I Am The Queen

I Am The Queen
#29.


__ADS_3

Para pelayan yang bertugas mengangkat roti tawar yang terberkati karena semburan jus dari Detrian pun menahan tawa, karena baru kali ini mereka melihat tuan mereka yang salting dan kelabakan mencari jawaban.


Tuan Detrian yang mereka kenal itu tidak banyak bicara, tegas, dan jarang akrab dengan seseorang.


Sehingga Clara, satu satu nya wanita yang pernah di bawa masuk ke dalam kastil ini, menjadi impian para pelayan untuk dapat melayani Ratu masa depan mereka.


Begitulah pemikiran mereka. Mereka tak tau tentang kesepakatan dan balas dendam yang di bicarakan oleh Detrian dan Clara semalam.


Sehabis sarapan, Detrian langsung berjalan bersama Clara ke dalam mobil. Kali ini bukan Detrian yang mengemudi, tetapi Brayen asisten kepercayaan nya. Sehingga Detrian dan Clara sama sama duduk di kursi belakang.


"Kita akan berlatih di mana ? " Sambil melihat ke arah jendela, Clara bertanya pada Detrian.


"Hutan kematian. " Jawab Detrian sambil sibuk mengotak atik jam tangan nya.


"HAAAH ??? " Karena tak percaya dengan yang di sampaikan oleh Detrian, Clara bertanya.. Ah tidak, Clara bereaksi tidak percaya sambil membuka mulut nya lebar lebar.


"Jangan banyak bacot, ini di pakai jam tangan nya." Sambil mengeluarkan jam tangan yang berada di tas nya, Detrian masih sibuk mengatur jam yang terpasang di tangan kiri nya itu.


"Em... " Clara yang masih termangu patuh memakai jam tangan di tangan kiri. Lalu menerima sebuah tablet yang di berikan oleh Detrian.


Karena seakan mengerti dengan tatapan mata Clara yang seperti bertanya *untuk apa ? Detrian langsung menjawab terlebih dahulu sebelum di suarakan oleh Clara.


"Buka di Google dan baca setiap web yang memberikan informasi tentang kerajaan Abelia, karena itu lebih berguna untuk saat ini. "


Setelah berkata begitu, Detrian lanjut mengatur jam tangan nya. Seakan sedang sangat kesusahan, padahal mengatur jam tangan itu sangat mudah bukan ? Ya, sangat mudah jika mengatur jam biasa, bukan jam yang berada di tangan Detrian saat ini.

__ADS_1


Clara yang merasa masuk akal, langsung menarikan jemari nya di atas tablet, mengetik beberapa kata kunci dan mendapat jawaban dari berbagai web.


Karena ini menyangkut kerajaan Abelia, Clara sangat bersemangat membaca satu kata demi satu kata, karena sangat penasaran dengan perkembangan dunia yang tak pernah dia hiraukan selama ini.


[Sembilan jam tiga puluh menit kemudian]


Dan benar saja, banyak informasi berguna yang di dapat Clara. Apalagi tetang apa yang akan di lakukan oleh Jodi dan Sonya, yang sudah mereka umumkan dengan sendiri nya.


"Dua bulan lagi ke dua sampah itu akan di nobatkan menjadi pasangan suami istri dan sekaligus menjadi Raja dan Ratu dari kerajaan Abelia..  Apakah Kamu sudah tau tentang itu ? " Sambil mengalihkan pandangan nya ke arah Detrian, Clara bertanya dengan mental yang sedikit down.


"Ya, maka dari itu Aku menyuruh Mu membaca nya sendiri." Jawab Detrian dengan senyum bahagia, karena berhasil mengatur jam tangan nya.


"Apakah.. Apakah kita masih sempat untuk menjalankan balas dendam kita ? Untuk melatih kekuatan fisik, otot, dan otak itu di perlukan rentan waktu yang lama. Sedangkan Aku... " Perkataan Clara terhenti, Dia menggigit bibir bawah nya sampai memerah. Karena tak terima jika Jodi dan Sonya mendapatkan kemenangan yang mutlak seperti ini.


