Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Maaf * Episode 60


__ADS_3

" Sel, Sella! " Tegur Shafura saat ia melihat Sella menatap dalam Suaminya.


" Ah Maaf! " Sella langsung membuyarkan pandangannya dengan gelengan kecil.


Shafura memajukan duduknya untuk bertanya serius dengan Sella.


" Bisa jelaskan sesuatu ! ". Ujar Shafura.


Mendapatkan pertanyaan secuil dari Shafura, Sella memejamkan matanya untuk sekedar menyiapkan mentalnya karena harus membuka lagi cerita kelamnya itu.


" Baiklah! Sebelum aku cerita, Aku ingin minta maaf karena semua ini bermula dari kepergianku dulu ".


Qun mengeratkan pegangannya pada Shafura, dan Shafura membalas dengan mengelus pelan punggung tangan Qun


" Aku pergi dengan seorang pria yang dulunya aku anggap permata dan bisa membahagiakan aku, dan melepaskan seseorang yang sangat peduli denganku dan meninggalkannya di hari penting itu "


Mendengar kalimat pembuka Sella, Qun sadar kalimatnya menuju ke siapa, kalimat itu tentang masa lalunya, Qun hanya diam dan sesekali terus menggengam erat saat otaknya ikut kembali memutar ulang kisah pahit itu.


" Aku memilih pergi bersama James ke Bali hari itu juga, setibanya di sana kami tinggal di satu atap yang sama tanpa ikatan, singkat cerita hingga suatu hari dia membawaku ke sebuah Villa, yang ternyata itu milik tiga orang pria asing asal Singapure dan satu orang Malaysia, itu adalah Villa yang mereka gunakan untuk memuaskan nafsunya ".


Tak jauh berbeda dengan Qun merasa sakit saat kembali mengingat hari itu, Sella kini berlinang air mata kala kembali mengingat hari bahagianya bersama James namun berubah pilu bahkan bencana besar bagi hidupnya hanya dalam hitungan minggu saja.


James adalah Pria blasteran Indo-Australia, dia tinggal di Indonesia sebagai Model.


" James menjualku pada mereka, dan entah kenapa hari itu mereka berempat menjadikan aku sebagai bahan taruhan mereka, Mereka bilang, siapa yang bisa memenangkan sebuah projek paling besar boleh bersamaku paling lama. Powel, Chen, Victor dan terakhir Aeril "


Saat James menunjukkan Foto Sella, ke empat Pria asing itu langsung tergila - gila dengan Sella, Sella di anugerahi wajah yang cantik luar biasa, badan tinggi semampai tubuhnya yang terawat indah serta kulit sawo matang nan eksotis.


" Selama lima tahun aku terus bergiliran bersama ke empat pria itu, Karena Powel yang menang aku bersamanya selama dua tahun, 1 tahun setengah dengan Chen dan 1 tahun bersama Victor, hingga kini sisa beberapa bulan dengan Aeril, selama itu juga aku harus mengumpulkan bukti "


Sella tak kuasa menahan air matanya serta rasa sakit hati atas perbuatan yang telah James lakukan padanya, di sisi lain dia tak bisa menyalahkan James seutuhnya karena dia juga telah membuat keputusannya sendiri untuk meninggalkan Qun.


" Bukti apa yang kau maksud Sella ! " Tanya Shafura lagi


" Sesaat hendak di bawa Powel, Pria bernama Aeril yang dari Malaysia mengajakku bekerjasama untuk menghancurkan ketiga teman bisnisnya itu ".

__ADS_1


" Caranya ? "


" Hiks, A-aku memasang camera untuk merekam segala perbutan keji ketiga pria itu selama ini dan itu akan ku jadikan salah satu bukti untuk menghancurkan mereka, dan mereka Hiks hiks "


Air mata Sella tumpah saat ia tak sanggup menjelaskan semua ceritanya karena begitu pilu sejarah hidupnya lima tahun belakangan ini.


