
Di tengah hawa dingin yang sudah masuk lewat jendela yang terbuka karena Clara yang membuka nya dengan sengaja, memperlihatkan Clara yang sedang duduk di atas sofa yang berhadapan langsung ke halaman samping.
Di sana, terlihat jelas bahwa Clara dengan wajah dan sekujur tubuh yang masih membekas tanda peluh. Clara berusaha menenangkan diri nya, dan menikmati udara dingin yang masuk, sambil melihat rerumputan hijau dengan satu pohon besar yang sangat rimbun, namun nampak jelas terawat di halaman samping.
"Aku sudah duduk di sini selama 30 menit bersama hawa dingin yang menusuk tulang, tapi sungguh Aku tetap tak lelah atau ingin beristirahat. Lebih baik Aku mandi saja."
Setelah bermonolog dengan diri nya sendiri, Clara langsung berjalan ke arah kamar mandi, dan mulai membersihkan badan nya.
Segala jenis sabun ada di rak ujung kamar mandi, mau sabun batang, cair, dan disertai dengan beberapa merek terkenal lain nya. Clara Sampai menggelengkan kelapa nya berkali kali, dan sempat berpikir untuk tidak perlu memakai sabun.
Namun niat itu langsung dia urung karena merasa jijik jika tak mandi, apalagi tadi malam yang di dapat Clara mimpi buruk. Memicu banyak keringat keluar dari seluruh pori pori yang ada di tubuh nya, sehingga rasa nya agak menjijikan jika tak mandi menggunakan sabun.
Selang beberapa menit, Clara selesai mandi, memakai handuk yang menutup dari dada sampai ke setengah paha saja. Rambut nya di bungkus dengan handuk kecil lain nya, karena sempat keramas rambut tadi.
Biasa nya setelah selesai mandi, pikiran beberapa orang langsung segar dan seakan mendapat semangat baru. Namun tidak dengan Clara.
Saat ini Clara sedang duduk di sofa yang sempat dia duduki sebelum mandi, sambil melipat kedua tangan nya di dada dengan wajah yang berkerut di segala sisi.
"Seharusnya Aku mengecek isi dalam lemari pakaian, barulah setelah itu langsung mandi. Alhasil, Aku baru tau bahwa Aku tidak punya pakaian yang bisa di gunakan karena lemari pakaian nya kosong melompong. Baju Ku yang kemarin di pakai sudah di bawa oleh pelayan tadi malam, kata nya mau di cuci. Sedangkan baju tidur tadi sudah basah karena keringat yang aku hasilkan saat mimpi buruk. Haiiisss, otak yang dungu... Sungguh tak bisa berpikir sebelum bertindak.."
Celetuk Clara yang merasa emosi pada diri sendiri, karena tidak menggunakan otak di situasi yang seharusnya. Alhasil, saat ini otak pun sedang di salah kan.
__ADS_1
Tok.. Tok.. Tok..
Bunyi Pintu yang di ketuk pun terdengar.
"Maaf, tapi siapa yang mengetuk pintu ? " Dengan kewaspadaan yang di naikan, Clara memilih untuk bertanya.
Siapa tau Detrian yang ada di depan pintu kan ? Bisa gawat jika Detrian melihat diri nya yang hanya menggunakan handuk, yang menutup beberapa organ penting saja.
"Maaf Nona Clara... Saya adalah pelayan yang tadi malam membantu Anda. Di samping saya juga sudah ada tiga pelayan lain nya yang melayani Anda semalam. Kami datang untuk membantu anda bersiap, karena Tuan Detrian sudah menunggu anda di meja makan. " Jelas seorang pelayan wanita dari seberang pintu.
"Ah, jadi kalian ya. Kalau begitu langsung masuk saja, pintu nya tidak di kunci kok. " Dengan wajah lega, Clara langsung berdiri.
Dan saat pintu terbuka, keempat pelayan wanita itu menampakkan wajah kaget, karena melihat Clara yang hanya memakai handuk saja.
