
Zaf melihati Arloji di tangannya dan menghitung dalam hati namun mulutnya sedikit ikut bergerak !.
" Jadi kita delay selama kurang lebih 1 jam 45 menit, karena cuaca sedang buruk ".
" Yaaaah " Muka Faye merengut
Shafura sedikit mencondongkan kepala serta memanjangkan lehernya ke arah Faye yang terhalang oleh kepala Qun yang tengah bersender di bahu Shafura.
Shafura beserta yang lainnya kini tengah duduk menunggu jadwal penerbangan mereka ke Norwegia untuk liburan musim dingin sesuai keinginan Faye, namun karena cuaca tak bersahabat kini mereka harus sedikit bersabar hingga situasi kembali kondusif.
" Sabar ya Sayang !. Gimana kalau kita beli minuman dulu " Ujar Sang Nenek yang memangku Si Cucu.
" Boleh Nek!, " Seketika ajakan Sang Nenek membuat raut muka Faye kembali ceria.
" Yaudah ayo ! "
" Hmmm, Nenek taukan tempatnya ! " Saut Zaf.
" Faye tau Pa! " Timpali Faye.
Faye sangat hapal setiap sudut bandara ini. karena landasan terbang ini adalah tempat yang selalu Faye dan kedua Papanya gunakan setiap kali bepergian keluar kota ataupun keluar negeri.
" Sayang mau kemana ! ". Tanya Shafura.
" Beli minum Ma ! " Saut Gadis mungil bergamis dongker itu.
" Yaudah sama Mama aja, nanti sama Nenek kesasar. "
Saat Shafura ingin beranjak menemani Faye, Qun yang sedang bersandar menahan lengan Shafura.
" Beee ! "
" Kemana ! "
" Faye mau beli minum, Bee mau juga ? "
" Boleh, Kopi satu ". Ucap Qun sedikit berat karena sudah tertidur namun kembali terbangun.
" Tunggu ya! Eh.... Zaf ! " Panggil Shafura kemudian,
Namun Zaf tak mendengar panggilan Shafura karena bersamaan dengan itu suara dari Annauncement Bandara kembali menggaung untuk memberitahukan bahwa jadwal keberangkatan pesawat lain juga ikut delay dan itu membuat Zaf fokus pada layar monitor Bandara.
Zalima yang menyadari itu, mengkode Shafura agar ia bertukar tempat dengan anaknya yang sedang menahan kepala Qun. Sudah jadi kebiasaan Qun kalau di tempat keramaian apalagi sifatnya antre atau menunggu dalam waktu lama, Qun masih suka sedikit risih jadi selama delay ini Qun memilih menutupi wajahnya dengan kaca mata hitam di tambah Jacket yang menutupi area wajahnya itu.
" Tapi Bu ! ".
" Yaudah nggak apa - apa, lagi pula Ibu nggak tahu tempatnya, dari pada Nyasar. " Saut Ibu.
Shafura mengangguk kecil.
Saat hendak bertukar posisi dengan Shafura, Zalima yang sudah beranjak dari kursinya kembali tertahan saat Qun menegakkan lehernya.
" Bu, nggak usah. Nanti ibu capek, Ibu duduk aja ".
Mendengar suara Qun yang sedikit samar karena tertutup jacket, Zalima kurang paham dan melempar kode pada Shafura seakan berkata.
* Apa kata Qun, Ibu tak dengar *
Shafura membalas dengan menepuk - nepuk sebelah tangannya pelan di udara seakan menyuruh Ibunya tetap duduk saja.
" Bee. Sha pergi bentar ya ! "
Qun hanya mengangguk menyetujui Shafura, lalu ia menahan sendiri rasa kantuknya dengan duduk bersandar.
" Ayo Sayang " Ajak Shafura pada Faye yang sudah berdiri dari tadi.
" Ayo Ma ! " Faye memegang erat tangan Mamanya.
" Zaf, kami pergi sebentar, mau minum apa ! " Tanya Shafura pada Zaf yang masih mematung menatap layar Monitor.
__ADS_1
" Latte 1 kak, Ger! Kau minum apa " Tanya Zaf kemudian pada Geris yang sedari tadi asik dengan Ponselnya.
" Lemon Tea ". Jawab Geris.
" Ibu ! "
" Ibu ini aja!. " Saut Zalima pada Zaf sambil mengangkat satu botol air mineral.
" Yaudah kami pergi dulu " Pamit Shafura sekali lagi.
" Ehhh Kak! Aku ikut " Teriak Geris kemudian.
Geris lalu menyusul Shafura dan Faye yang sudah berlalu lebih dulu untuk membeli minuman di Cafetaria Bandara.
Di tengah perjalanan, Faye menarik - narik lengan gamis Shafura.
" Maa, mau " Faye menaruh tangannya yang lain pada area intimnya.
" Ouh yaudah ayo. Toiletnya di mana ? ".
" Di sana Ma ! " Tunjuk Faye ke arah berlawanan dari arah tujuan mereka.
Shafura memutar badannya dan melihat Penunjuk arah yang bertuliskan Toliet tersebut dan dengan segera membawa Faye ke sana dan di ikuti Geris yang masih asik dengan layar ponselnya.
