Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Manja * Episode 24.


__ADS_3

Shafura mengalihkan perhatian Qun, dengan memilih menyuapkan Qun yang terlihat panik dan dari tadi hanya melihati smartphonenya.


" Bisakah kau makan dulu, Qun ? " Shafura menaruh sendok di depan mulut suaminya.


" Tapi Sayaaang " Nada suaranya beralun serta raut muka Qun memelas namun tetap membuka mulut dan menerima suapan dari Shafura.


* Teruslah bermanja seperti ini Qun, tadi muka bantalmu dan sekarang baby facemu ini aku menyukainya *.


" Sudahlah, mungkin Zaf masih tidur atau masih dijalan, bukannya kalian jam segini baru tutup. "


Shafura melirik jam, sudah lewat setengah 7 pagi.


Ini adalah jam - jam di mana biasa mereka sudah harus tiba di rumah, tapi Zaf dan orang suruhan Qun belum juga pulang.


* Ya Allah kenapa aku jadi terserang panik begini, lindungilah Zaf, jagakan dia * Gumam Shafura.


" Baiklah " Qun menurut dan menghabiskan makannya.


Tak lama setelah menuruti Shafura, Akhirnya ponsel milik Qun berbunyi tapi bukan dari Zaf atau dari Ian orang kepercayaan Qun, melainkan si polisi Mark temannya. Marklah yang menangani kasus Orangtua Zaf secara diam - diam karena kasus itu sudah di tutup pihak pengadilan karena tak ada bukti serta saksi.


" Hallo Qun "


" Ya ada apa Mark, apakah ada kemajuan "


Qun menebak tentang kasus orang tuanya yang Mark tangani.


" Bukan kasus itu, ini tentang Zaf ! ".


Mendengar nama Zaf disebut raut muka Qun kembali panik, Shafura yang juga masih di sana menatap takut. Khawatir bila sesuatu yang buruk terjadi. Qun membesarkan volumenya.


" Zaf berada dirumah sakit, dia di hajar polisi waktu di mintai keterangan ".


Qun langsung lemas hampir saja Ponsel di tangannya terjatuh, dengan cepat di sambut oleh Shafura dan menopang tubuh Qun.


" Qun, Qun tenanglah, apa kau bersama seseorang, jawab Qun ! ".


Qun tetap diam, dan Shafura yang menjawab.


" Aku Istrinya, apa yang terjadi pada Zaf ? ".


Tak ada jawaban dari seberang sana,


" Hallo Pak! , apa kau masih disana, bagaimana kondisi Zaf ? " Tanya Shafura sekali lagi.


" Ouh, dia aman, tapi bisakah kau membawa Qun ke Rumah Sakit Pratama dulu nanti aku ceritakan disana, aku tunggu ! ".

__ADS_1


" Baiklah, aku akan ke sana bersama Qun ! ".


Tanpa ucapan salam, pembicaraan itu terputus. Shafura kembali menatap Qun dalam pelukannya.


" Qun Istighfar, Zaf masih sehat dia aman kata orang itu " Ucap Shafura yang merujuk ke Mark si Polisi.


" Ini yang aku khawatirkan, dia lagi - lagi di pukuli saat aku tak bersamanya " Qun menangis di pelukan Shafura, adiknya harus masuk rumah sakit sekali lagi.


* Qun jangan seperti ini lagi, aku tahu kau terlalu menyayangi adikmu tapi penyakitmu bisa kambuh, aku tak mau itu terjadi *.


" Sudahlah, kita kesana ! kita lihat Zaf. Ok!! Jangan bersedih kau harus kuat. ".


Shafura berusaha menegarkan Qun, padahal dia sendiri gemetar. Qun menurut patuh.


Di kemudikan oleh Shafura, mobil Qun melaju di tengah kota, Qun hanya duduk saja sembari beristigfar, tak lama mereka memasuki baseman Rumah Sakit dan segera berlari ke lobi untuk bertanya, setelah mendapatkan informasi mereka segera keruangan Zaf.


" Minggir! Aku Abang si pasien ! " Qun emosi pada seorang polisi yang berjaga di pintu karena melihat sebelah tangan polisi itu membentang seperti ingin menghalanginya masuk.


" Sebentar pak saya hanya ingin membukakan pintu " Jawab datar polisi itu.


Terjadi ke konyolan di saat yang tegang.


Qun tak menghiraukan dan langsung masuk,


Polisi hanya mengangguk cepat. Lalu Shafura pun masuk dan langsung melihat lebam di sekujur muka Zaf. Zaf masih belum sadarkan diri.


