
POV
Qun, Zaf, Mark dan Bawahannya sedang memata - matai target yang telah mereka kejar dalam beberapa tahun terakhir hingga sampailah mereka pada puncaknya untuk menangkap pelaku itu malam ini, mereka berempat tengah berada di belakang kontainer dan siap siaga menangkap sesuai arahan Mark.
" Kau lihat Qun, pria yang sedang berdiri di tengah dengan jas itu " Tunjuk Mark pada Pria yang sedang berdiri dan di kelilingi oleh puluhan orang lainnya.
Ada puluhan Pria berbaju hitam berdiri tak beraturan tapi seakan melingkari dan berjaga - jaga dengan sama - sama menantap pada satu tujuan yaitu dua pria yang berada di tengah, Sudah bisa di tebak kalau yang berjas itu adalah Boss mereka yang tak lain adalah Pota dan yang satunya lagi baik Mark ataupun Qun dan Zaf tak ada yang mengenalnya.
Qun coba mengintip sedikit lalu dengan cepat menarik kepalanya lagi agar tak ketahuan.
" Aku dapat kabar dari temanku, bahwa mereka baru saja menangkap seorang kurir dengan membawa barang baru dari Singapore, tapi dia tertangkap ".
" Lalu ? " Zaf penasaran.
" Lalu dia membocorkan bahwa barang itu akan di bawa ke tempat ini dalam jumlah 45 Kg Sabu dan 10 ribu Pil ekstasi dan katanya akan ada pengiriman bertahap dengan jumlah yang semakin besar bulan depan ".
" Jadi maksudmu merekalah yang telah merencanakan untuk membunuh Bapak dan Ibu ? " Tanya Qun yang belum menemukan ada keterkaitan di antara dua masalah itu.
Mark kembali memastikan situasi sekitar dengan sesekali mengintip.
" Ya, mengenai kasus kedua orang tuamu, setelah ku selidiki selama ini hanya pemilik atau pemasok narkoba dalam jumlah besarlah yang bisa membunuh dengan kasus overdosis separah itu dan orang ini adalah salah satu pemasok yang paling besar di negeri ini, Satu lagi aku baru menemukan Fakta kalau dia juga baru memulai aktivitasnya ini di tahun yang sama dengan kematian Ayah dan Ibu " Ujar Mark.
" Kalau hanya itu pegangan kita, kemungkinan tebakanmu 20 persen saja Mark " Saut Zaf.
Mark melirik Zaf " Kenapa begitu ! "
" Ya jelas, karena kau sendiri bilang orang ini salah satu yang terbesar berarti ada orang - orang besar lainnya yang berkemungkinan juga pelaku yang sama ".
" Aku setuju dengan Zaf " Qun menimpali.
" Tapi hanya dia bandar terbesar di kota kita ? " Tegas Mark
" Darimana kau tahu Mark ? " Tanya Qun tanpa berfikir.
" Astaqfirullah Qun, aku butuh waktu bertahun - tahun menyelidiki kasus ini dan membahayakan jabatanku, sekarang kau tanya aku tahu dari mana! Aaah haruskan aku jelaskan kalau aku juga punya tangan kananku sendiri. Cuuuh !!! " Mark Kesal.
DOOOR
Seketika semua orang menunduk mendengar suara letusan timah panas itu.
" Siapa yang menembak ? " Teriak Pota.
Pota yang terkejut sontak saja berteriak hingga teriakannya itu bisa di dengar Oleh Qun dan yang lainnya karena jarak mereka hanya beberapa meter.
" Astaqfirullah, siapa yang menembak. " Ujar Qun sedikit bersuara keras.
Zaf langsung menutup Mulut Qun agar Abangnya bisa tenang.
" Bang jangan ribut ! "
" Maaf - maaf aku terkejut " Qun kembali memelankan suaranya.
" SHAFURA !!! " Matanya terbelalak ketika mengingat bahwa Perempuannya tengah di mobil sendirian.
" Kau kenapa lagi Bang ! " Tanya Zaf yang tengah melihat Qun sedikit gelisah.
" Bagaimana kalau itu Shafura " Qun tiba - tiba jadi khawatir.
" Ah kau ini Bang, Kakak akan aman di mobil, jangan bicara yang tidak - tidak " Zaf sedikit geram dengan ucapan Qun yang sembarangan.
" Kau tenanglah Qun, aku jamin istrimu baik - baik saja " Mark juga mencoba meyakinkan Qun agar rencani ini berjalan lancar.
__ADS_1
" Kita harus tetap tenang, mereka jadi was - was karena suara tembakan tadi " Ujar Mark.
Sesaat setelah suara tembakan itu, puluhan pria yang tadinya santai, ada yang membersihkan senjatanya, bersandar sambil merokok, duduk dan ada yang bicara satu sama lain kini beralih memegangi senjata masing - masing.
...***...
" Kau harus ikut denganku dan bertemu dengan seseorang ? "
" Siapa ! "
" Jangan banyak bertanya! Cepat jalan " Perintah Pria itu yang terus mengancam Shafura dengan pistolnya.
Shafura tak bisa melawan, dia hanya diam dan terus berjalan sambil memikirkan cara untuk bisa lepas dari situasi ini.
" Lihat - lihat ! Ada yang datang " Saut Zaf sambil menunjuk arah lain.
" Itu Shafurakan ? " Ujar Qun tapi kini ia merasa ragu dengan apa yang di lihatnya.
