
Saat Qun dan Zaf cekcok, hal itu juga di sadari oleh kedua istri mereka.
" Kak Lihat, mereka pasti bertengkar " Ucap Geris sambil menuruni tangga.
" Biasalah, kalau nggak bertengkar bukan Qun atau Zaf namanya, nggak berubah padahal udah tua " Saut Shafura dengan terus mentap ke arah depan.
" Kayaknya kita harus banyak bersabar ya kak menghadapi mereka "
" Iya ".
Saut Shafura lagi namun tetap memilih fokus menuruni anak tagga.
Saat berhasil turun dengan anggunnya, Shafura dan Geris tiba - tiba di kejutkan dengan kehadiran anak kecil yang membawa buket bunga bertuliskan " Selamat buat Mamaku tersayang semoga kalian berdua bahagia - FAYE "
Faye muncul dengan kedua tangan yang membawa bucket bunga untuk kedua Mamanya ini, dengan mengenakan gamis yang sama dengan Shafura Faye terlihat imut apalagi pipinya yang chuby ditambah gummy smilenya semakin menggambarkan betapa menggemaskannya Faye.
Shafura dan Geris terseyum haru, mereka sama - sama menunduk untuk meraih hadiah dari Faye
CUP
" Terima kasih, putri Mama memang yang terbaik "
" Sama - sama Mama, Semoga Mama selalu bahagia "
" Amin "
" Dan ini untuk Mama Geris "
" Mama? " Ucap Geris terkejut.
" Iya! Kata Nenek karena Papa Zaf pilihnya Kak Ger sebagai teman hidupnya jadi Faye harus panggil Kakak dengan sebutan Mama juga "
Geris tak bisa menahan rasa bahagianya, dia spechless dengan jawaban Faye, Geris beralih menatap Shafura dengan nanar.
" Kamu bisakan jadi Mama buat Faye? "
" Bisa kak! " Jawab Geris dan tanpa sadar air matanya jatuh.
" Sudah jangan nangis dulu, kasihan tu Zaf, dia udah nunggu " Usap Shafura pada pipi Geris.
" Hutss, Spechless Kak "
" Ayo Ma " Ucap Faye yang membuyarkan obrolan Shafura dan Geris.
"Sudah - Sudah mereka sudah nunggu........ Ayo sayang " Balas Shafura lalu memberikan tangannya pada Faye.
Sama halnya dengan Shafura, Geris pun memberikan tangannya pada Faye,dan Faye berdiri di tengah dengan menuntun jalannya kedua Mamanya ini untuk sampai ke kursi yang ada di sebelah Kedua Papa tampannya itu.
" Kami persilahakan kepada kedua mempelai wanita untuk bergabung dan duduk di sebelah Mempelai pria, sebelum duduk Perhatikan dulu wajah suaminya jangan sampai tertukar ya pasangan masing - masing " Ucap MC
Sontak saja guyonan si pembawa acara itu sedikit mencairkan suasana , hal itu terlihat dengan beberapa tamu yang hadir ikut tertawa.
" Iya ya wajah kedua mirip " Ucap salah satu tetangga Qun yang hadir
" Iya, padahalkan kita tahu mereka nggak sedarah tapi kok bisa mirip ya! " Saut Ibu di sebelahnya
Bahkan tamu undanganpun setuju dengan kemiripan Zaf dan Qun hari ini, meskipun Zaf memiliki darah campuran dan Qun tidak, tapi dengan pakaian yang serupa dan juga mereka berdua yang keseringan bersama dalam waktu lama, membuat Zaf dan Qun terlintas mirip hari ini seperti saudara kandung.
" Kami undang juga untuk kedua orang tua dari setiap mempelai untuk ikut bergabung bersama di meja resepsi, karena setelah prosesi tanda tangan buku nikah, akan di lanjutkan dengan prosesi meminta doa restu kepada kedua orang tua, tapi sebelum itu mari kita saksikan porsesi cium tangan pertama kali dari istri untuk suami ".
" Be "
Sesuai arahan pembawa acara tadi, Shafura meminta untuk mencium tangan Qun.
Di hari pernikahan ini, Susunan acara Di serahkan pada Shafura, jadilah prosesi ini sangat sakral bagi Shafura meskipun mereka sudah menikah tapi mereka tidak melakukan prosesi serupa waktu akad nikah mereka kemarin, makanya Zaf dan geris setuju agar Shafura dan Qun yang mengatur susunan acara ini.
Qun terseyum dan mengelus pucuk kepala Shafura pelan.
" Be harap, Sha adalah wanita terkahir yang Allah berikan untuk Be, Be hanya ingin Sha yang menemani Be sampai kapanpun, Be sayang Sha "
Shafura yang masih menunduk di hadapan Qun dapat merasakan kalimat Qun yang benar - benar tulus hingga ia meneteskan air matanya di pungung tangan Qun. Shafura bangkit namun tangan Qun masih di kepalanya.
