
03 : 00
TE NENEEET TE NEEEET
TE NENEEET TE NEEEET
CLEK
* Hmmmmmhhh..... Alhamdulillah Ya Rabb, kau masih beri hamba izin untuk bangun pagi ini dan meneruskan hidup serta menebus segala kekhilafan juga dosa - dosa hamba selama ini *
Seperti biasa Shafura bangun di jam begini untuk mengawali harinya.
* Aaaa, Aduh kenapa pagi ini badan lemas ya...... Hei Shafura ingat kau punya riwayat darah rendah, jadi pelan - pelan ok *
Bukannya Gila, begitulah Shafura menyemangati dirinya dengan berbicara dengan hatinya sendiri, saat merasa tubuhnya sedang tidak fit, Shafura sampai lupa akan pemandangan indah yang ada di belakangnya, Yaitu pemandangan muka bantal Qun, Shafura selalu saja bangun lebih dulu dari pangeran bersarungnya ini, otomatis sarapan pagi Shafura adalah Qun, dan Shafura membalik badannya, benar saja Qun tidur menghadapnya
* Masya Allah, nikmat tuhan mana lagi yang aku dustakan Shafura, Beee kok ganteng hanget sih, Ya Rabb terima kasih sekali lagi karena hamba masih bisa menatap wajah suami hamba * Ucap Shafura dengan menggaruk pelan batang hidung Qun yang mancung dengan jari telunjuknya.
" Gangguin Ah "
Tanpa Shafura sadari saat sedang menggaruk hidung Qun, rupanya Qun tersadar dari tidurnya.
* Qun jangan bereaksi, pura - pura tidur ! lihat dia mau ngapain, Bisa - bisanya laki sendiri dibuat mainan, Sha, Sha *
Shafura mulai melancarkan aksinya dengan mencolek - colek pipi Qun lalu beralih memainkan jarinya dengan menggeser pelan ke area hidung lalu mengitari kedua kelopak mata dan saat hendak turun ke pipi Qun.
PLAK
Qun menepuk pada area tersebut, seakan - akan di hinggapi nyamuk.
" Hi hi, upss "
Lekas Shafura menutup mulutnya takut Qun sadar.
* Ya Allah, Terserah Sha lah, kalau itu buat Sha senang Be ikutin *
Shafura kembali melanjutkan niat jahilnya itu, kini jarinya kembali berselancar di pipi mulus Qun dan turun mendekati area bibir.
* Ya Allah kalau Sha sampai main ke Bibir Be nggak akan kuat *
Dan benar saja dugaan Qun, Shafura memainkan jarinya ke Bibir Qun.
* Huftssssss *
Qun menarik nafas dalam seperti merasakan kenikmatan dan bangkit langsung menindih Shafura tapi hanya tangannya saja sedangkan badannya masih berada di sebelah Shafura, wajah Qun yang rupawan hanya beberapa senti dari Shafura.
" BEEE ! " Shafura menatap panik
Gerakan tiba - tiba Qun, sontak saja hal itu membuat Shafura terkejut bukan main di tambah lagi Qun kini menatapnya dengan nakal dan sudah berada di atasnya.
" Siapa suruh nakal pagi - pagi begini " Ucap Qun dengan suara khasnya
* Ya Allah suaranya candu banget *
" Bukan begitu Be, Tapi Sha ngga tau harus ngapain tadi waktu bangun badan Sha lemas jadi untuk nunggu sampai fit lagi, Sha jadikan Be mainan "
" Kenapa harus bibir, kalau di bubir Be jadi nggak tahan, kalau gitu sebagai permintaan maaf Sha harus bayar ! "
" Bayar apa ? "
Qun mengetuk bibirnya dengan jari telunjuk dua kali.
" Kiss Morning "
" Tapi Be belum gosok gigi, Sha nggak mau Bau ! " Dengan cepat Shafura menutup mulutnya
* Kenapa dengan badanku, biasanya tak begini *
" Dikit aja! "
* di tolak nanti marah, ya udahlah tahan Shafura, Jangan muntah, Biasanya nggak gini *
" Ya udah " Shafura memejamkan matanya.
" Naah kan bagus tu "
* Ya Allah nggak kuat, kenapa mau mu *
Saat Qun hendak melepaskan keinginannya, Shafura langsung mendorong Qun.
