Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Cemburu * Episode 27


__ADS_3

* Beberapa Jam Sebelumnya !.


" Kau buat keributan di Bar itu, menurut informanku bahwa si Pria tak tahu malu itu sedang tidak bekerja, jadi disana hanya ada adiknya itu ".


" Apa yang harus aku lakukan Bos ! ".


" Kau harus lumpuhkan dulu penjaganya ". Pria misterius itu memberikan sebuah foto.


" Lalu kau baru bisa bertindak untuk tugas selanjutnya ". Lanjutnya.


" Baiklah aku mengerti, apa tugasnya ? ".


" Ini " mengangkat sebuah benda kecil berwarna putih dalam sebuah bungkusan.


" Kau masukkan ke dalam celananya lalu bila sudah, aku akan menghubungi temanku untuk melakukan penggerebekan, ingat ! Jangan sampai salah orang ".


" Siap !! Aku paham ".


..............


Semua nampak senyap, kamar VIP Itu dipenuhi orang tapi tak ada satupun yang bersuara kecuali Sang tersangka yang tengah berperan biasa - biasa saja. Bagaimana tidak, dia sendirian dan tengah menghadapi dua orang Polisi seorang Qun yang gagah dan anak buahnya lalu Shafura si Wanita berhijab namun pemberani, mereka tengah memasang muka yang sangar seakan ingin menerkamnya. Bagai Rusa yang di kepung para Singa di sabana yang luas.


Dengan handphone yang volumenya di perbesar, lalu di bantu teman Mark untuk memegangi benda kotak tersebut. Kini semua mata dan telinga tertuju pada satu suara, yaitu suara dari seberang sana !.


" Bagaimana rencanaku berhasil bukan ! ".


* Suara itu ! Kenapa terdengar tak asing * Gumam Shafura.


" Iya Bos, sangat berhasil. Aku sudah menyuntikkan obat itu ".


" Ha ha ha " Terdengar sambil bertepuk tangan kegirangan.


" Bagus bagus, kerjamu sangat luar biasa, aku tak sabar mengetahui hasilnya ".


" Benar Bos !. Sebentar lagi obat itu akan bekerja ".


" Ya ya, ha ha ha ! Kesihan sekali Atheis itu, sudahlah jadi korban dan di pukuli orangku sekarang akan di amuk oleh Pria tak sadar diri itu karena telah memperkosa Istrinya. Ha ha ha ".


" Benar Bos dan semua akan terjadi di depan mata suaminya ha ha ha ".


" Aku suka itu. Rencanaku akan berjalan lancar!. Kau pintar sekali. Shafura Shafura ! Kau pikir bisa hidup tenang setelah berani menolakku ".


Qun merah padam, emosinya sudah di ubun - ubun saat pria diseberang sana menyebut nama istrinya, dia merebut handphone itu dari tangan Sang Polisi, tapi Qun terlebih dahulu mematikannya karena tak sanggup mendegar kalimat selanjutnya.


" Aaaaaa " Qun sudah bersiap menghempas barang bukti tersebut namun dengan cepat Mark bertindak mengambilnya.


" Apa yang kau lakukan Qun ! " Ucap Mark setelah handphone tersebut sudah beralih tangan.


Dengan nafas yang terdengar kasar, " Siapa pria itu " Qun mencekik pria yang kini di hadapannya " Jawaaaaab ! ".


Qun sudah naik pitam, dia tak sadar bahwa sedang berada di area tanpa keributan.


" Hiks hiks hiks, dia Ibra ". Saut Shafura lemah sambil terisak.

__ADS_1


Qun terbelalak


" Shafura ! ". Qun malah bereaksi sebaliknya ketika mendengar tangis Shafura yang pecah.


Qun memutar badannya dan melihat istrinya sudah bersimbah air mata. Qun lalu menaruh jarinya di mulut


" Sssttttt " Tangannya bergetar hebat, " Aku mohon maafkan aku, jangan menangis sayang ".


Lantas Qun langsung mendekati dan menenangkan Shafura, Shafura masih terisak hebat dia tak menyangka Ibra akan bertindak sejauh ini karena dia telah menolaknya, bahkan yang Shafura tak sangka bahwa Ibra sanggup menjadikan orang lain sebagai korban dari balas dendamnya.


" Siapa Ibra. Shafura ? ". Tanya Mark dengan memanggil nama Shafura setelah mendengar Qun menyebutnya sendiri.


" Sudahlah ! jangan bertanya lagi Mark. Biarkan dia tenang dulu ". Qun manyaut agar Mark tak menggangu Shafura dengan pertanyaannya.


" Hiks diaa, d-dia mantan calon dari suamiku yang aku tolak khitbahnya " Jawab Shafura kembali lemah.


* Suami ? *.


Mendengar kata Suami membuat Qun memundurkan langkahnya.


" Orang ini pasti sudah tidak waras, melakukan ini semua karena di tolak cintanya, bahkan baru sebatas calon saja dia senekat ini, bagaimana kalau di tolak saat akad " Mark berujar.


Tanpa Mark sadari dia telah menyinggung tentang masa lalu Qun yang di tinggal wanitanya saat akad.


