I Am The Queen

I Am The Queen
#40.


__ADS_3

Setelah itu Detrian menginjak pedal gas, dan setelah satu jam baru Detrian melepaskan waktu yang dia hentikan untuk menolong orang tadi. Agar musuh yang mencari korban tidak pernah sama sekali mengetahui bahwa ada mobil yang melewati jalan tol hutan kematian tadi.


"Kapan Kamu akan menjalan aksi balas dendam Mu ? Besok ? Lusa ? Tula ? " Di tengah suasana hening di antara mereka berdua, Detrian menanyakan hal yang dari dulu selalu membuat Clara bersemangat jika membahasnya.


"Mulai dari hari ini, jadi.. Apakah Kamu bisa mengantarkan Ku untuk pergi ke suatu tempat ? " Sambil meletakkan handphone nya ke dalam tas, Clara meminta bantuan Detrian.


"Pergi ke mana ? " Dengan nada biasa saja, Detrian seolah selalu mengiyakan apapun yang di minta oleh Clara.


Clara tidak menjawab perkataan Detrian, Dia hanya berbisik dengan suara kecil saja. Namun Detrian tetap mendengar nya, karena mereka berdua sedang duduk bersebelahan saat ini.


"Baiklah, Aku akan menjadi supir untuk Mu hari ini. " Dengan senang hati, Detrian menambah kecepatan laju mobil nya karena tempat yang Clara tuju lumayan jauh.


Saat mereka menemui dua jalur yang berbeda, Clara menelfon dan memberitahukan pada para pelayan agar tidak mengikuti nya dan Detrian. Sehingga ke lima mobil itu langsung melewati jalur kiri yang menuju ke kerajaan Roman, sedangkan Detrian dan Clara lanjut tancap gas ke jalur kanan.


"Jika begitu, apa yang harus Kami lakukan pada pria yan anda sembuhkan tadi Nona Clara ? " Dari seberang sana, masih di saluran telepon, Pelayan itu bertanya pada Clara.


"Inti nya jangan di bawa ke rumah sakit. Takutnya orang yang ingin membunuh nya saat ini sedang menyusuri setiap rumah sakit yang berjarak jauh maupun dekat dari Hutan Kematian. Kalian bawa Dia ke kerajaan Roman saja, setelah sadar maka bebaskan dia. Kalau bisa bantu Dia agar tetap aman selama sebulan, Aku seperi kasihan pada nya." Perintah Clara yang saat ini membuat kecemburuan Detrian muncul.


"Baik Nona, kalo begitu saya tutup telepon nya. "


Setelah itu Clara memasukan hp nya ke dalam tas. Sebelum Dia memberitahukan pembicaraan nya tadi, Detrian sudah buka mulut terlebih dahulu.


"Kenapa Kamu ingin sekali menolong pemuda tadi ? Dia masih terlihat sangat muda, tidak cocok jika bersanding dengan Mu. Apakah Kamu memang suka dengan berondong seperti itu ? Aku rasa Aku lebih tampan dari nya."


Celetuk Detrian yang tetap fokus menyetir. Namun respon Detrian ini berhasil membuat Clara menaikan satu alis nya karena kebingungan.

__ADS_1


"Aku tak tau maksud dari kalimat abnormal mu itu, tetapi Aku menolong pemuda itu pyur karena merasa kasihan pada nya. Kamu lihat sendiri kan ? Dia terlihat lebih muda dari Ku, tetapi berapa banyak peluruh yang ada di badan nya tadi? Artinya, pemuda itu mengemban tanggung jawab dan beban yang cukup berat dalam hidup nya, Aku rasa begitu sih... "


Sambung Clara pada celetukan Detrian. Dan benar saja, jawaban dari Clara membuat Detrian puas bahkan sampai menampakkan Seringai lebar karena Clara tak ada perasaan untuk lawan jenis pada pemuda tadi.


Padahal sudah sangat jelas, Clara tak akan menaruh perasaan apapun pada setiap pria, karena pagar tembok tak terlihat yang dia ciptakan itu di rasa nyata oleh Detrian. Namun bukan Fetrian nama nya jika tidak ragu saat sesuatu itu berhubungan dengan Clara.


