
Gertak nya dengan isi yang tentu saja kosong, karena logika nya itu kalian kan yang menjadi pekerja di bagian pembunuhan.
Jadi jika mereka mati semua, otomatis tak ada yang bisa mengejar dan membunuh Clara dan tim alpha nya.
Karena logika Clara lebih bekerja dari pada logika ke 60 orang yang ada di depan nya, Clara langsung tertawa dengan suara nyaring.
" HAHAHA.. KALIAN ITU LUCU JUGA YA. KAMI DI KEJAR DAN DI BUNUH ? BUKAN KAH JIKA KAMI MENGHABISI KALIAN SEMUA MALAM INI, TAK AKAN ADA YANG DAPAT MENGEJAR KAMI BUKAN ? PEMIKIRAN INI SANGAT SIMPEL UNTUK DI PAHAMI, TETAPI KALAU KALIAN TETAP TIDAK MENGERTI... YA BODOH AMAT ~"
Ejek Clara yang tentu nya semakin membuat 60 orang yang ada di depan nya geram dan tak bisa mengendalikan emosi mereka.
"SERANG MEREKA BERSAMA SAMA. KARENA MESKIPUN MEREKA BERSENJATA LENGKAP, LIHATLAH BADAN MEREKA YANG KURUS KERING ITU. AKU YAKIN PASTI MEREKA KEKURANGAN GIZI SAAT MASIH KECIL. "
Ujar salah seorang dari mereka, yang berdiri di barisan paling depan sambil memasang dada nya.
"YA, DENGARKAN KATA WAKIL KETUA. MARI KITA BALAS KAN DENDAM KEMATIAN DARI KETUA GENG KITA YANG MATI SAAT SEDANG MEMERIKSA PERLENGKAPAN SENJATA TADI. " Seru satu orang lain nya sambil mengambil balok balok yang berukuran sekitar 30 sampai 40 cm.
"Selain mereka berlima... " Sambil menunjuk ke arah lima orang yang sangat amat Clara kenal di Hutan kematian dulu, " BUNUH ! " Perintah Clara tanpa berkedip.
Tim alpha yang berjumlah 10 orang itu langsung berlari ke dalam kerumunan ke 60 anggota Rick Devil, yang saat ini sedang menyerang secara membabi buta.
Sehingga mereka terkadang memukul anggota mereka sendiri karena kelincahan tim alpha saat menghindar dari pukulan seperti belut yang akan di tangkap dengan tangan kosong.
Tak ada bunyi tembakan, atau bunyi senjata yang bertubrukan, hanya bunyi kayu balok yang di ayunkan saja.
Tim alpha bukan nya tak mau memakai senjata mereka, tetapi sayang jika mereka mengeluarkan peluruh dan pisau belati untuk membunuh manusia tidak penting di hadapan mereka.
__ADS_1
20 menit kemudian.
40 jenasah yang masih hangat sudah terkapar di lantai dalam keadaan naas.
Ada yang isi otak nya sampai keluar, karena di pukul dengan balok berkekuatan besar.
Ada yang mati karena organ fital nya di tusuk berkali kali dengan belati berukuran pendek, ada yang mati karena membenturkan kepala mereka sendiri di tembok, karena merasa sudah putus asa. Dan yang lain nya mati karena hal yang sama tetapi dengan kondisi badan yang remuk atau tulang yang di patahkan.
Tersisa 20 orang yang sudah berdiri pasrah lalu bersimpuh di atas lantai, memohon pengampunan dari Clara yang sedari tadi di lindungi oleh Leo.
Walau Leo terkadang lengah karena yang menyerang nya cukup banyak orang, bukan karena Leo kurang jago apalagi lemah, tetapi karena konsentrasi Leo terbagi antara ingin melindungi Clara dan menghalau serangan yang datang.
Namun saat ada yang berhasil mendapatkan cela dan ingin memukul Clara, sepersekian detik sebelum balok kayu mendarat di badan Clara, pergerakan orang yang mengayunkan balok terhenti total.
Kenapa ? Karena Clara dengan gesit nya berjalan cepat dan mendekatkan diri pada orang yang menyerang, lalu menusukkan belati yang langsung menembus mengenai jantung nya. Jantung yang terdapat satu lubang pun mengalami pendarahan, dan membuat darah berpencar tak karuan dan mati karena pendarahan dalam yang menyumbat pernapasan.
Padahal baru kali ini Clara membunuh orang, tetapi ada rasa yang bergejolak dan tak bisa terkendali, saat Clara memegang belati atau senjata tajam lain nya. Seakan Clara sudah menyatu dengan segala senjata.
"KAMI MOHON AMPUN YA DEWI.. KAMI MOHON.. AMPUNILAH NYAWA KAMI YANG TAK BERHARGA INI. " Seru ke 15 orang secara bersamaan, karena mereka tau tak ada kesempatan kabur, apalagi menang.
"Hem ~ Gimana ya ? "
TAK TAK TAK.
Clara melemparkan tiga kunai yang langsung tertancap di pintu kayu, dan menghentikan langkah kaki lima orang lain nya yang sedang berusaha kabur, dengan menjadikan 15 anggota yang lain sebagai pengalih perhatian.
__ADS_1
"Selangkah lagi kalian bergerak, jangan salah kan Aku memerintahkan tim alpha ku yang saat ini sedang mengarahkan pistol ke arah kalian, agar cepat cepat membuat Kalian berkumpul lagi dengan teman teman kalian yang baru saja Mati."
Ujar Clara tanpa menengok apalagi membalikkan badan nya.
Clara masih setia memandang 15 anggota Rick Devil yang saat ini sedang memukul kepala mereka sampai mengeluarkan cairan merah di atas lantai. Selebai itu mereka meminta pengampunan atas nyawa mereka.
Sedangkan lima orang lain nya yang ada di dekat pintu menurut untuk tidak bergerak, dan mengangkat ke dua tangan mereka ke atas. " Seret mereka ke sini. " Perintah Clara sambil melirik ke arah Tim Alpha yang siap di segala waktu.
Lima tim alpa menyeret mereka berlima dan membuang badan mereka di atas lantai yang sudah penuh dengan pecahan kaca, serpihan kayu, dan balok yang tergeletak di mana mana.
Kelima orang itu meringis kesakitan, karena sudah banyak babak belur di wajah mereka, dan ada beberapa tulang mereka yang retak dan patah.
"Kau.. Sudah berapa orang yang kau bunuh ? " Sambil menunjuk salah satu anggota dari Rick Devil yang sudah berlumur darah kening nya, Clara bertanya sambil duduk di kursi yang di berikan oleh tim alpha nomor 5.
Dengan tatapan yang sangat mengintimidasi, membuat ke 15 orang yang di tanya menjawab dengan sejujur jujur nya.
Ada yang pernah membunuh 15 orang paling sedikit, dan paling banyak 50 lebih orang. Itu pun di jawab dengan lambang ± ( Kurang lebih) Yang berarti belum pasti jumlah nya.
Hal itu jelas membuat perempatan di kening Clara muncul, karena di setiap pembunuhan, mereka memberitahu alasan mereka membunuh.
Ada yang membunuh karena baju mereka dinodai dengan kopi yang tidak sengaja tumpah, dan banyak nya alasan yang tidak masuk akal lain nya.
__ADS_1
Awal nya Clara ingin memaklumi karena mengira mereke bekerja karena tawaran menggiurkan yang di tawar oleh Jodi dan Sonya tentang uang, tetapi perbuatan yang di lakukan oleh mereka itu sudah sangat tidak bermoral dan manusiawi.