Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Ayah * Episode 49


__ADS_3

Setelah menemui Dokter Adi di ruangannya dan meminta izin, Qun diperbolehkan untuk pulang pagi itu juga, saat hendak ke kamar Qun mereka kembali memperhatikan Sella namun Shafura dan Zaf tak menemukan wanita itu. saat bertemu Dokter Adi, Zaf sempat bertanya tentang gelar yang mereka lihat, kata Dokter Adi, itu Gelar Dokter khusus untuk menangani masalah seperti Kanker Rahim, Kanker Servik, kanker Indung Telur dll.


.....


" Sepertinya Sella sudah pulang ! " Ujar Shafura sambil melangkah ke depan lift.


" Bisa jadi, tapi kita harus tetap waspada kak "


" Kau benar Zaf ! "


TING


" Kalian rupanya disini ! " Ucap seseorang setelah pintu lift terbuka.


Zaf dan Shafura saling tatap karena terkejut dengan suara itu sebab mereka berdua membelakangi lift dan sibuk mencari keberadaan Sella.


" Permisi ! Permisi! " Ujar beberapa orang yang keluar dari pintu lift melewati Zaf dan Shafura yang menghalangi jalan mereka.


" Sayang kenapa lama ! " Ucap Qun yang juga baru keluar dari lift dan langsung merangkul Shafura.


" Be ! "


" Abang ! "


" Kalian melihat apa, kenapa malah diam di tengah jalan ".


Qun juga ikut menyibukkan kepalanya untuk melihat objek apa yang kedua orang di sampingnya ini lihat hingga tak berbalik setelah mendengar suaranya tadi.


Zaf menelan salivannya dan Shafura melotot melihati Zaf.


" Hmm tidak ada apa - apa Be ! " Shafura langsung menutupi wajah Qun sebelah kiri dengan kedua tangannya.


" Sayang ada apa ? " Ucap Qun yang ingin menepikan tangan Shafura.


" Zaf lepas jacketmu ! " Pinta Shafura pada Zaf tanpa mempedulikan Qun.


Ucapan Shafura langsung di iyakan Zaf dengan sekali anggukan. Dengan cepat iya melepaskannya dan memberikan pada Shafura. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pada Qun, Shafura mengambilnya dan langsung menutupkan jacket itu ke kepala Qun.


" Sayang kenapa harus di tutupi " Ujar Qun yang kini sedikit tertunduk sebab Shafura menariknya ke bawah.


" Siapa suruh Be turun tanpa cuci muka dengan benar, itu wajah gantengnya kemana - mana, Sha tak rela wanita di Rumah Sakit ini melihatnya " Ucap Shafura sedikit beralasan.


Qun terseyum bahagia karena mendapatkan pujian dari Shafura.


* Apakah kau setakut itu kalau ada wanita lain yang melihat ketampanan suamimu ini sayang "


" Maaf, soalnya kalian lama, jadi aku inisiatif nelpon Dokter Adi katanya udah boleh pulang, dan Dokter Adi bilang kalian baru saja keluar dari ruangannya, jadi aku turun sendiri supaya kalian nggak bolak - balik ke atas ".


" Ya sudah nggak apa - apa, Be jalannya gini aja sampai mobil dan jangan protes ! " Tegas Shafura.


" Baiklah ! " Qun menuruti kemauan Shafura dan terus terseyum.


" Zaf cepat ambil mobil, kami akan tunggu di depan " Ucap Shafura.


" Baiklah " Kata Zaf menjawapi Shafura dan langsung berlari ke parkiran yang berada di basemant Rumah Sakit.


Setelah berdiri beberapa saat di depan rumah sakit menunggu Zaf, Zaf akhirnya keluar dari parkiran dan berhenti di depan mereka lalu turun dan membukakan pintu.


" Awas kepalanya ! " Tangan Shafura dengan sigap menundukkan sedikit ke bawah kepala Qun dan mendorongnya masuk lebih dulu.


" Sayang apakah sudah boleh di buka ? "


" Boleh, tapi setelah itu Be harus tutup mata sampai Sha izinkan buat buka ! "


" Sha ada apa sebenarnya ? "


" Nurut aja Be ! "


" Yaudah iya " Qun lalu menyingkap Jacket yang menutupi kepalanya dan bersandar di kursi sambil menutup mata,


DUP


" Sudah kak, aman ! " Kata Zaf setelah masuk ke mobil.


" Ya sudah kita langsung pulang aja ! " Ujar Shafura.


