
" Zaf, Zaaaaaf ! ".
" Aku di toilet " Sebuah suara menggema dari dalam ruangan itu.
Qun dan Shafura mendekati pintu toilet.
" Kau di dalam Zaf ? " Tanya Shafura.
CREK
Zaf keluar. " Kalian berdua kenapa ?. Apakah aku tidak boleh buang air kecil, sampai - sampai muka kalian tegang begitu ".
" Kau kan bisa menggunakan Pispot " Ujar Qun.
Zaf melewati saja kedua manusia yang tengah khawatir ini.
" Bang ! Aku itu hanya luka di wajah, bukan patah kaki sehingga menggunakan pispot hanya untuk kencing " Kini zaf sudah kembali duduk di tepi ranjang.
Qun mendekati Zaf " Aku hanya khawatir ketika melihatmu tak ada ".
" Sudahlah !. Aku bilangkan bisa jaga diri, lagi pula siapa yang bisa menjahatiku, bukannya si Ibra itu sudah tertangkap bukan ! " Zaf mengayunkan kakinya santai
" Ya dia sudah tinggal di Hotel Prodeo itu " Saut Shafura tegas.
" Bagaimana denganku, apa aku masih berstatus sebagai pemilik sabu itu ? " Tanya Zaf pada Abang dan Kakak Iparnya.
" Kau sudah bebas " Jawab Shafura.
" Ibralah pelaku utama dalam kasus ini, dia menyuruh anak buahnya untuk menaruh itu di celanamu, dan dia juga positif barang haram itu, Mark bilang Ibra terkena pasal berlapis, menguntit, perencanaan pembunuhan dan pengguna obat terlarang serta mengkonsumsi miras oplosan ".
" Wah dia memang gila, lalu, kepemilikan sabu tentu dia membeli dari tangan orang lain ? ". Tanya Zaf lagi.
" Ya kau benar Zaf, meski Ibra belum mengakui di mana dia membeli dan dari siapa pengedarnya, Mark akan melakukan penyelidikan lebih lanjut ".
" Aku salut pada Mark, dia abdi negara yang setia ". Puji Zaf untuk temannya itu.
" Tapi Bee, aku kasihan pada Mark dan temannya, apa dia marah padaku ! " Shafura m kepikiran tentang nasib Mark.
Zaf merasa mendengar sesuatu yang aneh, dia mengeryit dahinya sehingga tampak bergelombang.
" Memangnya kenapa Kak ? ". Zaf jadi penasaran.
" Dia dan temannya di skors dari jabatannya tiga bulan karena telah bertindak gegabah dan melakukan penangkapan tanpa SOP yang ditetapkan " Saut Qun.
" Dan itu karena aku yang memintanya tadi " Lanjut Shafura lemas.
" Sudahlah !! Mark bilang itu bukan masalah, katanya, dengan dia diliburkan dia bisa istirahat panjang, dan dia bisa santai - santai " Qun mencoba membuat Shafura agar tak terus merasa bersalah.
__ADS_1
" Baiklah Bee ".
" Kak !. Kau memanggil apa tadi ke Abang ? " Tanya Zaf untuk memastikan bahwa dia tak salah dengar dengan panggilan baru itu.
" Bee" Jawab Shafura lemah lembut.
Zaf memperlihatkan ekspresi jijik
" Ah, ah, ah " Zaf jengkel mendengarnya dia mengorek kupingnya yang tak gatal.
" Hei Ian apa sedari tadi mereka berdua ini terus memanggil seperti tadi " Zaf merasa dongkol.
Ian tak menjawab dia hanya mengangguk saja.
" Wah Ian kau benar sabar, Kalau aku jadi kau lebih baik aku melompat dari mobil atau pun jendela Rumah Sakit ini dari pada harus " Belum habis ocehannya, Zaf kembali dikejutkan dengan suara Shafura
" Bee " Ucap Shafura di depan Zaf sekali lagi.
Zaf tak percaya pada tingkah manja Shafura, dia benar - benar tak sanggup mendengarnya hingga raut wajahya menegang.
" Nah ! Tuan Arzaf, dengan segala hormat silahkan melopat dari jendela Rumah Sakit ini ". Qun menunjuk ke arah jendela seakan meledek Zaf yang berkata demikian barusan.
" Wah, wah, kalian berdua bersekongkol untuk menjatuhkan aku, ini tidak adil ". Zaf semakin kesal.
Qun dan Shafura hanya tertawa dapat menjaili Zaf.