" Sha juga berharap hal yang sama, semoga kita selalu bersama hingga takdir yang memisahkan kita nanti "
" Amin "
Setelah berucap amin, Qun kembali mengangkat tanganya yang sebelah kiri.
Shafura menatap Qun, dan bertanya pada hatinya sendiri.
* Inikah keinginan yang Be tutupi pagi tadi. *
...***...
...Beberapa jam sebelum Akad...
" Amin "
__ADS_1
" Amin "
" Be " Shafura menyetuh pinggang Qun
Qun yang sudah hapal dengan apa yang ingin Shafura lakukan padanya setiap saat mereka sholat bersama, Qun langsung berbalik tanpa bertanya dan memberikan tanganya.
Masih dengan kurtanya dan Shafura dengan mukenanya, mereka berdua baru saja menyelesaikan Sholat tajahud bersama.
" Setelah ini apa yang akan Be lalukan! " Tanya Shafura setalah mencium tangan Qun,
Qun menatap bingung, Shafura mengangkat kepalannya dan membalas menatap wajah Qun.
" Entahlah, Be belum memikirkannya, kenapa? "
" Nggak ada, Sha hanya terpikir untuk kita buat Brend fashion muslim sendiri, apalagi butik Be sudah terkenal, gimana ? "
" Hmm ide Sha bagus, Be setuju, nantilah Be pikirkan ya "
" Kenapa nanti, kita bicarakan aja sekarang, memangnya Be lagi ada yang di pikirkan? "
" Ada, nanti juga Sha tau "
" Apa, nantinya kapan? "
" Nanti setelah akadnya Zaf, ada yang Be sama Zaf akan lakukan untuk kalian berdua dan menurut Be itu juga penting dari brand fashion itu "
" Memangnya sepenting apa ? "
" Sepenting apa ya, Be juga nggak tahu, tapi yang jelas ini itu cita - cita Be waktu dulu, dan waktu kita akad kemarin Kita nggak sempat ngelakuinnya "
" Kok nggak sempat, memangnya apa ? "
" Adalah!, Nanti juga Sha tahu sendiri " Qun bangkit dari depan Shafura.
" Beeee " Shafura menarik Kurta Qun
" Nanti aja ya " Qun terseyum sambil melepaskan tangan Shafura yang menahan bajunya.
" Haaaa Beeee "
" Aaaaah " Qun tak peduli pada rengekkan Shafura kini ia merebahkan badannya di kasur sembari menunggu waktu Subuh tiba.
...***...
Merasa firasatnya tentang keinginan Qun yang akan melakukan sesuatu terhadapnya, Shafura mengintip ke arah Zaf yang berada di belakang Qun, dan benar saja Zaf juga melakukan hal serupa dengn Qun, seakan semua sudah di rencanakan kedua pria itu, baik Zaf ataupun Qun sedang meletakkan tangan kanan mereka di kepala masing - masing istrinya dan Tangan kiri mereka terangkat setinggi dada.
..." Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih.”...
" Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Sepanjang Qun melafalkan doa, Shafura hanya diam dan menutup mata. Air mata Shafura mengalir di kedua pipinya.
* Ya Rabb, aku memang pernah Meminta untuk diberikan yang suami yang baik, tapi engkau kirimkan yang terbaik, terima kasih banyak *
" Amin ya robbal alamin " Qun dan Zaf, Shafura juga geris ikut mengaminkan doa kedua suami mareka itu
" Be! "
Seakan tahu apa kalimat yang ingin Shafura tanyakan Qun lekas mengangguk, padahal Shafura baru memanggilnya.
" Ya ! ini yang Be inginkan, tapi waktu itu tak bisa Be wujudkan "
" Terima kasih Be "
" Sama - sama Sayang "
Shafura dan Qun akhirnya bisa merasakan indahnya proses pernikahan layaknya kebanyakan pasangan di luar sana, mereka berdua terseyum bersama.
" Kami persilahakan untuk kedua mempelai duduk terlebih dahulu "
Kini lengkaplah sudah kursi yang tadinya kosong itu, Zalima dan Ratih yang sejak tadi berjalan bersama Geris dan Shafura pun ikut duduk mendampingi anak mereka.
" Acara ketiga pemasangan cincin di jari manis yang dalam hal ini di lakukan oleh kedua mempelai "
Zaf lalu membuka kotak merah berisikan dua buah benda berbentuk lingkaran itu dan memasangkan di jari manis Geris begitu pula sebaliknya.
Meskipun hanya menyaksikannya, Shafura ikut senang sebab kini wanita yang dari awal menjadi temannya di rumah ini, kini juga menjadi nyonya di sini bersama dengannya.
