Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Tolong * Episode 57


__ADS_3

" Ya sudah kita harus segara, sebentar lagi jadwal keberangkatan kita! " Ujar Qun.


" Ayo ! " Saut Zaf.


Qun dan Zaf telah melangkah namun baru beberapa langkah mereka berhenti ketika tak mendengar suara derap kaki selain kaki mereka berdua.


Awalnya hanya Shafura yang tetap diam kemudian di ikuti Zalima dan dan Geris, mereka terus menatap kaca ruangan itu dan tak manyauti ajakan Qun, meskipun ruangan itu di batasi oleh kaca namun tak ada yang bisa melihat ke dalam karena tak tembus pandang.


" Sayang, sudahlah " Tegur Qun lemah.


Qun melemah karena dia juga merasakan apa yang Shafura rasakan.


" Be, Sha mohon ", Shafura menyatukan kedua tangannya di dada dan terus menatap Qun.


Dengan begitu Shafura berharap Qun ingin merubah pendiriannya dan ingin menolong Sella. Melihat Shafura yang memohon padanya, Qun lalu berjalan melewati Zaf dan yang lainnya hingga sampai ke sisi Shafura.


" Be tak ingin Sha menyesal di kemudian hari karena ini " Bisik Qun.


Qun mengakhiri kalimatnya dengan mengambil tangan Shafura yang tengah memohon dan membawanya berjalan.


* Apa maksudmu Be ! *


Ucapan Qun membuat Shafura tegang, detak jantungnya berdegup kencang serta hembusan nafasnya kuat.


" Baiklah !"


Dengan kondisi yang syok, Shafura memilih ikut melangkah dan tak ingin melanjutkan ajakannya untuk membantu Sella karena Qun telah memperingatkannya akan sesuatu yang akan ia sesali suatu hari nanti.


" Sayang sini sama Mama ! "


Shafura memberikan tangannya pada Faye dan Faye mengambilnya.


" Geris ayo ! " Ajak Zaf.


" Baik Bang.... Ayo Bu ! "


Shafura dan Qun telah berjalan lebih dulu bersama Faye lalu di ekori Zaf dan paling belakang Zalima yang berpegangan dengan Geris.


Ketiga wanita dewasa itu nampaknya harus melupakan rasa empati mereka pada Sella demi Qun. Tapi semua berubah saat tak sengaja Geris bersenggolan dengan seseorang.


BHUG


" Auuu, maaf, maaf "


Geris memegangi pundaknya dan segera meminta maaf pada pria yang sama sekali tak tergubris sama rasa sakit Geris dan terus melanjutkan perjalanannya.


" Tidak apa - apa Geris! " Tanya Zalima.


" Tidak apa - apa bu, " Ucap geris sambil memperhatikan pria itu lagi.


Pria itu masih berjalan dan tak menoleh sedikit pun.


" Ayo Ger ! "


" Bu sebentar ! "


Geris menghentikan langkahnya ketika melihat pria berjacket hitam masuk keruangan kepala keamanan.


" Ada apa Ger ? " Tanya Zalima pada geris yang sudah menoleh ke belakang.


" Barusan dia masuk ke ruangan itu "


" Dia siapa ? "


" Pria berjacket hitam yang bersenggolan denganku tadi "


" Mungkin petugas Bandara Ger! "


" Kalaupun iya, kenapa pakaiannya mencurigakan "


" Mencurigakan bagaimana ? "


" Tadi aku lihat bayangan dari pantulan kaca pintu ini yang langsung mengarah pada pintu ruangan yang kita masuki tadi, pria dengan topi hitam serta jacket itu masuk ke sana !"


" Geris cepatlah " Teriak Zaf.


" Sebentar Bang! "

__ADS_1


...***...


POV


" Aaaaa, Tolooong aku, Aaa aaa "


Sella berteriak sekuat tenaganya untuk melampiaskan segala kegagalannya untuk lari dari kejaran Orang suruhan ketiga pria itu.


" Hallo, orang yang tuan kalian cari ada di sini, dia sedang bersamaku. Datanglah cepat "


" ...."


" Baguslah kalau anak buahmu sudah ada di sini, suruh dia cepat masuk ke ruangan keamanan "


Tut tut tut.


" Apa maksud ucapanmu dan siapa yang barusan kau hubungi "


" Diamlah, aku hanya melakukan tugasku "


" Pak apa maksudmu ? " Tanya anak buahnya.


" Kau jangan ikut campur, kalau kau patuh aku akan bagi persenan untukmu "


" Kau ingin menjualku ? " Tanya Sella pula.


" Aku tidak menjualmu, aku hanya mengembalikanmu pada pemilik aslimu dan aku dapat untung dari situ "


" Pria berengsek, Toloooong ! "


" Percuma kau teriak, ruangan ini kedap suara " Ucap Kepala keamanan itu lalu duduk dengan santainya dengan kaki yang naik ke atas meja.


Sella melirik pria berseragam yang lain.


" Pak! Pak kau tolonglah aku, aku mohon " Sella memohon pada pertugas yang pertama kali mengamankan mereka tadi.


" Jika kau membantunya dan dia keluar dari ruangan ini, aku akan laporkan pada tuannya dan aku bisa di pastikan kau berhenti dari pekerjaan ini dan tak akan dapat pekerjaan lagi di manapun ". Ancam ketua keamanan pada bawahannya itu.


