I Love You Tuan (ILYT)

I Love You Tuan (ILYT)
60


__ADS_3

.


.


.


Hingga iris matanya menajam, saat tak sengaja melihat kehadiran seseorang yang dikenalnya.


Siapa lagi kalau bukan Andrew.


Semua karyawan Jea, seketika membungkuk hormat pada Andrew. Andrew tak menghiraukannya. Ia tetap jalan santai menuju di mana Jea berada.


Untuk sifat angkuh dan dinginnya Andrew, Jea tak bisa merubahnya. Karena itu sudah ciri khasnya Andrew sejak dulu.


Jea melemparkan senyum termanisnya saat Andrew mulai mendekati keberadaannya. Dan jangan lupakan, kalau di belakang Andrew selalu ada sosok Bimo. Cih, seperti perangko. Decih Jea geli melihatnya.


"Bagaimana harimu, Jelly???" tanya Andrew yang berada tepat di depan Jea. Andrew membelah kerumunan orang-orang yang hendak membayar pesanannya. Tampang Jea kelihatan tenang, tapi Andrew, tetep tak tega melihat itu.


"Menyenangkan..."balas Jea setelah memberikan nota dan uang kembalian pada customernya.


Andrew tersenyum tipis. Ia menoleh sebentar pada Bimo.


"Bimo!!! Gantikan posisi nyonya..." titah Andrew yang kini langsung berbalik arah. Menjauhi kerumunan para pembeli.


Bimo mengangguk patuh, ia segera menggantikan posisi Jea. Saat Jea berjalan akan melewati Bimo, ia langsung berkata, "Awas, jangan sampai salah, ngitungnya!!!" ancam Jea dengan serius.


"Itu tak akan terjadi nyonya..." balas Bimo pelan. Tapi nadanya sarat akan kepercayaan diri yang begitu tinggi.


Jea segera berjalan ke arah Andrew. "Apa kau sudah makan???"tanya Jea sambil mengajak Andrew ke ruangannya.


Andrew langsung menggeleng. "Belum..." jawabnya singkat.


Jea mempersilahkan suaminya duduk. "Biar aku ambilkan makanan untukmu... ini, sudah waktunya makan siang..."


"Aku ingin makan yang lain." sahut Andrew seketika.


Jea membuang nafasnya, mengalah dan memilih duduk di samping suaminya. "Kau ingin makan apa?? Makan di luar??"tanya Jea memastikan. Siapa tahu, Andrew tak berminat dengan menu yang ada di restoran nya ini.


"Bukan,,, tapi makan kamu!!!" bisik Andrew terdengar seperti desahan bagi Jea.


"Astaga... tadi pagi sudah. Sekarang kau mau lagi???"pekik Jea terkejut bukan main. Sepertinya Andrew tak punya rasa lelah. Pantas saja, ia selalu membawa wanita penghibur, eits,,, tapi dulu.

__ADS_1


Andrew menatap Jea tanpa ekspresi. Hanya bola matanya yang seakan berbicara, tak butuh penolakan. Baiklah, untuk pertama kalinya buat mereka melakukan di sini.


***


Dalam waktu bersamaan di tempat yang berbeda.


Yuni tengah mendatangi keberadaan Clara. Yuni membutuhkan pekerjaan. Hampir sebulan sudah ia menganggur. Ia perlu duit untuk berdandan. Tak memegang duit, rasanya bagai gambar, tapi hidup.


Dan di sinilah Yuni, tepat berada di depan apartemen Kelvin ex boss-nya.


Setelah memencet bel pintu berkali-kali. Akhirnya, Clara membukakan pintu itu. Yuni sangat tahu akan jadwal Kelvin. Jadi Yuni yakin, Kelvin sedang tak ada di sini.


"Kau, ngapain kemari???" sembur Clara tak suka. Yuni bagai benalu baginya. Tapi lumayan, akan ia manfaatkan hari ini. Mungkin Clara akan meminta saran pada Yuni, tentang masalah yang menimpa kehidupan rumah tangganya ini.


"Non Clara, saya sudah dipecat dari KL resto. Saya butuh bantuanmu Non??? Karena saya dipecat, hanya gara-gara membela nona Clara..." seakan Yuni meminta bayaran akan usahanya dari penyerangan kepada Jea waktu lalu.


Clara tak senang jika ada seseorang yang menuntut seperti ini.


"Jangan menuntut padaku,, itu salahmu sendiri..." desis Clara tak terima.


"Tapi non,,,"


"Solusi apa non???"tanya Yuni setelah dipersilahkan duduk.


"Kau tahu,,, selama ini Kelvin tak memilikiku sepenuhnya..." ucap Clara pelan. Dia memang gadis tak tahu malu. Meceritakan pernikahannya pada orang lain.


Dan lihat, tampang Yuni terlihat polos. Polos apa bingung. Entahlah, Clara tak pandai membaca ekspresi wajah seseorang.


"Maksud nona???"


"Kami belum pernah berhubungan layaknya suami-istri. Apa kau paham?? Jangan pura-pura lugu. Aku tahu, kamu juga sudah tak segelan lagi..." Clara tak sesabar itu, jika disuruh menjelaskan secara detail dan terperinci. 'Aish.. sialan Yuni. Memancing emosiku saja.' batin Clara kesal.