" Acara selanjutnya penadatanganan buku nikah "
" Baiklah Sebelum itu, Saya ucapkan selamat untuk ke empat mempelai pengantin semoga kalian bisa menjadi Suami dan istri yang di ridhoi oleh Allah, jadilah keluarga yang harmonis, romantis dan tentunya agamis, terapkan ilmu agama dalam rumah tangga isya Allah rumah tangga kalian berempat akan jauh dari mara bahaya, " Ucap Bapak Penguhulu kepada Shafura, Qun, Zaf dan Geris yang duduk di depan mereka.
" Amin " Saut mereka semua.
" Ini berkas dan pulpennya ? "
Bapak penghulu itu meyerahkan berkas - berkas yang harus di tanda tangani oleh kedua pasangan pengantin. Di mulai dari Zaf dan Geris, lalu di tutup oleh Qun dan Shafura mereka melakukannya Secara bergantian.
__ADS_1
CREK
CREK
CREK
Terdengar suara kebisingan dari kamera yang memotret prosesi tanda tangan buku nikah itu.
" Sudah Pak! " Ujar Shafura.
" Alhamdulillah, dengan begini perhari ini, saya sampaikan kalian berempat resmi menikah dan pernikahan kalian di akui oleh negara " Ucap penghulu lagi.
" Alhamdulillah "
" Tolong kepada kedua pasangan pengantin agar memperlihatkan buku nikahnya " Pinta Pembaca acara lagi
Mereka berempat langsung mengangkat buku nikah itu dan tak lupa memperlihatkan cincin yang sudah terpaku di jari manis masing - masing.
CREK
CREK
CREK
CREK
" Acara terakhir adalah meminta restu kepada orang tua dalam hal ini kami meminta kesediaan Ibu dan Bapak dari orang tua masing masing pengantin agar berpindah duduknya di kursi yang telah kami sedikan yaitu ke sebelah kiri Pelaminan "
Terlihat di sana ada empat buah kursi yang di susun berderet untuk di duduki, Zalima, Sukma Bambang dan Ratih, dalam hal ini Hendry tak turut serta sebab statusnya ayah tiri.
Lagi dan lagi prosesi berjalan khidmat, ke empatnya meminta restu pada orang tuanya, mereka bersimpuh meminta izin.
" Bu, Qun minta restu ibu untuk mendampingi Shafura di sisa hidupnya, menjadi ayah, suami serta temannya yang akan setia menemaninya, dan Qun berjanji untuk tidak membuat anak ibu terluka apa terlebih lagi pergi dan meninggalkannya, Qun ingin menjadi suami dunia dan akhiratnya Bu "
Zalima yang mendengar itu dapat merasakan betapa Qun sangat menyayangi anak semata wayangnya ini.
" Nak, Lillah karena Allah Ibu rela dunia akhirat melepaskan Shafura untuk kamu, selama Ibu tinggal sama kalian, Ibu sudah lihat bagaimana kamu mengistimewakan anak Ibu, perlakuan kamu itu lebih dari cukup bagi ibu, Pesan ibu jadilah suami yang bertanggung jawab kedepannya, Hadapi segalanya berdua, jalinlah komunikasi yang lancar antara satu sama lain, jangan mudah emosi bila salah satu dari kalian keras kepala, Ibu harap kamu sebagai suami dan juga Papa bisa membuktikannya pada ibu bukan hanya hari ini dan sebelumnya tapi untuk seterusnya "
" Qun akan berusaha Bu "
Qun lalu berdiri dan bertukar posisi agar Shafura yang pula bersimpuh di depan Ibunya ini.
" Bu, Shafura dulu tak sempat mengatakan ini, kali ini Shafura ingin bilang, terima kasih karena telah berdoa yang terbaik untuk anak ibu ini, terima kasih telah membesarkan shafura dan menjadi wanita seperti sekarang, Shafura sekarang telah menikah dan Shafura tahu baik sekarang atapun kemarin Ibu pasti merestui Shafura bersuamikan Abang Qun, terima kasih banyak Bu "
" Nak! Tak henti - hentinya Ibu berdoa agar kau selalu di kelilingi oleh orang - orang baik, terutama bersuamikan yang baik pula, Ibu tahu kau bisa menjadi istri dan juga ibu yang Baik juga, patuhi Qun, jangan melawan dengannya dia adalah pria yang sholeh, ibu tak ingin dengar nanti kau melawan apalagi meninggikan suaramu di depannya, Jadilah istri yang menurut agar kau mudah nantinya sebab istri yang sholehah boleh memilih masuk surga dari pintu mana saja, Ibu restui kamu nak, sejak hari itu tanggungjawab utama mu adalah suami baru kedua orang tuamu jadi prioritaskan Qun di atas kami ya, hiduplah bahagia di sini bersamanya, Ibu ridho nak "
" Terima kasih banyak Bu, Shafura sayang ibu " Shafura langsung memeluk Zalima erat.
