
" Shafura Awas " Teriak Mark dari kejauhan kala melihat Kane hendak menyerang Shafura yang lalai.
DOOOR
Qun yang juga ikut mengamati kejadian itu melepaskan tembakannya untuk menyelamatkan Shafura.
" Aaaaaaaa "
" ARGGGGH " Kane berteriak kesakitan.
Shafura dan Kane sama - sama berteriak bedanya Kane berteriak kesakitan karena terkena tembakan di kakinya dan mengakibatkan ia jatuh ke tanah tak jauh dari pota, sedangkan Shafura teriak sebab terkejut karena telah dua kali ia mendengar tembakan di depannya.
" Be ! " Shafura memanggil nama suaminya itu karena ia kini benar - benar takut.
Semua anak buah Pota juga terkejut karena tiba - tiba melihat Kane jatuh dan sudah bersimbah darah, mereka lalu mengalihkan arah senjata mereka ke dalam ke gelapan, tempat asal suara pistol itu meletus.
Clek
Clek
Clek
Terdengar suara bising dari pistol yang di pompa oleh seluruh anak buah Pota.
Darah milik Kane menyiprat ke mana - mana, tembakan Qun yang tepat di kaki Kane menggagalkan niat Kane untuk menendang Pistol yang ada di tangan Shafura yang sedari tadi mengancam posisi Pota.
" Angkat tangan ! " Perintah Mark sekaligus membidik dada Pota dengan senjatanya sesaat keluar dari pekatnya malam.
" Dan Jangan bergerak, kalian di kepung lepaskan pistol lalu tendang sejauh mungkin, atau Boss kalian dalam bahaya " Ujar bawahan Mark dan di ikuti oleh Zaf di belakangnya yang juga ikut mengarahkan senjata miliknya.
Qun berlari sambil menodongkan pistolnya pada orang - orang disana untuk menghampiri Shafura yang masih terjaga dengan pistol yang ada di tangannya serta masih menahan anak buah Kane dengan lututnya.
Hendry yang berhasil membuat Shafura lolos dari cengkraman anak buah pota kini bisa bernafas lega di tambah lagi kini ia melihat Suami anaknya itu juga ada di sana.
" Syukurlah kau selamat nak, meskipun Ayah bukan orang yang baik, tapi jika itu untukmu Ayah akan berusaha melakukannya "
Melihat Qun berlari, Pota yang tadinya kesakitan akibat lemparan ponsel Hendry kini memasang wajah kesal serta memutar bola matanya.
" Aaah Sial, keponakan kurang ajar ".
Shafura lalu berdiri menghampiri Qun dan tetap dengan tingkat ke waspadaan tinggi dan tak melepaskan arah pistolnya pada Pota
Clek
" Kau jangan bergerak tetap di tanah " Ujar Qun yang melihat anak buah Kane yang leluasa sesaat di lepaskan oleh Shafura.
" Be! "
Shafura langsung memeluk Qun sebab ketakutan tapi masing masing dari mereka hanya memeluk dengan satu tangan sebab tangan lainnya terus berjaga dengan target masing - masing.
" Kau tidak apa - apa Sayang ! "
" Ya aku baik - baik saja, Be "
" Sudahlah tenang sayang, ada Be di sini ".
" Kalian sudah bagus aku nikahkan malah sekarang bekerjasama menghancurkan bisnisku "
" Diam kau !! " Bentak Qun pada Pota
Pota tak bisa berbuat apa - apa, dua anak buahnya terkapar dan yang lainnya sudah di bawah pengawasan Zaf, Mark dan temannya.
" Shuuuut, jangan teriak - teriak, pamanmu ini belum tuli " Ujar Pota.
Shafura mengeryitkan dahinya, dia mendengar sesuatu yang jelas namun tak ia haraukan.
" Apa maksudmu ! "
" Tenanglah keponakanku, turunkan senjatamu " Pota berusaha memainkan tipu muslihatnya.
" Jaga bicaramu, kita tak saling kenal, cepat jelaskan apa maksud ocehanmu itu ? ".
" Kita memang tak saling kenal tapi aku sangat mengenal abangku Anwar dan kakak Iparku Dahlia " Jawab Pota.
Pota menyebut nama kedua orang tua Qun dan itu semakin memancing kemarahan Qun karena mengusik kehidupan masa lalunya lagi.
" Bee tenanglah, dan kau apa maksudmu ucapanmu ? "
" Kau lagi, sudah aku katakan di awal, lebih baik urus dan rawatkan anakku tapi lagi - lagi kau datang kemari dan merusak rencanaku, " Pota berbicara sedikit lembut pada wanita.
Qun kehabisan kesabaran pria di hadapannya ini terus saja berkata yang tidak - tidak.
__ADS_1
* Keponakan, anakku, apa yang kah katakan *
" Berhenti omong kosong, Kacaaaau ! "
BUGH
Bogem mentah Qun layangkan pada Pota. Pota semakin tak bisa berbuat banyak bahkan membalas pukulan Qun saja ia tidak mampu.
