat di butuhkan.


".... " Tanpa berkata apa apa, seakan telah mencerna semua kata kata dari Gisel, Gres langsung menurunkan tangan nya, dan menghilangkan aura dingin dan mengintimidasi yang mengelilingi nya tadi.


"Haahh... " Gres menghembuskan nafas panjang, agar semua rasa kesal nya keluar bersama udara yang Dia hembuskan.

__ADS_1


Karena Gali, Gisel, dan Gres terus menampakkan keakrapan mereka walaupun lewat tindakan yang cukup ekstrim, membuat Clara yang sedari tadi diam dan penasaran, akhir nya angkat bicara.


"Apakah kalian bertiga adalah Dewa Dewi?"


Mendengar pertanyaan dari mulut Clara itu, sontak langsung menyita perhatian dari mereka bertiga (Gres, Gisel, dan Gali.)


"Hem... Karena Kamu memiliki rasa khas yang terpancar dari tubuh Mu, akan Aku beritahu sesuatu tentang kami."


Sambil melihat Gres dan Gali, Gisel meminta izin untuk menceritakan sesuatu pada Clara. Dan karena dari ke dua nya memberikan anggukan, Gisel dapat menjelaskan dengan lebih terperinci karena telah mendapat lampu hijau.


"Kami bukan Dewa Dewi gadis kecil, ah lebih tepat nya belum." Ujar Gisel sambil mendekat ke arah Clara, agar ke dua nya dapat berkomunikasi lebih mudah dan terdapat contact Eye.


Sambil memiringkan kepala nya, Clara bertanya lagi, "Belum ?"


"Ya. Aku, laki laki narsis itu, dan kaka Gres adalah Semi Dewa Dewi. " Dengan intonasi suara yang sama, Gisel terus menjawab pertanyaan yang Clara katakan.


"Semi Dewa Dewi ? Kalau begitu, Kalian akan menjadi Dewa Dewi suatu hari nanti?" Dengan daya analisa yang cepat, Clara langsung bertanya balik.


"Tepat sekali. Kami bertiga dulu nya juga manusia fana seperti diri Mu loh. Namun setelah 100 tahun berlatih bersama, kami bertiga baru mencapai semi Dewa Dewi. Tapi waktu 100 tahun adalah waktu yang singkat di dunia pelatihan Dewa Dewi. Dan jika sudah menjadi semi Dewa Dewi seperti Kami, wajah mu tak akan mengalami proses penuaan, dan berbagai keuntungan lain nya dapat Kamu lihat pada kami."


"Kalo menjadi semi Dewa Dewi saja sudah seperti ini, lalu bagaimana jika sudah menjadi Dewa atau Dewi ? "


"Tentu saja Kamu akan memiliki satu kekuasaan yang dapat Kamu gunakan pada dunia manusia fana. Karena setiap orang yang melakukan pelatihan Dewa Dewi, adalah orang orang yang berasal dari keturunan kerajaan. Tak ada manusia atau rakyat biasa yang mengetahui hal ini, sehingga populasi Dewa dan Dewi di khayangan terbilang tidak banyak tapi tidak sedikit juga. Dan setiap orang yang berlatih untuk menjadi Dewa maupun Dewi, pasti memiliki satu kekuatan atau bahkan lebih, sehingga dapat di pandang di khayangan."


Jelas Gisel sambil memunculkan pusaran kilat yang berputar di tangan nya.

__ADS_1


__ADS_2