
Setelah bermacam sesi acara di lalui oleh Qun, Shafura, Zaf dan juga Geris kini mereka tiba pada acara yang paling di tunggu, yaitu naik ke atas pelaminan berempat dan menerima ucapan selamat juga doa dari karib kerabat serta tetangga mereka.
Walaupun acara hanya di hadiri oleh orang sekitar, namun Kehidmatan pernikahan kedua pasangan ini tetap terasa dan berjalan lancar serta mendapat respon postif dari tamu yang hadir, ada yang suka dengan jamuan pernikahannya yang lezat, juga ada yang tertarik dengan indahnya hiasan pelaminan milik sepasang raja dan ratu itu.
Saat Kedua pasangan ingin turun dan menikmati jamuan yang tersedia, tiba - tiba mereka di kejutkan dengan kehadiran dua orang yang mereka kenal dan datang bersamaan.
" Eh ! Itukan Sella? " Ujar Shafura.
Teguran Shafura itu membuat Qun, Zaf dan juga Geris melihat ke arahnya.
" Dia datang dengan ? " Geris menyipitkan matanya.
" Itukan Dokter Adi! " Tembak Qun langsung
Ya! Sella datang bersama Dokter Adi, Dokter pribadi Zaf dan Qun selam ini, dengan mengenakan Gaun dan kemeja mereka berdua nampak sebagai pasangan yang serasi.
" Maaf kami terlambat ! " Ucap dr, Adi saat menaiki Pelaminan.
Qun menatap sinis.
" Kami? " Timpali Zaf.
dr. Adi langsung kaku begitupun Sella.
" Apa kalian berdua ? " Tanya Shafura menggantung.
" Ah tidak, kami hanya datang bersamaan " Saut Sella.
" Aku tak percaya, pasti dr dan Kakak punya hubungan " Ucap Geris pula.
Sella dan Adi saling menatap.
" Sudah - sudah kita akan tahu nanti, yang penting sekarang mereka hadir dan ayo Adi, Sella kita makan dulu, kalian juga baru sampai, kita lanjut bicara di meja saja " Ucap Qun.
Mendengar Qun yang berani memanggil nama Sella secara lantang, Shafura melirik Qun sambil terseyum
* Alhamdulillah, semoga ini pertanda kalau Be sudah bisa melupakannya dan memaafkan apa yang Sella dulu lakukan, Amin *
" Ayo - ayo! " Ajak Zaf pula.
Saat mereka kembali ingin melangkah, dr Adi menghentikan mereka lagi.
" Tunggu ! Kita Foto dulu, kalau sudah turun nanti malas naik lagi "
" Ya sudah kita Foto dulu " Saut Zaf.
Sama seperti beberapa moment yang sudah di ambil dengan beberapa tamu yang hadir, kini Pelaminan itu kembali ramai, dr,Adi,Qun,Shafura,Geris,Zaf dan Sella berfoto berenam di tambah dengan Faye di tengah semakin menambah kebahagiaan para pengantin itu.
...***...
" Maaaa "
" Iya sayang, kenapa "
" Kadonya boleh Faye buka "
" Boleh, tapi kenapa tak tunggu Papa aja sayang sebentar lagi Papakan pulang "
" Satu aja Ma! Boleh ya "
" Boleh, tapi tunggu ya Mama bereskan mukena Mama dulu "
" Oke Ma " Saut Faye namun tanganya sudah berulah dengan melubangi sedikit kado tersebut.
Sejak acara pernikahan selesai sebelum Sholat Dzuhur tadi, Faye sudah sangat gatal untuk membuka kadonya, namun karena berkali - kali Shafura menahan Faye agar bersabar untuk membukanya. Sampailah kini hingga malam hari Faye sudah duduk di depan Kado yang bertumpuk itu, dengan berpangku tangan di dagu Faye bersabar menunggu. Shafura melakukannya bukan tanpa sebab, dia ingin memberi kejutan untuk Qun dengan menaruh kado spesialnya di sana.
Shafura yang baru saja menyelesaikan Sholat Isyanya kini merapikan mukena dan juga Sajadahnya.
TOK TOK
CLEK
" Assalamualaikum "
" Waalaikumussalam "
" Papaaaa! " Faye berlari ke arah Qun
Qun yang masih berdiri di depan pintu merasa heran dengan tingkah Faye.
" Kenapa Sayang! " Saut Qun lembut dan menggendong Faye.