DEG


Kalimat Mark membuat Shafura yang sedang sedih menatap Qun yang tetap diam sedari tadi, ini membuat Shafura mengkhawatirkan suaminya dan berfikir satu hal, bahwa Qun merasa tersinggung.


" Qun, kau baik - baik saja ? "


Shafura coba menyentuh pundak Qun namun Shafura membatalkan niatnya, dan di turunkannya lagi tanganya itu.


" Ya aku baik " Jawab Qun datar dan memandangi Shafura dengan lesu


* Kenapa kau tak pernah cerita hal ini Shafura *.


" Baiklah !. Sekarang semua sudah jelas, siapa Bos dari orang ini. Untuk lebih jelas aku akan memintai keterangan Shafura. Qun aku akan membawa istrimu ke kantor " Ucap Mark.


" Aku tak mengizinkannya, aku tak ingin dia jauh dariku barang seincipun " Saut Qun tegas.


Di dalam rasa marah dan penasarannya, Qun tetap ingin Shafura ada di sampingnya.


" Qun tolong permudah ini, agar kita bisa segera menangkap si Ibra itu, dan keluargamu tak di ganggu lagi " Mark coba meyakinkan Qun.


" Qun biarkan aku ikut dengan Mark, Mark ada benarnya biar masalah ini bisa cepat selesai " Shafura mencoba membenarkan ucapan Mark.


" Pergilah ! " Qun langsung berpindah dari samping Shafura ke sisi Zaf.


Shafura tertegun dengan jawaban dingin Qun, dia hanya melihati Qun yang berlalu di depannya.


* Kau kenapa lagi Qun, apa aku ada salah lagi, aku hanya ingin ini semakin mudah Qun. *.


" Baiklah. Shafura dan Ian ikut denganku sebagai saksi, dan ya ! Pak Dokter kami minta sisa botol infus itu sebagai barang bukti juga ".

__ADS_1


" Ok baiklah ". Saut Dokter.


Dokter lalu memberi kode ke Suster yang hanya sebagai penonton di dalam kasus ini dan lengkap sudah barang bukti berupa baju perawat, rekaman hasil telepon beserta handphonenya lalu botol infus sisa penyuntikan karena suntikan yang di pakai sudah di musnahkan oleh si pelaku dan yang terakhir tak lupa pelaku itu sendiri.


Ketika hendak meninggalkan ruangan Zaf, Shafura menatap nanar punggung Qun yang tak menghiraukannya lagi, Shafura sendiri tak tahu di mana letak kesalahannya.


Shafura memberanikan diri mendekati suaminya yang kembali bersikap aneh, dia meletakkan tangannya untuk berpamitan tapi tak ada respon.


" Qun ! "


Qun diam. Zaf yang melihat sikap Abangnya yang kembali dingin untuk Shafura merasa harus ikut campur.


" Bang ! " Zaf menegur Abangnya yang diam seribu bahasa.


Qun dengan santainya tanpa melihat ke arah Shafura dan hanya menyerahkan tangan kanannya biar di salami Shafura. Shafura tetap memilih menyalami Qun yang bersikap tak wajar itu.


* Aku pamit Qun ! *


Dengan berat hati Shafura melangkah meninggalkan Qun di rumah sakit dengan keadaan Qun yang kalut, sesampainya di lantai bawah Shafura memandang ke arah ratusan jendela yang terpasang seakan menitipkan suaminya disana, Tapi di sisi lain hatinya juga sakit atas apa yang Ibra lakukan kepadanya hingga berani menyetuh keuarga kecilnya.


* Ibra lihat saja aku sendiri yang akan menjebloskanmu ke penjara * Gumam Shafura ketika hendak melangkahkan kakinya memasuki mobil milik Mark.


* Di kamar Zaf.


* Pergilah Shafura ! Kau selesaikan masalahmu * .


" Bang ! ". Tegur Zaf pada Qun yang sedari kepergian Shafura hanya berdiri di jendela dan terus melihat ke bawah.


" Kau kenapa lagi ? " Lanjut Zaf.


" Tak ada ! ".


Zaf memutar bola matanya.


" Ayolah Bang!. Kau sudah bersamaku lima tahun, mana mungkin kau bisa bilang TAK ADA ke aku, kau cemburu aku tahu itu ? ". Ujar Zaf mematahkan perkataan Qun


" Aku cemburu dengan siapa ? ".


" Haah kau ini Bang, rasanya aku harus memukulku lagi ".


Ucapan zaf membuat Qun menoleh ke arahnya. Karena sedari tadi dia hanya fokus pada apa yang ada di bawah sana, yaitu kepergian kekasihnya itu. Qun berjalan mendekati Zaf dengan wajah datar.


* Astaga Abang mendekat, lihat wajahnya seperti ingin memakanku * Zaf menelan liurnya.


" Bang ! Aku hanya bercanda, serius aku bercanda " Zaf ketakutan.


Qun semakin dekat ke ranjang dan Zaf memejamkan matanya karena takut melihat pukulan milik Qun mendarat di wajahnya.


" Aaaaaaa " Zaf berteriak.


...... Bersambung ......


* Apakah yang akan terjadi pada Shafura, Qun, Zaf serta Ibra ..... ?

__ADS_1


__ADS_2