" Cepat jalan ! " Perintah Orang itu dengan Keras pada Shafura
" Bos lihat siapa dia ? " Lanjutnya.
" Itu Kakak ! " Ujar Zaf
Zaf membenarkan apa yang dilihat Qun setelah wanita bergamis itu berjalan dan wajahnya mengenai cahaya.
" Shafura ! "
Zaf menoleh ke arah Qun dan melihat gerakan dada Qun tak beraturan, nafasnya keluar lebih cepat karena emosi melihat istrinya yang di todongkan pistol.
" Bang sabar " Zaf menarik tangan Qun.
Belum habis kalimat Qun, Sebuah suara yang tak asing menyapa telinga ke tiga orang ini tapi tidak dengan Qun.
" Apa yang kau lakukan di sini Nak ? " Ucap pria yang di depan Pota.
" Dengar dia memangilnya dengan sebutan Nak " Ujar Zaf
" Qun tenanglah, kita dengarkan dulu, tidakkah kau dengar dia memanggilnya NAK, kalau kita yang keluar Shafura bisa semakin dalam bahaya." Saut Mark
" Kau memang tak akan aku ampuni Mark " Qun terlihat sangat marah pada Mark namun ia harus bertahan karena khawatir bila bertindak gegabah Shafura semakin dalam bahaya.
Sebuah pistol telah bertengger di kepala Shafura, dia hanya bisa berjalan sambil mengangkat tangan dan terus menunduk.
" Ayaaah " Panggilnya setelah berani melihat sekitarnya, Shafura tak menyangka kembali bertemu Ayahnya di tempat yang sama dua kali.
" Waah de javu ya ! " Ujar Pota.
" Pota tolong lepaskan anakku, aku adalah teman dalam hal barang, tapi aku tak bisa bernegosiasi bila itu menyangkut anakku " Ucap Hendry yang terdengar mengancam Pota.
* Ayah ! *
Shafura tersentuh dengan apa yang Hendry ucapkan barusan.
" Aku mohon lepaskan dia ! "
" Heh " Pota hanya terseyum miring menanggapi kalimat ancaman itu.
Shafura yang tadinya merasa terancam kini sedikit bisa bernafas lega ketika Sang Ayah lebih memilihnya dari pada Pota.
* Teruslah alihkan perhatiannya Ayah, dua, empat, delapan, sembilan dua belas sama Orang itu tapi kami hanya berdua. Ya Allah bantu aku. Jika ku tawan bosnya mungkin anak buahnya akan menurutiku *.
__ADS_1
" Waah kau mulai berani, dia yang datang kemari kenapa aku harus lepaskan dia untuk kedua kali " Saut Pota.
" Sekali lagi aku pinta lepaskan anakku, Potaaaa " Teriak Hendry.
* Nak Ayah tahu kita kalah jumlah, tapi yang terpenting kita harus membalikkan keadaan, Ayah tidak bawa senjata dan tinggal Handphone ini pegangan Ayah. semoga kau bisa menyelamatkan diri dan kaburlah sekali lagi *
" Aku tidak akan melepaskannya! "
" POTAAA !!! "
Teriak Hendry sambil melempar ponsel miliknya ke arah Pota agar perhatian anak buah Kane yang menawan Shafura teralihkan dan tepat saja lemparan itu mengenai wajah pota.
PLAK.
"Aaaaa " Jerit Pota kesakitan saat matanya terkena ponsel.
" Shafura sekarang "
" Apa kau baik - baik saja Bos " Ujar Kane yang berdiri tak jauh dari Bosnya itu.
Shafura yang mendapat arahan Ayahnya lalu melirik pria yang dari tadi di sampingnya ini sedikit teralihkan dan Shafura merasa memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaannya.
KRAK
Shafura berhasil menyerang titik lemah pergelangan tangan orang yang memegang pistol itu, dan dengan gerakan lincahnya segera melipat tangan orang itu ke arah belakang hingga terdengar seperti patah tulang.
BUG
Shafura menyikut punggung Anak buah Kane hingga terjatuh ke tanah serta menindih lehernya dengan lutut dan menambah kekuatan untuk terus memutar tangan orang itu ke belakang.
" Bila kau bergerak lehermu akan patah " Ujar Shafura.
" Aaaaa lepaskan, tanganku ! "
Shafura yang berhasil menjatuhkan orang di sampingnya ini melihat pistol tadi kini di tergeletak hadapannya.
" Bodoh ! Tangkap Kemen " Perintah Pota.
" Kalian jangan bergerak atau Bosmu ini ku tembak " Ancam shafura dengan sebuah pistol di tangannya.
* Shafura tenanglah, jangan panik,, berusahalah terlihat meyakinkan *
Shafura mengarahkan pistol yang di ambilnya dari tanah ke kepala Pota, dan itu membuat semua anak Buah pota terdiam.
" Kalian semua tetap di tempat, jangan main - main sama ancaman wanita " Ujar Pota yang mengingatkan anak buahnya.
Situasi jadi tegang kala Shafura berhasil menawan anak buah Kane dan kini mengancam akan menembak Pota, seketika anak buah Pota yang sangar - sangar itu juga mengarahkan pistol mereka pada Shafura.
* Ya Allah sekarang bagaimana, Be kau dimana ? *
" Shafura awas !!! "
DOOOR
...Bersambung...
***
Apakah yang akan terjadi dengan Shafura ?
*Deja Vu : " pernah di lihat / situasi yang pernah di alami di masa lalu terulang lagi "
__ADS_1