Shafura kembali terseyum saat orang yang paling ia tunggu kini sudah datang, sebab dia juga sama halnya dengan Faye, sedang dalam kondisi tak sabaran, bedanya Faye tak sabar untuk membuka kadonya, kalau Shafura tak sabar ingin menunjukkan isi kadonya kepada Qun.
Melihat Qun dengan sarung dan kurtanya yang sedang menggendong Faye, Shafura terbayang satu hal.
* Be pasti makin ganteng kalau nanti pulang sholat, terus dia nangis, dan Sha masih dalam pantangan, Be yang menenangkannya, hmmm Masya Allah nggak kebayang indahnya moment itu. Sha harap Be akan senang menerimanya *
" Papa ayo buka kadonya! "
" Buka aja sayang! Kenapa harus nunggu Papa "
Tiba - tiba Faye menarik daun telinga Qun dan berbisik.
" Mama yang nggak bolehkan Faye buka, katanya tunggu Papa pulang "
Qun berekasi seakan terkejut, matanya membesar dan sedikit berakting
" Benarkah ! "
Dengan mulut bebeknya, Faye mengangguk.
" Mama, Kenapa Mama larang - larang anak Papa untuk buka kadonya "
Shafura yang masih dalam lamunan indahnya, tak merespon ajakan Qun untuk berakting. Qun merasa heran
" Mamaaa " Panggil Qun.
" Hah, iya Astagfirullah, kenapa sayang! " Shafura akhirnya sadar.
" Huhhhhftt " Qun menggelengkan kepalanya.
Melihat Shafura yang terkejut dan salah menyautinya Qun jadi bertanya - tanya lalu menghampiri Shafura yang duduk di kasur. Shafurapun langsung menyambut tangan Qun dan menciumnya.
" Suaminya pulang malah melamun, Sha melamunkan apa ? Jangan - jangan belum sholat Isya ya karena asik melamun atau nggak jawab Salam Papa tadi ".
Mendapatkan berbagai tuduhan yang di arahkan untuknya, Shafura sedikit kesal dan mensejajarkan dirinya pada Qun yang berdiri.
" Suamiku yang tampan, Iiiiiiiii " Shafura menarik hidung Qun.
" Au au au Maa "
" Ha makanya jangan suudzon, Mama itu udah selesai Sholat Isya, baruuuu aja ! Dan juga, Mama juga sudah jawab salam dari pangeran bersarung Mama yang ganteng ini "
" Terus kenapa melamun ! "
* Aduh jawabnya apa! Kalau di kasih tau nanti nggak surprise lagi, gimana ya *.
" Jawabannya ada di situ " Tunjuk Shafura pada tumpukan kado tersebut.
Qun yang masih menggendong Faye, memutar tubuhnya untuk melihat apa yang Shafura tunjuk,tentu saja karena hal itu membuat Faye juga ikut berputar bersama Qun. Terlihat puluhan kotak bersusun di sudut kamar mereka.
" Mama juga kasih kado ? " Tanya Qun tanpa menoleh pada Shafura.
" Iya, Mama harap Papa suka "
Qun lalu berjalan kemudian duduk berdua dengan Faye di dekat kado - kado itu.
" Yang mana kado Mama ? " Tanya Faye
" Kasih tau nggak ya "
" Iiiii Mama main rahasia - rahasiaan "
" Yang bisa menemukan kado Mama akan Mama beri hadiah lagi "
" Apa? " Sambar Qun cepat.
* Hmmm Be, be, Hadiah aja cepat nangkapnya ! *
" Hmm Rahasia lagi, Udaah cepat cari sana "
" Kado Mama ada cirinya nggak ? " Tanya Faye lagi.
" Adaaa,,, tapi kalau Mama kasih tahu, jadi gampang carinya, ya kan Pa ! "
" Iya, Tapi bagaimana kami bisa tahu kalau itu kado dari Mama, ya kan Faye ? " Tanya Qun balik.
" Oke Mama sebutkan satu, Punya Mama adaaa "
Kedua anak dan Papa itu nampak serius menunggu jawaban Shafura.
" Adaaa, Adaaa "
" Ada apa Ma ! cepat kasih tau, ya kan Pa" Faye mulai kesal
" Iya, Sayang cepatlah "
" Ada tulisannya "
" Yaaaah, semua juga ada tulisannya Ma "
" Tapi ini spesial, jadi cepat cari, yang menang Mama kasih hadiah "
" Oke, Papa yang akan menang " Ucap Qun dengan mengajak Faye bertanding.
" Tidak Faye yang menang! "
" Sudah - sudah, 1,2,3 mulai " Ucap Shafura pula.
segeralah Papa dan anak itu mencari kado milik Shafura, terlihat persaingan yang sengit di antara keduanya.
