Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Rahasia * Episode 67


__ADS_3

SREEET


" Tuan muda memintaku untuk menjemput kalian berdua! " Kata Zaky dari dalam mobil


Mendengar itu ! Dengan segera Shafura dan Qun naik ke mobil dan tak butuh waktu lama mereka tiba di istana Zaf, hal yang pertama Shafura perhatikan adalah keramaian namun semua itu tidak ada, mulai dari parkiran rumah Zaf yang luas tak ada satupun mobil yang teparkir di sana, dan juga tak ada para penjaga ataupun anak buah dari Papanya yang terkenal memiliki agen mata - mata itu.


SREEET


" Tuan mudah dan Tuan Wegal sudah di dalam beserta yang lainnya " Ucap Zaky lagi.


Shafura dan Qun tak menyaut mereka hanya mengangguk bersamaan lalu keluar. Dengan masih pakaian olahraganya mereka berdua masuk.


" Assalamualaikum " Qun dan Shafura serentak memasuki rumah dengan kaki kanan.


" Waalaikumussalam " Jawab Geris serta beberapa anak buah Mr Wegal yang lain.


Melihat Qun dan Shafura baru tiba, Zaf langsung berdiri dan terlihat meminta izin dengan Sang Papa untuk terlebih dahulu berbicara pada Abang dan Kakaknya.


" Bang kita harus bicara ! "


Zaf menarik Qun keluar.


" Apa yang harus kita lakukan ? " Lanjut Zaf lagi setelah mereka bertiga diluar.


" Ya kita tebus saja, masalah selesai "


" Aku tidak yakin Papa akan semudah itu, pasti dia punya rencana lain "


" Maksudmu ? "


" Aku juga belum tahu apa, tapi firasatku tidak enak, apa lagi Papa datang pagi - pagi ke sini dari Singapura dan itu pasti untuk hal yang penting ".


" Papa ke sini pakai apa? " Qun memperhatikan halaman rumah Zaf yang kosong tak ada satupun kendaraan besi beroda empat itu selain SUV tadi.


" Pakai Heli ! "


Shafura yang dari tadi diam hanya membentuk "o" di mulutnya sambil mengangguk.


" Ya sudah kita lihatkan saja dulu, apa yang Papamu mau! Tapi yang jelas kita harus bisa menahan Papamu untuk tak membawanya "


" Ya Bang kau benar! "


" Permisi tuan, Tuan Wegal menyuruh kalian untuk masuk dan berbicara di dalam saja " Ucap Zaky yang baru saja menerima arahan dari earphonenya.


" Baiklah " Saut Zaf.


Dengan cepat Zaf kembali masuk bersama Shafura serta Qun belakangan.


Saat melangkah masuk, rasa penasaran Shafura mengenai Orang tua Zaf yang sempat terhenti, seketika terbayarkan saat Shafura melihat pria kepala lima duduk bersebelahan dengan kursi Geris, Shafura langsung dapat mengira yang mana orang yang di gelar Tuan Wegal oleh Zaky itu.


* Mr Wegal, itu orangnya *


Pria dengan setelan Jas dan celana yang senada hitam dengan kaki yang terangkat naik menindih lutut sebelah kirinya. Wegal Ander Vooc pria berambut putih yang berwajah ke barat - baratan dengan kaca mata hitam itu duduk dengan angkuh di temani dua orang pengawal berpakaian senada.

__ADS_1


Sama halnya dengan Shafura, Selama tinggal dengan Zaf, Qun juga tak tahu visual dari Papa kandung adiknya itu, sebab dulu Qun pernah bertanya hal itu namun Zaf memohon dengan Qun untuk tidak mempertanyakan silsiah keluarganya yang kaya raya itu, tapi Qun tahu sedikit tentang Zaf kalau adiknya itu memiliki darah campuran Indonesia dan sedikit cerita tentang betapa baiknya Sang Kakek, itulah secuil informasi Yang mampu Zaf berikan mengenai Ibu dan Kakeknya, tapi Zaf enggan menyenggol kisah sang Papa.


" Pagi Mr, Wegal " Sapa Qun sambil mendekat dan duduk berseberangan dengan pria yang baru saja ia sapa.


