
" Zaf bisa jelaskan sesuatu " Qun membuka obrolan setibanya mereka semua masuk ke ruangan itu lagi.
Qun, Shafura, Zaf duduk di satu sofa yang sama dan di sisi lain ada Geris bersama Sella sedangkan pria misterius itu berdiri tepat di belakang Zaf dan sudah tentu tanpa Zaf perintah.
Zaf menggaruk kepalanya lalu melirik orang yang sedang berdiri di belakangnya itu. Dia tak tahu apa - apa tapi akibat pria itu memanggilnya tuan, dari sanalah Zaf mendapatkan tatapan sinis oleh Qun.
" Kau, bicaralah ! " Ujar Zaf kemudian pada pria itu.
Pria itu kembali mengangguk patuh. Seluruh pasang mata kini memandanginya dan beberapa dari mereka merasa tak asing dengan wajah pria itu saat ia membuka maskernya. Terutama Shafura dan Zaf mereka mengerucutkan keningnya ! Tapi tidak dengan Qun.
" Zaf! "
" Kak! "
Mereka berdua kini saling pandang dan sesaat kemudian sama - sama memejamkan mata seakan mengingat dimana pernah bertemu dengan pria itu !.
" Kalian berdua kenapa ? " Ujar Qun.
" Apa kau tak mengenali wajah pria ini Bang ! Kita seperti sudah sering bertemu tapi di mana ya ". Ucap Zaf dengan mata yang tertutup.
" Be cobalah perhatikan wajahnya ! "
Shafura berusaha keras mengingatnya, dia merasa kalau pria ini pernah bertemu dengannya dan bahkan sering sekali matanya bertemu dengan pria ini hingga ia begitu dalam membongkar isi ingatannya lagi.
Qun yang merasa aneh dengan kedua orang di sampingnya ini lalu menuruti permintaan mereka dan merenungi wajah pria itu cukup lama namun ia tak mengenali wajah pria itu.
" MARKKK " Ucap Shafura.
Sontak saja Zaf, Geris, Sella dan Qun serta kepala keamanan itu terkejut dengan nada tiba - tiba Shafura.
" Kenapa lagi dengan Mark, Sha ! "
" Bukankah kau anak buahnya Mark ? ". Tunjuk Shafura.
Qun semakin tak mengerti, namun berbeda dengan Shafura dia benar - benar yakin atas tebakannya itu kalau orang ini adalah orang yang sama dengan yang sering bersama Mark kemanapun Mark pergi bertugas. Shafura yakin karena otaknya masih mengingat jelas kalau pria ini adalah Penjaga Pintu saat Zaf di hajar anak buah Ibra, lalu pria ini yang membawa Ibra saat Ibra dalam keadaan mabuk dan di giring ke kantor polisi dan terakhir dia adalah orang yang ikut bersama Shafura Qun dan Zaf serta Mark untuk menangkap Pota saat penggrebekan malam itu.
Pria serba hitam dengan tinggi 175 Cm itu lalu memejamkan matanya pelan seakan mengiyakan tebakan Shafura.
" Aku agen Z, aku adalah anggota mata - mata di bawah perusahaan milik tuan Wegal sekaligus Bripda Zaky bawahan Senior Mark ".
__ADS_1
mendengar fakta itu Zaf dan Qun terkejut.
" Kau ! "
" Jadi selama ini ! "
" Maafkan saya tuan muda, saya hanya menjalankan tugas dari Tuan Wegal ".
" Berarti Papa tahu semuanya ? "
" Ya tuan, Tuan Wegal tahu semuanya ! "
Zaf bernafas kasar, dia sedikit kesal sebab baru mengetahui hal ini.
" Sejak kapan Papaku membangun bisnisnya ini ? "
" Sejak kematian tuan Vooc, kakek Tuan, Tuan Wegal membangun bisnis ini secara diam - diam terutama dari tuan muda sendiri, dan aku juga di tugaskan untuk mengawasi tuan selama tuan tinggal di Indonesia ".
" Apa Mark juga tahu hal ini ? " Tanya Qun
" Tidak, karena kami bergerak dari bawah jadi aktivitas kelompok ini tak ada yang mengetahuinya dan aku harap tidak seorangpun dari kalian membocorkan hal ini pada Senior Mark atau pada siapapun ".