" Papa, yang itu punya Faye! " Tunjuk Faye pada kado yang ingin Qun buka.
" Papa yang duluan ambil, Faye cari yang lain, ini punya Papa "
" Papaaaaaa " Nada suara Faye mulai berubah
Qun yang sangat berambisi tak mempedulikan Faye yang sudah hampir menangis, dia tetap ingin menemukan kado yang Shafura sembunyikan.
" Hutss aaaaa aaaa, Mamaaa. liat Papa " Faye berlari mendekati Shafura yang duduk di kasur.
" Kenapa Papa! "
" Itu kado Faye Ma "
" Siapa yang duluan dapat, Faye atau Papa ? ".
" Papa! " Jawan Qun cepat.
" Hiks hiks haaa, Maaaa, lihat Papa tu "
" Papa kasilah, suka ya liat anaknya nangis "
" Enggak, ini punya Papa " Jawab Qun dengan nada bercanda
" Maaa, Aaaaaaaa "
Mendengar jawaban Qun, Faye menangis sejadi - jadinya. Shafura hanya bisa menggeleng melihat Qun yang bertingkah lebih dari anak kecil itu.
* Awas Ya Be, tunggu aja *
Faye yang masih menangis di depan Shafura, akhirnya sedikit mereda kala Shafura mengusapkan air mata Faye yang sudah jatuh dengan deras itu.
" Faye sini, dengarkan Mama, kita nggak usah kawani Papa, tapi disini Faye juga sama salahnya sama Papa, Faye nggak boleh egois nak, kalau Papa yang dapat lebih dulu, berarti Papa yang boleh buka, Kalau Faye yang dapat lebih dulu baru Faye yang boleh buka "
" Tapi, ta-tapi Faye udah incar yang itu, Faye mau buka setelah kado yang biru udah Faye buka "
" Sayang! sekalipun Faye sudah menandai kado itu tapi Papa lebih dulu mengambilnya berarti itu bukan rezeki Faye, dan Faye harus bisa terima, lagi pula itu juga bukan kado Mama jadi jangan nangis ya! oke sayang "
" Oke Ma ".
Saat Shafura menasihati Faye, Qun menghentikan kegiatannya dan menghampiri Shafura lalu duduk disebelahnya.
" Jangan menangis untuk hal sepele, di sana masih banyak kado yang lain, cepat buka nanti Papa habiskan, dan Papa yang akan menang "
" Huts, huts baik Ma " Faye kembali duduk dekat tumpukan kado itu lagi
" Iiiiih, Be sama anak sendiri nggak mau ngalah, heran "
" Biarin, Saayaaang, dalam hal permainan tidak di kenal status, baik itu ada anak dan Papa ataupaun Suami dan Istri " Jawan Qun sambil terseyum
" Ouh jadi gitu "
" Gitu apanya! "
" Nggak ada,Yaudah lanjut sana, Sha cuman mau simpan perkataan Be barusan "
" Sha, Be cuman bercanda ".
__ADS_1
" Nggak ada, Sha harus inget itu, nggak ada status dalam permainan "
" Be becanda Sayang "
" Becanda sampai buat anak sendiri nangis, Becandanya kelewatan, ntar anaknya keras kepala jangan nyalahin siapa - siapa, orang Papanya sendiri kepala batu " Omel Shafura.
" Iya Maaf, Maaf ya Sayang "
Shafura hanya diam, karena Shafura tak bereaksi, Qun lalu turun dan bersimpuh di depan Shafura.
" Sayang "
Dengan wajahnya yang di imut - imutkan dan memainkan kedua kelopak mata yang dipejam - pejamkan, Qun mencoba untuk membujuk Shafura.
* Ya Allah, Be jangan beginilah, Sha ngga kuat *
Shafura menahan rasa gemasnya pada Qun dengan berpaling muka agar dia tak ketawa melihat Qun yang mencoba untuk meminta maaf padanya.
" Minta maaf sana sama anaknya dulu ! "
" Nggak! Sama sayang dulu "
" Iya ! Sha maafkan "
" Alhamdulillah, kalau udah sama pawangnya !. Singa betina kecil itu mudah untuk di bujuk " Saut Qun lalu kembali duduk di dekat Faye.
Shafura lagi - lagi menggeleng * Be, Be *
Sesaat setelah Qun duduk dan membujuk Faye untuk memaafkannya, Qun dan Faye kembali berlomba menemukan Kado yang Shafura beri, namun di antara puluhan kado besar yang sudah terbuka, tak ada satupun yang spesial di dalamnya hinggalah mereka sampai pada dua buah kado yang nampak biasa saja, dan ukurannya pun lebih kecil dari yang lainnya.
