I Am The Queen

I Am The Queen
#14.


__ADS_3

"Tunggu, menari? Apa maksud nya?" Dengan cekatan Clara langsung bertanya pada Gres. Karena merasa mungkin dia hanya salah dengar, dan ingin memastikan nya.


"Ah, aku tidak sama seperti Gisel. Aku lebih mirip seperti Gali yang harus melalui perantara dulu baru kekuatan nya bisa keluar. Karena jika tidak, Aku sulit untuk mengontrol kekuatan Ku. Dan hal ini lah, yang membuat sekujur tubuh Ku di kelilingi oleh serpihan awan. Dan jika Aku menari dan membuat gerakan terakhir dengan penuh pendalaman.. Pooofff... "


Gres menggantung perkataan nya. Dan itu membuat jantung Clara dag dig dug ser duaaarrr, menantikan kalimat selanjut nya.


"...Maka suara guntur dan gemuruh nya langit akan membuat siapa saja bergetar ketakutan.. Bahkan akan menyebabkan guncangan seperti gempa yang tak pernah terjadi sebelum nya. " Gres pun melanjutkan kata yang dia gantung tadi.


"Wwooowwww.... " Clara terkagum kagum bahkan sampai menepuk tangan, karena hal ini sangat keren tentu nya.


"Belum selesai sampai di situ Clara. " Gres Menyela respon Clara, sambil menutup mulut Clara dengan jari telunjuk. "Dan setelah gempa itu terjadi karena kekuatan Ku, maka posisi langit dan daratan akan tertukar."


"Jadi, apakah kejadian itu pernah terjadi?" Dengan rasa kagum yang tak habis habis, Clara terus menampakkan netra yang berbinar binar.


"Ya, itu pernah sekali terjadi. Namun karena ada Dewa Penyeimbang, Dia menetralkan kembali semua kedudukan, dan memilih untuk melatih Ku selama 20 tahun. Tahun tahun berikut nya, Aku di percaya untuk melatih Gisel dan Gali, yang tak pernah Aku bayangkan adalah Aku bersahabat dengan baik pada mereka berdua. Suatu hal yang tak pernah Aku bayangkan, dan tak pernah Aku ingin kan" Keluh Gres dengan wajah yang seolah redup di akhir perkataan nya.


"Yang sabar.. " Sambil menepuk pundak Gres, Clara menyalur kan rasa iba nya terhadap nasib Gres.


"Lalu.. Bagaimana Kamu dapat menyembuhkan Ku ? Padahal kekuatan Mu bukan penyembuhan atau sejenis nya." Di saat tengah menenangkan Gres yang masih tak terima dapat bersahabat dengan dua makhluk (Gisel dan Gali) itu, Clara bertanya dengan rasa penasaran nya.


"Ah, karena serpihan awan yang ada di sekujur tubuh ku memiliki fungsi menyembuhkan. Karena Aku adalah pengendali guntur, awan suka mengelilingi Ku untuk melindungi Ku. Padahal kekuatan awan ini lebih sering Aku gunakan untuk menyembuhkan dua bocah di belakang sana."


Ujar Gres sambil menunjuk ke arah Gisel dan Gali yang saat ini entah sedang bertengkar tentang masalah apa. Mungkin sedang berdebat tentang bentuk e'ek tokek itu oval atau memanjang

__ADS_1


"HAHAHA... " Tawa Clara seketika langsung pecah karena saat dia menengok ke belakang Gres, Clara melihat tindakan Gali dan Gisel yang lagi dan lagi sedang berdebat . Mereka berdua akan terus memperdebatkan hal yang tak masuk akal, dan tak ada pihak yang mau mengalah.


Lalu di tengah rasa harmonis yang mengelilingi mereka berempat ini, Gres pun angkat bicara.


"Oke, karena Aku sudah memberitahu tentang kekuatan Ku dan teman teman Ku, bukan nya sekarang giliran Kamu untuk menjelaskan kejadian apa yang menimpa Mu, sehingga Kamu dapat berakhir di HUTAN KEMATIAN ini dalam keadaan tragis?"


Tanya Gres, dan itu langsung membungkam mulut Clara yang sedari tadi sedang tertawa. Clara seakan langsung mati ekspresi, dan membuat suana yang hening beberapa saat.


"Ah... Baik, Aku akan menjelaskan ini, dan Aku mohon jangan merasa iba pada Ku. Cukup dengarkan saja." Sambil mengepalkan ke dua tangan nya dengan sangat erat, Clara berusaha menenangkan perasaan nya yang sedang naik turun tak stabil.