" Apa maksudmu jelaskan, Cepaaat " Qun memegang kerah baju Pota.
" Qun tenanglah ! "
" Tidaaak "
Pota memegang luka bekas pukulan Qun. " Aaah, dasar keponakan gila jika bukan karna aku yang mengirim Abang dan Kakak iparku ke surga mungkin mereka bisa ikut gila mengurusimu "
Mata Qun membulat sempurna, dia tak percaya dengan apa yang barusan telinganya dengar bahwa orang yang kini di depan matanya adalah pelaku utama Pembunuh Ibu dan Ayahnya.
" Apa! kaaaau orangnya ?, aaaaaa "
BUGH
BUGH
BUGH
Pota terkapar di tanah dan Qun terus menghajarnya serta menindih badan Pota, Qun kalap kini dalam pikirannya adalah mengeluarkan hasrat yang selama ini terpendam yaitu menghabisi orang yang telah membunuh kedua orangtuanya.
BUGH
" Katakan kenapa kau membunuhnya! Cepat katakan? Hiks " Qun marah juga sedih, emosinya kembali teraduk.
BUGH
BUGH
" Katakaaaaan !"
* Apa yang harus aku lakukan, Qun sedang marah besar *
Shafura merasa takut sekaligus khawatir melihat emosi Qun yang sangat besar.
" Karena dia mengkhianatiku, dia bilang ingin membangun bisnis ini bersamaku tapi setelah pemberian harta warisan dia membatalkan niatnya karena dahlia mencuci otaknya " Pota bersusah payah mengucapkannya karena wajahnya sudah penuh darah.
" Kenapa kau harus membunuhnya! Hah kenapa ? Hiks kau bisa ambil hartanya lalu pergi kenapa kau bunuh " Ucapan Qun lemah tenaganya terkuras dengan cepat dan juga karena ada shafura sebagai alasan Qun melemah.
" Karna dia berniat memindahkan hartanya atas namamu, sebelum itu terjadi aku tak akan membiarkannya dan cara satu - satunya agar harta itu bisa berpindah tangan ke aku semuanya adalah membunuhnya dan memalsukan jati dirimu " Pota kembali berterus terang
" Aaaaaaaa hiks hiks Kurang ajar kalau !" Qun histeris dia juga terisak.
BHUG
Qun menarik paksa tanganya yang di pegang Shafura hingga ia bisa melepaskan pukulan terakhir, tapi karena dia sudah kehabisan tenaga Qun hanya bisa mendorong wajah Pota.
" Kau... Kaau, Aaaaaaaaa "
Qun benar - benar hancur, semua rasa penasarannya selama ini akhirnya terbongkar, dia tak percaya memiliki keluarga seorang Bandar Narkoba, belum lagi kematian kedua orangtuanya disebabkan hanya karena harta warisan.
" Qun Sudahlah, hentikan, kau harus memperhatikan kesehatanmu ! " Shafura berusaha setenang mungkin menghadapi Qun.
Qun melihat Shafura dengan mata yang merah dan raut wajah yang murung
" Dia pembunuh Ibu dan Bapakku Sayang " lirih Qun
Shafura meletakkan kedua tangannya pada pipi Qun. " Iya aku tahu, biarkan Mark yang urus, hentikan, lepaskan dia ".
Qun kembali menatap lama Shafura sedangkan Pota sudah tak berdaya, Shafura menarik Qun untuk mengajaknya berdiri dan Qun menurut.
Cukup lama Shafura dan Qun bersama saling menenangkan diri masing - masing, Qun masih histeris dan terus menangis di bahu Shafura, yang shafura lakukan adalah tetap bersama Qun karena dia tahu obat dari emosi Qun adalah dirinya.
" Qun Istiqhfarlah, semua sudah jelas pembunuh orang tuamu sudah kita tangkap, jangan bersedih lagi, aku tak mau kau kembali sakit "
Qun tak menyauti Shafura dia hanya bisa diam di pelukan istrinya ini.
Belum kering bibir Shafura berucap,kini Shafura, Mark, Zaf dan temannya Mark di kagetkan dengan sebuah perintah.
" Jangan bergerak kalian telah di Kepung " Ucap seseorang yang baru tiba di lokasi dengan pengeras suara.
terdengar suara derap langkah yang beradu antara sepatu hitam tinggi dan jalan yang ada di sana serta semua orang itu masuk dengan membawa senjata lengkap, mereka adalah para personel polisi yang melakukan penggrebekan.
Shafura dan yang lainnya lalu melepas pistol mereka dan mengangkat tangan.
__ADS_1
" Tendang dan jauhkan senjata kalian " Ujar suara itu lagi.
" Komandan ? " Saut Mark ketika melihat siapa yang bersuara.
Karena Mark mengenal siapa yang bersuara itu, Ia lalu mendekati atasannya itu.