"Ah.. Maaf, tadi Aku sudah kepanasan karena mimpi buruk, jadi jika menunggu kalian, maka Aku akan terus duduk dengan rasa tak nyaman yang meraja lela." Sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, Clara menjelaskan apa yang terjadi tadi.
Setelah mendengar penjelasan dari Clara, ke empat pelayan wanita itu langsung berlari ke arah Clara dan memegang tangan, bahu, wajah, dan kaki nya.
"Astaga.. Mengapa Anda menggunakan tangan anda sendiri dalam melakukan hal remeh Nona... Astaga, tangan anda yang mulus tak boleh menyentuh sabun batangan sendirian.."
Sambil mengusap usap telapak dan punggung tangan Clara, pelayan wanita itu melarang Clara untuk tidak melakukan hal remeh seorang diri.
__ADS_1
"Ya ampun, bahu Anda tidak di oles dengan benar. Anda hanya menggaruk seperti cara mandi rakyat jelata, padahal ada busa khusus dan beberapa cara yang harus di lakukan untuk merawat bahu Anda... " Keluh seorang pelayan yang satu nya lagi.
"Kaki Anda tidak di pijit dengan benar.. Astaga, tatanan urat kaki anda ada yang terlipat. Hiks, sia sia saja usaha saya semalam.. " Keluh pelayan satu nya lagi sambil memperhatikan betis Clara.
"Lihatlah wajah Anda, pasti Anda hanya memakai sabun biasa saat mandi tadi.. Sebenarnya tidak boleh seperti itu, kenapa Anda tidak menunggu kami yang telah memiliki skil untuk merawat tubuh ?? "
Sambil Membolak balikkan wajah Clara, si pelayan yang terakhir memberitahu kan kekecewaan nya, karena Clara tidak mempedulikan wajah nya yang putih dan bersih itu
"Hehehe... Aku sudah terbiasa mandi seperti ini saat berada di kastil Ku dulu. Karena Sonya dengan sikap tidak manusiawi nya, hanya memberikan Ku waktu lima menit untuk mandi, dengan air satu ember saja dan satu batang sabun murahan. Jadi wajar kalo cara mandi Lu seperti ini... " Batin Clara yang merasa canggung di perhatikan seperti ini.
Jika yang melihat keadaan saat ini adalah Helena pelayan nya dulu, sudah pasti sepanjang hari Helena hanya akan memarahi Clara dan mengeluarkan semua kata kata indah yang terdengar menusuk di pendengaran.
"Aku rasa, kalian hanya perlu memberikan baju untuk Aku pakai saja. Karena seperti yang kalian katakan tadi, Detrian sudah menunggu Ku di meja makan. Hari ini kami akan melakukan sesuatu, jadi masuk akal jika sarapan pagi di jam lima subuh. "
Karena tak mau memperpanjang drama yang timbul dari keluhan keluhan ke empat pelayan itu, Clara memutuskan untuk membahas hal lain.
Ke empat pelayan itu merasa tak keberatan, dan memberikan beberapa baju itu untuk Clara coba, jika merasa cocok dan nyaman di mana, silahkan gunakan yang Clara mau.
Karena Clara tak mau di bantu untuk berpakaian, ke empat pelayan itu menunggu di luar kamar. Entahlah, mungkin Clara masih merasa asing pada keempat pelayan itu, sehingga tak mengijinkan mereka melihat badan Clara.
Atau, Clara hanya ingin satu pelayan yang melayaninya dari kecil sampai saat ini, yang boleh melihat tubuh nya. Entahlah, tapi logika itu terdengar masuk akal. Karena semua seluk beluk Clara di ketahui dengan jelas oleh Helena. Begitupun dengan seluk beluk Helena, semua nya di ketahui oleh Clara.
__ADS_1
Clara tak mau pilih pilih pakaian seperti saat dia masih menjadi Nona yang lugu dulu, Clara langsung mengambil baju putih polos yang menampakkan sedikit perut nya, dengan celana jins hitam sebagai pasangan nya. Dan untuk tambahan Clara mengenakan jaket kulit berwarna hitam, sarung tangan dengan warna yang serupa dengan jaket yang Dia kenakan.