Terlihat beberapa tamu undangan ikut terharu melihat situasi ini
" Kami silahkan kepada Pasangan Pengantin yang ke dua untuk melakukan hal yang sama, meminta ridho dan izin kepada orang tuanya, supaya mendapat berkah dalam menjalani biduk rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah "
Zaf dan Geris yang sudah duduk bersimpuh sejak tadi kini mendapatkan giliran mereka.
" Ma ! Zaf ingin bilang semuanya hari ini,.... Selama ini mungkin Zaf sebagai anak tak pernah bilang apalagi membuat aksi yang menyatakan kalau Zaf sayang sama Mama, tapi Mama harus tau dari hati terdalam Zaf, Mama adalah orang pertama di hati Zaf, Zaf sayang Mama, hanya Saja Zaf bukan jenis anak yang pandai untuk mengucapkannya, maka dari itu Zaf ingin minta maaf bila dari kecil sampai sekarang Zaf sering buat Mama sedih, risau apalagi menangis, Zaf minfa maaf Ma. Zaf juga minta doa Mama sekali lagi hari ini, tepat hari ini anak Mama ini bergelar suami orang, Zaf harapkan Zaf bisa menjadi suami yang baik, suami yang dapat memimpin istrinya ke jalan yang benar, Suami yang tidak membuat istrinya menangis dan suami yang dapat berlaku adil, Ma ! Zaf minta restu Mama ".
Sukma mengelus kepala Zaf tiga kali dan beralih turun hingga mengangkat dagu Zaf
" Zaf! Mama restui kamu nak, Mama tahu anak Mama, meskipun kamu bukan jenis anak yang bisa mengungkapkan kasih sayang lewat kata - kata tapi Mama tahu kamu sayang sama Mama, Mama harap setelah ini Zaf tak membeda bedakan perlakuan kamu terhadap Mama dan terhadap istri kamu, sayangi dia bagaimana kamu menyayangi Mama, Dan ingat ini, ketika kamu menyakitinya itu sama saja akan menyakiti Mama sayang sebab kami berdua adalah sama - sama wanita sayang, Hargai dia bagaimana kamu menghargai Mama, sekarang Zaf sudah resmi bergelar suami, Mama doakan pernikahan kalian kekal sampai mau memisahkan, Mama ingin Zaf jadi suami yang bertanggung jawab dan dapat memimpin istri Zaf sebaik mungkin...... Zaf!
" Iya Ma "
" Jangan sesekali menjatuhkan air mata istri kamu ya nak, Mama harap Kamu ingat ini "
" Baik Ma! "
" Mama percaya anak Mama "
CUP
Sukma mengakhiri kalimat serta restunya dengan sebuah kecupan lembut di dahi Zaf, lalu beralih memeluk Zaf. Zaf tak dapat menahan air mata prianya kala Sang Mama memberinya restu serta wejangan untuk rumah tangganya nanti, Kini Zaf menangis di pelukan Sang Mama setelah bertahun - tahun tak berjumpa.
Cukup lama mereka berpelukan hingga Zaf ingin mengakhirinya namun di tahan oleh Sukma dan Ia berbisik.
" Mama bawakan hadiah pernikahan dari Kakekmu "
Zaf yang tadinya masih sedu sedan, seketika matanya membulat tak percaya kala Mamanya menyebut kalau Sang Kakek menyiapkan hadiah pernikahan untuknya.
" Setelah Acara ini berakhir, kamu akan tahu semuanya "
Zaf masih bingung tapi ia hanya mengangguk pelan sebagai tanda bahwa ia mengerti dengan Ucapan Sukma.
Kini giliran Geris yang meminta restu pada kedua Ibu dan Bapaknya, Tangis bahagia menyelimuti acara meminta izin tersebut bagaimana tidak, Geris yang tadinya hanya meminta izin untuk bekerja di kota kini kembali meminta Izin untuk tinggal dan membangun rumah tangganya di kota ini juga. Ratih dan juga Bambang hanya bisa pasrah dan memberikan Restu untuk anak semata wayangnya ini, sebab cepat atau lambat, melepaskan anak gadisnya ini tetap akan terjadi karena kemanapun suami pergi di situlah Sang Isteri berdiri untuk menemani.
Waktu terus berjalan Setelah Geris kembali Zaf yang meminta Izin pada kedua orang tua Geris, begitupun sebaliknya, sudah pasti kedua orang tua itu meridhoi serta menerima Zaf juga Geris sebagai menantu mereka masing - masing.
...Bersambung...
__ADS_1
***