"Yah.. kita masih sempat... Sangat amat sempat malah. Kita akan berlatih selama dua hari, yang terasa seperti satu tahun~" Jawab Detrian sambil keluar dari dalam mobil, Clara yang merasa bingung pun langsung ikut keluar.


"Lihatlah jam tangan Mu, sudah lewat berapa jam ? " Perintah Detrian.


"Sudah lewat 10 jam sehingga kita dapat tiba di Hutan kematian ini. Apakah hal ini masih harus di tanyakan ? "


"Jam yang ada pada pergelangan tangan mu itu menunjukkan waktu yang sebenar nya, tetapi selain di Hutan kematian, di seluruh muka bumi, satu detik saja belum terlewat." Sambung Detrian pada perkataan Clara yang tampak sedang kesal.


"Apa maksud Mu ? " Sambil menampakkan wajah yang seolah sedikit paham namun memerlukan penjelasan lebih, Clara sedikit melangkah mendekati Detrian.


"Aku memperlambat waktu yang terjadi di muka bumi selambat lambat nya. Bahkan bisa di bilang waktu selain di Hutan Kematian ini terhenti total. " Jawab Detrian sambil menampakkan wajah bangga dan memerlukan pujian dari Clara.

__ADS_1


"Ah.. Jadi kekuatan Mu adalah- "


"Pengendali Waktu. " Jawab Detrian memotong perkataan Clara, agar tampak keren di hadapan Clara.


"Sebentar. Jika waktu di tempat lain terhenti, apakah tidak apa apa ? Apakah mereka tidak akan mati atau merasa kelaparan dan kehausan ? " Clara pun menyampaikan rasa khawatirnya. Dia tak mau karena ingin balas dendam, ada beberapa jiwa tak bersalah yang harus hilang.


"Tidak. Mereka tidak akan mati atau merasakan keluhan lain, ini sangat aman kok. " Jawab Detrian meyakinkan Clara.


"Lalu apakah Kamu akan mendapat kan resiko karena menghentikan waktu ? "


"Memang Aku akan mendapatkan resiko nya sih, tetapi resiko itu akan berlaku saat Aku sudah melepaskan rantai waktu agar berjalan seperti sedia kala. "


"Apa resiko nya ? Itu yang ingin Aku ketahui. " Ujar Clara sambil mengerutkan alis nya.


"Haahh.. Aku akan Tidur selama satu minggu penuh. Karena Aku akan menghentikan waktu selama satu tahun."


"Fyuuuhh... " Clara menghembuskan nafas lega. " Syukurlah hanya tidur selama satu minggu, Aku takut jika nyawa Mu yang jadi korban nya. " Lanjut Clara sambil mengusap dada nya.


"Cukup sudah obrolan nya, sekarang... Berlari lah kedalam hutan. Ikuti tanda yang sudah Aku buat di pohon pohon, semak, dan tumbuhan lain nya. Kita akan bertemu di mata air atau air terjun yang berada lima kilo meter dari sini. Selamat berjuang. "


Dengan sekali kibasan angin, Detrian sudah tak ada lagi di samping Clara. Membiarkan Clara sendirian di Hutan yang lebat dan menyeramkan itu.


"Ke mana Dia pergi ? Apakah Dia juga bisa teleportasi ? Gila... Apa kekuatan yang telah Dia bangkitkan sehingga terlihat sangat kuat ini ?? Ugghh.. Apakah Dia memiliki buku pengetahuan tentang kekuatam yang sudah bangkit ataupun kekuatan pinjaman ? Ketidak tahuan membuat Ku tampak seperti orang bodoh..."


Clara pun mengeluh dengan berbagai kalimat yang terdengar kesal. Dia benci jika rasa penasaran nya belum terjawab kan. Apalagi kini Dia harus berlari, sudah pasti pikiran Clara akan terbagi dan memikirkan kebodohan nya, sambil berusaha konsentrasi agar tidak terantuk.

__ADS_1


Rumit.. Ya, itulah yang di alami Clara saat ini


__ADS_2