
" Apa ini benar Flashdisknya? "
" Iya ini benar, Coba buka yang itu " Tunjuk Sella pada satu file yang tersimpan dalam format PDF.
Zaf kembali mengklik apa yang Sella perintahkan dan betapa terkejutnya mereka semua kala mengetahui isi dari File tersebut.
Semuanya membaca dalam hati tapi lagi - lagi Qun tak peduli dengan isi File tersebut. Dia ikut berdiri di belakang sofa bersama Shafura tapi arah pandangannya adalah wajah istrinya ini.
...Maafkan saya yang telah tipu You selama ni, Saya jalankan amanat je, Semua kedudukan dan pangkat yang saya sandang selama ni, Tu bualan je, Inilah tugas saya selama ni, Saya kena jalankan arahan Bos Saya....
^^^Aeril.^^^
Itulah secarik surat yang Aeril tulis untuk Sella, yang mana menunjukkan kalau Sella selama ini telah di tipu mentah - mentah oleh Aeril.
Shafura terkejut dan menutup mulutnya lalu melihat Geris yang juga duduk di sofa bersama Sella dan Zaf. Geris bereaksi sama dengan Shafura sedangkan Zaf hanya merebahkan badannya atas fakta itu.
* Ya Allah, Bantulah Sella dan Bantulah kami untuk menolongnya, beri ia kesabaran dalam melewatinya *
Sella tak dapat menutupi rasa kecewanya telah di khianati Aeril, Aeril yang di kenalnya baik, lemah lembut bahkan Sella menganggapnya sebagai pembawa pelita di malam yang gelap mampu mengkhianatinya dengan meniup sendiri lampu itu dan meninggalkannya saat harapan bebas dari ketiga pria busuk itu sudah di depan mata, Sebutir air mata telah mengalir atas fakta yang tak bisa di terima ini, bertahun - tahun Sella percaya padanya namun semua hanyalah tipu muslihat saja.
" Tidak! Ini pasti salah " Sella panik dan menghapus air mata itu.
" Sella tenanglah " Ucap Shafura.
" TIDAAAK! ini pasti ada yang salah ". Bentak Sella
Sella tak mampu menahan emosinya lagi, dia sudah si kuasai oleh emosi itu sendiri. Sella lalu memutar Laptop itu menghadapnya dan mencoba mencarinya sendiri.
" Tidak huuuts, ini pasti salah, Aeril tak mungkin mengkhianatiku dia orang yang baik. "
Berulang kali Sella mencabut dan memasangkan lagi benda kecil itu, tapi tak ada yang berubah di dalam sana, apa yang pertama kali mereka lihat itulah juga yang keluar di layar Laptop itu.
Melihat Sella yang gemetar ketika tak ada yang berubah di dalam sana, Shafura ikut menjatuhkan air matanya dan menatap Qun yang tetap setia menghadapnya, Qun hanya memejamkan matanya pelan dan membukanya lagi serta membersihkan air mata Shafura.
" Tenanglah, pasti ada jalan "
Itulah kalimat yang Qun bisikkan di telinga Shafura. Shafura mengiyakan bisikan Qun dan kembali menatap Sella.
Sella memegangi Benda itu.
" ini Salah, pasti salah, pasti Aeril salah memberikan Flashdisknya, Ger katakan ini salah, Ini Salah "
" Kak Sudahlah lupakan bukti itu, sekarang ada kami yang akan membantumu! " Ucap Geris.
" Tidak Ger, hiks hiks, Aaaaaaaa "
PLAAAKK
Dengan tenaga yang tersisa Sella melemparkan benda itu hingga terpental jauh mengenai Pintu masuk.
Geris langsung memeluk Sella yang histeris Sedangkan Shafura hanya mengurut pelan punggung wanita yang di kelabui selama bertahun tahun ini.
" Aaaaaaaaaa aaaa hiks, Aaaaaaaa,aaaaaa "
" Sella aku mohon tenanglah, Zaf dan Qun akan membantumu " Pujuk Shafura.
" Hiks hiks aaaaaa, aaaaaaaaa, aa "
Seketika suara Sella menghilang, Shafura yang menyadari itu menyenggol Qun karena posisi Qun tepat berada di belakang Geris untuk melihatkan kondisi Sella. Qun menuruti permintaan Shafura.
" Kak, kak Sella "
" Dia pingsan ! "
Itulah kalimat yang keluar dari mulut Qun.