***


Sore hari nya, Clara dengan Detrian telah pulang kembali ke kerajaan Roman. Mereka berdua langsung di sambut oleh para pelayan pria maupun wanita.


Dan terlebih lagi, ada Kepala pelayan bernama Feng yang tampak sudah keriputan di banyak sisi wajah nya, membuat Clara harus memberi hormat pada nya, karen pengurus Feng telah mengurus satu Raja dari kecil hingga mendapatkan anak lagi.


Ya, Raja yang Dia layani adalah Ayah nya Detrian. Namun karena mendapat hormat dari keturunan Abelia, membuat pengurus Feng kelabakan karena merasa diri nya dengan Status lebih rendah itu tidak pantas mendapat penghormatan dari keturunan Abelia.


"Pengurus Feng, apakah Aku boleh bertanya ? " Di saat mereka bertiga tengah berjalan, Clara memecahkan keheningan karena rasa penasaran nya yang memuncak.


"Kenapa Kamu tidak ingin Aku memberi hormat tadi ? Sekalipun Aku adalah keturunan Abelia, Kamu adalah kepala pengurus yang telah membesarkan seorang Raja dari Kerajaan Roman loh, bukankah derajat Mu lebih tinggi dari Ku ? "


"Hahaha... Hahaha... " Pertanyaan Clara berhasil membuat tawa dengan suara serak dari pengurus rumah yang sudah tua itu menggelegar ke mana mana.


" ?????? " Clara


" ?????? " Detrian.


Jangan kan Clara, Detrian juga merasa sangat bingung dengan pak tua bernama Feng itu.

__ADS_1


Karena selama ini saat sedang bekerja, Dia tak pernah tertawa dengan sangat kencang. Sehingga Detrian mengakui sendiri bahwa pengurus Feng adalah pelayan yang sangat profesional walaupun telah timbul keriput di wajah nya.


"Ah.. Maafkan saya, saya telah menunjukkan sesuatu yang sangat tidak sopan pada Anda."


"Tak apa, tak usah di pedulikan. Kamu hanya perlu menjawab pertanyaan Ku saja."


"Aku rasa Aku harus menghormati Kerajaan Abelia, karena mau di buat seperti apapun susunan nya... Kerajaan Abelia adalah kerajaan Abelia. " Jawab Pelayan Feng dengan maksud yang terdengar tidak semudah itu untuk di pahami.


Sehingga dari jawaban itulah, membuat perempatan muncul di kening Clara yang padahal baru saja tersenyum beberapa saat yang lalu.


"Apa maksud Mu pelayan Feng ? Dari jawaban Mu, pengertian nya tidak sesimpel itu " Tegas Clara, karena kepekaan Clara itu sudah melebihi Detrian ( Namun tidak dengan kepekaan pada perasaan Detrian pada diri nya).


"Hem, apakah Kamu percaya pada waktu Nona ? " Dengan raut wajah yang sudah kembali profesional, bukan nya menjawab, pengurus Feng balik bertanya pada Clara.


"Ya. " Seru Clara dengan sangat tegas dan yakin.


"Maka teruslah percaya pada waktu, karena jawaban yang Anda inginkan, akan di jawab oleh waktu dengan sendiri nya. "


Jawaban dari pelayan Feng jelas membuat Clara tertegun.


Mengapa pak tua yang satu ini sok misterius ? Padahal diri nya yang membuat Clara penasaran, tetapi kenapa tidak di jelaskan saja sih.?


Namun jawaban nya berhasil membuat Clara tercengang tentang percayakan saja pada waktu, hal itu sempat membuat beberapa helai bulu kuduk Clara berdiri secara masal.


"Saya rasa pembicaraan kita cukup sampai di sini, karena kita telah sampai di kamar dari pria yang Anda selamat kan tadi. " Ujar Pengurus Feng yang berhasil memecahkan lamunan Clara.

__ADS_1


Klek.. Pintu yang di buka


__ADS_2