" Sekarang sisa dua, Faye pilih yang mana hijau atau pink "
Faye seakan berfikir dan meletakkan jarinya di pelipis " Hmmmm ! Hijau "
" Yakin nggak mau yang Pink "
" Iya "
" Yaudah ini Faye, dan yang ini Papa. Kita buka sama - sama ya "
" Oke Pa! "
" 1,2,3" Ucap mereka bersamaan.
* Sha harap Be bisa menerimanya *
Ketika mereka berdua membuka kadonya masing - masing, Shafura teringat bagimana dia pertama kali mendapatkan kado itu juga.
...***...
" HUEEEEEEK HUEEEEK HUEEEEK "
" Makanya kalau nggak kuat, jangan sok - sokan, Cari penyakit sih "
" HUEEEEK... Malah di omelin! "
" Maaf, Sini - sini Sha bantuin " Shafura mengelus pundak Qun.
Setelah berhasil mengusir rasa mual Qun yang menyerangnya karena melihat muntahnya Shafura yang juga datang karena mencium bau Qun sendiri, Shafura meminta Qun agar segera keluar dari kamar mandi.
" Karena Be udah selesai jadi Be keluar sekarang ya! " Shafura mendorong Qun.
" Sha kenapa Be disuruh keluar, biasanya juga berdua " Qun heran.
" Kali ini aja Be please, Sha nggak tahan, Sha tutup pintunya Daaah "
" Sha ".
CLEK
* Syukurlah Be nggak memaksakan dirinya *
TOK TOK
" Sha ! "
" Sebentar Be.......... Aku harus cepat "
Merasa situasinya akan menjadi genting bila ia berlama - lama di dalam kamar mandi, Shafura lekas beralih ke depan cermin yang ada di sana dan membuka lacinya, tujuan utama Shafura sedirian adalah untuk memakai alat yang di sebut tespack itu, tespack itu Shafura beli sudah sejak lama, lebih tepatnya sejak pertama kali mereka berdua bermalam bersama.
" Aku mohon, Positif, positif positif, please "
Shafura gemetar menunggu hasil yang keluar, dia mondar mandir di dalam kamar mandi dan juga mengetuk - ketuk alat tersebut. Shafura sudah pernah melakukannya sekali namun hasilnya masih negatif. Dan kali ini betapa terkejutnya Shafura kala hasilnya berbeda.
" Alh, "
Lekas Shafura menutup mulutnya saat melihat hasil yang keluar bahwa dia positif hamil.
" Hiks hiks, Terima kasih banyak hiks! "
Shafura menatap wajahnya di cermin, air matanya tak terbendung, cukup lama Shafura terisak di depan cermin, ingin sekali ia berucap syukur yang banyak namun ia sadar sedang di dalam kamar mandi.
" Sha masih lamakah! "
Suara Qun membuat Shafura sadar kalau di luar ada orang yang juga harus tahu kabar bahagia ini.
" Haah Be " Shafura lekas mengeringkan air matanya agar Qun tak tahu situasinya.
* Apakah aku harus memberi tahunya sekarang *
" Sha kalau nggak buka Be dobrak, 1 ".
Shafura teringat tentang Qun yang pernah melarangnya untuk hamil.
* Hmmm Besok malam ajalah sebagai kado pernikahan *
" 2 "
Shafura lalu menyembunyikan alat tespack itu di kantung celananya , Shafura kembali merapikan baju dan raut wajahnya agar tak terlihat oleh Qun kalau dia baru saja menangis bahagia
" Tiiii "
CLEK
" Yaudah masuk "
Lekas Shafura menarik tangan Qun, agar Qun tak banyak bicara apalagi bertanya banyak hal, dan tentu saja itu berhasil membuat Qun jadi diam dan menurut masuk ke kamar mandi. Seperti biasa mereka membersihkan diri bersama sebelum melaksanakan sholat Tahajud berdua.
...***....
" 1 2 3 "
" Apa ini! " Tanya Faye ketika melihat sebuah kertas persegi panjang yang menjadi isi dari kadonya.
Sama halnya dengan Faye, Qun juga Awalnya tak mengerti bahkan bingung ketika melihat benda persegi panjang namun memiliki bentuk bagai gitar spanyol namun ukurannya yang lebih kecil itu sebagai hadiahnya.
" Sha ! " Qun memegang tespack itu dan sebuah kaos kaki mungil.