" Apa! " Geris melepaskan pelukannya
" Hah " Zaf membenarkan posisinya.
Sella sudah lunglai di tangan Geris, Saat dilepas kepal Sella hanya tertunduk tak berdaya dengan sisa air mata yang masih basah di pipinya.
" Astagfirullah Sella !!! "
Shafura lekas beralih posisi mengitari Sofa dan mendekati Geris.
" Kak, Kak Sella! " Tepuk Geris pelan pada kedua pipi Sella.
Shafura yang sudah beralih posisi lalu mengeluarkan minyak angin roll on dari Sling bag miliknya.
" Ya Allah, Sella jangan begini, sadarlah "
Shafura mengoleskan minyak angin itu di sekitaran area pernafasan Sella.
" Perlukan kita hubungi Dokter? " Tanya Zaf.
__ADS_1
" Ya ! Telpon saja " Ucap Qun.
Zaf menuruti ucapan Qun dan kini mengambil Handphone kemudian mencari nomor Dokter pribadinya itu untuk menyuruhnya segara datang ke istananya ini.
Selang 15 menit Sella sempat sadarkan diri tapi badannya lemah dan sudah dipindahkan ke kamar, Dokterpun datang, Zaf mengajak Dokter Adi untuk segara masuk ke kamar tempat Sella di baringkan.
Saat di Cek Dokter Adi, Sella sadar namun masih lemas air matanya tak kunjung kering ia hanya terisak tapi tak mampu bersuara lagi, Sella mengalami syok berat karena di tipu oleh Aeril. Dokter Adi berpesan supaya Sella istirahat dulu dan tidak di benarkan untuk kemana - mana sampai ia bangun lagi karena Dokter Adi memberikannya obat penenang.
...***...
" Be ".
" Apa! "
" Sha kasihan ? "
" Be tahu, kita doakan saja "
" Be "
" Hmmmm"
" Kira - kira apa yang akan terjadi pada Sella jika kita tak dapat menolongnya ! ".
" Sayang jangan berpikiran yang aneh - aneh dulu, Nanti malam kita pikirkan lagi caranya untuk menyelamatkan dia. "
" Baiklah, Sha hanya gugup Be ! ".
Tak ada kalimat yang terucap dari Qun atas kondisi yang telah Shafura sampakain, Shafura yang kini duduk di depan cermin sembari membersihkan make upnya lalu melihat Qun yang kini turun dari ranjang, dan Shafura terus melakukan aktivitasnya sesaat kemudian ia sudah merasakan kalau ada yang menghangatkan tubuhnya, dan itu Qun yang datang untuk menghilangkan rasa gugup dari Shafura.
" Be? "
" Khawatir itu wajar, tapi jangan sampai membahayakan kesehatan Sha sendiri, Be tak mau Sayang sakit, jadi tenanglah "
Shafura mengelus tangan Qun yang melingkarinya.
" Terima kasih Be "
Qun hanya tersyum manis dan Shafura dapat melihat itu dari cermin kamar mereka, Setelah Dokter Adi pulang, Shafura dan Qun serta Zaf kembali ke kamar masing - masing yang sudah di siapkan oleh Pak Tor sedangkan Sella di jaga oleh Geris.
" Be! "
Qun mengangkat kedua alisnya.
" Kemana ? "
" Sholat ke Mesjid ".
" Ke Mesjid ! "
Shafura mengangguk. Qun lalu melepaskan dekapannya dan kini beralih meraih tangan Shafura.
" Yaudah, Tapi "
Shafura memasang wajah curiga.
" Semuanya di lakukan sama - sama " Lanjut Qun yang sempat terhenti.
" Iya - iya, Sha paham Sayang "
Shafura langsung berdiri dan mendahului Qun serta membalik keadaan dengan menarik tangan Qun.
" Ayoo! " Sella berjalan duluan menuju kamar mandi.
Qun kembali terseyum sebab Shafura mengerti maksudnya. Sedangkan Shafura begitu semangat sebab ini pertama kalinya dia ikut Qun Sholat ke Mesjid Sejak hari Jumat itu.
Setelah melakukan hal indah bersama, kini Shafura kembali melayani Qun dengan mencari serta memasangkan pakaian untuk Pangeran bersarungnya ini. Kini mereka berdua sudah siap Sholat magrib dengan pakaian senada putih - putih.
" Sore pak Tor, ke Mesjid? " Sapa Qun setelah membuka pintu.