Qun tak menyalami Papa Zaf karena dia tahu kalau bagi budaya barat bersalaman adalah hal tabu, meskipun Qun juga sadar kalau Mr, Wegal sudah lama tinggal bersama orang Indonesia yaitu istrinya sendiri Sukma tapi Qun lebih memilih untuk tak melakukannya.


Dan hal itu benar, karena Qun tak mendapat balasan atas sapaannya itu. Sama dengan halnya Qun, Shafura hanya ikut berjalan mengekori Qun dari pintu dan hanya menundukkan kepalanya sedikit pada Mr, Wegal lalu ikut duduk di samping Qun.


" Kita to the poin saja " Ucap Mr, Wegal.


Shafura sedikit terkejut karena tak tahu kalau Mr, Wegal lihai berbahasa Indonesia meskipun logat ke barat-baratannya masih kental.


" Maksud Papa ? ".


Mendapat pertanyaan balik dari anak semata wayangnya, Mr, Wegal menggerakkan kepalanya sedikit pada anak buahnya lalu si anak buah dengan mudahnya paham dan mengeluarkan sebuah berkas dalam Map bersampul hitam yang tebal kemudian dengan pelan menaruh di depan Zaf.


" Ini tuan Arzaf "


Zaf langsung mengambil berkas tersebut, dan membacanya, Selama membaca tak ada yang aneh dengan isi dari berkas itu, karena itu adalah kontrak pengalihan Aset serta Harta milik Mr Vooc yang di berikan pada Zaf dan akan berganti pemilik jika Zaf setuju menandatanganinya.


" Apa ini Pa ? " Nada Zaf masih datar.


" Berikan harta yang kakek wariskan padamu pada Papa sebagai tebusan Wanita itu ".


Zaf menaikkan kedua alisnya.


" Tidak bisa, kenapa harus dengan harta itu, aku bisa membayar seluruh uang muka yang di bayarkan ketiga orang itu yang menyuruh papa mencarinya, lagi pula apakah tidak cukup dengan Papa mengelola perusahaan itu saja."


Zaf tak percaya pada ucapan Papanya barusan, akhirnya rasa khawatirnya itu kini beralasan, Kalau sang Papa ingin mengambil semua harta yang Tuan Vooc berikan pada si cucu jatuh padanya.


Sebelum Zaf bernegosiasi dengan Sang Papa beberapa tahun yang lalu tentang aset si Kakek, Anak dan Papa ini setuju bertukar posisi, Zaf menjalankan bisnis haram Papanya dan si Mr Wegal menduduki kursi jabatan Presidir dari Vooc holding, tapi itu hanya sebatas jabatan sedangkan keuangan dan yang lainnya masih utuh milik Zaf. Jadi posisi Zaf jauh lebih tinggi dari si Papa apabila Arzaf Wegal Vooc pulang ke Singapura dan mendatangi kantornya itu.


Tapi itulah Zaf, dia memiliki sikap lemah lembut dan juga tak rakus pada uang, Dia lebih memilih mengelola Bar milik Papanya.


" Jika kamu menolak, Papa sendiri yang akan membawa wanita itu dan menyerahkannya pada para CEO itu, setahu Papa mereka akan membunuh wanita ini ". Lanjut Mr Wegal.


" Sebentar Tuan, Kau juga bisa mengambil rumahku sebagai tambahan atas tebusan dia " Ucap Qun


" Heh,Jangan cari muka di depanku dengan menjadi malaikat penolong, Aku tahu kau adalah mantan kekasih wanita itukan, dan lagi pula rumah yang kau miliki itu juga pemberian Arzaf, jadi jangan berfikir kau Kaya, semua kedudukanmu kini bahkan bajumu itu juga dari Anakku, bukannya aku tidak tahu, kau hanyalah Mantan orang kaya yang di khianati oleh pamanmu sendiri, hidupmu terlalu miris, aku prihatin, kini kau dengan bangganya ingin menukar rumahmu dengan wanita yang hampir membuat Gila, Hei kau wanita " Tunjuk Papa Qun pada Shafura yang sedari tadi diam.


