I Love You Tuan (ILYT)

I Love You Tuan (ILYT)
57


__ADS_3

.


.


.


"APAA!!!!" Andrew lumayan terkejut dengan lontaran Jea barusan.


"Ah, a-apa tidak..."Jea tergagap sendiri. Dia keceplosan. Bagaimana kalau Andrew marah padanya?? Itulah sekarang yang ada di benak Jea.


Tapi reaksi apa yang Andrew tunjukkan. Sungguh seperti bukan Andrew yang dahulu. Sebuah senyuman kecil terlukis di wajahnya. "Tak apa Jelly,, yang penting jangan lakukan lagi pada orang lain. Cukup padaku saja kau boleh melakukannya. Apa kau mengerti???"


"Ja-jadi kamu tak marah??" tanyanya dengan mimik ketakutan.


Andrew menggeleng, "Aku tak pantas marah, karena yang lebih sering nyakitin kamu itu sebenarnya adalah aku. Tapi percayalah, kita akan memulai hal yang baru hari ini... "


Jea sedikit lega mendengarnya. Aaaaahh, rasanya dia jadi tergila-gila pada Andrew. Kenapa baru sekarang sifat itu ditujukan padanya. Coba dari dulu-dulu, pasti Jea tak akan melakukan kesalahan lain dengan memasukkan nama Kelvin di hatinya, misalnya.


Sedikit penyesalan, tapi Jea berjanji akan selalu setia pada Andrew. Mantan Tuan nya.


***

__ADS_1


"Ini dimana???"tanya Jea penasaran. Andrew membawanya ke sebuah hutan. Pantas saja Jea cuma disuruh memakai baju santai. Ternyata alasannya pergi ke hutan. Dan untuk kencan pertama??? Apa memang harus hutan pilihannya.


"Kau akan tahu,,, diam dan ikuti saja..."hanya itu ucapannya. Tapi Andrew tak ingin ambil resiko seperti dahulu. Jadi Bimo dan beberapa pengawal lain ikut serta.


Sepertinya Andrew memanglah sengaja. Tempat ini bagai di sulap seperti tempat piknik. Ada karpet di atas rumput lengkap dengan makanan dan minuman.


Jea benar-benar dibuat takjub, pemandangan yang luar biasa indahnya. Dari sini terlihat bukit yang begitu hijau, tanaman dan pohon-pohon yang masih asri. Jea menghirup nafasnya dalam-dalam. Andrew terlihat begitu menyenangkan saat begini.


"Kau yang menyiapkannya??"interupsi Jea saat Andrew membawanya berdiri di sebelahnya.


"Bukan, tapi mereka..." Andrew mengedikkan dagunya pada para barisan pengawal yang ada di belakangnya. Musuh Andrew masih berkeliaran. Ia takut dengan Axel, jelas kejadian tadi pagi akan beruntun semakin panjang. Axel tak mungkin membiarkan Andrew tenang begitu saja.


"Idenya ideku... apa kau tahu???" Andrew langsung merengkuh pinggang ramping Jea. Jea terpekik sesaat. "Ada mereka yang melihati kita?? Apa kau tak malu???" bisik Jea pelan, dan sesekali ekor matanya menangkap para pengawal yang terlihat haus akan wanita. Jea jadi ngeri. Tapi untuk Bimo, pengecualian. Jea tak takut lagi padanya.


"Anggap mereka tak ada, kita sudah menikah Jelly. Ayolah, mereka akan mengerti..."balas Andrew sambil menyunggingkan senyum devilnya. Jea terpaku sesaat sebelum kembali melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Pacu jantungnya mendadak seperti habis lari maraton. Oh Tuhan. Jea memegangi dadanya, takut Andrew akan mendengarnya.


"Apa kau menyukainya???"tanya Andrew lagi.


"Aku sangat menyukainya..."balas Jea dengan rona bahagia. Seumur-umur, ini adalah hal bahagia saat bersama Andrew. Sepertinya nama Andrew akan terpatri rapat di hatinya. Andrew kau telah membuat Jea mencintaimu.


"Aku menyesal telah bersikap rendahan waktu itu..." cerita Jea pada akhirnya.

__ADS_1


"Aku fikir aku tak mencintaimu lagi, karena sikapmu waktu itu. Kau terlalu jahat padaku, aku keguguran. Hiks, dari situlah rasa cintaku seakan terkikis dengan sendirinya.."


Jea menjauhkan dirinya, dia menangis tersedu untuk sesaat. Andrew kembali bersikap dingin. Ia membawa tangannya bersedekap dada. Mendengarkan semua kata yang terlontar dari bibir mungil istri tercintanya.


"Apalagi saat kau mencintaiku... aku semakin membencimu. Membenci akan setiap sentuhan yang kamu berikan padaku. Aku benci padamu Andrew!!! Aku benci!!! Kau selalu membawa wanita sesukamu, kau selalu mengataiku j*lang dan j*lang. Padahal kau tahu sendiri, kesucianku kau yang merenggutnya..." Jea terus meluapkan semua emosinya.


"Setelah perceraian itu, aku lega. Pada akhirnya kita berpisah. Karna aku yakin, kita memang tak jodoh. Tapi apa?? Kau mempermainkan itu semua. Kau fikir aku bahagia saat kau pergi??? Aku menderita Tuan Andrew... Beruntung Tuan Kelvin menerimaku bekerja di sana. Kau tahu, disana aku justru tergoda padanya. Hingga aku malu, malu pada diriku sendiri.." Jea masih menangis. Ia tak perduli di belakangnya masih ada para lelaki bertubuh tegap serasa menyaksikan drama secara live. Bahkan mereka itu tak mengerti, jika rumah tangga tuanya ada adegan drama sedemikian rupa. Ini tontonan gratis bagi mereka, beruntung mereka ditugaskan. Jadi mereka bisa menikmatinya tanpa laporan dari berita harian yang terkadang terlalu dibesar-besarkan.


"Dan kau tahu tuan Andrew, kedatanganmu bagai kenangan lama. Cintaku seakan hidup kembali. Aku,,, aku mencintaimu tuan Andrew..." suara Jea tercekat di akhir kalimat. Untunglah masih didengar. Dan apa Jea tahu, moment itu diabadikan oleh Bimo. Sedari tadi Bimo membawa kamera tak kasat mata yang sengaja ia letakkan di kancing bajunya. Itu semua titah Andrew, agar dia bisa mengingat momen ini.


"Sudah???" Andrew menarik nafas penuh kelegaan. Dia kembali membawa Jea ke dalam pelukannya.


"Apa kau ingin tahu tentang aku Jelly???"tanya Andrew sambil menciumi puncak rambut di kepala Jea.


Hanya terasa gerakan menggangguk. Pertanda Jea ingin tahu. "Jawab yang jelas Jelly ku..."


"Aku ingin tahu tentangmu..."balas Jea sambil menumpahkan cairan bercampur ingus di baju kaos yang Andrew kenakan. Andrew apa perduli??? Karena sekarang yang ia perdulikan adalah perasaannya.


Tanda-tanda happy ending nih kayaknya.


Yang masih setia ngasih like, makasih ya...

__ADS_1


__ADS_2