" Okelah "


Zaf langsung tancap gas dari Rumah Sakit, Sementara Qun hanya pasrah mengikuti arahan Shafura yang memintanya untuk tetap memejamkan mata, setelah sepuluh menit perjalanan pulang ke Rumah Qun bersuara.


" Shaaa " Nadanya sedikit manja.


" Yaudah buka aja matanya " Ucap Shafura yang paham maksud Qun.


Qun lalu membuka matanya dan penglihatannya buram.


" Zaf punya tissu ? "


" Untuk apa Be ? "


" Nih " Tunjuk Qun ke arah matanya.


" Ada bang di belakang, kemarin abis jadi baru beli lagi ! "


Qun lalu sedikit memutar tubuhnya ke belakang dan mendapati sekotak benda tipis yang di carinya itu masih berada dalam plastik bersamaan beberapa barang lainnya lalu dia menarik sekantong belanjaan tersebut.


" Buku apa ini Zaf ? " Tanya Qun setelah membongkar kantong hitam tersebut.


Qun mengangkatnya tinggi hingga Zaf dapat melihatnya dari spionnya dan tercengang.


" Tun-tunan Sho-lat Leng-kap ! " Ucap Shafura dengan mengeja tulisan di sampul buku tersebut.


" Astaga Zaf kenapa bisa teledor sih, " Gumam Shafura


Qun lalu membalik buku yang masih berselimut plastik putih tersebut dan ikut membacanya.


" Zaf ! " Panggil Qun seraya menaikkan alisnya sebelah, seakan - akan alisnya mampu memberikan pertanyaan yang ada dalam kepalannya.


" Apakah ini milikmu ? " Begitulah kiranya kode alis Qun untuk Zaf.

__ADS_1


" Hmm anu Bang, aaa itu punya Geris dia titip, minta belikan buku semalam ! " Jawab Zaf dengan menggunakan Geris sebagai penyelamatnya.


" Ouh baiklah, Abang kira milikmu "


Qun lalu melepas kembali dan memasukkan buku tersebut ke dalam kantong dan membuka tisue dan mengelapkannya ke wajah serta matanya.


" Ah kau ini Bang " Ucap Zaf sambil memandangi Shafura dari depan.


Dari belakang Shafura hanya diam saja dan mengedipkan kelopak matanya secara bersamaan dan di terima Zaf dengan anggukan sekali, Shafura tak bereaksi atas keteledoran Zaf yang ingin belajar Islam tanpa sepengetahuan Qun.


" Aku minta maaf belum bisa terus terang masalah ini denganmu bang " Gumam Zaf yang kini beralih pandang pada Qun yang tengah meyapu wajahnya dengan tissu.


Mobil itu terus melaju untuk membawa mereka pulang ke rumah, namun di tengah perjalanan Ponsel Zaf berbunyi dan di sana terdapat nama Mark.


" Ya halo Mark ! " Ucap Qun setelah menekan tombol pada head unit mobilnya.


" Apakah kau lagi di perjalanan mau pulang ? " Tebak Mark ketika mendengar suara mobil.


" Ya ini kami mau pulang " Saut Qun.


" Qun bagaimana ! Sehat ? "


" Ya lebih baikan, ada apa ? " Tanya Qun balik.


" Ouh bisa ke kantor sebentar, jadi atasanku mau minta keteranganmu sama binimu ".


" Ouh. Lama nggak ! "


" Tergantung, kalau kalian berdua jawabnya tanpa ada yang di tutupi ya sebentar itu, lagi pula ini hanya keterangan tambahan sebab aku sama Zaf semalaman udah di tanya habis - habisan, ya nggak Zaf ! "


" Iya, itu gila banget, nggak lagilah pokoknya berurusan sama polisi. Ampuuuun " Saut Zaf.


" Sayang gimana ? "


" Yaudah Bae kita kesana aja ".


" Okelah Mark kami ke Kantor sekarang "


" Baguslah, kalau begitu aku tunggu di kantor sampai jumpa semua. daaah "


Tut Tut Tut.


" Yaudah Zaf kita putar balik dulu ! "


" Oke Bang "


Setelah memutar balik arah tujuan mereka, kini sampailah sudah di kantor polisi. Shafura terlebih dahulu masuk untuk di mintai keterangan baru Qun secara bergantian. Saat giliran Qun, Shafura yang telah selesai, meminta izin pada Mark untuk bertemu dengan Ayah tirinya, Hendry.


" Assalamualaikum Ayah "


Hendry mengenali suara wanita ini, dia sedikit melirik namun kembali menunduk setelah memastikan siapa yang bersuara itu.


