
FLASH BACK!
" Halo Ma! "
Itulah Kalimat yang Zaf ucapkan untuk menyapa wanita yang paling ia sayangi saat ini dan seterusnya, Sukma Sang Mama tercinta, dengan suara yang sedikit berat karena amarah dan kecewa yang ia alami hari ini, Zaf berharap mendapatkan sedikit obat ketenangan dari Sang Mama
" Ya Halo sayang, Apa kabar di sana! "
" Sehat, Mama? "
" Mama sehat, ini Mama lagi massage, kenapa Sayang ada masalah di sana ? ".
" Nggak Ma, Zaf hanya rindu suara Mama "
* Maafkan Zaf Ma, sudah berbohong, apa yang Papa lakukan kali ini Mama tak perlu tahu *
" Oh begitu ya sudah matikan saja kalau begitu, pasti rindu kamu sudah terbayarkan karena sudah dengar suara Mamakan! "
" Ma ! Aku masih rindu "
" Kau ini Zaf, tetap tak berubah! Mama tahu masalahmu Sayang jangan di tutupi, percuma saja. Dari suara mu Mama tahu, Papa baru dari sanakan dan beberapa jam yang lalu dia kembali pulang setelah berhasil mendapat tanda tanganmu, Mama benarkan, Kau juga sengaja menelepon Mama bukannya Video Call seperti biasa karena kau saat ini masih marah dengan perbuatan Papamu, Mama benar bukan ! "
DEG
Seluruh ucapan Sukma membuat Zaf terbelalak.
Benar kata orang - orang firasat Ibu terhadap anakanya begitu kuat, terutama bila si anak mendapatkan masalah.
" Kau tenang saja Zaf, ternyata apa yang Kakek takutkan akhirnya terjadi sekarang, tapi biarlah, biarkan Papa mengambil harta yang tak seberapa itu, anggap saja sedekah Zaf ".
Setelah Sukma bertutur panjang dan menebak kondisi anaknya, Zaf terdiam membisu, Zaf yang berharap hanya mendapatkan obat dengan mendengar suara lembut Sukma terpaksa harus membongkar masalahnya karena Sang Mama sudah mengetaguinya.
" Kenapa diam Sayang ! "
" Ma! "
" Kenapa Zaf "
" Mama tahu dari mana, apa Mama juga memasang mata - mata untuk mengikutiku di sini ".
" Tidak perlu kau tahu bagaimana caranya Mama tahu situasimu saat ini, siapa yang akan menjadi menantu Mama, apa jalan yang akan kau pilih nanti dan juga kejadian hari ini Mama sudah tahu lama ! "
" Sepertinya aku benar Mama juga mengawasiku di sini "
" Sayang nanti kau juga tahu kenapa Mama mengawasimu, yang perlu kau tahu alasan utama Mama adalah Menyelamatkanmu dari Papamu ".
" Ya sudah Ma, aku matikan ya aku tidak mau bahas masalah ini "
" Zaf, kau tenang saja biar masalah ini Mama yang turun tangan, Tapi Mama tak bisa pulang ke indonesia cepat kareba ada hal yang akan Mama selesaikan dan hasil dari ini adalah kado dari Kakekmu, sampaikan Salam Mama untuk calon menantu Mama, katakan Mama merestuinya dan kita akan bertemu nanti "
" Ma! Apa maksudnya tentang Kado dari Kakek! "
" Nanti kau tahu sendiri, yang jelas kini kau harus pikirkan semua niat baikmu itu, Mama juga setuju kalau kau mau pindah Agama lagi. Satu lagi! Jaga diri baik - baik ya sayang, sampai ketemu di hari pernikahan nanti "
* Dari mana Mama tahu semua ini *.
" Terakhir, sampaikan Salam Mama untuk Kakakmu Shafura dan abangmu Qun sampaikan terima kasih dari Mama karena sudah menjagamu "
" Baik Ma "
" Ya sudah Mama yang matikan ya! Dah see u next time sayang "
" See u Ma "
Tut tut tut.
Setelah panggilan terputus Zaf membaringkan badannya di kasur. Zaf jadi pusing sebab Mamanya juga mengetahui semua tentang masalahnya yang ada di sini, apa yang di kerjakan, siapa yang akan menjadi istrinya, Masalah apa yang sedang di alami semuanya tak luput memasuki otak Zaf, ia bertanya - tanya bagaimana Mamanya tahu semua itu.