" Ueeeek, Hugh hugh "
Shafura memuntahkan isi perutnya di samping ranjang.
" Sha kenapa! " Qun panik
Bukannya marah karena di tolak Shafura, Qun lebih mengkawatirkan kondisi Shafura yang tiba - tiba muntah.
" Nggak tau ! "
" Haaaaah " Qun menghembuskan nafansya dan menciumnya sendiri
" Ih Bau Bee Ueeeek, Be jauhaan Sha nggak tahan " Shafura kembali mual.
" Sebau itu ya, Hutss hutss " Qun menghidu bau badannya sendiri.
" Be mandi nggak gosok gigi ya ! "
" Gosok "
" Kok bau ! "
" Mana Bee tau, biasanya juga Sha suka "
" Mana Sha tau, udahlah Sha mau ke kamar mandi dulu, Mual "
" Yaudah sana, Ini biar Be saja yang bersihkan "
"Emangnya nggak apa - apa! "
" Nggak ! "
" Be nggak jijik ? "
" Nggak, udah sana, Ayo "
Qun lalu menarik Shafura turun dari ranjang dan mendorongnya hingga ke depan pintu kamar mandi. Shafura hanya bisa pasrah.
CLEK
Dengan kain lap di tangan Qun mengitari ranjangnya dan mendekat ke arah muntahan Shafura.
" UEEEEEK "
Qun mual saat melihat air putih yang lengket itu berserakan di lantai, hanya ada itu tanpa ada bahan makan pokok layaknya muntah pada umumnya.
Qun mulai mengelapnya,
* Perut yang kuat ya, otak jangan di bayangkan, please! "
" UEEEEK .......Shaaaa ! " Qun menutup mulutnya.
Dengan cepat Qun berlari ke depan pintu kamar mandinya dengan membawa sisa muntahan itu di tangannya
TOK TOK
" Kenapa Be ? Kalau mau masuk buka aja, nggak Sha kunci. "
CLEK
" Kenapa ? "
" HUEEEEEEK HUEEEEK HUEEEEK " Malah Qun yang muntah sejadi - jadinya.
__ADS_1
" Makanya kalau nggak kuat, jangan sok - sokan, Cari penyakit sih "
" HUEEEEK... Malah di omelin! "
" Maaf, Sini - sini Sha bantuin " Shafura mengelus pundak Qun.
Setelah gagalnya Qun yang menggoda Shafura, dan berakhir dengan mengeluarkan sendiri isi perutnya. Qun dan Shafura seperti biasanya mereka tahajud bersama dan di lanjutkan dengan Sholat Subuh, Qun ke Mesjid dan Shafura di Rumah.
...***...
" Tolong di perhatikan lagi susunan acaranya, saya nggak mau ada kesalahan ya "
" Siap Bu, Ini sudah sesuai dengan requestan Ibu kemarin, Acara akad akan berlangsung setelah pengucapan dua kalimat Syahadat "
" Baik - baik, Semoga acaranya lancar ya! "
" Amin Bu, orang bilang sesuatu yang baik pasti akan di lancarkan oleh Allah SWT "
" Amin "
CLEK
" Shaaaa ? "
Shafura yang berdiri tak jauh dari kamarnya dengan mudah mendengar Qun, sebab Qun memanggilnya dari depan pintu kamar, tapi hanya kepalanya saja yang terlihat.
Shafura berbalik
" Iya kenapa ? "
Qun tak menjawab dia hanya memberi kode agar memint Shafura kembali ke kamar.
" Sebentar ya, Suami saya manggil "
" Iya Bu ! Silakan " Ucap MC yang akan memandu jalan Acara nanti.
Shafura lalu kembali ke kamarnya.
CLEK
Terlihat Qun amat berantakan dengan pakaian pengantinnya, Baju dan celana yang tak rapi, di tambah Songket yang tak terpasang dan malah bergantung menyilang di leher hingga pinggang.
" Sha! " Kode Qun pada pakaiannya
Shafura hanya terseyum melihat Qun begitu.
" Kenapa! Nggak bisa? Songketpun nggak bisa ! "
" Mana Be pandai, inikan pertama kali Be memakainya "
" Ya sudah sini - sini " Shafura mendekat
Qun terseyum bahagia, sebab karena alasan inilah dia menolak untuk memakai jasa designer untuk membantunya berpakaian karena dia hanya ingin di pakaikan oleh Istrinya sendiri, Shafura. Dan Shafura pun setuju dengan permintaan Qun itu, sebab dia juga tak terima bila suaminya di sentuh oleh wanita lain selain dirinya.