Shafura mengangguk pelan
" Benarkah ini sayang, Sha positif "
" Iya Be, Sha hamil "
Lekas Qun mendekati Shafura dan memeluknya.
" Alhamdulillah ya Rabb, terima kasih banyak, alhamdulillah "
Tanpa Shafura duga, Qun mengeluarkan air matanya setelah mendengar bahwa dia postif hamil, Qun memeluk erat Shafura dan mulutnya tak henti mengucap syukur.
" Be akan punya anak, terima kasih ya Rabb, terima kasih Sha, ini kabar yang luar biasa dalam hidup Be ".
" Alhamdulillah Be, Sha juga bahagia saat tahu Be bisa menerimanya dengan bahagia "
" Tentu Be bahagia sayang, terima kasih banyak "
* Terima kasih ya Rabb Suami hamba bisa menerimanya *
" Assalamualaikum sayang " Usap Qun di perut Shafura.
" Waalaikumussalam Papa " Saut Shafura dengan menirukan suara anak bayi.
" Mama ini tiket liburan ya? " Tanya Faye dan duduk di antara mereka.
Faye ternyata sibuk membaca setiap tulisan yang ada di kertas miliknya itu hingga tak mempedulikan Kisah haru kedua orangtuanya yang bahagia menyambut sang adik kecil.
Qun dan Shafura menggeser posisi mereka dan melihat apa yang Faye bawa.
" Iya, ini tiket liburan ! " Jawab Shafura.
" Jadi ini hadiah dari Mama ? " Faye menatap Shafura.
" Hmm bukan sayang, Hadiah Mama Papa yang dapat "
" Yaaaah, jadi Faye kalah! " Faye seketika menjadi lesu
Melihat Faye lesu dan menjatuhkan tiket liburannya, Shafura dan Qun saling tatap.
" Sayang! Kamu nggak kalah ya kan Pa! "
" Iya nak, sebab hadiah dari Mama itu untuk semua orang yang ada dirumah ini ".
" Kok bisa Pa! " Ucap Faye bersemangat.
" Sini - sini Papa bisikkkan apa hadiah dari Mama "
Faye langsung menaikkan anak rambutnya Agar info dari Sang Papa mudah masuk ke te telinganya, dan Qun mulai berbisik.
" APAA! Faye mau jadi Kakak " Ekspresi bahagia terlintas di wajah mungil Faye.
Qun mengangguk.
" Ma, Faye akan jadi Kakak, benarkah ? "
" Iya ! Anak gadis Mama akan segera punya adik, Apa Faye suka ? "
" Suka Ma, Horeeee Faye jadi Kakak, jadi Kakak, Faye mau punya adik ".
Fayepun gembira lagi kala mendapat hadiah dari Sang Mama, dia berlari kesana kemari dan melompat di kasur dengan meneriaki kalimat yang sama " Jadi Kakak, Faye mau punya Adik "
" Faye udah - udah nak, nanti capek badanya Kalau lompat - lompat, biasa aja, jalan, nggak harus lari - lari nak! " Tegur Qun.
" Oke Pa, Maa Faye ke kamar Nenek Ya ? "
" Oke hati - hati ya sayang, ingat pesan Papa jalan aja "
" Baik Ma, Daah Mama dah Papa, eh Dah dedek, Kakak ke kamar nenek dulu ya Daaaah "
CLEK
Suara bising Faye akhrinya berakhir kala Sang punya suara meninggalkan kamar mereka. Namun baru beberapa detik suaranya kembali menggelar
" Neeeek, Nenek ! Faye mau jadi Kakak " Teriaknya sekeras mungkin.
" Lihat tu Be anaknya! Memang nggak lari, tapi suaranya yang lari - lari di telinga, nyaring kalau udah teriak "
CLEK
" Mama, Nenek, Kakek, Oma, nenek Ratih Papa Zaf Mama Geris sama Kakek bambang dan Kakek di bawah " Ucap Faye dengan mengabsen satu persatu keluarganya.
" Mereka semua ngumpul di ruang tengah ya sayang "
" Iya Ma, kita ke bawah juga yok Ma "
" Faye duluan aja ya Sayang, nanti Papa sama Mama nyusul, oke "
" Oke Pa, Faye duluan ya "
" Ya "
CLEK.
...***...
...Ruang Tengah...
" Berhubung semua ada disini, kecuali Shafura sama Qun, Saya ingin memberikan berita penting, terutama untuk Zaf "
" Zaf, ! " Zaf terkejut.