" Waalaikumussalam Shaf ! "


Mark lalu coba membuka pintu tahanan agar anak dan Ayah ini bisa leluasa berbicara.


" Pak aku minta tolong, jangan di buka ! " lanjut Hendry pada Mark.


" Ya sudah tak apa Mark " Saut Shafura.


Mark lalu kembali mengunci pintu itu.


" Ayah sehat ? " Lanjut Shafura lagi.


" Sehat "


" Yah lihat aku ! "


" Tidak nak, Ayah malu "


" Aku mohon "


" Jangan Shaf, jangan memohon pada Ayahmu yang penipu ini ".


" Tapi Ayah yang penipu inilah yang menyelamatkanku tadi malam ".


" Kau jangan bangga dengan pertolonganku Shaf, itu hanya hal kecil yang aku lakukan untuk menebus segala kebohonganku selama ini "


" Tapi apakah Ayah sadar dengan kebohongan itu jualah aku bisa hidup dengan keluarga yang lengkap, andai tak ada Ayah mungkin aku akan jadi anak broken home seumur hidupku ".


" Jangan bicara begitu nak ! Hentikan kebanggaanmu padaku. Aku tak layak menerima hal itu, karena aku adalah orang yang telah memisahkanmu dari Ayah kandungmu hingga kau tak bisa bertemu dengannya hingga akhir hayatnya"


" Aku tahu itu, awalnya aku sulit menerimanya, tapi aku kembali terkenang semua kebaikan Ayah selama 24 tahun sebagai Ayahku " Mata Shafura kini berlinang.


" Sudahlah hentikan Shaf ! "


" Ayah jangan begini hiks hiks hiks " Air mata Shafura jatuh.


Hendry yang mendengar isakan Shafura juga ikut meneteskan air matanya namun dia tetap tak bergerak dari tempat duduknya dan terus menunduk tak berani menatap Shafura sama sekali.


Hendry berada dalam Sel yang berbeda dengan Pota dan Kane serta anak buah lainnya, Sebab kesalahan Hendry bukanlah perbuatan kriminal seperti Pota dan kawan - kawan. Yang berada dalam saru Sel tahanan kriminal adalah Pota dan Ibra.


" Selama Ayah di sini, titip Ibumu jaga dia, Ayah tahu dia masih marah sama Ayah dan kalau bisa jangan biarkan dia kemari untuk menjenguk Ayah, Ayah tak sanggup harus berhadapan dengan Ibumu dari balik jeruji besi ini "


" Hiks Hiks Hiks, baiklah, tapi aku tak janji ! Akan aku usahan, namun bila Ibu memaksa aku tak bisa apa - apa "


" Baiklah, Ayah paham, Sekali lagi maafkan Ayahmu ini yang telah mencoreng arang untuk keluarga kita. "


" Ayah, zaman sekarang tak ada manusia yang tak berbuat kesalahan di muka bumi ini, Ayah sendiri yang bilang begitu bukan ! "


" Ya Ayah ingat itu, sekarang pergilah dan jangan kemari lagi, itu hanya akan membuat rasa bersalah Ayah semakin besar "


" Tapi Yah "


" Pak Polisi saya tak ingin lagi di temui siapapun apalagi itu keluarga saya " Ucap Hendry pada Mark yang sedari tadi hanya mengawasi lalu Hendry berjalan ke ujung sel dan berbaring disana membelakangi Shafura.


" Shafura ! " Tegur Mark.


" Sebentar Mark ! Ayah, Ayah bicara padaku aku mohon. Ayaaaah " Teriakan Shafura memenuhi ruangan penjara.

__ADS_1


" Shafura tenanglah, kita tak boleh membuat keribuatan di sini ! "


" Mark tolong !, Ayah aku belum puas bicara "


" Nak pergilah, setidaknya jadilah anak yang menurut untuk terakhir kali pada Ayahmu ini " Ucap Hendry nyaring.


" Sha! Sha ada apa ? " Tanya Qun yang berlari dari ruang interogasi ke ruang tahanan.


" Hiks hiks hiks Be, Ayah ! " Shafura mengadu pada Qun dan menyadarkan kepalanya di dada Qun.


" Ayahnya tak ingin di kunjungi " Ujar Mark menjelaskan.


Qun mencoba menenangkan Shafura dengan menepuk pelan kepala bagian belakang Shafura dan sedikit memeluknya.


" Stttt, Sha tenanglah beri Ayah waktu, dia mungkin sedang tertekan "


" Tapi Be "


" Sudahlah, kita pulang sekarang "


" Baiklah tapi Sha ingin bilang sesuatu dulu "


" Baiklah "


Shafura lalu keluar dari tubuh Qun dan berjalan mendekati Sel.


