Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* I Love You * Episode 32


__ADS_3

Tok Tok Tok


Kembali terdengar ketukan, Shafura yang masih berdiri di belakang pintunya terkejut.


" Sayang buka ! ".


Lagi - lagi Qun, Shafura membuka pintu dan sangat terkejut melihat Suaminya itu tengah membawa Faye dalam pelukannya.


" Bee, kenapa Fayenya dibawa ke sini ? ".


" Nanti saja bertanyanya, ! Bee harus segara menaruhnya ke kasur sebelum dia bangun ".


Shafura lekas membukakan pintunya lebar agar Suaminya bisa masuk dan menidurkan Faye ke kasur.


" Naaaah!. Beginikan aman, Bee nggak harus bolak - balikkan ". Qun menaikkan alisnya setelah menaruh Faye. Nada bicaranya kecil.


" Kalau dia bangun bagaimana ? " Tanya Shafura dengan suara kecil juga.


" Sayaaang ". Qun memulai aksinya.


" Bee ! ".


" Papa ! Faye maunya liburan bukan makanan " Igau Faye.


Qun berhenti ingin menggoda Shafura, dia lekas ke kasur dan kembali menidurkan Faye. Shafura yang melihat itu lalu meninggalkan Qun yang tengah sibuk dengan Faye ke kamar mandi untuk mencuci muka dan bersiap untuk tidur, dan ketika keluar dia melihat pemandangan yang sejuk dimatanya, Qun tidur dengan berbantalkan lengannya dan tangan lainnya menepuk pelan Faye, Shafura merasa kagum karena dimana pria yang sejatinya belum pernah menikah tapi sangat telaten dalam mengurus anak.


Shafura mendekati Qun dan ingin memberikannya kecupan selamat malam, tapi Qun malah lebih dulu menangkap tanganya dan membuat Shafura tak sengaja menindihnya.


" Aku belum tidur, dan jangan menciumku aku bisa tidak tahan ". Ucap Qun dengan mata yang masih terpejam.


Dengan rambut terurai indah, Shafura bangkit dan duduk di tepi ranjang. " Aku minta maaf Bee ! ".


Qun membuka matanya, dia juga ikut bangkit lalu turun untuk duduk di lantai bersandar diantara kedua kaki Shafura yang menjuntai.


" Jangan minta maaf, aku hanya bisa hilang kendali, apalagi melihatmu seperti sekarang ".


Shafura menyelipkan rambutnya ketelinga karena malu


* Aduuh kenapa jadi canggung begini ya sama suami sendiri *.


Shafura lalu memijat kepala Qun karena tak tahu harus apa dengan posisi ini. Karena merasa nyaman Qun memindahkah tangan Shafura sedikit turun ke pelipisnya.


" Sayang! Bolehkan aku banyak bertanya malam ini ? ". Ucap Qun di sela - sela merasa kenikmatan pijatan Shafura.


" Tentu Sayang ! ".


Qun terkejut namun senang tapi dia diam saja dan melanjutkan pertanyaanya

__ADS_1


" Apa alasanmu mencintaiku dan menerimaku ? ".


" Hmm karena agamamu Bee ! ".


" Sejak kapan ? ".


" Kapan ya !!!!. Awalnya aku hanya kagum saat Bee memberiku mukena saat di Bar, ternyata Bee orangnya pengertian dan perhatian lalu saat Bee menjagakan auratku, apa lagi ya, hmm terus ucapan - ucapan Bee yang tanpa sadar mengeluarkan hadits dan arti dari ayat Al-quran, itu sangat indah dan aku sangat kagum ".


" Lalu cintanya kapan ? ".


" Saat Bee menceritakan masa lalu Bee dan Bee menangis, karena itu aku jadi tahu masalah Bee, kenapa Bee suka marah, mudah stress dan lagi isi hatinya mudah berubah - ubah, dan aku merasa bisa memperbaiki itu, tapi kemudian Bee membiarkan aku pergi, dan itu melukaiku. " Ucap Shafura dari hati yang paling dalam.


Qun hanya terdiam mendengar pengakuan Shafura.


" Bee apa kau tertidur ? ".


Shafura sedikit menarik kening Qun agar dapat melihat matanya untuk memastikan apakah suaminya ini tertidur atau tidak.


" Aah belum sayang " Suara Qun sedikit ikut tertarik.


" Bee, kenapa kau bersedia menikah denganku ? " Kini Shafura yang berbalik menanyai Qun.


Qun lalu merubah arah duduknya dan kini ia menghadap ke Shafura dan menyadarkan kepalanya di Paha istrinya itu.


