I Love You Tuan (ILYT)

I Love You Tuan (ILYT)
8


__ADS_3

.


.


.


Patty adalah teman semasa SMA nya. Jea memang tidak terlalu akrab. Tapi cukup mengenal Petty. Karena sekolahnya dulu adalah SMA khusus yang hampir semua muridnya adalah perempuan. Jadi tidak terlalu sulit menghafal teman perempuannya. Tapi siapa yang mengundang Petty. Hal itu yang membuat Jea semakin penasaran.


Andrew berbisik sesuatu ke Jea kalau dia akan berbaur dengan para colleganya. Jea mengangguk dan segera menghampiri Petty.


Saat Jea menjauh dari Andrew, ternyata bukan Jea yang menghampiri. Justru Petty yang terkesan antusias dan melangkahkan kakinya dengan cepat. Jea akhirnya berdiam diri di dekat Guci yang berada di salah satu sudut ruangan.


"Hai Lita," sapa Petty basa-basi. Jealita di sekolahnya dulu memang biasa di panggil Lita.


"Hai... Patty??" Jea berbinar setidaknya di acara resepsinya dia bertemu dengan orang yang dikenalnya selain ayahnya dan Sherly.


Petty menyedekapkan ke-2 tangannya di dada. Pakainya begitu mewah. Petty sangat cantik. Jea terkagum-kagum melihatnya.


Patty menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya secara kasar.


"Aku gak nyangka Lit... ternyata kamu itu sama saja... Menjual diri untuk uang... ck" Patty berdecih seperti jijik.


Deggggggg....


Jea tidak menyangka kalau Petty akan berkata seperti itu. Ia fikir dia akan mengucapkan selamat atas pernikahannya. Jantung Jea berdegup tak karuan.


"Ma.. maksud kamu???" tanya Jea ingin memperjelas ucapan Petty.


"Lita-Lita, kamu itu gak usah pura-pura. Aku tahu semuanya tentangmu. Kamu itu wanita pungutan. Andrew memungutmu dari Dolly," jelas Petty menekankan kata Dolly yang berhasil membuat wajah Jea merah padam. Jea ingin berteriak saat itu. Nafasnya naik turun menahan amarah. Tangannya mengepal. Tapi lagi-lagi, Jea hanya pasrah. Ucapan Petty memang benar adanya. Kenapa dia marah??


Jea akhirnya menunduk, matanya berkaca-kaca.


"Lita-Lita... gak usah munafik deh... Madam menceritakan semunya. Aku gak nyangka, kamu yang dulunya polos dan pendiam. Ternyata sama saja. Rendahan!!!!"


Ternyata keberadaan ke-2nya telah diawasi oleh sepasang mata milik Kelvin.

__ADS_1


Yang Kelvin dengar adalah kata terakhir yang diucapkan oleh Patty. Kelvin segera mendekat.


"Kakak ipar, kamu di sini. Aku mencarimu kemana-mana," ucap Kelvin mencairkan suasana yang mencekam itu. Petty menatap Kelvin malas. Pasalnya dia belum selesai menindas Jealita. Dan dengan terpaksa akhirnya Petty meninggalkan ke-2 orang itu.


Kelvin menatap Jea dengan intens. Tapi Jea hanya menunduk sambil menahan air matanya. Hatinya seraya tercubit dengan semua ucapan Patty. Sakit. Jea menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Ia ulang-ulang kegiatan itu sampai emosinya terkontrol.


Kelvin masih menatapnya. "Kamu gak apa-apakan?"


Jea menatap Kelvin sekilas dan menggeleng.


"Sebentar,aku akan mengambilkan mu minum."


Selang beberapa menit Kelvin sudah membawakan segelas minuman. Jea menerimanya dengan senang hati. Sekali tenggak minuman itu langsung habis.


Kelvin tahu saat ini Jea tidak baik-baik saja. Karena kata rendahan yang diucapkan sama Patty masih terngiang-ngiang di telinga Kelvin sampai saat ini. Apalagi Jea orang yang dituduhnya.


"Ikutlah denganku." Kelvin membawa Jea ke taman belakang dekat dengan kolam renang. Mereka berdua duduk di sebuah bangku, melihat kolam renang yang terkena cahaya bulan dan cahaya lampu. Pantulan cahanya terlihat begitu indah di malam hari.


Kelvin berusaha mencairkan suasana. Sebenarnya dia malas memanggil Jea dengan kakak ipar. Tapi demi rasa hormatnya pada Jea panggilan itu terlihat lebih tepat untuk situasi apapun menurutnya.


