I Love You Tuan (ILYT)

I Love You Tuan (ILYT)
7


__ADS_3

.


.


.


Andrew menyeringai dan membisikkan sesuatu di telinga Jea.


"Sudah berapa banyak laki-laki yang menidurimu?"


Jea terkejut bukan main. Dia yang merasakan gairah yang belum tuntas langsung merah padam. Ingin sekali menampar pipi Andrew dan memukulnya. Tapi Jea tak punya tenaga setelah aksi gila Andrew yang bermain dengan dadanya. Dia langsung menstabilkan nafasnya dan menjauh dari Andrew. Merapikan baju atasnya yang hampir lepas.


Jea menatap Andrew dengan sorot mata yang tajam. 'Kau mempermainkan perasaanku tuan? Baru saja kau katakan ingin menikah. Lalu menyentuhku dengan seenaknya. Dan sekarang kau menuduhku dengan mulut kurang ajarmu itu. Apa kau tidak tahu, kalau hanya kau yang berani menyentuhku segila ini!!!'teriak Jea dalam hati. Dan langsung meninggalkan tuan nya.


Andrew terpaku. Diam tak bergeming. Dia memikirkan sesuatu. Apa ada yang salah?? Kenapa Jea terlihat begitu marah?? Bukankah dia wanita yang seperti itu??? Apakah dia perawan??


'Shittt... sulit dipercaya... mana ada gadis dari tempat seperti itu masih perawan?'gumam Andrew dia tak yakin. Tapi dari sorot mata Jea, Andrew tahu dia menahan amarah yang luar biasa.


*


*


*


Menjelang hari H. Semua pelayan dan orang-orang suruhan Parker sibuk dengan sendirinya. Jea tidak lagi disuruhnya menjadi pelayan.


Tapi Jea merasa seperti orang asing. Bahkan bi Murti mulai memanggil dirinya dengan sebutan Nona. Jea risih. Tapi mau gimana lagi. Dia hanya mainan. Dan melakukan apapun sesuai dengan keinginan sang majikan.


Rumah ini di dekor dengan begitu mewahnya. Bunga-bunga di sudut ruangan. Lampu tumbler bulat warna-warni, tak lupa juga lampu tirai. Bunga mawar dan beberapa hiasan lainnya.


Apakah Jea bahagia??? Entahlah. Sebenarnya dia bahagia bisa menikah. Tapi dia kecewa. Takut atas kelakuan Andrew. Hanya cinta di dalam hatinya yang menguatkannya.


Jea mulai berjalan dari dapur menuju ruang tamu hingga ke ruang keluarga. Di sana Jea melihat Marlina sedang berbincang-bincang dengan Kelvin dan seorang pria dewasa. 'Siapa dia???'batin Jea saat menatap pria matang berusia 32 tahun. Dia adalah Marco. Kakak dari Kelvin. Dia sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Marco baru saja pulang dari luar negeri. Karena sebagian perusahaan Parker berada di luar negri yang dikelola oleh dirinya dan ada satu perusahaan yang diwariskan untuknya dan Kelvin. Jadi Marco jarang berada di negara kelahirannya.


Jea ingin mendekat. Tapi takut mengganggu. Jea ingin menjauh tapi terlambat. Kelvin melihatnya.


"Halo calon kakak ipar?"sapa Kelvin sambil melambaikan tangannya. Mau tak mau. Jea menatap Kelvin dan tersenyum kemudian mengangguk. Marlina yang posisinya memunggungi akhirnya menoleh.


"Sini Jea sayang..."


Jea menurut dan mendekati Marlina. Jea juga penasaran. Apa hubungan Marlina dengan kedua pria ini.

__ADS_1


"Jea... ini anak ibu. Perkenalkan dia Marco..."ucap bu Marlina sambil menunjuk Marco.


"Marco... kakak tiri Andrew..." Jea dan Marco berjabatan tangan sebentar. "Jealita...."


"Dan ini...."ucapan Marlina terpotong.


"Aku Kelvin... calon adik iparmu..."serobot Kelvin dan langsung menjabat tangan Jea. Dari awal Kelvin sudah tertarik dengan Jea. Tapi dia cukup tau diri. Jea calon dari kakak tirinya. Bahkan setelah Andrew menikah. Mungkin Kelvin sudah tidak ada hubungan lagi dengan keluarga Parker.


Setelah sedikit mengikuti obrolan keluarga. Jea akhirnya paham. Kalau Marlina hanyalah seorang ibu tiri. Pantas saja Andrew tak menghormatinya. Tapi Jea merasa sifat Marlina selalu baik. Berbanding terbalik dengan sikap ibu tirinya. Di sini yang bersikap jahat adalah Andrew, sedang Marlina yang tertindas. Jea juga menyadari. Bahwa tak semua ibu tiri itu kejam.


Setelah sedikit obrolan itu. Jea rasanya tak enak berada di tengah-tengah keluarga yang terlihat begitu akrab dan saling melepas rindu itu. Jea akhirnya pamit. Sebenarnya Jea mencari-cari Andrew. Tapi tak menemukannya.


*


*


*


"Ibu... setelah Andrew menikah.. ibu tinggalah di rumahku..."pinta Marco kepada Marlina.


"Jangan kak... kakak sudah menikah. Biar ibu tinggal di apartemenku.."usul Kelvin.


Marlina menimbang-nimbang keputusannya. "Ibu rasa ibu akan tinggal bersama Kelvin Marco. Kamu tak keberatan kan??"