...***...
" Siapa wanita itu ? "
Sama halnya dengan Shafura, Hendry, Bambang dan tamu undangan yang lain juga tak mengetahui siapa dia, di tambah mereka kaget bukan kepalang melihat wanita itu datang dengan anggunnya dan terlihat sangat mewah.
" Eh lihat tasnya Bu, bermerk "
" iya pasti tas mahal, tapi siapa ya, Mana bawa bodyguard lagi "
" Mukanya Glowing, perawatannya pasti mahal "
Begitulah Ibu - Ibu ketika berkumpul dan melihat sesuatu yang mengganggu pemandangan mereka, al hasil ghibah tak terelakkan.
Zaf yang tadinya fokus lalu merasakan ada keaneh dengan orang - orang di ruangan itu, mereka ada yang menunjuk ke arah belakangnya dan ada juga yang saling berbisik satu dengan yang lain.
Zaf menepuk paha Qun yang duduk di sebelahnya " Ada Apa Bang ! "
" Entahlah " Qun lalu memutar kepalanya dan berhenti pada pintu masuk.
" Zaf Zaf " Lanjut Qun dengan menepuk Zaf pelan
" Kenapa "
" Siapa yang datang ! "
Zaf memutar lehernya
" Mama ! " Seru Zaf dan bangkit dari kursinya.
Wanita yang di gelar Mama oleh Zaf lalu menatap Zaf juga.
" Zaf " Wanita itu berjalan sambil terseyum
Zaf keluar dari kursinya dan menghampiri Mamanya, lalu memeluk Sukma.
" Itu Mamanya ! lihat mata mereka, sama " Tebak Zalima dari layar monitor.
" Zaaaaaf, maaf Mama telat, Mama terlalu sibuk dengan urusan itu sampai terlambat untuk hadir di pernikahan anak Mama sendiri "
" Ma jangan bilang begitu, aku bersyukur dengan Mama sudah hadir di hari pernikahku,
" Tidak Sayang, seharushya Mama sudah pulang jauh - jauh hari, tapi Mama punya alasan untuk keterlambatan ini "
" Sudahlah Ma, tak apa ! aku tak memikirkannya, yang terpenting Mama kini sudah di sini, Aku bahagia,...... Mama sehatkan! "
__ADS_1
" Mama sehat Kau "
" Al, ah Sehat Ma "
" Kau tumbuh dengan baik disini, Kau juga ganteng dengan baju pernikahan ini, Mama suka, Mama pastikan setelah akad hari ini, Tak ada yang akan mengganggumu lagi dan merusak kebahagiaanmu lagi, termasuk Papamu "
" Maksud Mama! "
" Nanti saja kita lanjutkan, ceritanya panjang, mana yang lainnya Mama mau bertemu dengan mereka dulu. "
" Geris dan yang lainnya ada di kamar atas mereka pasti lihat kalau Mama hadir "
" Oh benarkah ! Mama mau sapa mereka " Sukma lalu melihat ke arah kamera yang menyala dan mendadahi kamera tersebut.
" Lihat Mamaya Zaf menyapa " Ujar Shafura yang tak melepaskan pandangannya pada layar tv itu.
Melihat hal serupa, Semua wanita yang ada di kamar pengantin itu membalas sapaan Sukma.
" Hai Qun, apa kabar ? Akhirnya kita bertemu juga, Mama sudah sering dengar tentangmu, terima kasih sudah jadi Abang yang baik untuk anak Mama ".
Sama halnya dengan Zaf dulu, Kini Qun juga terdiam sebab Mamanya Zaf tahu banyak tentangnya.
" Qun sehat bu ". Jawab Qun kaku.
" Jangan Ibu, Mama. Kamukan Abangnya Zaf jadi kamu juga anak Mama "
" Oke Ma! "
" Ya sudah Ayo Ma, acara akan segera di mulai "
Zaf lalu menggandeng Sukma agar duduk di dekatnya untuk menyaksikan seluruh prosesi nanti. Setelah Sukma duduk dan di apit kedua penjaganya, Zaf memberik kode pada MC agar kembali melanjutkan Acara itu.
" Hadirin yang terhormat, kita masuki acara yang pertama, pembacaan dua kalimat Syahadat yang akan di pimpin oleh Ustadz Hendry, kepada Ustadz kami silahkan "
Memasuki acara pertama Zaf kembali tegang sebab setelah ia berikrar untuk menyembah tuhan yang satu yakni Allah SWT, Zaf punya tanggung jawab lain, dan juga Zaf bagai bayi yang baru lahir semua dosa - dosanya yang dulu akan Allah ampuni.
