
Tin Tin
Suara klakson motor itu mengubah perhatian Shafura dan Zaf. Turun pria berjaket hitam itu membawa sebuah bungkusan coklat dan masuk menghampiri dua orang yang tengah berdiri di pintu dan taman dari rumah klasik ini.
" Permisi Pak ! Paket atas nama bapak Arzaf Wegal Vooc ".
Tukang paketpun terlilit lidahnya mengucap nama asli Zaf.
Arzaf adalah nama dari Sang Ibu, Wegal nama Si Papa dan Vooc adalah nama keturunan dari Kakek buyutnya
" Iya saya Pak ! ".
Zaf lalu mengambilnya dan Tukang Paket itu pergi melanjutkan kerjaannya.
" Apa itu Zaf ? ". Tanya Shafura karena Zaf yang menghampirinya.
" Ini Kak ! " Zaf memegangi kedua benda tersebut di kedua tangannya.
Zaf melihatkan dua buah buku yang isinya tentang islam dan kehidupan muallaf sambil terseyum.
" Kapan dan beli dimana ? ".
" Kemarin, online shop ".
Zaf kembali melanjutkan langkahnya melewati Shafura, dia nampak bersemangat setelah menerima buku tersebut dan tujuannya kini duduk di Gazebo untuk mempelajarinya setibanya bersila di Gazebo Zaf memberi kode Shafura untuk ikut bersamanya.
" Papa huuuu Papa huuuu " Suara rengekkan Faye memenuhi rumah itu.
" Faye, Papa sibuk nak ! " Coba Geris membujuk.
" Papa Zaaaaaaaf " Teriaknya ketika baru keluar dari pintu dan melihat Zaf dan Shafura tengah asik membuka lembaran kedua buku tersebut.
Kaki kecilnya berlari tanpa menggunakan alas, muka dan rambutnya masih kusut karena baru saja terbangun.
" Papa Qun pergi kemana Pa ? " Faye bertanya seketika naik ke Gazebo dan duduk di pangkuan Zaf.
" Pagi Faye ! " Sapa Shafura.
" Pagi Kakak " Faye membalas, dan tanpa arahan Faye berdiri dari pangkuan Zaf dan berpindah ke pangkuan Shafura.
Zaf hanya ternganga tak percaya apa yang dilihat kedua matanya, anaknya itu begitu mudah akrab dengan Shafura, bahkan dengan Geris saja dia bahkan masih tak mau, apalagi duduk berpangku.
" Kakak, apa Kakak tahu Papa mau bertemu dengan siapa ? " Sambil mendongak.
" Tidak sayang, Papa Qun tak bilang apa - apa, iyakan Papa Zaf " Jawab Sahfura sesekali beralih pandang antara Faye dan Zaf.
" Iya Papa Qun tak bilang apa - apa, memangnya kenapa Nak ? " Zaf lalu menjauhkan bukunya dan mencoba fokus menatap anaknya.
Faye seakan berfikir, dia meletakkan jarinya ke kening sesekali mengetuknya
" Hmm tadi seingat Faye * Qun yang akan jemput ibu, jangan khawatir * Gitu katanya " Faye mulai pandai mengimpersonete Papanya sendiri.
Shafura dan Qun hanya saling melempar tanda tanya besar sambil bermain kode rahasia, menaikkan alis, mengangkat tangan dan menggelengkan kepala kemudian mengangguk. Bila di pecahkan maka beginilah arti kodenya.
" Ibu siapa ya Zaf "
" Mana aku tahu Kak "
" Coba tanyai Faye lagi, supaya lebih jelas "
__ADS_1
...............
" Terus apa lagi Sayang ? " Tanya Zaf.
" Terus Faye nangis, Kakak Geris datang , dan sampailah Faye kesini " Jawab polos anak kecil itu.
" Huftt " Shafura tak tahan mendengar jawaban Faye yang terlalu polos, dia tak paham maksud pertanyaan Zaf, tapi Faye juga tidak salah dalam hal ini.
Demikian pula dengan Zaf, dia hanya bisa pasrah atas jawaban anaknya, Zaf hanya mencibir saja karena pertanyaannya tak kena sasaran.
" Buku apa itu Pa ? " Faye langsung merangkak dan mengambilnya.
Zaf membiarkan Faye mengambilnya karena Faye belum terlalu paham artinya walau sudah pandai membaca.
" Iiiii " Ekspresi pertama Faye saat mengambil buku tersebut.
" Kenapa Faye ? " Tanya Shafura.
" Papa baca cerita hantu ya, itu kok ada orang - orang di bakar, ngeri ah ".
Faye katakutan karena muka buku itu bergambar beberapa orang yang berada dalam api dan Zaf tetap abai terhadap rasa penasaran Faye dan melihatkan saja.
" Kakak Papa itu, kalau tidur sering ngigau, tapi masih juga baca cerita hantu " Ucap Faye tanpa sadar membongkar aib Zaf pada Shafura.
Shafura melihati Zaf dia tak percaya pria 24 tahun ternyata masih suka ngigau.
Zaf kembali ternganga sebab merasa harga dirinya di hancurkan oleh anaknya sendiri
" Nggak Kak jangan percaya. Faye siapa yang ngajarkan Faye mengarang cerita sayang ! ".
" Faye ! Memangnya bagaimana papa ngigaunya " shafura merasa harus menuang minyak dalam cerita Faye.