Shafura melingkarkan tangannya untuk sekedar merapikan baju bagian belakang Qun dan Qun dengan santainya terseyum menikmati moment bahagia ini.
" Hai Cantik " Goda Qun
" Ahh Be, jangan nanti pipi Sha merah "
" Godain Abang donk! "
" Bee jangan, nanti kita terlambat ini sudah pukul berapa, tuh " Tunjuk Shafura dengan mulutnya.
" 09 : 45, masih ada lima belas menit lagi "
" Iih Be serius, Be aja belum make Up tu, mukanya jelek, mau foto pernikahan nanti mukanya jelek ".
" Biar aja jelek, Biar nggak ada yang naksir Be, kalau Be ganteng nanti banyak yang suka "
" Bee serius! Sha jadi susah nih. Tinggal diam aja kok susah amat "
" Iya istriku " Qun mencolek dagu Shafura
Shafura kembali terseyum namun ia tutupi dengan menunduk dan fokus melipatkan Songket Qun, andai Shafura melihat wajahnya di cermin mungkin ini sama dengan kepiting rebus, merah merona.
Hari ini dipilih Zaf bukan tanpa alasan, sebabnya adalah hari ini bertepatan dengan meninggalnya Sang kakek 6 tahun yang lalu.
Rumah Qun yang bernuasan hitam dan cream itu kini tampak lebih indah dan cerah saat bunga - bunga putih menghiasi di setiap sudutnya, tepat di depan tangga rumah itu terletak sebuah meja dan enam buah kursi senada dengan hiasan serupa. Dan disisi lain ada dua buah kursi pengantin yang terletak sedikit lebih tinggi dari lantai rumah Qun, itu adalah pelaminan sederhana untuk kedua pengantin itu nanti. Sebabnya dulu Shafura dan Qun tak bersanding di pelaminan, atas usul Zalima jualah yang ingin melihat anaknya bersanding setidaknya sekali seumur hidup dan karena permintaan itu Qun setuju, di tambah lagi dengan Zaf yang tak ingin acara pernikahannya di lakukan besar - besaran makanya Qun menerima usul tersebut untuk ikut bersanding di pelaminan nanti.
Selain itu hanya ada beberapa kursi yang membentuk letter U bersusun menghadap ke meja tadi. Kursi itu EO sediakan sebagai para saksi untuk mengsahkan pernikahan Zaf dan Geris nanti.
" Subhanallah Gentengnya Be " terakhir Shafura merapikan tanjak yang terpasang di kepala Qun.
Qun terseyum mendapat pujian dari mulut istrinya itu.
Kedua mempelai ini memilih adat melayu sebagai baju yang mereka kenakan di hari bahagia mereka dengan warna serupa putih, Baik Zaf dan Geris ataupun Shafura dan Qun mereka tampak Gagah dan Cantik.
" Sha juga cantik! "
Shafura dengan gamisnya yang lebar tetap memeperlihatkan sisi keanggunannya sebagai seorang wanita, juga Make up yang natural seperti yang Qun katakan dia lebih suka melihat Shafura begitu. Maka di hari pengesahan pernikahan mereka Shafura merias sendiri wajahnya.
" Terima kasih "
" Hari ini kita akan mengantarkan Zaf memeluk Islam juga sebagai saksi pernikahannya, Be benar - benar bahagia di tambah lagi kita juga akan di akui negara ini sebagai suami istri yang Sah ".
" Alhamdulillah, semoga kebahagiaan dan keberkahan di hari ini selalu menyelimuti keluarga kita "
" Amin...... Sha ? ". Qun merapatkan badannya.
" Beeee " Tatap Shafura serius
" Biasanyakan kalau sehabis nikah, pengantin baru mereka Honey !"
" Jangan aneh - aneh ya Be,, kita bukan pengantin baru, lagian pula buat apa Honeymoon, Kalau kita udah "
" Tetap aja beda Sha " Balas Qun dengan memotong kalimat Shafura.
" Sha nggak tau Be, nanti aja di bahasnya "
" Ya sayang Please, Ya ya ! " Qun memelas.