Qun yang melihat Zaf tegang, memberikan sekali anggukan agar Zaf yakin dan mengucapkan kalimat Sakral itu dengan lancar.
" Kau Bisa! "
Zaf tersyum " Thank Bang "
" Zaf sudah siap ! " Ucap Hendry.
Tadinya yang akan memimpin pengucapan dua kalimat Shadat Zaf adalah bapak penghulu itu, tapi berhubung Hendry bebas sehari sebelum hari Pernikahan, Zaf meminta Hendry yang memimpinnya. Dan Hendry setuju. Di temani oleh Bambang dan Qun yang duduk satu meja sebagai Saksi, Zaf meraih Mikrofon yang ada di depannya
" Siap! " Ujar Hedry
Zaf mengangguk
" Perhatian, Untuk menjaga khidmatnya acara, di harapakan pada tamu undangan untuk mensilent atau mengaktifkan mode getar pada telepon genggamnya, terima kasih "
Mendapatkan arahan, terlihat tamu undangan mematuhi anjuran Pembaca Acara tadi.
...* Bissmillahirahmannirrahim *...
..." Ashadu "...
..." Ashadu "...
..." An la illaha "...
..." Illallah "...
..." Illallah "...
..." Wa-ashadu "...
..." Wa-ashadu "...
..." Anna "...
..." Anna "...
..." Muhammadar "...
..." Muhammadar "...
..." Rasulullah "...
..." RASULULLAH "...
..." Aku bersaksi "...
..." Aku bersaksi "...
..." Bahwa tiada tuhan "...
..." Bahwa tiada tuhan "...
..." Selain Allah "...
..." Selain Allah "...
..." Dan Aku bersaksi "...
..." Dan aku bersaksi "...
..." Bahwa Muhammad "...
..." Bahwa Muhammad "...
..." Utusan Allah "...
..." Utusan Allah "...
" Alhamdulillah " Ucap Hendry
" ALHAMDULILLAH " Saut tamu undangan yang lain, tak terkecuali Qun yang meneteskan air matanya.
" TAKBIR "
" ALLAHU AKBAR " Jawab tamu yang lain berapi - api.
__ADS_1
Sama halnya dengan para hadirin yang ada di bawah, Shafura, Geris, Zalima dan Ratih yang menyaksikan dari atas ikut terharu karena mereka semua telah memiliki tambahan saudara seiman.
Qun, Hendry Dan Bambang bergantian memeluk Zaf sebagai rasa syukur atas muallafnya.
" Alhamdulillah, Selamat Zaf semoga Allah meridhoimu dan kau istiqomah di jalan ini "
" Terima kasih Bang ! Bimbing aku ".
Zaf juga tak bisa menahan rasa harunya, perasaan bahagia yang sudah ia nantikan selama ini akhirnya terwujud. Zaf berlinang lalu ia bangkit dan berjalan ke kursi Sukma yang ada di belakangnya.
" Ma ! " Zaf memeluk Sukma.
Sukma juga melakukan hal serupa, Meskipun kini anaknya sudah tak satu keyakinan dengannya Sukma ikut terharu melihat Zaf berucap Shadat.
" Selamat sayang! Mama Harap ini adalah keputusan terbaik yang kau pilih, Meskipun kita berbeda keyakinan, Mama ingin kau teguhlah dalam keyakinan baru ini dan jangan berpindah - pindah lagi, Jangan mempermainkan tuhan sayang "
" Baik Ma! Aku akan bertahan mulai sekarang "
" Bagus, jangan bersedih lagi, kau masih punya tanggung jawab lain yang harus kau pikul nanti. kembalilah kesana ambil tanggung jawab itu dengan sekali nafas ya ".
" Baik Ma " Zaf melepaskan pelukannya dan kembali ke kursinya.
" Mari kita ucapkan Alhamdulillah bersama, hari ini kita kedatangan saudara baru, kami segenap tim EO dan tamu undangan mengucapkan Selamat datang kepada Muhammad Arzaf Vooc atas resminya memeluk Agama Islam hari ini, Alhamdulillah "
MUHAMMAD ARZAF VOOC adalah nama yang Zaf pilih sebagai nama islamnya, Zaf membuang nama tengahnya dan menambah nama depannya dengan Nama Sang junjungan Rasulullah SAW.