" Apa yang terjadi? " Qun mencengkeram kerah baju Mark.


Mark berjingkit karena Qun mengangkatnya, terlebih lagi tinggi badan mark yang sepantar dengan Shafura membuatnya semakin kesulitan. Ya tinggi Qun 180 cm.


" Qun lepaskan itu aparat " Shafura kembali menyadarkan Qun. Tapi Qun tak mendengarkan, dia terlanjur marah.


" Qun lepaskan aku bisa jelaskan " Suara Mark terjepit dengan posisi itu.


" Bang ! " Sebuah kata yang membuyarkan emosi seorang Qun. Zaf sadarkan diri, Qun melihat ke arah Zaf yang terbaring dan melihat matanya sudah terbuka.


" Lepaskan Mark, dia yang membawaku kerumah sakit " Ucap Zaf pelan.


Qun melepaskan genggamannya, dan duduk di kursi mendekati Zaf, jika bukan karena perintah dari Zaf mungkin Mark bisa kehilangan nyawanya. Mark sampai terbatuk dibuat oleh Qun, setelah di lepaskan lalu Shafura memberikan Mark sebotol air untuk melegakan tenggorokannya.


" Kau baik - baik saja Zaf, " Tanya Qun seketika melihat zaf yang sadar.


Zaf hanya menurunkan kelopak matanya pelan.


" Baiklah, aku sudah disini kau aman dan bisa melanjutkan istirahatmu ".

__ADS_1


Zaf lagi - lagi tak bersuara, dia mengangkat ibu jarinya tanda setuju. Qun melepaskan kecupan di kening Zaf.


Mungkin jika orang baru yang melihat adegan itu, mereka akan menganggapnya bromance tapi begitulah cara mereka berdua menunjukkan kasih sayang satu sama lain.


* sesayang itukah kau dengan zaf, Qun *


Qun kembali menatap tajam Mark, Shafura yang berada di sisi Qun kini berusaha mendinginkan emosi Qun.


" Qun tenanglah bicarakan baik - baik " Shafura mengelus pundak suaminya.


" Qun aku mohon jangan gila, aku bisa jelaskan " Pinta Mark yang masih kesulitan bernafas.


" Cepat beri aku penjelasan " Tegas Qun


" Aku mohon jaga dia, dia bisa mengantarkan aku ke tuhan " Kini Mark meminta pada wanita yang mengaku Istrinya Qun, yang Mark dengar sewaktu di telpon tadi.


" Baiklah ceritakan ! " Ujar Shafura setuju untuk menenangkan Qun.


Namun bukan Qun namanya jika tak mengambil kesempatan dalam kesempitan, Qun dengan mudahnya melingkarkan tanganya di pinggang Shafura yang tengah berdiri


* Bagus Mark permintaanmu aku acungi jempol, kau ku maafkan, karena memahami posisiku *.


* Astagfirullah Qun, kenapa harus begini, aku memang menenangkanmu tapi bukan dengan cara ini dan di depan polisi itu ".


Shafura merasa malu dengan poisisnya kini. Dan juga Mark melototi temannya itu karena bisa - bisanya memilih tenang dengan cara bermesraan di depannya yang notabennya masih jomblo itu.


* Sial kau Qun, kau sedang berhutang penjelasan mengenai wanita itu, kini kau pula mengambil kesempatan di situasiku yang hampir berpindah alam. Dasar teman nggak ada akhlak *.


Mark membenahi dirinya terlebih dahulu, Stylenya di acak oleh Qun


" Aku dapat kabar dari bawahanku bahwa ada penggerebekan di sebuah Bar tentang transaksi narkoba disana ".


Qun mengeratkan pelukannya, lagi - lagi narkoba kembali menjadi musuh utama Qun dalam masalah Zaf.


" Dan itu Bar kalian ! " Lanjut Mark.


" Kenapa ini bisa terjadi dan kenapa bukan kau yang melakukan itu, lalu siapa polisi yang semena - mena terhadap Zaf ? ".


" Tenanglah dengarkan penjelasan dia dulu " Ujar Shafura.


" Malam tadi bukan waktuku bertugas jadi aku terlambat tahu hal ini, itu Polisi baru yang pindah tugas, aku tak mengenalnya, tapi aku rasa Zaf di jebak ".


" Maksudmu ! " Shafura kini yang bereaksi nadanya naik.


* Apa lagi dugaan kali ini Ya Robb, baru semalam kami berdua yang bermasalah, kini ada lagi ! Adakah ini punya akhir ataukah terus bersambung *

__ADS_1


__ADS_2