Melihat tingkah laku Clara yang langsung berubah saat ingin menceritakan tentang kejadian yang menimpah nya, membuat ke tiga Semi Dewa Dewi itu langsung diam dan memperhatikan Clara dengan saksama.


Karena sudah 100 tahun lama nya, mereka tak bercerita  atau mendengar cerita dari manusia fana seperti Clara (Gosip).


"Tiga bulan yang lalu, Aku masih menjadi gadis yang gemulai dan yang berbicara dengan lembut dan berwatak polos. Karena Aku di besarkan penuh cinta kasih, Aku malah menjadi gadis polos, baik hati, dan memiliki kadar naif yang sudah tak tertolong lagi . Sehingga gampang di manfaatkan oleh dua orang yang Aku anggap sahabat dan tunangan Ku. Mereka adalah Jodi dan Sonya. "


#Jodi.



#Sonya


__ADS_1


"Secara tak sengaja Aku menolong Sonya yang hampir di perkosa oleh para preman. Aku yang sedang berkencan dengan Jodi malam itu langsung menolongnya. Jodi menghadapi para preman, dan Aku yang membantu  sonya berdiri. Dia bilang dia anak yatim piatu, dia berlutut di hadapan Ku untuk menjadikan nya pembantu, karena telah menolong nya. "


"Fyuh.. " Clara menghembuskan nafas panjang, karena susah mengontrol rasa amarah yang bergejolak dalam relung hati nya.


"...Tentu karena Aku tak tega, Aku menerima nya. Dan Aku tidak mengijinkan nya untuk bekerja, bahkan Aku memperlakukan nya seperti Adik walaupun umur Kami sama. Lalu semakin hari berlalu, dia menjadi sahabat terbaik yang akrab dengan Ku dan Jodi. "


*Rrrttttttt* Clara meremas tangan nya


lebih keras lagi dari sebelum nya.


"Lalu setelah itu, semua kejadian buruk mulai terjadi. Aku dikucilkan di sekolah, di banding bandingkan dengan nya, di anggap tak ada, dan yang lebih parah nya lagi, orang tua Ku meninggal dunia. Setelah orang tua Ku meninggal, Jodi dan Sonya mulai menunjukkan sifat mereka yang sesungguh nya."


"Dan Aku baru mengetahui itu, saat Aku telah kehilangan semua nya. Tak berdaya, di siksa selama 92 hari di dalam kamar. Tidak diberi makanan maupun setetes air. Makanan yang datang juga palingan makanan basi yang sudah berjamur, roti yang sudah mengeras, dan air yang penuh zat kapur. Ternyata sejak pertemuan Ku dengan Sonya terjadi, itu semua di rancang dan di pikirkan dengan sangat amat matang oleh Mereka."


"Dan pernah mereka mengijinkan Aku untuk ikut dalam lima perjamuan yang di adakan dalam rentan waktu sehari sekali. Namun mereka tak sebaik itu, wajah Ku di sayat. Penampilan Ku di dandan sealakadar nya saja, karena tak mungkin mereka menyuruh penata rias mempercantik wajah Ku, setelah susah susah mereka merusak nya."


"Dan ya, Aku harus menahan malu di setiap perjamuan yang di hadiri oleh orang orang penting. Buruk rupa, jelek, tidak pantas menjadi Ratu di kerajaan Abelia untuk selanjut nya. Mereka berpendapat bahwa Sonya lebih bagus di segala aspek dari pada Aku, dan semua hinaan yang beraneka ragam masuk begitu saja ke dalam kuping Ku. Memang Aku sudah pura pura tuli, namun... Itu sangat amat tak mudah, kalian tau?"


Mata Clara lagi lagi memerih, namun tak ada butiran liquid yang keluar dari netra nya. Clara tak mau hal itu terjadi, sehingga Dia mengatur nafas sebaik mungkin.


"Lalu sebelum mereka mengirim Ku ke sini untuk di perkosa, mereka memukul kaki ku sampai benar benar hancur dan remuk dengan palu... A.. Ak... Aku... Aku... "


Perkataan Clara pun terhenti, dia menggenggam ke dua jemari tangan nya dengan sangat kuat, dan bahkan seluruh tubuhnya berguncang hebat. Mata nya mulai memerah, tapi Clara berusaha sekuat tenaga untuk menekan air mata nya agar tidak bertambah atau sampai tumpah.

__ADS_1


__ADS_2