" Jack berikan " Ucap Sukma pada bodyguardnya.
Jack mengeluarkan berkas yang sejak tadi ia pegang dan menyerahkannya pada nyonya besarnya itu.
" Zaf ! ini adalah amanah dari Kakekmu "
Zaf mengambil sebuah Map Hitam tersebut dan di dalamnya terdapat berkas - berkas, Zaf membukanya sambil membaca dalam hati tulisan tersebut.
" Apa ini Ma? " Zaf menatap Sukma bingung.
__ADS_1
" Apa Kakek pernah bicara tentang Wasiatnya yang ia bagi menjadi dua bagian, 80 dan 20 persen itu ? "
" Pernah Ma, Tapi semua sudah di ambil Papa ".
" Maafkan Mama dan Kakekmu karena menyembunyikan ini darimu nak "
" Kenap Mama minta Maaf "
" Jadi harta perusahaan dan juga rumah serta uang yang kau berikan pada Papamu itu, itu hanyalah 20 persen dari harta warisan Kakek "
" Apa Ma 20 persen " Zaf merasa tak percaya dengan apa yang Sukma ucapkan.
" Iya sayang, dan 80 persennya ada sama Mama, Kakekmu sengaja menyembunyikan ini darimu sebab dia tahu sifat dari anaknya yang tamak akan uang itu, bila Papa tahu ada harta 80 persen itu dan semuanya ada di tanganmu, Mama yakin Papa akan bertindak jauh lebih anarkis dari kemarin ".
" Jadi selama ini "
" Maafkan Kakekmu Nak, Maafkan Mama juga, Kakek hanya ingin cucunya ini hidup bahagia, Mama sebenarnya tahu semua situasimu, sesaat Papa mengambil alih harta warisan 20 persen itu, ingin rasanya Mama segera kesini dan memberitahukan padamu agar jangan bersedih karena kau memiliki harta yang lain dan itu jauh lebih besar dari yang Papamu ambil, tapi Mama bertahan dulu sebab sejak hari itu Mama putuskan untuk melakukan pembatalan pernikahan terhadap Papamu ".
" Mama memutuskan berpisah dengan Papa, begitukah ! ".
" Iya sayang, Semalam pengacara Mama beri kabar bahwa kami resmi berpisah, Mama bisa terima semua penyakit psikopatnya itu, tapi Mama tak bisa terima jika dia berani melawan bahkan menyakiti anak Mama demi uang, padahal kamu adalah anak kandungnya sendiri "
Geris yang duduk bersebelahan dengan ibu mertuanya ini hanya bisa mengelus punggung Sukma pelan.
" Baiklah jika itu keputusan yang Mama ambil Zaf setuju "
" Baguslah kalau Zaf setuju, Mama pikir Zaf akan marah sama Mama "
" Nggak Ma, kalau itu yang terbaik Zaf dukung Mama ".
" Terima kasih Sayang "
Saat suasana haru tercipta tiba - tiba terdengar suara yang amat sangat mengejutkan mereka yang ada di bawah.
" Neeeek, Oma ! Faye mau jadi Kakak " Teriak Faye.
Sontak saja setiap pasang mata menatap gadis mungil yang baru saja memekik melalui sela - sela pagar pembatasan itu.
" Faye bilang apa tadi! " Ujar Zalima pada orang yang di ruang tengah itu.
" Kalau nggak salah, dia mau jadi Kakak " Saut Ratih.
" Iya bu Geris juga dengarnya itu " Saut Geris pula.
" Eh benarkah! Kalau begitu, Mana Fayenya ko sudah hilang "
Zalima kembali mencari keberadaan Cucunya yang tadi berada di sela - sela pagar itu.
" Maaf semua, sebelum Kita dapat kabar baru lagi, Saya mau menyerahkan ini terlebih dahulu pada Zaf selaku pewaris tunggal Vooc Holding, Jadi semua yang ada disini sebagai saksinya bahwa saya sudah meyampaikan amanat dari Bapak mertua saya, dan Zaf mulai hari ini kamu resmi menjadi presiden of Vooc Holding yang berpusat di Hongkong sayang, Selamat "
Vooc Holding yang berada Hongkong adalah perusahaan utama milik Kakek Zaf dan perusahaan inilah yang menaungi beberapa anak perusahaan yang tersebar di beberapa negara Asia, salah satunya yang sudah di ambil oleh Wegal, Perusahaan yang berada di Singapura.
Zaf tak percaya pada kenyataan yang hadir menimpanya malam ini, Malam pertama dirinya resmi menjadi suami dan juga muallaf di malam ini juga dia mendapatkan tambahan gelar yaitu seorang President perusahaan besar. Yang mana itu milik Kakeknya tercinta.
