Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Sholat * Episode 22


__ADS_3

* Assalamualaikum warahmatullah *


Shafura mengikuti sepersekian detik ucapan dan gerakan imamnya, Qun. Mereka Sholat bersama di ruangan rahasia sesuai keinginan Shafura dan Qun mengizinkannya, serta Qun menyanggupi permintaan Istrinya agar menjadi imam untuk pertama kali dalam hidupnya.


Tok Tok


" Apakah kalian masih Sholat ? " Tanya Zaf.


Amiin


Shafura mengaminkan doa Qun, dan tak lupa menyambut tangan suaminya untuk menciumnya.


" Sebentar Zaf " Saut Qun.


" Lihati dia, biar aku yang bereskan ini " Ujar Shafura yang diikuti anggukan oleh Qun lalu berdiri dan membuka pintu.


Saat pintu terbuka Qun melihat Zaf yang sudah siap dengan setelan kerjanya.


" Aku berangkat sekarang ! ".


Lalu Shafura menghampiri setelah selesai melipat sajadah.


" Mau pergi sekarang Zaf ? ". Tanya Shafura.


" Iya Kak ".


" Baiklah ! Tadi Abang juga sudah menyuruh Zack untuk ke sana dan memeriksa sekitar ".


" Akh kau ini Bang " Zaf menyeringai tak suka.


Zaf kemudian menundukkan tubuhnya dan mengambil tangan Qun lalu menciumnya. Qun awalnya diam saja lalu lekas menarik tangannya karena merasa Zaf bersikap aneh.


" Kau kenapa Zaf ! tak biasanya, jangan membuatku takut. Apa kau buang tebiat ? ", Tanya Qun heran.


Shafura memukul Qun pelan mendengar ucapan Suaminya, karena ucapan adalah doa.


Zaf menatap Qun malas " Aku hanya ingin berpamitan denganmu, apa aku salah, salahkah kak ? " Menoleh ke Shafura.


Shafura hanya menggeleng.


" Tidak salah, tapi kau tak pernah melakukannya selama ini "


" Sudahlah aku mau berangkat sekarang, kau tidak asik Bang " Zaf nampak sangat kesal dengan Qun.


Lalu Zaf hendak menyalami Shafura juga, dan Qun memasang tubuhnya melindungi Shafura.


Zaf menatap heran.


" Meski kau Adik kandungku, kau tetap bukan Mahram dengan kakak Iparmu Zaf, sehingga dilarang kau menyentuhnya ".


Shafura hanya terdiam mendengar Jawaban Qun


* Qun siapa kau sebenarnya, kau sungguh mengajarkan aku tentang jangan menilai orang lain ketika belum saling mengenal, kau sungguh membuatku takjub Qun. *

__ADS_1


Shafura menatap Kagum pada Qun yang notabenenya seorang peracik minuman beralkohol dan itu dilarang Agama, di sisi lain Qun mengerti Agama, sungguh dua hal yang kontradiktif baginya .


" Begitukah Bang, maaf ! ".


Lalu Zaf melakukan gerakan yang sama saat pertama kali ingin menyalami Shafura di Bar namun mendapat penolakan dari Shafura. Dan kini Shafura membalas hal serupa apa yang Zaf lakukan dengan menyatukan kedua tangannya di depan dada.


" Aku suka melihat kalian seperti ini, membuat hatiku tenang, baiklah aku kerja Bang, Kak ! ". Zaf lalu beranjak pergi.


" Hati - hati Zaf ! " Ucap Shafura


" Kabari kalau ada apa - apa ! ". Teriak Qun.


Zaf menjawab hanya dengan mengangkat jempolnya tinggi sambil menuruni tangga. Setelah memperhatikan Zaf yang pergi dari balik pintu, Qun lalu berbalik.


" Au " Shafura memegangi kepalanya yang terbentur dada bidang Qun karena Qun bertindak tiba - tiba.


" Maaf sayang, kamu lagi mikirkan apa ? " Tanya Qun.


" Memikirkan di mana kau belajar Ilmu Agama ? " Tanya Shafura balik.


" Ajari dulu aku ngaji baru aku kasih tahu siapa orangnya ! " Qun menaikkan kedua alisnya bersamaan dua kali.


Shafura menatap tak percaya


* Apakah kau merendah untuk meroket suamiku *.


" Bacaan Sholatmu tak ada kurangnya Qun, makhorijul hurufnya sudah bagus, berarti ngajimu juga sudah sering ". Lanjut Shafura.


* Ahh, dia mulai lagi *.


Shafura menatap malas " Baiklah ! ".


Qun lalu mengajak Shafura untuk ngaji bersama, ketika hendak mengaji, Shafura lebih memilih menopang dagunya karena Qun memulai lebih dulu dan dia hanya mendengarkan bacaan Qun yang berirama.


* Kau benar - benar mengalihkan duniaku Qun, aku jadi tak karuan begini, kau memintaku mengajari tapi kau sendiri jauh lebih baik dariku, ah sudahlah ! Aku cukup mendengarkanmu saja, itu juga berpahala, maaf Ya Allah kali ini saja *.