" Kita Laniutkan acara yang Kedua, Prosesi Ijab kabul sekaligus Doa yang akan di pimpin langsung oleh kepala KUA, Kepada Bapak kami silahkan! "
" Siap nak Arzaf "
" Bissmillah Pak Siap! " Jawab Zaf.
" Baiklah genggam tangan Bapak "
Kepala KUA itu menyodorkan tanganya dan Zaf menurutinya.
" Proses akad nikah ini akan berlangsung dengan saya yang akan menjadi Pengulunya sesuai dengan permintaan Bapak dari mempelai wanita yang ingin saya mewakilkannya, benar Pak! " Ucap Pak penghulunya sambil mentap Bambang yang duduk sebagai saksi.
" Ya Benar "
" Baiklah, Bissmillahirahmannirahim, ikuti "
" Bissmillahirmannirrahim "
" Saya nikahkan engkau dengan Geris Ananda Binti Bambang sutono dengan seperangkat alat Sholat dibayar tunai "
" Saya terima nikahya Geris Ananda Binti Bambang Sutono dengan mas kawinnya tersebut di bayar tunai "
" Bagaimana para Saksi Sah " Penghulu itu menoleh pada Qun, Bambang dan juga Hendry.
" SAH " Ucapnya mereka semua.
SAH
" Alhamdulillah "
Sesuai doa Sang Mama, Zaf mengambil tanggung jawabnya dengan sekali nafas, kini Zaf resmi menjadi suami atas Geris Amanda, wanita yang ia selamatkan beberapa tahun yang lalu di pinggiran kota dan dia angkat sebagai pengurus anaknya, Faye. Begitupula status Geris yang kembali berganti sebagai nyonya Arzaf dan menyandang nama baru di ujung namanya, Geris Amanda Vooc.
" Kami panggil kepada mempelai Wanita untuk turun dan menyapa Sang suami, Nyonya Geris Amanda Vooc "
" Ayo - ayo kita di minta turun " Ujar Zalima.
Shafura dan Geris juga sama, mereka berpelukan dan saling meneteskan air mata kala Zaf selesai mengucap Akad.
" Ayo Ger ! Kita di minta turun " Shafura melepaskan pelukannya.
CLEK.
Dengan gaunya yang indah dan di temani Shafura yang juga sebagai mempelai wanita kedua, mereka berjalan beriringan dengan di kawal oleh Ibu mereka masing - masing.
Seluruh pasang mata tertuju pada empat wanita yang menuruni tangga itu dengan anggunya.
CLIK
CLIK
CLIK
kedua fotografer itu sibuk mengambil gambar dari kedua serbuk berlian ini. Dengan kilauan kilat lampu kamera, Geris dan Shafura berjalan bak pragawati profesional, mereka bergandengan dan tangan yang satunya menindih punggung tangan mereka yang lain di tambah senyum yang mempesona mereka adalah Ratu bagi kedua suami mereka.
Zaf dan Qun tercengang hingga tak melepaskan pandangan mereka.
" Cantiknya " Puji Zaf
" Iya, Shafura memang cantik "
" Bukan Kakak Bang! Tapi istriku "
" Ouh jadi menurut mu Istri Abang nggak cantik!, Abang aduin "
" Apaan sih lo Bang, sekarang dikit - dikit ngadu, Maksudku Kakak cantik tapi lebih cantikan Geris "
" itu menurutmu, Bagi Abang tetap Shafura paling cantik "
Zaf dan Qun beradu argumen, dan hal itu di sadari hendry.
" Kalian berdua kayak anak kecil, udah punya masing - masing, ribut aja, diam "
Saat Qun dan Zaf cekcok, hal itu juga di sadari oleh kedua istri mereka.
" Kak Lihat, mereka pasti bertengkar " Ucap Geris sambil menuruni tangga.
" Biasalah, kalau nggak bertengkar bukan Qun atau Zaf namanya, nggak berubah padahal udah tua " Saut Shafura dengan terus mentap ke arah depan.
" Kayaknya kita harus banyak bersabar ya kak menghadapi mereka "
" Iya ".
Saut Shafura lagi namun tetap memilih fokus menuruni anak tagga.
...Bersambung ...
***
__ADS_1
Masih ada sedikit kejutan !!!
Lama tak berjumpa ya!