
Sampai salah satu pelayan yang sudah berlutut dan di cambuk terus menerus selama satu jam terakhir, tergelak tak berdaya di atas lantai dengan badan yang kejang kejang, dan nafas yang tak teratur sama sekali.
"MANA MUNGKIN AKU BISA TENANG BANGS*T !!! LIMA KELOMPOK BERHARGA KU, LIMA KELOMPOK EMAS KU, MUSNAH BEGITU SAJA DARI MUKA BUMI TANPA MENINGGALKAN JEJAK SEDIKIT PUN ? MEREKA SEPERTI SEBUTIR DEBU YANG TERSAPU KARENA DI BAWA ANGIN... ITU TAK MASUK AKAL ! KARENA MEREKA ITU MANUSIA, BUKAN DEBU ATAU SEJENIS NYA !!! "
Dengan netra yang melirik pelayan wanita yang seperti nya akan putus nafas itu sekilas, Sonya malah memutar bola mata nya dan tak mempedulikan hidup dan mati pelayan itu.
Dua pelayan wanita lain nya tak bisa menolong untuk membantu memegang atau menyentuh pelayan wanita yang sedang kejang kejang sebelum mati itu. Karena jika melakukan tindakan yang tidak di perintahkan, habis riwayat mu.
Ke dua pelayan wanita itu hanya bisa menangis dan memaki diri mereka sendiri, karena mereka berdua tidak bisa bersikap manusiawi hanya karena lebih mementingkan situasi saat ini yang bergerak sedikit saja akan langsung menjadi incaran Sonya melampiaskan amarah nya saat ini.
"HEI KALIAN PARA BINATANG YANG DI LUAR, ANGKAT JENASAH PELAYAN TAK BERGUNA INI DAN BUANG KE MANA PUN KALIAN MAU, MAU KUBUR JUGA TERSERAH ! INTINYA BAWA DIA KELUAR!"
Dengan rasa frustasi yang semakin menjadi, Sonya tak bisa mengontrol bahasa yang dia keluarkan.
Karena kematian pelayan yang mati karena di cambuk oleh nya, membuat suasana hati Sonya semakin buruk.
Padahal sudah ada tiga pelayan yang tak dapat bertahan dan langsung mati hanya karena di cambuk selama satu atau tiga jam saja.
Hal ini membuat Sonya ingat bahwa dulu mau di cambuk satu hari penuh saja, Clara tak mati mati. Masa iya hanya beberapa jam saja, mereka semua langsung mati.
Begitulah pemikiran dari Sonya yang seakan merindukan kehadiran Clara, karena mau di buat seperti apa saja, Clara tidak akan mati apalagi memohon seperti para pelayan ini yang membuat kuping Sonya muak mendengar nya.
__ADS_1
Dua pelayan pria langsung masuk dengan wajah yang bertambah pucat dan semakin tertekan, karena ini adalah orang ke empat yang mati karena di cambuk, bahkan sebelum sampai siang hari.
Mereka berdua membawa jenasah wanita itu dengan sangat hati hati, dan akan mereka kuburkan di tempat yang layak seperti tiga pelayan wanita sebelum nya.
Sebelum ke dua pelayan pria itu beranjak pergi, mereka melihat dua pelayan wanita yang masih berlutut dengan badan yang semakin gemetaran.
Ada rasa kasihan dan iba pada ke dua pelayan pribadi itu, tetapi mereka tak bisa menolong. Karena saat sedang marah dan emosi, Sonya hanya mau menyiksa pelayan wanita saja.
Hal itulah yang menyebabkan setiap hari nya, Kerajaan Abelia selalu merekrut pelayan wanita baru secara rahasia. Hal ini biasa nya di lakukan oleh Fiki, asisten kepercayaan Sonya.
Setelah itu Sonya lanjut membanting apa saja yang bisa dia banting, memecahkan apa saja yang berbahan kaca, merobek buku buku yang ada di rak, bahkan menghancurkan bingkai foto mesra diri nya bersama Jodi. Emosi nya benar benar tak bisa meluap dengan cepat.