Setelah lima belas menit berlalu, Qun menghentikan bacaanya, dia mendapati Shafura yang terus memandanginya. Di pindahkannya Al-Quran ke tepi lalu merangkak maju ke depan Shafura.


" Apa lagi yang kau pikirkan Sayang ? " Sambil mengambil tangan kekasihnya itu dari dagunya.


* Aku memikirkanmu, pertemuan kita yang tak di sengaja lalu aku jatuh cinta dalam sesaat, dan sekarang aku di mabuk kepayang *


" Siapa gurumu ? " Tatapan Shafura penuh rasa penasaran.


Lagi - lagi Shafura tak jujur dengan isi hatinya


" Ouh baiklah ! Namanya pak Suhaimi. ".


Shafura langsung tercengang, nama itu mengingatkannya pada Pria yang kini masih Ayahnya dan seketika kejadian di dermaga itu kembali naik ke permukaan yang sempat ia lupakan.


" Dia tetanggaku, yang merawatku selama 2 tahun setelah ibu dan bapak pergi dan dia juga yang mengajariku Ilmu Agama sebelum akhirnya dia juga meninggal ". Lanjut Qun.


" Karena ? ".

__ADS_1


" Wanita !. Dia ditinggal Istrinya saat usia pernikahan mereka baru seumur jagung dan Istrinya membawa anak mereka yang berusia setahun dan tak lama setelah itu Istrinya sudah punya Suami baru dan Ayah pergi meninggalkan kampungnya lalu pindah ke kota agar melupakan masalahnya, namun hingga akhir hayatnya dia masih membawa beban itu. "


Hati Shafura tersentuh ia turut larut dalam cerita Qun dan tanpa sadar meneteskan air matanya.


" Sudahlah jangan menangis, Ayah pasti tak suka " Sambil mengelapkan air mata Shafura dengan lengan bajunya


" Ayah ? " Tanya Shafura dalam tangisnya


" Ya ! Dia mengangkatku sebagai anaknya, dan Ayah bercerita tentang deritanya. Dari situlah aku mulai membenci wanita, kemudian tak lama wanita itu pula meninggalkanku saat pernikahan, aku semakin membenci wanita, sejak saat itu aku mulai stress berat selama 6 bulan, untung Pula sebelum itu aku bertemu Zaf dan dia mau merawatku"


Shafura kebingungan karena mendengar kejadian yang berurutan silih berganti.


" Apa waktu meninggal Ayah dan pertama kali bertemu Zaf serta wanita itu semuanya terjadi secara bersamaan ? " Shafura mengaruk kepalanya


" Ya, hanya beda waktu saja tahunnya sama, dimulai meninggal Ayah, tak lama bertemu Zaf, lalu ditinggal nikah ".


* Malang sekali nasib suamiku *


" Bagaimana bisa bertemu dengan Zaf ? ".


Qun menatap langit rumahnya seakan menggambarkannya kejadian 5 tahun yang lalu kembali diputar.


" Malam itu, tepat 3 hari dari kepergian Ayah, aku masih berduka, tengah malam aku belum bisa tertidur lalu mendengar orang meminta untuk agar di ampuni, ketika aku datangi, ada delapan orang sedang menendang seseorang yang tengah terkapar, mukanya memar di mana-mana, aku kasihan lalu membantunya dan mengajak ke delapan orang itu berkelahi dan menang ".


" Lalu bagaimana dengan Zaf ?" Tanya Shafura yang semakin di serang rasa penasarannya.


" Dia hampir mati dan dirawat selama 2 minggu, karena tak ada keluarganya yang bisa aku hubungi aku bilang sebagai Abangnya ".


" Apa yang terjadi setelah Zaf sadar ? ".


" Setelah sadar, dia mengajakku berteman, dan bekerja dengannya, tapi aku menolak untuk kerja di tempatnya sebagai Bartender karena tahu itu dilarang ".


" Lalu kenapa sekarang malah jadi Bartender disana ! ".


" Tak lama setelah itu pula kematian ibu dan bapak semakin menunjukkan hasil, mereka dibunuh oleh orang yang sering bertransaksi narkoba, aku berpikir bisa mengungkit kematiannya dengan bekerja disana karena kata temanku yang seorang polisi tempat transaksi mereka dari satu bar ke bar yang lain ".


" Berarti menjadi Bartender itu hanya sebagai penyamaran ".


" Ya ! bisa dibilang begitu. Niat utamaku menangkap sendiri pembunuhnya ".


Qun merasa terpancing emosi karena usahanya belum juga membuahkan hasil sampai sejauh ini.


Shafura memegangi wajah Qun yang merah padam, lalu Qun membalas memegangi tangan lembut Shafura yang kini diwajahnya dan mengelus dengan pipinya


" Bagaimana kini kasus itu ? ".


" Masih buntu ! Karena selama aku disana tak ada lagi yang berani bertransaksi barang itu sampai kini, jadi semakin sulit untuk mengungkapnya ".


" Bolehkah aku memberi saran ! ".


...Bersambung ...


***

__ADS_1


__ADS_2