"Kakak ipar, ada apa??"


Kelvin menghela nafas dan ingin meraih jari-jemari Jea. Tapi Jea menjauhkan tangannya. Kelvin menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena malu tangannya ditolak. Tapi Kelvin berusaha kembali tenang. Kelvin menatap Jea.


Jea memang wanita cantik natural dan juga wanita tegar, pantas Andrew menikahinya.


Kelvin masih penasaran dengan ucapan Petty. Ingin sekali bertanya tapi ia urungkan. Dilihat dari wajah Jea yang muram. Kelvin menilai kalau Jea mempunyai masa lalu yang tidak baik-baik saja.


"Ceritalah kakak ipar, aku akan mendengarnya."


"Tidak tuan... aku baik-baik saja."


Kelvin menyunggingkan senyumnya. "Tuan???? aku bukan tuanmu Nona???" ucap Kelvin sedikit bercanda.


"Panggil aku Kelvin," perintah Kelvin dan dibalas dengan gelengan oleh Jea.

__ADS_1


"Saya tidak bisa.."


"Kenapa??"


"Karena anda keluarga dari tuan An----" Jea menjeda ucapannya. "Keluarga suami saya," ralatnya. Sepertinya berat sekali berkata seperti itu. Apakah benar Andrew akan menerimanya sebagai istri?? Atau ada hal lain dibalik pernikahannya ini?? Jea masih belum mengerti.


Kelvin mengendus bau-bau mencurigakan. Tapi sesegara mungkin ia tepis. Jea gadis baik-baik. Hanya itu yang terkesan pada Kelvin setelah Jea berpamitan akan kembali ke pesta.


***


Pesta telah berakhir. Jea sangat lelah. Andrew meraih tangan Jea dan membawanya ke kamar. Andrew yang sedari sudah tidak sabar ingin mencumbu Jea akhirnya mendorong Jea sampai terjerembab di atas kasur king size miliknya.


Andrew segera mengunci kamarnya. Dia tidak mau menunda-nunda lagi. Tidak mau kejadian masa kelamnya terulang.


Dengan gerakan cepat Andrew menindih tubuh Jea. Jea terkejut bukan main. Ingin rasanya menolak karena lelah. Semuanya sia-sia. Andrew sangat liar. Bahkan beberapa kali menampar Jea karena Jea berusaha menolak.


Ciuman Andrew penuh nafsu. Hingga sesuatu memaksa masuk ke milik Jea. Jea menangis tak kuasa menahan sakit dimiliknya.


Andrew berhenti sejenak. "Shittt... kau masih perawan Jelly???" ucap Andrew menatap lekat Jea. Tapi nafsunya sudah diubun-ubun. Mau tidak mau Andrew tetap memaksa hingga Jea menjerit tak kuasa.


Andrew sedikit merasa bersalah. Ternyata tuduhannya kepada Jea selama ini salah.


Andrew terus memompa. Desahan demi desahan bersahutan di kamar pribadinya.


***


Cahaya matahari menelusuk masuk melalui celah Jendela. Jea sangat lemas. badannya remuk seperti tak bertulang.


Jea mengerjapkan matanya dan menatap Andrew yang masih tidur pulas. Jea mengulas senyum. Dia bahagia bisa memenuhi kewajibannya sebagai istri meskipun Andrew melakukannya dengan cara yang kasar dan brutal. Jea tersiksa. Tapi apa boleh dikata. Sekarang posisinya menjadi istri dan harus patuh pada suaminya.


Jea menelusuri wajah Andrew. Wajahnya teduh dan damai. Nafasnya teratur. "Apa kau bahagia tuan???" gumamnya. Ingin sekali Jea mengusap lembut pipi suaminya. Tapi ia urungkan. Jea harus sadar diri. Karena walaupun statusnya adalah istri. Jea adalah wanita pungutsn seperti apa yang Petty ucapkan.


Andrew terbangun dan hanya menatap Jea datar. Bahkan ucapan selamat pagi tak terucap dari mulutnya. Badan Jea masih lemas. Dia belum sanggup bangun dari posisinya.


Andrew mengambil boxer dan pergi ke kamar mandi. Jea seperti terasingkan. Dia seperti wanita panggilan yang melayani tamunya dan setelah selesai ditinggalkan.

__ADS_1


Jea meratapi nasibnya. Kesedihan mulai melanda. Jea bahkan tidak yakin bahagia. Apa mungkin dia sanggup mengambil hati Andrew???


to be continued..


__ADS_2