Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Infus * Episode 25


__ADS_3

Qun mendongak melihat Shafura begitu. Dan Shafura lalu memalingkan wajah Qun untuk menyuruhnya kembali melihat dan fokus Mark.


" Selama ini Bar kalian aman bukan? " Mark menunjuk Qun.


Qun mengangguk.


" Lalu setelah aku tahu kau tidak ada di Bar tadi malam, menurutku ini rencana seseorang yang tak menyukaimu, karna hasil tes urine Zaf negatif "


Qun menaikkan sebelah alisnya " Lalu kenapa dia tetap di pukuli ? ".


" Karna barang itu berada dalam saku celananya, pemukulan terjadi supaya zaf mengakui itu barang miliknya dan masalah selesai, tapi Zaf " Penjelasan Mark terhenti.


" Kurang ajar sekali polisi itu, kenalkan aku dengannya, aku ingin silaturahmi " Saut Qun dengan kalimat ambigu.


Shafura menepuk pelan pipi Qun " tenanglah Qun, biarkan polisi yang menanganinya ! ".


Walaupun tak sakit Qun memegangi pipinya " Tapi Sayaaang ! Orang itu ! " Suara Qun manja, dia tak malu sedikitpun melakukannya di depan Mark ataupun Zaf.


" Qun " Tegas Shafura.


Pria bernama Qun itu langsung tertunduk.


" Kau lihat Mark, Manjanya membuatku ingin muntah " Zaf menimpali dan memperlihatkan ekpresi ingin muntah pada Mark yang berdiri di ujung ranjangnya .


Zaf sudah lebih baikan, suara manja Qun membangunkannya, Shafura dan Qun melirik orang yang mengejek tersebut.


" Itss kau ini " Qun mengangkat tinjunya seperti ingin memukul Zaf


Dan Zaf melindungi mukanya dengan tangan yang masih terinfus.


" Wah Qun, Zaf benar, aku tak habis pikir pria yang ditakuti para bandar, bisa tak berkutik di depan wanita " Mark juga ikut mengejek Qun di depan Shafura.


" Baguslah ada yang di takutinya, setidaknya dia tak semena - mena dengan kekuasaannya itu " Ujar Shafura.


Qun diam saja mendengar Istrinya berucap baginya mendengarkan ucapan Shafura adalah perintah.


" Zaf, Ian Dimana? " Qun menayakan orang suruhannya yang juga tak ada kabar.


" Entahlah Bang, malam tadi dia tak terlihat di Bar ! "


" Polisi menemukannya terikat tak sadarkan diri jauh dari Bar " Saut Mark.


" Dimana dia sekarang ? ".


" Sedang dimintai keterangan di kantor polisi, karna hanya dia saksi kita " Jawab Mark.


CKREK


" Misi Pak! " Ucapnya pada polisi yang berjaga.


Pembicaraan Mereka terhenti ketika ada yang datang.


Tok tok tok


" Permisi, Pak, Ibu saya mau memberikan tambahan energi pada pasien "


"Ouh ! Ya Silahkan " Mark memberikan izin pada perawat pria itu.

__ADS_1


Perawat berpakaian biru muda itu lewat di depan Mark dan mengecek selang infus lalu menyuntikkan cairan yang dibawanya.


" Sudah selesai selamat istirahat Pak " sapa sopan Perawat itu pada Zaf dan pergi meninggalkan mereka semua.


PRANK


Sebuah nampan alumunium Khas rumah sakit terjatuh karena tersenggol Ian yang baru saja memasuki kamar.


" Maaf - maaf, aku tak melihat " Ucap Ian pada perawat itu.


" Tak apa Pak, mari " Sang Perawat tergesa - gesa memungut suntikan yang jatuh.


Ian sempat milirik orang di depannya inu " Sebentar apa kita saling mengenal ? ".


Pertanyaan itu terlantar karena Ian merasa aneh dengan wajah Sang Perawat.


" Tidak Pak! Maaf, aku harus memeriksa pasein lain, Permisi " Jawab perawat itu masih normal.


" Hei Ian kenapa ? " Tanya Qun yang dari tadi terus memperhatikan mereka berdua di depan pintu.


" Tak ada Qun, wajahnya familiar, aku pernah melihatnya, tapi aku lupa " Ian terus berusaha mengingat wajah pria itu.


" Bagaimana ! " Tanya Qun


Ian langsung lari mendekat ke pintu masuk yang masih terbuka dan kembali memeperhatikan langkah Sang Perawat yang semakin cepat. Melihat kepanikan Ian, Qun berdiri dari kursinya dan Mark berlari mendekati Ian.


" Pak! Pak tolong kejar pria itu " Perintah Ian pada polisi yang berjaga.


" Ada apa Ian ? " Tanya Mark.


"Dia pria yang mengikatku malam tadi ".


" Sayang titip Zaf, ada apa - apa hubungi aku ".