" Hiks Ayah ! Meskipun aku sempat marah sama Ayah, tapi Ayah harus ingat bahwa aku telah memaafkan Ayah, mau sebesar apapun kesalahan Ayah, Ayah tetaplah Ayahku, Ayah yang membesarkan aku dengan jerit payah serta keringat Ayah sendiri. Aku sangat berterima kasih, namun jika ini ingin Ayah maka aku akan turuti, aku tak akan datang lagi kemari sampai Ayah kembali bebas. Tapi bila bebas nanti aku harap Ayah masih tahu jalan pulang dan kemana mau mencariku dan juga ibu, Assalamualaikum Ayah "


" Waalaikumussalam " Saut Hendry pelan.


" Ayah kami pulang ! " Ujar Qun yang pertama kali menggelar Hendry sebagai ayah.


" Jagakan putri dan Istriku selagi aku disini, aku titip mereka padamu "


" Baiklah Ayah, kami pulang "


" Pulanglah dan jangan kembali "


.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumussalam "


" Ha ha ha "


Sebuah suara tawa yang sangat nyaring tiba - tiba merusak suasana.


" Cuiiih, Rasakan kau Shafura, akhirnya kau tahu sendiri bagaimana sifat Ayahmu itu ha ha ha " Lanjut Ibra yang merasa puas telah merusak keluarga Shafura.


" Heh diam kau " Bentak Mark sambil memukul besi Sel itu.


" Iya pak ! " Ujar Ibra yang langsung layu di bentak Mark.


" Bersihkan ludahmu itu atau kau tak dapat jatah makan siang hari ini " Perintah Mark dengan nada yang sama.


" Baik Pak " Saut Ibra


Ibra lalu menggunakan kakinya untuk membersihkan ludahnya sendiri, dan itu membuat Shafura ingin muntah melihatnya.


" Hueeek, Be ayo kita pergi, Sha tak tahan melihat kelakuannya ! "


" Ya sudah, Ayah kami pulang " Ucap Qun sebelum mereka pergi dari Kantor Polisi.


" Ayah, Shaf pulang ! Assalamualaikum "


Hendry diam, salam serta kata terakhir dari Shafura dan Qun sudah tak mendapat respon dari Hendry


" Shafura aku titip Faye ! " Sebuah suara lain kembali mendarat ke gendang telinga Shafura dan Qun.


" Tidaaaaak ". Qun langsung menutup telinganya dia tak mau mendengar suara Pota,


" Be tenanglah " Shafura yang sadar kondisi Qun yang baru pulih ikut menutupkan telinga Qun dengan tangannya.


Shafura memilih diam tak menyauti ucapan Pota dan hanya menatap sekilas ke arah sel milik Pota dengan tatapan marah.


" Jagakan dia " Teriak Pota


" Diam jangan berisik " Ujar Mark.


Lalu Shafura memutuskan untuk pergi dari kantor Polisi meskipun dia tak puas bicara pada Ayahnya itu demi kesehatan Qun.


" Mark kami pulang, urusan kami sudah selesai " Ucap Qun ketika hendak menuruni tangga setelah keluar dari Kantor tersebut


" Baiklah terima kasih kerja samanya, semoga setelah ini kau sudah bisa hidup normal lagi "


" Ya aku juga berharap begitu " Kata Qun


" Shafura aku titip temanku ini, jagakan dia, tapi kalau dia macam - macam sleding aja, aku iklas " Ucap Mark sedikit bercanda.


Shafura terkekeh " Baiklah Mark ".


" Shayaaaang " Ucap Qun yang sedikit berirama dan terdengar sangat lembut.


Qun mengeluarkan sisi manjanya di depan Mark dan hal itu berhasil membuat Mark memperlihatkan muka jijiknya terhadap Qun.


" Iiiii " Mark kegelian dengan tingkah temannya itu.


" Ya sudah ayo pulang, kasihan Zaf bila terlalu lama tidur di mobil " Ucap Shafura yang sekaligus menarik Qun untuk menuruni tangga.


" Mark kami pulang ! " Ujar Qun.


" Yaudah hati - hati di jalan " Teriak Mark.


Qun hanya memberikan ibu jarinya seraya menuruni tangga bersama Shafura dan berjalan menuju mobil.


...Bersambung ...


***

__ADS_1


Eps ini sedikit panjang sebab thor gabungkan dua eps jadi satu..


__ADS_2