I Am The Queen

I Am The Queen
#61


__ADS_3

"Ya tanyakan saja. Karena jika aku tau hal yang kamu tanyakan, pasti akan aku jawab semampu ku."


"Kamu tau nomor handphone salah satu dari kedua manusia sampah itu ? Sebutkan saja, karena aku akan menghack salah satu hp mereka. Kita akan mendengarkan pembicaraan mereka berdua, dan mendengar percakapan mereka jika hp mereka sedang berada di dekat mereka, dan berada di ruang penyekapan atau ruang diskusi yang membuat kita dapat memperoleh info yang di harap kan. "


Sungguh, Clara tak mau memikirkan tentang Jodi dan Sonya lagi. Tetapi karena situasi nya berbeda sekarang, maka Clara mau tak mau harus mendaraskan kembali nomor telepon milik Jodi.


Karena tak bisa di pungkiri, bahwa nomor Jodi sudah melekat di benak nya semenjak Clara di pertemukan dengan Jodi dulu.


Clara pun menyebut kan nomor hp Jodi setelah menghembuskan nafas panjang berkali kali, namun setelah dua menit, 12 digit angka sudah terpapar jelas di layar laptop Detrian.


"Hehehe, sudah terhubung. Aku memang keren. Sekarang pakai earphone mu Ra, karena tidak dapat menutup kemungkinan bahwa bisa saja mereka akan berbisik atau berbicara sambil mengunakan gerakan morse sesekali. Paham ? ! "


Perintah Detrian pada Clara , dan tanpa menunggu lama Clara langsung memakai earphone nya. Detrian langsung mengenakan earphone nya juga dan langsung menyalakan semua sistem yang sudah di pasang dan di buat nya tadi.


Alat perekam juga sudah di nyalakan, agar dapat mendengat kembali jika ada beberapa bagian yang tidak di dengar dengan jelas.


Setelah memasang earphone di telinga masing-masing, Detrian langsung menekan satu tombol di keyboard laptop nya.


Lalu secara perlahan, dari suara obrolan yang seperti berbisik mulai terdengar jelas...


"Upss.. Maaf, Aku lupa mengatur volume tadi. Jadi awal nya terdengar seperti sedang berbisik.." Kata Detrian dengan suara yang dapat di dengar jelas di pendengaran Clara. Clara hanya mengangguk dan mengabaikan hal itu, karena itu seperti sebuah kesalahan yang terdengar berlebihan juga jika di katakan kesalahan.


CETAAAKK !!!! CETAAAKK !!!! CETAAAKK !!!! CETAAAKK !!!! CETAAAKK !!!! CETAAAKK !!!!


Bunyi cambuk yang mengenai isi badan kini dapat di dengar dengan jelas di pendengaran Detrian maupun Clara.

__ADS_1


Wajah Detrian nampak biasa-biasa saja, tapi tidak sama seperti Clara yang sudah memunculkan perempatan di kening nya. Bahkan sudah banyak kerutan di wajah Clara, karena bunyi cambukan itu tidak asing di pendengaran nya.


Mengingat dulu cambukan milik Sonya sudah tak terhitung berapa kali merobek dan menghasilkan banyak nya luka di badan Clara.


"JAWAB J*L*NG !!! APA CLARA MASIH HIDUP ?DI MANA DIA SEKARANG ?APA DIA PENYEBAB MUSNAH NYA LIMA ORGANISASI YANG AKU DAN JODI BUAT ? KENAPA KAU HANYA MENATAP KU DENGAN TATAPAN KOSONG ? KAU PIKIR AKU SEDANG MENDONGENG UNTUK MU ?? "


Dengan suara yang sangat lantang dan memekakkan telinga, merupakan suara seorang wanita yang sedang berbicara di seberang sana. Detrian dan Clara dapat mendengar hal ini lewat ponsel yang di hack oleh Detrian.


Detrian dan Clara yang  pendengaran nya sangat bagus terlebih khusus nya Clara, sontak  langsung merasa ngilu dan dengan reflek yang cepat, Detrian langsung mengurangi volume untuk Earphone milik nya dan milik Clara.


Suara wanita itu sangat dikenali oleh Clara. sangat di kenal malah. Suara itu tidak lain dan tidak bukan adalah milik Sonya, perempuan yang merupakan sahabat terbaik Clara dulu. Saking kuat nya rasa persahabatan dari Sonya, saking sayang nya Sonya pada Clara, dia sampai melakukan banyak tindakan tidak masuk akal dan sangat amat menyiksa untuk Clara.