* Ni kalau nggak pakai cara terakhir nggak akan selesai, pasti minta terus *
" Hmmmm... Ganteng nanti kita bahas lagi ya " Ucap Shafura sekaligus memainkan jarinya di wajah Qun serta di tambah dengan suara lembut Shafura
Shafura terpaksa menggunakan cara terakhirnya untuk menghentikan Qun dari memaksanya agar keinginannya itu terkabul, Sentuhan, suara lembut dan juga sedikit kalimat pujian akan membuat Qun tak berkutik.
" Oke, Shttttt " Qun bergidik merinding.
Dengan sekali percobaan Shafura berhasil menundukkan Qun, akhrinya mereka keluar dari kamar, namun di tengah perjalanan mereka bepisah, sebab Shafura ke kamar Geris, sedangkan Qun ke bawah untuk menemani Zaf yang sedang dirias di kamarnya.
TOK TOK
" Assalamualaikum Ger! "
" Waalaikumussalam, Buka aja Kak! Nggak di kunci "
CLEK
Saat kamar Geris kembali di buka oleh Shafura, nuansa kamar pengantin langsung terasa sebab kini kamar itu telah terhiasi oleh bunga di sana - sini, dan hadirnya mawar putih menambah kesan mewah pernikahan mereka ini.
" Masya Allah Ger kamu cantik banget ! "
Gadis mungil itu kini berubah menjadi Ratu, dengan pakaian pengantin yang membalut tubuh Geris, serta jilbab senada yang menjuntai bak ekor yang panjang di tambah dengan mahkota kecil menghiasi kepalanya, semakin menambah kesan kalau Geris adalah Ratunya hari ini.
" Alhamdulillah, ah kakak aku jadi malu ! " Geris tersipu dan menutupi wajahnya.
Terlihat dari kejauhan tangan Geris kini di hiasi oleh hena merah yang melingkar memenuhi setiap sisi jari dan juga telapak tangannya.
" Kakaknya pun nggak kalah Cantiknya, simple tapi elegan " Puji Mbak penata rias.
" Terima kasih, Mbaknya juga pinter ngeriasnya, saya jadi pangling sama hasilnya " Puji Shafura pula.
__ADS_1
" Terima kasih "
" Oh iya Ger, Ibu, Faye sama Ibumu mana? "
" Mereka ke bawah kak, katanya ibu mau ngasih wejangan buat menantunya "
" Ouh baguslah "
...***...
Kamar Zaf
CLEK
" Eh Bu " Tegur Qun pada Zalima yang baru keluar dari kamar Zaf.
" Paaaapaaaaaaaa! " Teriakan melengking milik Faye hinggap di telinga Qun,
Rupanya Faye dan juga Ratih Ibunya Geris juga ada di sana.
" Anak Papa ! Cantiknya Gemes " Cubit Qun pada pipi Faye.
" Papa juga ganteng ! " Balas Faye dengan melakukan hal yang sama.
" Anak Papa sekarang makin pandai menggoda ya, siapa yang ajarkan sayang ? "
" Hmmm, Papa! " Jawab Faye polos
Qun melotot dan tak percaya mendengar jawaban Faye.
" Hmmm makanya kalau lagi mesra - mesraan jangan depan anak, tu kan jadi nular " Ucap Zalima.
Qun hanya tersyum kaku sambil memegangi kepalanya " Heeee, nggak lagi Bu! "
" Oh iya nak, istrimu, Shafura mana ? " Tanya Ratih
" Ouh di atas Bu, di kamar Geris, baru aja dia kesana "
" Ya sudah, kami juga mau ke atas kan sebentar lagi acarakan mau di mulai, Titip Zaf ya, dia tegang nampaknya " Saut Zalima.
" Oke Bu "
" Hmm kalau gitu Faye mau ketempat Mama duluan ya, dah Papa dah nenek " Faye langsung berlari meninggal Qun dan kedua wanita dewasa itu.
" Sayang pelan - pelan " Tegur Qun
" Ya sudah Qun kami juga ke atas "
" Oke Bu! "
Zalima dan Ratih pergi ke atas, sedangkan Qun masuk ke kamar Zaf.
CLEK
Qun membuka pintu dan pemandangan pertama yang matanya lihat adalah Zaf duduk seorang diri dan menghadapi dua pria tua dewasa di depannya, mereka Hendry dan Bambang Calon Bapak mertuanya Zaf.