Setibanya di depan Toliet.
" Ger tunggu ya, Kakak bantu Faye dulu "
" Ouh iya kak, aku juga mau selfi di sini dulu, mumpung lagi sepi! " Ujar Geris yang kini tengah mengarahkan ponsel miliknya pada Kaca toilet yang besar dan dia berdiri di depannya.
" Baca doa dulu Sayang " Ucap Shafura.
Faye yang mulai terbiasa dengan ajaran Shafura tentang adab - adab berdoa sebelum beraktivitas dengan mudah mengakat tangan dan berdoa. Lalu mereka berdua masuk bersamaan.
DUP.
" Eh maaf mengganggu! " Ucap pengunjung lain yang juga masuk ke toliet itu.
" Eh nggak apa - apa, Aku cuman selfi aja kak ! " Ucap Geris.
" Pesawatnya Delay juga! " Lanjut suara wanita mudah itu.
" Iya kak! Kakak juga ? " Tanya Geris.
" Iya. Tujuan Singapura Delay ni. Kamu kemana ! "
" Ke Norwegia kak, Liburan ".
" Ouh.. Enak ya.. Keluar negeri liburan, Kakak keluar negeri berobat ".
" Kakak sakit ya !. Tapi Mukanya Fresh kak, aku sampai pangling ".
" Ya karena masih stadium awal aja, untung ketahuannya cepat, kalau udah stadium akhir, muka kakak juga udah berubah "
" Kakak kena kanker ! " Tebak Geris karena wanita itu membicarakan tentang Stadium.
" Iya, Yaudah Kakak duluan ya ! Eh bentar, kalau begini masih bisa di kenali apa nggak "
" Hmmm Nggak kak, apalagi kalau jilbabnya di pasang santai nggak di leher aja dan di tambah kaca mata kayaknya nggak ada yang kenal "
" Ouh oke, makasih ya. "
" Memangnya kenapa kak ! "
" Nggak ada, yaudah kakak pergi dulu, teman kakak nunggu di luar ".
" Ouh iya Kak. Namanya siapa kak, kalau Aku Geris "
" S "
__ADS_1
SREEET
Suara air kran yang diputar Faye membuat Shafura tak bisa mendengar Obrolan Geris dan wanita itu.
" Ma Udah ! "
" Yaudah !. "
DUP
" Bicara sama siapa Ger ? ".
SREEET
" Sama kak "
SREEET
" Ma udah ma " Potong Faye lagi yang kembali mencuci tangannya hingga bersih.
" Orangnya cantik kak, kayak artis, Ini orangnya, "
Geris memperlihatkan hasil selfinya yang tak sengaja membuat wanita itu sempat terambil secara candid.
Saat Shafura ingin mengintip foto wanita yang terfoto oleh Geris, Faye menarik tangan Shafura dan membuat Shafura tak sempat mengenali siapa wanita itu.
" Ayo Ma Cepat. Nanti Antrenya lama "
Shafura yang sudah tertarik lalu ikut mengajak Geris
" Ayo Ger cepat, ".
Lalu mereka bertiga keluar dari Toilet dan kembali berjalan menuju Cafetaria Bandara dan memesan minuman. Selesai dari sana mereka kembali ke kursi tunggu tempat Qun dan yang lainnya.
" Kamu foto sama siapa tadi Ger! " Tanya Shafura sekali lagi.
Entah kenapa Shafura sangat penasaran dengan wanita yang di liatnya sekilas tadi.
" Ini kak ! " Geris memperlihatkan hasil fotonya dan wanita misterius itu sekali lagi.
Shafura menyipitkan matanya, wajah wanita itu tak asing dalam ingatannya
* Kenapa wajahnya tak asing, aku pernah bertemu dengannya tapi di mana ya ? *.
Slide demi slide Shafura geser pada layar ponsel Geris hingga satu foto membuat Shafura amat sangat kenal dengan wanita itu. Shafura memegangi dadanya.
* Astagfirullah inikan Sel *
" Hei Kak Sella ketemu lagi " Sapa Geris pada perempuan yang duduk dengan kaca mata itu.
Wanita yang berpenampilan serba hitam dan dengan blazer itu duduk tak jauh dari tempat Qun dan yang lainnya.
Geris memanggilnya dengan nama Sella. Ya Sella, mantan kekasih Qun, dan mantan calon isteri dan ibu dari anak - anak Qun. Sella yang merasa di panggilan itu lalu menaruh jarinya di depan bibir ketika Geris memanggilnya, seakan ketakutan bila ada yang mendengar namanya di sebut.
" Sella ! "
" Kakak kenal " Tanya Geris.
Seketika muka Shafura panik melihat kehadiran Sella yang sangat dekat dengan Qun.
" Papa ini minumnya " Ujar Faye yang menenteng beberapa minuman milik kedua Papanya itu.
Shafura melihat ke arah Qun yang menyingkap Jacketnya lalu Shafura beralih pada Zaf yang tetap fokus pada layar Ponselnya.
* Ya Allah apa yang akan terjadi jika Qun mengetahuinya *
...Bersambung ...
***
__ADS_1
#Nodramaikanterbang