" Apa Kalian juga ikut campur dalam penggerebekan malam itu ? " Tanya Shafura pula.
" Artinya Itu benar ! " Ujar Qun.
" Benar " Jawabnya lagi.
" Maksudmu ? " Saut Zaf.
" Begini Tuan, kami bergerak saat tuan juga ikut dalam kasus kematian orang tua dari Abang angkat tuan ini, dari situlah kami juga yang bekerja keras untuk membongkar semuanya, fakta tentang Pota ataupun jaringan narkoba semua itu berasal dari pencarian tim milik tuan Wegal yang aku berikan pada atasan Mark, pengejaran anak buah pota di rumah sakit juga di lakukan oleh agen yang lain baru aku serahkan pada Senior Mark, begitu pula orang yang di tangkap untuk menjadi kurir narkoba itu dia juga anak buah tuan Wegal yang menyamar sebab kurir aslinya sudah kami amankan ".
Shafura ternganga mendengar fakta sehebat itu, dia hanya mengira hal seperti ini hanya ada di dalam film namun ternyata hal ini terjadi di kehidupannya.
* Jadi selama ini kami di awasi *
" Kalau begitu kenapa sampai Zaf bisa terluka oleh anak buah Kane beberapa tahun yang lalu dan pemukulan atas interogasi malam itu ? Tanya Qun lagi.
" Atas insiden itulah kami di bentuk, dan untuk pemukulan yang di lakukan aparat polisi saat interogasi kami lengah hingga kehilangan jejak, tapi si polisi itu sudah tuan Wegal amankan dengan tanganya sendiri. "
__ADS_1
" Kalian membuatku seperti seorang pecundang "
" Maafkan kami tuan "
" Tenanglah Zaf "
" Bagaimana aku bisa tenang Papa mempermainkan aku, dia menganggapku seperti mainannya saja, dan apa alasannya bertindak sejauh ini "
" Sudahlah, kita ambil hikmahnya semua jadi terbongkar dengan cepat dan mungkin Papa ingin melindungi harta semata wayangnya ini "
Zaf bernafas kasar
" Heh, Bang! Kau belum mengenal Papa sebaik aku, aku paham pasti ada sesuatu di balik semua ini, aku yakin. Kalau hanya untuk menjagaku dia tak akan melakukannya sejauh ini, percayalah dia tak peduli padaku "
" Zaf jangan suudzon apalagi dengan Papamu sendiri ". Tegur Shafura.
Qun dan Shafura saling tatap.
" Lalu kenapa kau mengejar wanita ini, untuk siapa! Apa untuk Papa ? "
" Aku tidak tahu pasti tuan, yang jelas wanita ini begitu penting untuk bisnis tuan wegal karena dia adalah tawanan bagi partner bisinisnya, kini setiap anggota di Negara besar kawasan asia tenggara sedang was - was karena wanita ini baru saja kabur dan di ketahui sedang berada di bandara ini untuk berangkat ke luar negeri, maka dari itu kami berjaga di bandara setiap negara untuk menangkapnya ".
" Kawasan Asia Tenggara ? "
" Ya tuan, Anggota kita sudah tersebar di negara besar Asia Tenggara "
" Apa yang membuatmu begitu di kejar Sella ! " Tanya Shafura.
Mendapatkan pertanyaan dari Shafura, Sella yang sadari tadi juga diam mendengarkan fakta keluarga Zaf kini menelan liurnya. Sekarang semua beralih menatap Sella yang ketakutan. Tapi tidak dengan Qun, dia hanya memilih menatap istrinya dan tak lupa tanganya yang tak bisa lepas dari jari - jemari Shafura.
" Be ! "
" Please Sha "
Shafura tak bisa berbuat banyak bila Qun sudah memohon padanya, saat Qun dan Shafura saling berbisik pelan, hal itu tak luput dari pandangan Sella, Sella melirik Qun hingga terpaku pada wajah mantan calon suaminya itu.
* Kau tak berubah Ayek *
" Sel! Sella ! " Tegur Shafura saat ia melihat Sella yang menatap dalam suaminya ini.
__ADS_1
...Bersambung...
***