* Bagaimana tidak tegang, belum apa - apa saja kau sudah menghadapi Ayah mertuamu, Zaf Zaf "
" Eh nak Qun ! masuk sini, kami baru saja membicarakanmu " Ucap Bambang yang membuat Qun sedikit terkejut karena sempat melamun.
" Assalamualaikum ! "
" Waalaikumussalam " Jawab kedua bapak - bapak itu
Qun masuk dan merasa sedikit canggung dengan situasi ini.
" Wah Menantumu tak kalah Ganteng dari calon menantuku, duduk - duduk Qun " Ujar Bambang lagi.
" Oh ya jelas, Lihat dulu bapaknya mertuanya gimana, aku dulu waktu muda ya sebelas dua belaslah dengannya "
" Ha ha ha, kau terlalu percaya diri Hen "
" Jelas ! Hidup jangan terlalu serius, ya kan Qun "
" Ha ha Iya Pak " Qun ikut mengiyakan ucapan Bapak mertuanya itu dan duduk di sebelah Zaf.
" Kau kenapa ? " Bisik Qun
" Apa lagi, kedua bapak - bapak ini dari tadi mengajariku banyak hal tapi rasanya seperti aku di interogasi pihak intelegen, satupun tak ada yang masuk Bang, aku jadi tak karuan sekarang untung kau datang " Balas Zaf.
" Tenanglah, lakukan yang Abang ajarkan dulu "
" Tenag - tenang, kata yang mudah di ucapkan tapi sulit bagiku untuk mewujudkannya "
Saat ketegangan masih menyelimuti Zaf, terdengar sekali lagi suara pintu kamar Zaf terbuka.
CLEK
" Pak permisi, Bapak penghulu mencari pengantin pria dan pihak keluarga " Ucap Seorang MC.
" Oke kami akan keluar ! " Saut Hendry.
CLEK
" Ya sudah ayo ! Pak penghulunya sudah menunggu " Lanjut Hendry lagi
Hendry dan Bambang langsung berjalan keluar sedangkan Zaf masih terpaku di kursinya, Qun yang juga sudah berdiri menatap bingung.
" Kenapa lagi? "
Terlihat kaki Zaf tak berhenti begetar.
" Bangun! " Perintah Qun sedikit tegas.
Zaf tak bersuara dia hanya menuruti ucapan Abangnya itu. Sedetik setelah berdiri Qun langsung memeluk Zaf.
" Tenanglah, Ada Abang di sampingmu "
" Thanks Bang ! " Zaf juga memeluk Qun.
" Abang tahu kau sedih, makanya kau tak fokus "
" Entahlah Bang, untung ada kau sebagai perwakilanku "
" Apa Mama kesini ? "
" Katanya ia, tapi akan terlambat "
" Sudahlah, kini kau harus fokus hari ini kau akan menerima dua status sekaligus, Muallaf dan Suami orang, Kau harus bisa "
" Thanks Bang sekali lagi "
" Ya sudah Ayo, Acara akan di mulai ".
Setelah berhasil membuat Zaf tenang, mereka berdua kini berjalan menuju Meja Akad.
" Baiklah para tamu undangan mari kita sambut kedua mempelai pria kita hari ini, Arzaf Wegal Vooc dan Baequni "
Di temani Qun dan di apit Hendry dan Bambang, Zaf berjalan dengan gagahnya di tambah suara tepuk tangan dari tamu undangan sekitar rumah Qun yang mengiri perjalanan mereka untuk duduk di kursi panas itu.
Di sisi lain, untuk melihat prosesi pembacaan dua kalimat Shadat dan juga akad nikah, sengaja di taruh Camera yang langsung terhubung ke kamar Geris agar si calon pengantin wanita tetap bisa merasakn betapa khidmatnya prosesi nanti.
" Ganteng ya menantu kita bu Zalima "
" Alhamdulillah, Iya Bu "
" Iya ibumu benar Ger, Zaf aura Pengantinnya keluar jadi tambah ganteng "
" Abang Qun juga sama kak "
Saat saling balas pujian atas ketampanan prianya masing - masing, muncul sosok wanita dengan badan tinggi semampai berkebaya dengan rambut yang di sanggul, wanita itu tak datang sendiri, ia di kawal oleh dua pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam rapi.
" Eh ! itu siapa? " Tanya Shafura ketika melihat wanita itu tertangkap Kamera.
__ADS_1
...Bersambung...
***