Karena merasa terancam, pria itu langsung pucat.


" Maafkan aku mbak, aku tidak bisa "


" Maafkan aku ! "


" Hiks hiks hiks "


Sella lunglai tubuhnya tak mampu lagi bertahan, usahanya untuk kabur dari cengkraman pria - pria picik itu berbuah nihil dan akan kembali melayani mereka seperti tahun - tahun yang lalu.


TOK TOK


" Buka ! " Perintah ketua keamanan pada bawahannya lagi.


CREK


Sella ikut mengamati siapa yang masuk, terlihat pria dengan ciri - ciri serupa dengan yang Geris sebutkan memasuki ruangan ini.


" Kau orangnya ? "


Pria itu hanya mengangguk.


" Bawalah dia, dengan begitu tugasku selesai "


" Baiklah, Tuan bilang uangmu akan di transfer jika wanita ini sudah di tangannya "


" Ok, lagi pula aku mengenalnya "


" Baiklah aku akan pergi, kau ikut denganku "


" Tidak, tidak "


" Cepat jika menolak ? "


CLEK CEK


Pria berpakaian hitam itu menodongkan pistol pada Sella. Sella seketika tak bernyali untuk melawan karena kini pelipisnya telah bersentuhan dengan moncong pistol itu.


" Jangan - jangan aku akan ikut " Ucap Sella takut.

__ADS_1


" Bagus, berdirilah dan sewaktu diluar jangan berontak apa lagi memilih untuk melawan aku akan menembakmu "


" Hiks hiks, Baiklah ! aku akan patuh ".


" Bagus cepat "


Sella lalu berdiri dan di ikuti pria itu di sampingnya sambil merangkul Sella dan tangannya yang lain menodongkan pistol di sisi sella di balik jacketnya.


Crek


***


" GER " Tegur Zaf


" Sebentar Bang ! "


CREK


" Bu pintunya! "


Pintu yang baru saja di masuki oleh pria misterius itu kembali terbuka dan menampilkan Sella yang keluar dengan tertunduk dan sempat melirik ke arah Geris dan Zalima sekilas, Sella keluar persis dengan kondisinya yang tertekan.


" Kak! " Panggil Geris dengan berteriak.


Teriakan Geris tadi membuat Shafura serta pengunjung yang ada di sana melihat ke arah Geris, tak terkecuali si Sella yang sontak saja behenti sebab di panggil oleh Geris.


" Jangan berhenti dan teruslah jalan " Perintah orang itu pada Sella dan Sella hanya menuruti.


" Ibu tunggu di sini, aku lihat kak Sella dulu "


" Yaudah hati - hati ya "


Geris hanya mengangguk dan melepaskan pegangan Zalima lalu hendak berlari mengejar Sella namun di hentikan Zaf yang lebih dulu menghampiri kedua wanita ini saat mereka berbicara.


" Mau kemana ? " Tanya Zaf.


Qun yang melihat Zaf berbalik arah dan mengejar Geris, memiliki firasat bahwa ada yang tak beres dengan kedua orang itu lalu juga datang menghampiri.


" Ada apa Zaf ? " Tanya Qun yang baru saja tiba.


Shafura hanya diam dan tak berkomentar apapun setelah Qun memintanya untuk tak ikut campur mengenai Sella.


" Geris bilang Sella di bawa pria yang mencurigakan "


" Sudahlah jangan di perdulikan mungkin itu kekasihnya "


" Tidak Bang, aku merasa kak Sella sedang dalam masalah serius " Ujar Geris


" Geris jangan ikut campur " Pinta Qun.


" Maaf Bang, Untuk kali ini aku tidak bisa diam, mungkin Abang bisa membuat kak Shafura diam karena dia Istri Abang, tapi aku sebagai sesama wanita harus mengerti apa yang kak Sella hadapi, terlepas dia benar atau salah yang jelas aku harus memastikan kondisinya, aku merasa dia benar - benar dalam bahaya dan aku harus menolongnya " Ucap Geris yang hendak pergi begitu saja setelah membantah Qun untuk pertama kali.


" Kak Sella " Teriak Geris lagi


Geris lalu hendak berjalan pergi meninggalkan Qun dan yang lainnya. Tapi tangannya di hentikan lagi di oleh Zaf.


" Ger jangan pergi sendiri, Abang ikut ! "


Melihat tindakan Zaf, Qun membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Zaf !!! "


Zaf menoleh.


" Maafkan aku Bang, aku tak bisa membiarkan Geris dalam bahaya ! ".


Geris memegangi tangan Zaf.


" Bang lepaskan aku, dan kalian pergilah ke Norwegia aku tinggal saja " Pinta Geris pada Zaf.


" Tidak, kau tidak pergi ke sana, Abang juga tidak " Ucap Zaf.


Shafura, Qun dan Zalima kini sama - sama bingung dengan tingkah kedua insan ini, mereka merasa seakan - akan ada hubungan di antara Zaf dan Geris.


" Ada apa dengan kalian ? " Tanya Shafura


" Apa kalian pacaran ! " Tebak Zalima.

__ADS_1


...Bersambung...


***


__ADS_2