" Ha ha ha ", Shafura tak tahan melihat tingkah Faye yang menggemaskan kala menirukan Zaf.
Zaf tak bisa berbuat banyak karena sudah di telanjangi oleh anaknya sendiri.
" Faye sini nak, kamu itu udah pandai ngejek Papa ya " Ucap Zaf.
" Nggak mau ! " Faye menolak ajakan Zaf dan kembali mendongak ke Shafura.
" kakak emangnya Sayang itu apa ya, kenapa banyak yang panggil Faye begitu ? ".
" Faye, sayang itu sebuah panggilan untuk orang yang paling kita pedulikan, orang yang selalu ada di hati dan pikiran kita, seperti papa Qun ke Faye, atau kakak ke Faye seperti sekarang ini " Ucap Shafura lalu memeluk Faye.
" Ouh begitu, jadi kalau orang itu kita pedulikan maka kita bisa memanggilnya dengan sayang, tapi papa Zaf mimpikan siapa Pa ? ". Tanya Faye yang kini beralih sinis pada Zaf.
" Hufffft " Shafura ingin kembali terbahak namun ia menahannya.
" Pa-pa, Pa -Papa itu mimpikan kamu Faye " Jawab Zaf gagu.
Mendengar itu Faye memasang muka tak suka.
" Iiiiiii. Nggak mau ah, Faye lebih suka di mimpikan Papa Qun, papa Zaf nggak suka gosok gigi kalau tidur jadi pasti mimpinya bau ". Faye berujar sambil mengeluarkan lidah lalu mengipaskannya ke mulut seakan tengah mencium sesuatu yang bau.
" Faye ! sini kamu " Gelitik Zaf.
" Ha ha ampun Pa !, ampun Pa nggak lagi " Faye menggeliat di pangkuan Shafura karena di gelitiki Zaf.
" Habis harga diriku Kak di nistain sama Anak sendiri " Zaf menepuk jidatnya melihat kelakuan Faye.
__ADS_1
Selesai dengan terbongkarnya aib Zaf, Shafura dan Zaf serta Faye masih duduk di Gazebo untuk melanjutkan pembahasan ringan tentang agama dari buku - buku tersebut, walaupun di sana ada Faye mereka tak terganggu sebab Faye juga tengah asik mengeja isi dari daftar pustaka tersebut.
....
BIM BIM
Sebuah Mobil Lexus memasuki pekarangan. Itu mobil Qun yang pergi satu jam yang lalu.
" Papaaaa ! " Kebiasaan bagi Faye untuk meneriaki mobil Papanya yang baru saja tiba.
" Sudah sini saja sayang nanti biar Papa Qun yang kemari " Kata Zaf yang menahan perut Faye agar tak berlari mengejar Qun.
Terlihat dari kejauhan bahwa dalam mobil itu Qun tidak sendiri ada sesosok perempuan berjilbab yang duduk di kursi depan.
" Siapa ya Zaf ? " Tegur Shafura ketika melihat itu.
" Nggak tau Kak ".
Wanita itu turun dari mobil dan dia terlihat beberapa kali meyeka air matanya yang tumpah di pipi.
" IBU " Suara Shafura pecah antara senang bercampur sedih ketika kembali melihat sosok wanita yang melahirkannya kini berada di depannya.
Dia berdiri dan segera menuruni Gazebo tanpa memasang sendal, sambil berlari dia sudah berapa kali meneteskan air matanya.
" Ibuuu, hiks hiks hiks," Shafura memeluk wanita setengah abad itu.
Shafura tak menyangka wanita yang berapa hari lalu tak mendengarkan keluh kesahnya kini kembali lagi, didekapnya sekuat mungkin sanking rindunya, dia menangis sejadi - jadinya begitu pula Zalima yang tak dapat menahan tangis sejak di perjalanan, karena tak sabar menemui anak semata wayangnya.
" Maafkan Ibu sayang, hiks hiks ".
Mereka saling menumpahkan rasa senang dan sedih dalam pelukan, cukup lama sampai akhirnya, Qun menegur.
" Sayang lanjutkan di dalam saja ya, kasihan Ibu baru sampai, mungkin lelah !. ".
Shafura akhirnya melepaskan Ibunya begitu pula Zalima, tapi mereka masih sama - sama terisak.
" Sayang terima kasih sudah membawa ibu kemari " Lirih Shafura pada suaminya.
Qun terseyum.
" Sama - sama, Ayo Bu masuk " Ajak Qun kemudian.
Zalima hanya mengangguki menantunya itu, dengan diapit Shafura, mereka hendak berjalan memasuki rumah megah tersebut, namun saat hendak berjalan masuk Shafura menarik lengan Qun yang ingin mengitari mobil karena mau mengambilkan barang milik Ibu mertuanya itu, dan itu membuat Qun terhenti.
" Bee, kok bisa ? "
" Nanti Be jelaskan ! "
Shafura hanya mengiyakan jawaban Qun dengan kedipan matanya sekali, lalu kembali berjalan masuk dan Qun juga melanjutkan tugasnya.
...Bersambung...
***
Bagaimana Qun bisa di telepon oleh Zalima, bukannya Qun marah saat terakhir kali Zalima tak memperdulikan Shafura saat pergi setelah akad itu terjadi ?
Next yaaa >>>
seharusnya scene penuh bawang, tapi maaf ya thor nggak bisa buatnya.. belum mahir
__ADS_1