Karena terlalu banyak penyiksaan, penyiksaan itu tidak dapat dijabarkan satu persatu oleh Clara. Terlalu menyakitkan dan terlalu memakan waktu dalam kurun waktu yang panjang, sehingga menciptakan rasa nyeri dan ngilu jika di bayangkan dan di jelaskan satu persatu oleh Clara.


"Kenapa Kau hanya diam saja hah ? Apakah Kau tidak mengerti bahasa indonesia ? Apakah pendengaran Mu bermasalah ? Atau Kau hanya berpura pura menjadi boneka di hadapan Ku ? Jawab Sialan !!!! " Cetus Sonya lagi dengan suara yang tak mungkin dalam intonasi suara yang rendah.


Batin Clara sambil mengepal kan tangan nya kuat-kuat, tampak jelas bahwa Clara sangat geram saat ini. Geram pada perilaku Sonya yang selalu saja tidak masuk akal.


"..S..Sa..Saya.. Sung.. Guh.. Tak.. Tau.. Nona.."


BRAAAAKK !!!!


Belum selesai berkata, orang yang disiksa sedari tadi sudah di tendang oleh Jodi, dan sang tersangka pun terlempar jauh menghantam dinding tembok, dengan badan yang terikat kuat pada kursi kayu.


Sementara itu, ada Clara yang kini mata nya terbelalak tak percaya. Bukan tak percaya dengan seseorang yang terhempas mengenai dinding, namun terbelalak karena apa yang dia dengar.

__ADS_1


"SUARA NYA BERBEDA. " Ujar Clara spontan, dan hal itu membuat Detrian memandang wajah nya degan heran.


"Maksud Mu Ra ?" Tanya Detrian karena merasa harus ada penjelasan dari Clara.


"I..Ini.. Bukan suara dari Mata Mata L Detrian. Suara nya memang melemah, tapi Aku yakin tadi itu bukan suara mata mata L yang Aku ketahui."


Jelas Clara sambil berkali kali menaruh tangan di dahi nya, karena berusaha berpikir dan sangat berharap, bahwa semoga saja yang di siksa saat ini bukan lah mata mata L.


"Bagaimana Kamu dapat seyakin itu Ra ? Tadi itu suara nya lemah banget loh. Jangan terlalu berharap Ra, entar luka yang Kamu dapat juga bukan dari mata mata L, tapi dari ekspektasi Kamu yang berlebihan. "


Ujar Detrian yang berusaha memberikan pekikiran lain pada Clara, karena tak mau Clara yang mendapat dampak dari khayalan nya.


"Aku telah mengenal mata-mata L lebih dari siapapun, dan suaranya tadi, nampak sangat berbeda. 100%.... ya aku sangat yakin, 100% Detrian... 100% ! "


Mendengar jawaban Clara  yang sangat yakin itu, membuat Detrian kembali memainkan jemari jemari milik nya di atas keyboard. Sedang kan Clara langsung kembali fokus untuk mendengarkan.


Walaupun Detrian sedang fokus pada layar laptop, tapi Detrian juga tetap fokus pada earphone yang terpasang di kuping nya. Memang sulit di percaya, tapi seorang Detrian dapat membagi tingkat konsentrasi nya dengan persentase 50 banding 50. Semua nya imbang.


"Dasar j*lang. semenjak aku mempekerjakan diri mu, Aku mulai ragu karena kamu nampak sangat matre, dan di tambah dengan segala cara, Kamu berusaha agar dapat menggoda Ku. Dasar rendahan !"


Kata Jodi penuh emosi yang tak terkontrol, dan rasa frustasi karena ada bawahan nya yang menghianati nya.


"Perbaiki posisi nya " Perintah Sonya pada beberapa anak buah nya yang berada di sudut-sudut ruangan, dalam artian untuk membenarkan kursi orang yang disiksa agar dapat tampak normal seperti sedia kala.


Tak.. Tak..Tak.. Tak..

__ADS_1


Langkah kaki Sonya mendekat ke arah wanita yamg dia siksa sedari tadi.


Saat tiba di hadapan nya, Sonya menarik rambut si wanita itu, agar dapat berbicara sambil melihat kontak mata. Sonya dapat yakin sekali bahwa diri nya dapat membedakan yang di katakan adalah fakta atau sebuah kebohongan, hanya percaya diri saja, Tidak lebih dan tidak kurang.


__ADS_2