Yuni menunduk malu. Meskipun mulutnya sepedas cabe. Untuk masalah yang satu ini, Yuni kurang paham. Hello?? meskipun dia sudah 24 tahun. Tapi dia belum laku. Alias Jones (Jomblo ngenes), tapi setiap ditanya, apa sudah punya pacar?. Jawabnya pasti -sudah-. Gengsi dong Yuni??? Jadi ia patut berbohong untuk yang satu itu. Biar tetap dikenal, kalau dia juga payu garis miring laku keras.


"Lalu, apa yang bisa ku lakukan non???"jawab Yuni setengah malu. Ia bukan gadis selugu itu. Meskipun tak berpacaran diusianya yang hampir seperempat abad, setidaknya dia juga punya pengalaman dari video panas atau cerita panas yang pernah jadi pengalamannya.


"Apa yang sekiranya biar Kelvin mau menyentuhku lebih..." balas Clara yang mulai malas.


Yuni sedikit berfikir. "Nona yang mulai duluan, merayunya. Pakai lingerie non kalau perlu..." balas Yuni antusias. Ide itu muncul dari cerita yang pernah ia baca. Lelaki akan takluk jika ada yang merayunya.


Clara mencoba mencerna ide gila dari Yuni. Sepertinya oke juga. Meskipun ini bukan pengalaman pertama bagi Clara. Tapi Clara belum pernah memakai lingerie saat akan berhubungan.

__ADS_1


Clara tak berniat membantu Yuni mencari pekerjaan. Jadi ia hanya menyodorkan beberapa lembar uang berwarna biru.


"Aku coba idemu itu. Ambil ini, dan segera pergi dari sini. Inget, jangan ember!!" ancam Clara penuh penekanan. Yuni mengangguk dan terimakasih. Yuni tak masalah belum dapat pekerjaan. Yang penting, ia pegang uang sekarang.


"Kalau nona perlu apa-apa, bisa hubungi saya non..." ucap Yuni sebelum meninggalkan tempat itu.


Clara hanya mengumpat. Kemudian, segera menutup pintu itu dengan keras. Saatnya ia memikirkan rencana merayu Kelvin. Tak masalah bukan, menggoda suami sendiri? Siapa tahu, dengan begitu Kelvin akan berubah pikiran dan mencintai Clara sepenuhnya.


***


Setelah aksi panas yang penuh adrenalin itu, kini, Jea dan Andrew sama-sama mengisi tenaganya kembali. Pengalaman yang begitu gila bagi Jea. Bagaimana bisa dia melakukan itu, saat karyawannya begitu sibuk bekerja.


Tapi jangan tanyakan, sensasinya begitu luar biasa. Tak bisa ia ceritakan secara gamblang. Sepertinya, virus kegilaan Andrew menular padanya.


"Malam ini, aku pulang larut. Jangan tunggu aku..."ucap Andrew setelah mengakhiri acara makan siangnya.


"Kau akan kemana???"tanya Jea curiga.


"Pekerjaanku menumpuk Jelly, kau cemburu pada pekerjaanku hemmmm..." Andrew mengelus lembut pipi Jea.


Jea bersikap datar, meski jantungnya kembali menggila jika diperlakukan seperti itu. "Tidak, aku takut kau mengulanginya lagi..." sanggah Jea dengan lantang.


"Itu tidak mungkin Jelly, aku sudah berjanji. Jika aku ingin,,, aku langsung datang padamu..." balas Andrew meyakinkan.


Pipi Jea langsung merona. Andrew memang orang yang tepat. Jea merasa sangat menyesal telah mengkhianatinya. Meskipun Andrew bilang, kalau kejadian itu Andrew anggap impas. Tapi Jea merasa, ia terlalu jahat pada Andrew, sempat melupakan kehadiran Andrew dalam hidupnya.


***


Sudah seminggu lamanya, Axel berusaha sabar menunggu informasi dari Thomas.


Dan hari ini, adalah hari kepulangan Thomas dengan membawa informasi tentang Kayla.


Hampir dua jam lamanya Axel menunggu dengan tenang. Revolver sudah ia kantongi di saku dalam jaketnya. Ia akan membunuh Thomas kalau perlu. Ia sudah muak dengan menunggunya, sekarang Axel harus move on dari Kayla. Come on, ada Haruka di sana. Jika Haruka hamil, Axel sudah bersiap menikahinya. Walau tanpa cinta sekalipun. Persetan dengan cinta. Axel tak percaya lagi.


Setelah larut dari lamunannya. Wajah Thomas akhirnya muncul di depan Axel. Wajah yang terlihat sangat kusut, tentunya begitu lelah. Tapi Axel tak perduli. Yang ia perdulikan adalah, informasi.


"Apa yang kau dapat???" Axel sudah tak sabar lagi.


Thomas segera mengeluarkan dokumen pentingnya.


"Apa itu??? Cepat katakan!!!" Axel mengeluarkan revolvernya. Mengarahkan benda bahaya itu tepat di jantung Thomas, sang tangan kanan. Axel tak suka jika ada yang mengusik keinginannya. Tak perduli jika itu Thomas sekalipun.

__ADS_1


__ADS_2