" Neneeeek " Terika Faye sekali lagi.
" Turunnya pelan - pelan nak " Ucap Hendry
Di Saat semua memperhatikan langkah Faye yang menuruni tangga. Zaf beralih menatap Geris lalu berbinar.
" Dek "
Geris juga ikut beralih pada Zaf yang memanggilnya.
" Selamat Bang, Itu amanah yang Allah dan juga Kakek Abang berikan, jangan di sia - siakan ".
" Abang nggak tahu harus bahagia atau apa, saat ini perasaan Abang campur aduk dek "
" Tenang Zaf, kamu jangan khawatir Mama akan bantu kamu menjalankan perusahaan itu " Sambar Sukma.
" Makasih banyak Ma, Zaf benar - benar tak tahu harus apa "
" Sedang ada pertemuan apa ini " Tegur Qun dari lantai dua.
Qun berjalan pelan sambil menggandeng Shafura, hal itu Qun lakukan seakan takut terjadi hal yang tidak - tidak pada Shafura dan juga calon anaknya itu.
" Be, Sha malu! "
" Be nggak mau tau, Sha harus 24 jam dalam pengawasan Be sampai janin Sha benar - benar kuat, pelan - pelan turunnya "
Semua yang ada di bawah menatap curiga pada perlakuan Qun yang sangat istimewa pada Shafura, di tambah lagi dengan teriakan Faye tadi yang sudah lebih dulu memberikan Spoiler pada semua orang yang ada di ruang tengah ini kalau dia akan menjadi Kakak.
" Shaf ada apa ini, ada kabar baikkah ? " Zalima berbasa - basi.
" Iya bu, Shafura hamil " Saut Qun bahagia.
" Alhamdulillah " Ucap semuanya
" Benar Shafura kamu hamil ? " Tanya Zalima lagi sambil mendekati anaknya itu.
" Alhamdulillah, iya Bu "
Zalima lekas memeluk Shafura.
" Alhamdulillah terima kasih banyak ya rabbi, Duduk - duduk Ibu mau tahu ceritanya "
Duduklah Shafura di samping Zalima dan Qun bertengger di ujung Sopa disebelah Shafura.
" Kok bisa pas gini kabar baiknya ? "
" Shafura juga kaget Bu, pagi tadi Shaf tiba - tiba nggak enak badan, waktu lihat tanggal juga Shaf udah telat, ya inisiatif aja Sha tes jam tiga pagi tadi dan hasilnya positif "
" Alhamdulillah, Kita akan kedatangan keluarga baru " Ujar Ratih.
" Iya Bu, semoga Berkah ini terus mengalir buat keluarga kita "
" Amin " Sahut semuanya.
" Selamat ya Kak " Ucap Geris
" Iya, Semoga nular cepat ya Ger "
Ucapan Shafura membuat Zaf menelan air liurnya.
" Tu Zaf, Nular ya " Ujar Qun menimpali dan memainkan alisnya.
" Sabar Bang. ya dalam waktu dekatlah kami nyusul, ya kan Dek ! " Zaf menatap geris dengan nakal.
" Iiis Bang, Malu! " Bisik Geris
" Ngomong - ngomong ini apa? " Tanya Qun sambil membuka berkas milik Zaf.
" Itu, Zaf kembali menjadi pemilik Vooc Holding seutuhnya " Ujar Sukma
" Ma ! Bukannya !"
" Iya, jadi ceritanya "
Kembalilah Sukma menjelaskan secara rinci ceritanya tadi pada Qun dan Shafura.
" Waah selamat Zaf, Benarkan apa Abang bilang, Rezeki itu bukan hanya uang, jika kemarin kau kehilangan seluruh hartamu lalu kau ridho dan iklas. Allah akan ganti lebih banyak, ya ! walaupun kau tak berharap akan gantinya tapi Allah sudah janjikan hal seperti itu, bisa itu berupa kesehatan, ketenangan hidup dan lainnya "
" Iya Bang kau benar "
" Jadi selepas ini kau akan tinggal di Hongkong? " Tanya Qun lagi
Zaf yang tadinya menatap Qun kini beralih melirik Sukma.
" Mau tidak mau Qun, Zaf harus tinggal di sana sebab Mama tak bisa mengaturnya sendirian " Ujar Sukma.