" Mark apa yang kau lakukan di sini ? "
" Siap, Lapor komandan ! "
Mark lalu menjelaskan kronologisnya, kenapa dia dan yang lainnya bisa berada di tempat itu juga. Setelah bercerita panjang, akhirnya komandan paham dan melepaskan Qun, Shafura dan Zaf karena tujuan mereka dan Mark sama bukan sebagai penadah atau pengedar sabu seperti yang komandan pikirkan.
" Maafkan saya, saya pikir kalian penadah, " Ujar komandan.
" Cepat bangun, bangun " Paksa seorang Polisi pada Pota yang tak bisa berdiri dan juga pada yang lainnya untuk di amankan.
" Tidak apa - apa pak, tidak masalah " Kata Shafura.
" Kalian baik - baik saja ? "
" Ya pak kami baik - baik saja " Saut Zaf.
" Pak apa hukuman yang tepat untuk orang itu ? " Qun tiba - tiba bertanya dalam keadaannya yang lemah.
Komandan dan yang lainnya melihat ke arah Pota.
" Itu bukan kewenangan saya, tapi karena kasusnya ganda, diakan seorang kepala bandar dan otak dari pembunuhan kalau tidak hukuman seumur hidup atau Hukuman mati, tapi nanti kita lihat kita harus tunggu proses pengadilan dulu " Jawab komandan.
" Baik pak terima kasih penjelasannya " Saut Qun
" Ya pak terima kasih kerja samanya " Ujar Zaf juga.
Pota yang tadinya tak bisa berdiri seketika bersujud bersujud di depan Shafura dan Qun setelah tahu hukuman yang akan menimpanya.
" Tidak,tidak Qun selamatkan pamanmu ini, aku tidak ingin mati, aku, aku ayahnya Faye Qun, aku yang mengirimnya ke rumah mu hari itu aku menulis surat untukmu " Ujar Pota.
Pota melihatkan penyesalannya di depan Qun sebab akan di adili seberat mungkin.
" Diam kau, Faye anakku, jangan gunakan Faye agar aku mengampunimu " Qun kembali naik darah.
" Qun sudahlah, jangan hiraukan, dia hanya melantur " Ucap Shafura.
" Tidak Shafura, aku adalah Ayah kandungnya Faye, Kekasihku meninggal saat melahirkannya, dan ya ! Faye memiliki tanda lahir di punggungnya sebelah kanan, aku benarkan aku tak berbohong, aku mohon selamatkan aku Shafura ".
" Tidaaaaaak, katakan Shafura katakan aku Papanya Faye, katakan kalau dia hanya bohong " Qun kembali histeris karena kini pota mengungkap fakta baru.
Shafura terpaksa memeluk Qun lagi di depan semua orang.
" Ssssst, Be tenanglah, ya aku percaya kau adalah Papanya dan aku Mamanya bukan dia, jadi jangan hiraukan tenanglah. Tenang ya "
Belaian Shafura sekali lagi mampu menjadi obat untuk penyakit Qun yang kembali kambuh.
" Shafura tolonglah pamanmu ini, coba kau tanya Ayahmu si kemen tanyai dia, aku yang memaksa agar kalian menikah kalau tidak aku tak akan melepaskanmu pagi itu, hal ini ku lakukan supaya aku bisa memberikan anakku ibu, dan juga sebagai permintaan maafku padamu Qun karena telah membunuh kedua orang tuamu, makanya aku berikan anakku padamu, Qun aku mohon bebasakan aku " Posisi pota makin terpojok sebab Qun sudah tak menghiraukannya.
Hendry yang merasa namanya disebut kini menjadi tegang sebab kejadian beberapa hari yang lalu saat ia berpura - pura menjadi otak dalam pernikahan paksa putrinya itu kembali di ungkit
" Pergiiiiiiiii kau, pergiii " Teriak Qun lemah di pelukan Shafura.
" Pak aku mohon bawa dia " Pinta Shafura pada Sang komandan.
" Baiklah !,Kalian bawa mereka semua "
" Siap Pak " Saut semua personil Polisi.
" Baiklah Pak, Ibu, barang bukti telah kami kantongi serta pengakuan tersangka juga sudah kami rekam tadi, jadi kami tinggal menunggu untuk bapak dan ibu serta yang lainnya untuk bersedia kami mintai keterangan lebih lanjut di kantor " Ucap Komandan lagi.
" Baik Pak kami akan ke kantor polisi juga " Saut Shafura.
" Baiklah terima kasih atas kerja samanya Pak, Bu "
Ucap komandan itu sekaligus menyalami Zaf dan Shafura, namun Shafura hanya membalasnya seperti biasa.
" Pak! " Panggil Komandan itu pada Qun, ia juga ingin mengajak Qun berjabat tangan.
Shafura yang masih menahan Qun merasakan ada yang aneh pada Qun yang tetap diam, sandarannya ini semakin berat.
" Be, komandan ingin berpamitan " Panggil Shafura tapi Qun tak memberi respon.
Shafura lalu membuka pelukannya dan melihat Qun yang sudah tak sadarkan diri.
" Astagfirullah Be ".
__ADS_1
...Bersambung ...
***