" Niatku hanya ingin menyelamatkanmu dari fitnah itu sayang, awalnya. Karena saat itu aku masih tak percaya wanita, tapi setelah kejadian siang itu dan kau berani masuk ke kamarku lalu menjelaskan semua yang terjadi atas salah pahamku, aku langsung jatuh cinta ".


" Karena yang dulu, dia main pergi saja tanpa berani memberi penjelasan, dan membiarkan aku hidup dengan terus menyalahkannya, lalu sayang datang menyandarkan aku, sayang bilang * Jangan - jangan kau sendiri punca masalah di masa lalumu * ".


Qun mengucapkannya dengan meniru gerakan Shafura saat itu dengan menunjuk - nunjuk ke arah Qun. Shafura merasa geli melihat itu dia hanya tertawa tapi ditahan oleh tangannya agar Faye tak bangun.


" Dan saat itu Bee tersadar mungkin sifat Beelah yang membuatnya pergi......! Sayang apa kau tak marah ? ". Tanya Qun setelah menyelesaikan kalimatnya.


" Marah kenapa !! "


" Karena aku bercerita tentang masa laluku ? ".


Qun mendongak ke wajah Shafura.


Shafura memegangi daun telinga Qun " Sayang keluarkan saja, aku mendengarkan! Selama ini kau terus menyimpan semua dalam hatimu hingga penuh dan tak ada ruang untukku, jadi keluarkan itu semua malam ini dan izinkan aku masuk menggantikannya dan mengisinya dengan kebahagiaan ".


" Terima kasih sudah mengerti aku Sayang dan ya ! Jangan minta izin karena aku sudah memasukkanmu ke dalam hatiku ini ". Ucap Qun sambil memperagakan tangannya tengah masukkan Shafura ke dalam dadanya.


" Kau bisa saja pangeran bersarungku " Shafura menyetuh hidung Qun.


Qun lalu menangkap tangan Shafura yang ingin melepas hidungnya dan bertanya.


" Sayang bolehkah aku minta satu darimu ? " Sambil mengerakkan kepala seperti orang india.

__ADS_1


" Apa itu ! "


" Jangan pernah marah seperti saat kita bertengkar di kamar, itu sangat mengerikan makanya Bee hanya menoleh ke jendela, apalagi tadi saat sayang memasang kuda - kuda, memangnya mau di apakan dia ? ".


" Ya hanya ingin menanggalkan giginya saja " Jawab Shafura santai.


Qun lalu menutup mulutnya karena takut hal itu terjadi padanya .


" Makanya Bee kalo macam - macam awas ". Ancam Shafura dengan mengangkat satu jarinya dan Qun hanya menggeleng saja.


" Sayang itu persis seperti Sakura dalam anime Naruto kalau sudah marah sangat mengerikan ".


" Kalau begitu Bee persis seperti Sasuke yang tak mengerti perasaan wanita, cuek, dan bermuka datar ".


" Sayang tahu anime itu ? ". Qun tak percaya Istrinya tahu akan itu.


" Ya tahu lah, Profesikukan Guru Madrasah, anak - anak banyak bertukar cerita tentang Naruto ".


" Sayang seorang Guru ? ". Matanya membesar suaranya tak lagi pelan.


Suami macam apa Qun ini, pekerjaan istrinya saja dia tak tahu. Qun Qun. Sampai segitu terkejutnya. Dengan mulut bebeknya Shafura mengiyakan pertanyaan Qun.


" Waah maaf, Bee tak tahu banyak tentang sayang ".


" Tadinya Guru tapi sekarang sudah di berhentikan ! " Ucap Shafura ingin menangis.


Qun terus memandangi Shafura dan menuggu kalimat Shafura sampai lengkap, di elusnya tangan Shafura agar lebih kuat.


" Karena Ibra, dia yang menebar foto kita ke tetangga dan ke Guru sekolahku, dan Besoknya aku di berhentikan tanpa pembelaan ".


Shafura merasa sedih, dia menundukkan badannya dan bersender di bahu Qun. Qun mencoba mencari jalan keluar agat Istrinya tak lagi kepikiran masalah pekerjaan, dan Qun teringat butik miliknya, di butik itu tak ada yang mengepalai karena Zaf dan Qun hanya datang sesekali saja seperti pengecekan barang dan pemberian Gaji, sisanya mereka percayakan kepada para karyawan.


" Tenanglah, Beekan punya butik, kalau sayang mau, sayang boleh menjaganya " Ucap Qun.


Shafura terseyum dan melepaskan senderannya.


" Benarkah, aku boleh kerja di sana ".


" Ya ! Bekerjalah tapi jangan sampai kelelahan ".


" Ok !. Terima kasih sayang, I Love U "


" Love You Too "


...Bersambung ...


***

__ADS_1


__ADS_2