Shafura yang merasa arahan telunjuk itu untuk dirinya sedikit terkejut.


" Kau juga sama malangnya dengannya, apa kau tidak merasa kalau suamimu yang kau nikahi atas dasar fitnah itu masih mencintai mantan kekasihnya yang pergi meninggalkannya dengan pria lain saat ia sedang hamil dan meminta suamimu untuk menikahinya karena pria bernama, siapa namanya? " Pria tua terhenti karena lupa.


Lalu anak buahnya yang juga berkaca mata itu menambahi " James Encik"


" Ya si James itu tidak mau bertanggungjawab Ha ha ha, kalian berdua benar - benar pasangana yang serasi. Prok prok "


Mr Wegal merasa puas karena telah bertutur panjang sambil bertepuk tangan.


" Papa Cukup ! " Bentak Zaf.


" Zaf hentikan! " Bentak Qun pula pada Zaf.

__ADS_1


Seketika Zaf melemah.


" Waah dunia sekarang benar - benar hebat, orang luar lebih di dengarkan sedangkan Papanya sendiri di bentak dan teriaki ".


" Aku tidak akan begitu kalau Papa tidak memperlihatkan sifat asli Papa di sini "


" Sudahlah ! Cepat buat keputusan anakku atau Papa akan bawa wanita itu pulang ke Singapura ".


" Papa boleh ambil semua harta Zaf yang ada di Indonesia tapi tidak dengan Harta warisan Kakek, Zaf tidak akan berikan "


" Berarti kamu lebih memilih wanita itu mati hanya karena harta, baiklah. "


Lalu Mr Wegal memerintahkan anak buahnya untuk naik ke lantai atas untuk menjemput Sella dengan sekali gerakan telunjuk dan anak buahnya tadi langusung bergerak.


" Papa tunggu! "


" Cepat buat keputusan, tandatangani dan urusan papa denganmu selesai "


" Pa aku mohon, Papa boleh ambil rumah ini dan semua isinya "


" Keputusan Papa bulat, Papa mau tandatanganmu, ".


Zaf mengacak rambutnya, dia tahu kalau Papanya memiliki sifat keras kepala, apa yang dia inginkan itulah yang harus dia dapatkan.


" Bang apa yang harus aku lakukan! "


" Abang mau tanya apa yang mau kau lakukan dengan Harta Kakek? ".


" Bang! " Seketika Zaf sulit menyampaikan niatnya sebab dia tak memberi tahu Qun tentang apa yang akan ia lakukan pada Harta kakeknya itu.


" Heh, kau dan ibumu sama - sama pandai menyimpan rahasia, Bahkan kau tidak memberi tahu abangmu itu, seandainya Papa tak menaruh mata - mata selama ini mungkin Papa tak akan tahu kalau kau mau menyumbangkan seluruh kekayaan Kakek dan menghamburkan harta Kakek untuk kegiatan sosial bodohmu itu "


Zaf terkejut hingga matanya terbuka lebar kala Papanya mengetahui niatnya selama ini, Qun dan Shafura serta Geris yang mendengar pernyataan Mr Wegal sama halnya dengan Zaf dan kini dia menatap pria milliarder itu.


" Apa itu benar Bang ? ". Tanya Geris


Zaf yang di serang Pertanyaan dan tatapan mata penuh tanya sedikit sulit bernafas.


" Huh " Zaf menghela nafasnya berat.


" Arzaf Wegal Vooc bahkan calon istrimu tak kau beri tahu, ha ha ha. Apa - apaan kau ini anakku, apa kau takut wanitamu itu pergi meninggalkanmu kalau dia tahu kau akan jatuh miskin bila kau melakukan kegiatanmu itu "


Kembali mendengar fakta mengejutkan Shafura memegangi kepalanya tak percaya.


" Apa maksud Papamu Zaf ? " Qun menaikkan alisnya.


" Maafkan aku Bang, aku menyembunyikannya darimu selama ini ".


" Aku rasa kau juga tidak tahu kalau dia diam - diam akan kembali pindah Agama ? " Ucap Mr Wegal lagi.


...Bersambung ...


***

__ADS_1


__ADS_2