Pak Tora yang melamun di halaman depan dengan pakaian serupa terkejut sebab ia membelakangi pintu masuk.
" Astagfirullah Qun, kebiasaan " Pria tua itu mengelus dadanya.
" Ha ha, Maaf Pak, Ngapain melamun ? "
" Bukan melamun, Bapak hanya sedang memantau ".
" Memantau siapa pak, Janda sebelah! " Celetuk Qun dengan nada bercanda.
Shafura yang sedari tadi diam, sontak reflek mencubit Qun yang bercanda dengan Pak Tora.
" Au au "
" Ooooh ! Sudah tahu rumah janda sekarang ya " Bisik Shafura.
__ADS_1
" He he " Qun tertawa kecil sambil mengelus pinggangnya.
Pak tora yang melihat itu hanya ikut terseyum.
" Bukan Qun, biasanya jam segini selalu ada orang yang mengintai rumah ini "
" Maksud Bapak! " Seketika wajah Qun tegang.
" Begini, Selama Zaf tidak tinggal disini, Bapak selalu melihat orang yang sama parkir di bawah mangga itu, dan arah pandangannya ke rumah ini, dan saat bapak Cek di CCTV ternyata benar orang itu orang yang sama tapi sayang bapak tak pernah melihat wajahnya, dia selalu memakai Helm "
" Apa Bapak sudah lapor Zaf ! "
" Tak perlu Lapor Bang, orang itu Zaky " Celetuk Zaf dari belakang.
Shafura dan Qun berbalik.
" Zaky ? "
" Iya pak Tor, dia anak buah Papa yang selama ini memata-matai aku, dia Sopir yang tadi "
" Ouh pantas saja bapak tak asing dengan pakaian sopirmu itu ".
" Sekarang di mana dia ? " Tanya Qun.
" Dia izin, katanya ada dinas, dia di telpon Mark ".
" Apa kita perlu kasih tahu Mark? "
" Jangan Bang , percuma !, Papa yang memasukkan Zaky di kepolisian dan Papa punya orang dalam sekalipun kita melapor tak ada gunanya "
" Siapa orang dalamnya Papa ? "
" Siapa lagi kak, Kepala Polisinya, makanya Zaky bebas kemanapun, tapi berbeda kalau Mark yang memberikannya tugas, Zaky harus patuh karena katanya tadi selain Kepala polisi tak yang boleh tahu hal itu ".
" Ouh begitu, Jaringan Papamu begitu besar Zaf, dari kepala keamanan Bandara sampai kepala Polisi juga ada di tangannya ".
" Itulah yang aku takutkan Kak, Entah apa niat Papa kali ini! "
" Semoga bukan suatu hal yang mengerikan ya Zaf "
" Semoga kak "
Zaf menggelengkan kepalanya, ia tak habis pikir dengan apa yang akan Papanya itu lakukan, tapi satu hal yang Zaf curigai hal itu tak jauh - jauh soal Uang.
" Kalian mau Sholat di depan! " Terka Zaf kemudian.
" Iya " Jawan Qun.
" Jalan kaki ? "
" iya biar lebih banyak pahalanya " Saut Shafura.
" Ouh.. yaudah, kirain mau pakai motor "
" Ke mesjid dengan Harley mu itu, yang benar saja,, kau ini "
" Ya kan aku nggak tau, Atau mau pakai mustang, udah lama tu nggak di keluarkan, ya kan pak Tor ? "
" Ada - ada saja kamu ini nak, Sudahlah kami jalan saja "
" Ouh ya sudah hati - hati "
" Oke, Titip Sella ya Zaf! "
" Siap Aman "
Qun, Shafura dan Pak Tor akhirnya pergi ke mesjid bersama. 20 menit berlalu mereka menghabiskan waktu di mesjid dan kini sedang berdoa, Saat sedang berdoa datanglah seorang anak kecil berbisik pada pak Tora, anak kecil itu adalah tetangga yang biasa bercengkerama dengan Pak Tor.
" Apa ! "
" Kamu yang benar Angga "
" Benar pak, Abang yang punya rumah itu suruh aku ke sini buat kasih tau Pak Tor "
" Ya sudah, ayo kita Pulang "
Melihat Pak Tor yang tergesa - gesa Qun yang tadinya khusyuk berdoa di ujung sana segera menuntaskan aminnya.
" Ada apa Pak? "
...Bersambung...
***
Apa yang terjadi di Istana Zaf?
__ADS_1