I Love You Tuan (ILYT)

I Love You Tuan (ILYT)
DENDAM episode 7


__ADS_3

Maxy menyeringai, "Apa yang tidak benar Tuan? Orang salah selalu mencari pembelaan bukan? Anda sangat licik."


"Kak Max hentikan! Kenapa kau menuduh Dad ku seperti ini?Dad ku bukan pembunuh," bela Queen pada Andrew.


"Kau tak tahu apapun Queen. Kau masih bayi saat itu. Tolong diamlah!" Perintah Maxy pada sang kekasih.


Queen menggeleng, meskipun dia mencintai Maxy. Tapi perbuatan Maxy tak bisa ia terima. Sepertinya Maxy salah menduga. Queeny bisa sedikit melawan dalam hal tertentu. Maxy melupakan sikap Queeny yang mewarisi segala sikap kedua orang tuanya tersebut.


"Enggak! Queen gak bisa diam aja kak Max."


Andrew membelai pelan tangan Queeny, agar Queeny diam sejenak. Dan belaian itu berhasil melunakkan amarah sang anak.


"Coba jelaskan dari mana kau mengetahui informasi busuk itu. Jelaskan padaku Maxy!" Kali ini Andrew sebisa mungkin harus mengorek informasi fitnah yang tak jelas ini.

__ADS_1


"Ck, rupanya Anda masih belum sadar juga. Anda kan yang menyuruh anak buah Anda membunuh papa? Ngaku aja Tuan, aku akan meringankan penderitaan mu."


"Kau bodoh Maxy. Kau terlalu bodoh. Mana mungkin aku membunuh Ferdinand di rumah ku? Kami musuh, dan aku juga gak mungkin mengotori rumahku dengan darah musuhku? Satu lagi, saat itu kami sedang baik-baik saja. Jadi buat apa aku membunuh papamu? Lebih baik kau mencari informasi yang akurat Maxy. Biar tidak asal menuduh seperti ini," balas Andrew panjang lebar.


Pertahanan Maxy runtuh seketika. Apa maksudnya ini? Apa Maxy telah melakukan kesalahan? Apa benar Andrew bukan pembunuh sebenarnya. Lalu siapa tersangkanya?


"Anda sedang berbohong Tuan Andrew."


"Kau ini Maxy, otak mu terlalu dicemari dengan hal yang negatif. Aku sedang tidak berbohong. Aku bukan pembunuh. Cari riwayat hidup asisten ku. Semuanya bebas dari hal itu. Tapi urusan politik? Jangan tanyakan, kau pun juga sama. Bagaimana kelicikan kita dalam dunia itu. Kau tahu semuanya. Ayolah Maxy, aku yakin otakmu encer."


Maxy semakin terpojokkan. Hingga satu nama meluncur dengan tepat dari bibirnya. "Papa Axel, papa Axel yang telah memberikan ku bukti semuanya."


Andrew sedikit terkejut. Dia tak menyangka jika Axel masih menyimpan dendam padanya. Jadi selama ini, Axel mengkambing hitamkan anak yang tak tahu apa-apa ini. Kasihan sekali hidup Maxy. Pasti masa kecilnya begitu suram. Pikirannya Maxy dibayangi akan Ferdinand yang telah dibunuh olehnya. Andrew menggeleng lemah. Axel terlalu kejam, dari dulu tetap menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan selanjutnya.

__ADS_1


Tapi mohon maaf Axel, sepertinya kali ini rencananya akan gagal di tangan Andrew. Cukup Andrew memberikan semua bukti untuk Maxy. Maka Maxy akan balik menyerang kepada papa angkatnya.


"Kau ditipu Maxy. Pantas saja kau ingin menghabisi ku. Semua ini karena ada yang meracuni otakmu. Beruntung Queeny datang tepat waktu. Jadi aku masih hidup dan bisa menjelaskan semuanya. Makasih Queeny."


Andrew mengelus pundak putri semata wayangnya itu. Queeny hanya tersenyum kecil. Sungguh, otaknya masih bingung akan semua hal ini. Maxy kekasihnya hampir saja menghilangkan nyawa ayahnya yang tak tahu akan kesalahannya apa. Queeny sangat bersyukur, dia bisa datang tepat waktu tadi. Jadi setidaknya, Maxy tidak terlarut-larut pada kesalahan.


Jantung Maxy bagai dihantam benda tumpul. Apa maksud dari perkataan Andrew tadi? Ditipu? Benarkah dia ditipu oleh Axel?


"Anda jangan memutar balikkan fakta Tuan Andrew. Siapa yang kau bilang menipu hah!!"


Meskipun tadinya lemah. Nyatanya Andrew terasa semakin sehat. Menanggapi Maxy lumayan menyenangkan untuknya.


"Tentu Axel. Papa angkat mu. Siapa lagi kalau bukan dia? Dari dulu, dia selalu memakai cara kotor agar keinginannya tercapai. Apa kau tak tahu itu Maxy?"

__ADS_1


Queeny yang mendengar perdebatan ini, akhirnya merasa iba juga pada sang kekasih. Kasihan Maxy, hidupnya pasti sulit. Queeny tak bisa membayangkan ini semua.


Maxy tentu tahu perbuatan Axel diluar sana seperti apa. Apa ini tandanya---- Axel lah tersangka itu? Jika benar, jadi selama ini dia telah salah menuduh Andrew. Dendamnya selama ini apakah sia-sia?


__ADS_2