" Iya iya hati - hatilah Qun ".


* ya Allah lindungi suamiku dari mara bahaya, amin *


Qun langsung ikut melakukan pengejaran, kini Zaf dan Shafura sedang menunggu kabar dari mereka, sambil menunggu Shafura asik sedang berbalas pesan dengan Geris untuk menceritakan yang terjadi dan menyuruhnya Menjaga faye sampai masalah Zaf selesai tapi setelah beberapa menit berselang Zaf merasa ada keanehan di tubuhnya. Dan Shafura tak menyadarinya


" Kak, apa kau tidak gerah ? " Tanya Zaf sambil mengibaskan pakaian rawatnya.


Shafura yang duduk diam di samping Zaf tak menaruh curiga.


" Apa kau kegerahan !," Shafura lalu beralih dari handphone dan ke romote AC dan melihat suhu di sana lalu menurunkannya menjadi 22°C agar semakin dingin, padahal sebelumnya saja sudah dingin.


" Entahlah tubuhku rasanya tidak enak ".


Zaf mulai mengerakkan badannya gelisah. Dia memejamkan mata dan lehernya terus saja bergerak memutar.


* Apa ini ?, kenapa aku jadi tegang ! *


" Kau baik - baik saja Zaf ? Apa perlu aku panggilkan suster ! " Shafura mulai merasa ada yang tak beres.


****


....... Pengejaran Perawat..... ...

__ADS_1


" Mark, kemana dia ? " Tanya Qun yang dapat mengejar Mark yang terpisah dengan Ian dan pak polisi


" Kenapa kau ikut! " Nafas Mark terhengal.


" Apa maksudmu ! tentu saja aku ikut, dia satu - satunya harapan untuk mengetahui kasus ini " Jawab Qun hingga memperlihatkan urat lehernya.


" Lalu siapa yang menjaga Zaf dan Istrimu Qun, ini bisa saja tipuan lagi, mereka mengintaimu kau pergi lalu salah satunya terluka ".


Qun tercengang dia memegangi kepalanya tak percaya mendengar ucapan mark karena ada benarnya.


" Kau benar Mark ! "


" Apa kau sudah hubungi Dokter, tentang obat yang disuntikkannya tadi ? ".


Qun mengacak rambutnya " Ciah Sial !! Kenapa aku tak bisa berfikir sejauh itu, baiklah aku kembali ".


Dengan tenaga yang masih ada Qun kembali berlari menuju kamar Zaf, namun dia singgah dulu untuk memberitahukan kejadian tadi ke meja resepsionis.


.......Kembali ke ruangan VIP Plamboyan......


Shafura berdiri dari kursi dan ingin menekan tombol Nurse call yang ada di sekitar ranjang, tangannya meraih benda itu, tapi tangan Shafura malah di tangkap oleh Zaf.


" Zaf kenapa ? " Shafura menatap Zaf.


Zaf Tak menjawab lalu malah menarik tangan Shafura, dan separuh badan Shafura tertunduk ke arah Zaf. Hingga Shafura bisa merasakan desahan nafas Zaf kuat.


* Apa yang kau lakukan Zaf,....... Astagfirullah suntikan tadi, apa seperti ini efeknya*


Karena terlalu memikirkan keselamatan Qun, Shafura sampai tidak curiga pada cairan yang disuntikkan perawat tadi, dan baru sadar kalau Zaf sedang tidak baik- baik saja.


merasa ada yang aneh dengan tatapan Zaf serta gerakan bibirnya, dengan cepat Shafura mencabut jarum infus di tangan Zaf yang menarik Shafura hampir terjerembab ke kasur itu.


" Aaau, Kak " Zaf kesakitan dan melepas pegangannya.


Karena sudah dilepas oleh Zaf, shafura membenarkan posisinya tegak lurus dan menjauh dari gapaian Zaf. Lalu menekan tombol nurse call.


... .... Meja resepsionis......


" Sus kau diminta ke kamar VIP plamboyan keluarga pasien memanggil ".


" Baiklah aku akan ke kamar itu sekarang juga " Jawab seorang Suster setelah menerima perintah dari Petugas Resepsionis.


" Sus pasien di Kamar Khusus Plamboyan sedang dalam masalah " Qun bicara tanpa koma.


" Baiklah pak tenang! Bapak bisa ikut dengan Suster ini dia juga akan kesana karena baru saja di hubungi dari keluarganya " mata Qun membulat sempurna.


* Astaqfirullah zaf apa yang terjadi padamu *


" Ayo Sus, cepat, ini bahaya " Qun lalu berlari sekencang mungkin melewati lorong rumah sakit dan diikuti oleh Suster tersebut.


.......


...Bersambung...


***


* Apa yang terjadi pada Zaf !.

__ADS_1


* Dan siapa yang melakukannya, lalu apa niatnya!


__ADS_2