I Love You Tuan (ILYT)

I Love You Tuan (ILYT)
DENDAM episode 11


__ADS_3

Saat Queeny bergelayut manja di lengan kekar Maxy. Di situlah Fero tahu, jika pacar yang dimaksud Queeny adalah kakak tirinya.


Fero kepanasan dan mendekat ke arah dua sejoli yang seperti mengejeknya. Wajah manjanya berubah cengeng seketika.


"Jadi kak Maxy pacarmu?" tanya Fero memastikan.


Maxy, dia sangat terkejut dengan pertanyaan yang Fero lontarkan. 'Maksudnya apa?' batin Maxy.


Sedang Queeny, dia hanya bingung saja. Menatap bergantian ke arah Maxy dan Fero. 'Apa mereka saling kenal?' batinnya.


Merasa tak ada jawaban dari Queeny. Kini pandangan Fero beralih pada kakaknya. "Jadi kak Max yang merebut Queeny dariku? Hebat sekali kamu kak." Dengan sekuat tenaga Fero melawan Maxy. Pipinya sudah merah padam.


Maxy tampak berpikir. Mencerna tuduhan Fero barusan. Setelah menemukan sebuah fakta. Maxy tersenyum miring. Dia merasa hubungan nya dengan Queeny sebuah keuntungan. Sambil menyelam minum air, ia bisa mengerjakan tugas balas dendamnya sekaligus.


"Iya, aku pacarnya Queeny. Ada apa Fero adikku yang man-----ja?" tanya Maxy dengan penuh penekanan dalam kata manjanya. Sengaja, biar Fero naik darah. Sudah cukup selama ini ia mengalah pada Fero. Saatnya membalaskan semua dendam bukan?


Queeny yang mendengar kata adikku, mengerjap bingung. "Adik? Fero adiknya kak Max?" tanyanya.


See. Maxy hanya menaikkan satu alisnya sebagai kode. Queeny tak paham dengan kode itu. Hanya saja, memang ada sesuatu di antara mereka. Lebih baik, Queeny bungkam. Ia bisa menanyakannya lain waktu.


Haruka yang melihat kejadian itu, mulai emosi sendiri. Akhirnya ia turun dari mobilnya. Ia di dampingi oleh seorang bodyguard sekaligus sopirnya.


PLAK!


Suasana makin memanas. Haruka langsung melayangkan tamparannya di pipi Maxy.

__ADS_1


Maxy menarik nafasnya dalam. Ia tak membalas perbuatan Haruka. Justru Maxy seperti menantangnya. Ia tersenyum penuh ejekan di depan Haruka.


Haruka semakin kesal dan ingin menampar lagi. Tapi dihentikan oleh Queeny. "Stop Tante!"


"Oo, jadi kamu lebih memilih anak tak tahu diri ini dibanding dengan anak Tante heh?"


Queeny ingin balas menjawab. Tapi dihentikan oleh Maxy. "Ck, rupanya kau tak berubah Fero. Kau mengandalkan tangan orang lain dari pada tanganmu? Persis seperti papa mu, Axelio Anderson," desis Maxy. Sudah saatnya ia mengungkapkan kebenarannya. Keluarga Axel patut merasakan penderitaan yang ia terima selama ini.


Apalagi mengingat perlakuan Haruka yang begitu jahat padanya. Jadi jangan harap ada ampunan untuk mereka-mereka yang sudah menyakiti hati yang terbakar oleh api dendam Maxy.


"Beraninya kau membawa nama suamiku? Anak gak tahu diri, gak tahu terimakasih," tukas Haruka dengan kesal.


Cek cok di antara mereka semakin sengit. Queeny merasa tertekan kan hal ini. Ia hanya bisa memegang lengan Maxy. Apapun yang terjadi, dia akan tetap berada di sisi Maxy.


Haruka tercekat. Dia melupakan kejadian waktu itu. Ya, Axel lah pelaku yang sebenarnya. Ini demi kekuasaannya juga, kalau tidak begitu, mana mungkin Haruka bisa bersenang-senang sampai sekarang.


"Anak kurang ajar," desis Haruka emosi.


"Akan Fero adukan pada papa." Fero menimpali.


"Siapa takut," balas Maxy dingin.


Jika diteruskan, perdebatan itu tak akan ada hentinya. Untung bodyguard Queeny segera datang menghampiri.


"Nona Queen, waktunya pulang!" ucap salah seorang bodyguardnya.

__ADS_1


Queeny melihat ke arah Maxy. Tak mungkin ia membiarkan Maxy dalam kesulitan. Sedang Haruka dan Fero. Ia lebih memilih undur diri terlebih dahulu. Mengadukan hal penting kepada Axel. "Ku tunggu kepulangan mu!" ucap Haruka sebelum benar-benar pergi.


Setelah kepergian Fero dan Haruka. Kini saatnya Queeny berbicara, "Queeny ingin tinggal. Kalian pulang lah!" suruhnya pada sang pengawal.


"Tapi Nona," protes sang pengawal itu.


Maxy menarik nafas dalam-dalam. Queeny tidak boleh berada di sampingnya. Cukup dia saja yang terlibat, jangan sampai nama Queeny ikut terlibat di dalamnya.


Sudah cukup ia salah paham selama ini. Menyalurkan dendamnya kepada orang yang tak bersalah.


"Pulanglah Queen," suruh Maxy dengan dingin.


Queeny tak terima, dia ingin berada di sisi Maxy. "Nggak Kak, Queeny ingin bersama kakak."


"Tidak Queen, kamu harus pulang. Tolong sampaikan kata maaf ku kepada Daddy mu. Maaf kalau selama ini aku telah salah sangka kepadanya."


Maxy mengelus puncak kepala Queeny. Ia segera masuk ke dalam mobilnya. Queeny mencoba menggedor-gedor pintu mobil Maxy. Namun Maxy tak menghiraukannya.


Maxy melajukan arah mobilnya menuju ke kediaman Axel. Pasti Fero dan Haruka sudah mengadu.


Sambil menyetir, Maxy mencari benda tajam yang ia pinjam dari Sandria. Tembakan harus ia balas dengan tembakan. Kini, saatnya Maxy mulai bertarung yang sesungguhnya.


"Tunggu aku papa Axel," gumamnya sambil menyeringai. Maxy tak akan memberikan ampunan untuk Axel. Dalang di semua masalahnya, bahkan otak Maxy sudah dicuci. Hidupnya pun juga dalam lembah kegelapan selama diasuh oleh Axel.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2