Sedangkan di sisi lain, Jodi juga tak kalah bengis dari Sonya. Barang apa yang tidak rusak di ruang tengah ? Bahkan sofa saja hancur dan tata letak nya tak beraturan lagi. Bantal bantal nya di sobek sampai membuat ruang tengah itu penuh dengan bulu angsa yang di beli dengan sangat mahal.
Dan ada juga beberapa pelayan pria yang tertembak karena berniat ingin mengecek apa yang terjadi. Alhasil, rasa penasaran mereka lah yang membuat mereka kehilangan nyawa.
Jodi lebih memilih menggunakan pistol, karena merasa jijik jika bersentuhan langsung dengan para pelayan.
Diri nya sangat memandang tinggi harga diri nya sendiri, sampai sampai melupakan identitas nya yang juga berasal dari rakyat atau masyarakat biasa. Sungguh kacang lupa kulit si Jodi ini.
Lalu karena peluru di pistol nya sudah habis, Jodi memutuskan untuk pergi ke kamar nya dan berendam. Karena emosi nya saat ini tak akan meredam sekalipun menghabiskan seluruh persediaan peluru di gudang penyimpanan hari ini.
__ADS_1
Begitupun dengan Sonya, dia memilih berenang di samping kastil, karena marah, berteriak, dan mencambuk para pelayan membuat banyak peluh membanjiri tubuh nya itu.
Apalagi saat ini matahari sedang terbit seterik terik nya, membuat kepala Sonya semakin berasap, dan mengharuskan diri nya berendam di bathub atau di kolam renang yang terdapat air dingin dan segar.
Di saat Jodi dan sonya sedang merasa sangat pening, frustasi, dan merasa ingin sekali mengetahui dalang di balik semua kejadian ini sampai menghancurkan barang barang dan membunuh orang demi pelampiasan emosi, berbanding terbalik dengan Clara yang saat ini sedang berdiri di depan 1.000 karyawan baru yang resmi bekerja hari ini di perusahaan Scarlett.
Karyawan baru ? Ya, 600 lebih remaja yang sudah berusia 17-19 tahun telah bekerja menggantikan 1.000 anggota the black fire.
Bekerja di bawah umur ? Tidak, hanya umur mereka saja yang masih muda. Tetapi ke 600 remaja ini memiliki kepercayaan diri, pintar, dan tentu nya sangat ulet.
Memang tak boleh memperkerjakan anak di bawah umur, tetapi anak anak ini tidak bersekolah semenjak kecil, sekalipun sekarang mengikuti ujian kesetaraan dan lain sebagai nya, proses nya sangat lama baru dapat bekerja.
Dan lagi, untuk apa belajar jika dengan mendapatkan pelatihan dan membaca berbagai buku yang memperluas ilmu saja sudah bisa membuat otak mereka berbeda dengan anak seumuran kan ?!
Tak ada yang perlu di sayangkan, karena sejak kecil keadaan yang membuat mereka terbiasa dengan kenyataan yang terjadi.
Lalu ke 600 karyawan baru dengan umur yang masih muda ini juga bersama dengan 400 karyawan baru yang Clara dapatkan dan menggabungkan ke 400 orang baru yang umur nya ada yang sudah 20 tahun, dalam pelatihan seminggu yang lalu.
Mereka dapat cepat akrap dan menjadi penyemangat satu sama lain. Sekalipun 1.000 karyawan baru ini memiliki kemampuan yang sudah di akui pengajar profesional, masing masing dari mereka memiliki satu mantan karyawan perusahan Scarlett yang memang anggota the black fire, untuk menerima pertanyaan apa saja dari mereka.
__ADS_1
Jika mengalami sesuatu yang darurat dan sejenis nya, mereka boleh menelepon atau mengirim email pada masing masing kaka senior mereka.
Sedangkan pulangnya kelompok the black fire bukan semata mata karena liburan atau sesuatu, tetapi mereka di pulangkan kembali ke markas the black fire untuk melatih pasukan baru. Yang baru bergabung seminggu yang lalu bersama dengan 400 karyawan baru yang bekerja hari ini.