Zaf tak terima dia kembali ke ranjang dan menyelimuti tubuhnya dan menghadap ke arah berlawanan dari Shafura dan Qun.
Setelah puas tertawa, Qun dan Shafura pergi menemui Dokter yang merawat Zaf untuk meminta izin mengenai kepulangan Zaf dan sekaligus membicarakan untuk melanjutkan rawatan dirumah, tentu saja Dokter itu memberikan Izin, karena Zaf mengalami memar di wajah namun lukanya cukup serius.
Shafura dan Qun duduk di depan sedangkan Ian serta Zaf di belakang. Akhirnya Zaf merasakan betapa sulitnya jadi Ian selama perjalanannya tadi. Untungnya Ian lebih dahulu selamat karena bertugas menjaga Bar dalam beberapa hari kedepan dan memperbaiki beberapa kerusakan akibat penggerebekan tadi malam.
Qun dan Shafura benar - benar tak memperdulikan penumpangnya, suami istri itu sibuk tertawa membahas segala hal yang mereka temui di jalan, entah itu masalah boneka angin, quotes mobil truk, hingga bernyanyi bersama lagu cinta. Untung saja Zaf di selamatkan oleh Sholat Ashar. Mobil itu berhenti dan Zaf dapat istirahat selama 15 menit dari kebisingan dua umat yang di mabuk asmara itu.
* Tunggu pembalasanku Bang !, di rumah kau tak akan berkutik. Faye maafkan Papa, kau harus melancarkan balas dendam Papa kali ini sayang, ini tak bisa dibiarkan *.
Zaf terseyum miring karena menemui cara untuk membalas perbuatan Abangnya.
............
Satu jam kemudian mereka sampai di rumah Klasik itu, Zaf lebih dahulu turun karena sudah sangat murka dan tak sabar melancarkan niatnya.
Tok tok.
Kode Zaf agar Shafura dan Qun keluar, raut muka Qun terlihat lemas, karena dia sadar ketika di rumah dia tak terlalu bebas sebab ada Faye yang belum bisa menerima sosok Mama dalam hidupnya.
" Keluarlah ! " Ucap Zaf keras tapi dari dalam hanya terdengar samar - samar.
__ADS_1
Shafura hendak turun dan tangannya hendak membuka pintu namun di hentikan Qun.
" Sayang, bolehkah malam ini aku tidur di kamarmu ? ".
Shafura menoleh ke arah Qun
" Boleh, tapi Bee harus atasi dulu Faye baru bisa " Ujar Shafura.
" Benarkah, Faye menurutlah malam ini nak, Papa ingin ! ".
Plak
Pukulan ringan Shafura layangkan untuk suaminya yang mulai berpikir aneh - aneh.
" Au Sayang ".
" Cepatlah turun, itu lihat Muka Zaf mulai memerah " Tunjuk Shafura ke arah Zaf yang sudah berada di luar.
" Tapi sayang janjinya aku boleh tidur di kamarmu ". Qun memberikan jarinya.
" Iya bee aku janji ! " Shafura menyatukan kelingkingnya dan Qun.
" YESSS "
* Kau boleh berbangga hati ferguso, tunggu dan lihatlah apa kejutan yang akan aku berikan untukmu *. Ujar Zaf yang melihati Qun riang setelah saling berkaitan kelingking satu sama lain.
Zaf masuk duluan di ikuti Shafura dan Qun terakhir.
" Papaaaaa, kenapa lama sekali ! ". Faye menyambut Zaf dan yang lain di ruang Tamu bersama Geris.
Zaf melancarkan ciumannya untuk anak tersayangnya.
" Coba tanya sama papa Qun sayang, dia yang menyetir tadi, papa duduk di belakang sendirian ". Zaf mulai melancarkan aksinya.
Qun dan Shafura yang baru masuk terdiam dengan ucapan Zaf.
" Berarti papa dan kakak ! " Sambil menunjuk satu satu " Duduknya bersama di kursi depan begitu ? ".
Qun menelan liurnya, putrinya itu sudah pandai mengintrogasinya. Agar tak salah bicara dia mengagguk saja.
" Apa yang papa dan Kakak perbuat sehingga lama baru sampai ke rumah ? ". Faye menajamkan arah pandangannya ke Qun.
Qun masih takut salah bicara sebab dia tak pandai beralasan, dan juga Qun masih belum sadar rencana Zaf yang ingin mengusik kentramannya.
...Bersambung ...
***
__ADS_1
Apakah Faye akan jadi pengahalang hubungan Qun dan Shafura !.