"Iya maafkan ibu nak... karena ibu tak biasa di luar negri. Ibu tidak tahu bahasanya.. Tapi sesekali suruh istrimu mengunjungiku. Ibu kangen...setelah kalian menikah, Ibu belum bertemu dengan Nora lagi..."


"Iya pasti ibu... Nora akan mengunjungimu"


"Setelah Andrew menikah. Sebulan setelahnya semuanya akan ku serahkan pada Andrew. Hanya satu perusahaan yang diberikan untuk kita. Tapi itu perusahaan kecil dan kurang menjamin untuk kita. Karena akhir-akhir ini proyeknya sedikit terbengkalai karena Marco memprioritaskan milik Parker dulu dan berdampak bagi perusahaan kami..."


Marco menghela nafas panjang.


"Tapi syukurlah... karena hasil kerja keras, Marco sudah punya usaha lain. Begitu juga Kelvin dengan usahanya sendiri..."lanjut Marco yang sukses membuat Marlina menangis. Dia bukan dari keluarga kaya raya dan juga bukan dari keluarga miskin. Dia dulunya anak juragan sapi di desanya. Karena menjanda dan hingga merantau ke kota akhirnya ketemu Parker dan menikah.


"Kakak tenang aja... ibu pasti aman bersamaku. Aku anaknya juga, aku juga kasihan padamu ibu... selama ibu tinggal di sini, Kelvin jarang melihat Andrew dan ibu bergurau. Ibu lebih banyak diam dan Andrew entahlah... aku jarang kesini tapi sifatnya memang dingin dan temperamen" balas Kelvin. Percakapan keluarga itupun selesai.


#


#


#

__ADS_1


Jea menatap dirinya di depan cermin. Tiba-tiba ayahnya datang. Jea berlari dan memeluknya. 'Ini seperti mimpi??'batin Jea dalam pelukan ayahnya.


"Maafkan ayah sayang... ayah tidak tahu menahu tentangmu..."ucap Andriansya ayah Jea.


Jea melepas pelukannya dan menatap ayahnya. Jea ingin bercerita tentang dirinya yang dijual oleh Sherly tapi diurungkan. Karena Sherly tiba-tiba ikut masuk di ruangan make up. Kok bisa?? Ingin sekali Jea nenamparnya. Tapi apalah daya. Dia sampai di sini juga berkat Sherly.


"Ayah... siapa yang memberi tahumu?"tanya Jea penasaran. Selama tinggal di mansion Parker. Jea tidak diijinkan ke luar rumah meskipun hanya di halaman. Bahkan alat komunikasipun Jea tak punya. Jadi bagaimana mungkin ayahnya tahu kalau Jea akan menikah??


"Kemarin tuan Andrew datang. Dia bilang akan menikahimu. Dan dengan dijemput anak buahnya. Ayah dan mami akhirnya sampai di sini sebagai wakil dari mempelai wanita"


Jea terharu. Langsung memeluk kembali Ayahnya.


Ternyata Andrew masih perduli. 'Kau sangat sulit di tebak tuan.. kalau begini terus. Aku benar-benar tak ingin lepas darimu'batin Jea menyunggingkan senyum di balik dada ayahnya.


Tak terasa pernikahan Jea dan Andrew pun akhirnya berjalan dengan lancar. Semua memuji atas kecantikan Jea. Nyonya Parker. Semua mata lelaki yang berada di gedung itu menatap Jea dengan tatapan kagum. Dan hampir semua mata wanita yang di sana juga tak mau lepas dari pesona Andrew yang memakai toxedo hitam.


Jea bahagia. Sangat bahagia. Ayahnya datang itu hal yang sangat membahagiakan tersendiri. Pantas saja kemarin Jea mencari Andrew tidak ketemu. Ternyata dia sedang menemui ayahnya.


Tanpa sadar Jea menggenggam erat tangan Andrew. Andrew menatapnya. Tak lupa wartawan langsung mengambil gambar itu yang terlihat romantis.


Saat ini ke-2 nya duduk dipelaminan.


Kelvin yang menatapnya sedikit iri. Andai dia yang mengenal Jea lebih dulu. Batin Kelvin yang melihat momen langka itu.


*


*


*


Sepulang dari gedung pernikahan, semua keluarga diboyong ke mansion kediaman parker. Karena malam ini adalah malam resepsinya.


Jea sangat beruntung bisa menjadi istri dari Andrew meskipun dengan cara dibeli dan dijadikan mainan itu tidak masalah. Semuanya indah dengan seiringnya waktu dan dia berjanji akan membuat Andrew jatuh cinta padanya. Suatu saat nanti.


pukul 20.00 waktu setempat.


Resepsi di mulai. Lagi-lagi Jea memakai gaun yang super mewah. Berwarna hijau manik hitam. Semua memuji kecantikannya. Andrew yang berada di sampingnya bahkan tak mau berkedip. Andrew benar-benar terpukau pada istrinya. Selama ini Jea di matanya tak pernah berdandan. Jea tidak pernah merias wajah cantiknya. Dan sekarang Andrew terhipnotis. Kalau tidak mengingat malam ini malam resepsinya, ingin sekali Andrew nencumbunya di situ juga.


Semua orang asyik berdansa. Makan dan minum menikmati pestanya. Di tengah-tengah keramaian. Jea melihat seseorang yang dikenalnya.


"Patty...."

__ADS_1


to be continued....


makasih sudah mampir...


__ADS_2