" Baiklah Abang akan selalu dukung keputusanmu, mungkin ini yang terbaik "
" Abang tenang saja, Aku akan sering ke sini nanti "
" Terserah kau saja, lagi pula mungkin Abang akan sibuk mengurus Kakakmu jadi Abang tak akan merindukanmu lagi ".
" Ouh begitu, baiklah kita lihat nanti " Zaf memutar bola matanya.
* Bang, Bang aku bukan tak hapal sifatmu itu *
" Oh iya, apakah ini dari Mama " Shafura mengankat selembar kertas.
" Apa ini nak. ! " Zalima memgambil kertas itu dan melihatnya karena penasaran.
" Iya ! itu dari Mama, tadinya Mama pikir buat kalian berempat Honeymoon, Tapi karena Shafura udah isi duluan, Mama juga nggak tahu mau di apakan ".
" Ya udah buat Zaf sama Geris aja Ma "
PLUK
" huh Kebiasaan "
" Au Ma, kenapa di pukul "
" Zaf kamu itu kelewatan ya, kalau ada kado suka betul di abaikan, Kalian berdua udah Mama beri kado masing - masing isinya tiket Honeymoon juga liburan, jangan - jangan belum di buka nih "
" Jadi kami juga dapat "
" Dapatlah, Kamu itu memang ya "
" Heee nggak sempat Ma, Maaf "
" Kebiasaan memang kamu itu, dari kecil nggak pernah berubah "
" Kado untuk Faye Oma ? "
" Cucu Oma yang cantik itu juga tiket liburan buat kamu sayang, Kamu mau ke Norwegia bukan "
" Iya Kok Oma bisa tau! "
" Tau donk, Oma " Sukma berucap dengan bangga.
" Yeee Faye jadi liburan, ketemu Elsa, Horeeee "
" Tapi Papa Qun sama Mama Shafura tak bisa pergi ya sayang " Ujar Sukma.
seketika raut wajah bahagia Faye luntur
" Yaaah, kenapa Ma, Pa ? "
Faye menatap Kedua orang tuanya yang diam.
" Faye sini dekat Oma,........ Sayang, kan Mama sekarang ada adek bayinya, jadi belum bisa pergi jauh, kalau kecapekan Kesian dedek Bayinya, Jadi Faye liburannya Sama Papa Zaf sama Mama Geris aja dulu, gimana ? "
" Yaudah deh nggak apa - apa ". Saut Faye pelan
" Sayang ! Oma janji, nanti kalau dedeknya udah keluar, Oma akan beri tiket liburan kemana pun yang Faye mau , jadi Faye bisa liburan dan semuanya ikut, gimana ? "
" Benarkah Oma, semua ikut " Faye kembali sumringah
" Iya, Mama Qun, Mama Geris, Papa Zaf, Papa Qun, Nenek Zalima, Nenek Ratih, Kakek Hendry, Kakek Bambang sama Oma semua pergi liburan kemana pun Faye sebut Oma kabulkan "
" Oke Faye pegang kata - kata Oma ! Faye setuju. Yeaaay liburan, liburan "
..." Let it Go Let it Go...
...Turn away and slam the door "...
Faye kembali bahagia dengan menyanyikan Soundtrack kesukaannya itu.
" Faye Nyanyinya diam aja, mutar - mutar nanti pusing nak " Tegur Zalima.
..." I don't care what they're going to say...
...Let the storm rage on...
...The cold never bothered me anyway "...
Faye dengan bahagianya kesana - kemari menirukan Elsa yang mengeluarkan Salju dari tanganya.
Shafura terseyum melihat kebahagiaan yang menyelimuti keluarganya hari ini, Dia hamil, Qun akan jadi Papa, Zaf kembali mendapatkan Harta warisan dari Sang Kakek juga kini ia sudah menikah dengan Geris. Shafura berlinang.
* Alhamdulillah Terima kasih ya Rabb, hamba berterima kasih sudah di beri limpahan berkah dan juga rezeki yang begitu luasnya, kau rahmatilah keluarga kami, lindungi kami berilah kami kesehatan serta Izinkanlah hamba melahirkan Zuriat ini dan membuat Suami hamba bahagia dengan menyambut anak pertamanya ini *
Qun yang berada di sebelah Shafura melirik istrinya yang terharu.
" Sha kenapa, sakitkah ? "
" Nggak Be, Sha hanya bersyukur keluarga kita di limpahi berkah "
" Iya Be juga, terima kasih ya Rabb, Terima kasih sayang "
Qun mengelus pundak Shafura dan mengakhirinya dengan sebekas kecupan di kening Shafura.
...TAMAT...
***
Alhamdulillah Happy ending
__ADS_1