Shafura yang dapat merasakan hal yang sama lalu merenggangkan pegangannya pada Qun, dan Qun menatap nanar.


" Be! "


Qun melepaskannya dan Shafura berdiri lalu duduk di sebelah Sella untuk sekedar menguatkan wanita ini.


Shafura dan Geris tak kuasa menahan air matanya juga, mereka berdua dapat merasakan pahitnya hidup menjadi Sella yang harus menjalani keseharian dalam sangkar bertahun - tahun dan juga jadi mainan bagi manusia yang tak bermoral itu.


" Lalu dimana Aeril itu sekarang ? " Tanya Zaf.


Sella menyeka air matanya.


" Aku tidak tahu pasti Zaf, tapi beberapa minggu yang lalu dia mengirimkan aku pesan, katanya dia dalam bahaya karena ketiga temannya itu mengetahui rencananya untuk membebaskanku dan ia sempat menyuruhku ke Singapura untuk hadir sendiri di acara Para pengusaha itu untuk membongkar rahasia mereka ".


" Ya Hallo ! "


^^^" .... "^^^


" Ya wanita itua ada di sini bersamaku tapi "


^^^"..... "^^^


" Tuan muda ada di sini bersamaku. Tuan ".


Mendengar kata Tuan di ucapkan oleh Zaky, Zaf emosi.


" Siapa itu ? " Potong Zaf.


Zaky langsung menyembunyikan ponselnya di balik badannya.

__ADS_1


" Tuan Wegal, Tuan muda ! "


" Berikan ! " Pinta Zaf dengan memanjangkan tangannya.


Zaky langsung menuruti permintaan Tuan mudanya itu. Zaf mengambil ponsel tersebut dan menjauh dari ruangan itu untuk sekadar berbicara secara intim dengan Sang Papa.


Suasana di rungan itu jadi hening, dan bertambah dingin kala semua orang yang hadir tak ada satupun yang bersuara satu dengan yang lain, semua cemas menunggu apa yang akan terjadi kemudian.


Shafura, Sella dan Geris masih duduk di satu kursi yang sama untuk saling menguatkan, sedangkan Qun kini sudah beralih berdiri di ujung ruangan dan menatap keluar kaca yang tak tembus pandang itu.


Melihat Qun yang tengah sendirian di ujung sana, Shafura mendekat.


" Be! " Shafura menyentuh pundak kekar suaminya itu.


Qun terseyum saat wanita yang ia sayangi itu datang dan ingin menghiburnya namun seketika wajahnya berubah masam saat bayangan Sella yang duduk dikursi itu tertangkap oleh matanya melalui sisi kepala Shafura. Shafura langsung dapat menyadari itu dan menggesar badannya untuk menutupi area pandangan Qun dan hal itu berhasil, membuat Qun kembali terseyum.


" Tenanglah ! "


Qun dengan senyum manisnya lalu mengambil tangan Shafura dari pundaknya serta menciumnya pelan.


CUP


" Maafkan Be yang sudah kelewatbatas pada Sha, Be marah dan berteriak, Be tak bisa mengontrol emosi Be "


Shafura mengedipkan matanya " Sha paham Be, Sha tahu Be emosi karena apa, tapi lupakan saja yang terpenting Be harus tetap tenang saat ini "


" Baiklah "


Di sisi lain rupanya Sella terus memperhatikan apa yang suami istri itu lakukan di pojok sana, Sella terseyum melihat pemandangan itu. Dia sedikit terhibur kala melihat Qun kembali terseyum karena seyum itulah yang dulu juga membuatnya luluh.


* Hiduplah bahagia Ayek, aku tak akan menggangumu lagi, aku hanya ingin hidup bebas dan aku harap kau mau membantuku untuk bebas dari masalahku ini *


...Bersambung...


***

__ADS_1


__ADS_2