
POV
Mobil itu akhirnya berhenti sejenak di depan pagar nan megah yang mengitari sebuah rumah bertiang besar di kedua sisinya dan secara otomatis pagar rumah tersebut terbuka.
Setelah lima belas menit dari Bandara, mereka akhirnya sampai di Rumah Zaf, Rumah ini ia dapatkan dari sang Kakek saat ulang tahunnya beberapa tahun yang lalu.
Sreeet
" Siang Nak Zaf! " Sapa Pak Tora penjaga rumah Zaf.
Pak Tora adalah duda tak beranak yang di tinggal Sang Isteri saat melahirkan anak mereka, hingga usianya kepala lima Pak Tora setia menjaga rumah mewah Zaf dan dia amat bisa di percaya serta amanah makanya Zaf bisa mempercayakan semua harta berharganya itu.
" Siang Pak, Sehat ! " Balas Zaf dari jendela mobil,
Zaf lalu turun dan menyalami pak Tora.
" Alhamdulillah. Sehat Nak ".
" Pak Tor kamar bersihkan ? "
" Bersih Nak "
" Baiklah malam ini kami tidur di sini pak "
" Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama rumah ini di tiduri oleh tuannya " Canda Pak Tor.
" Ha ha ha, Pak Tor ada - ada saja, saya terlalu sibuk pak apalagi akhir - akhir ini "
Pak Tora lalu melirik sedikit ke dalam mobil yang masih terhenti di pintu pagar.
" Ya nggak apa - apa, Di mana Abangmu ? "
" Dia turun di jalan depan pak, mungkin ke taman sama istrinya ! ".
" Ouh, Ya sudah masuklah dulu kita lanjut ngobrolnya nanti saja, soalnya ada hal penting yang mau Bapak sampaikan, berhubung kamu baru pulang jadi kamu pasti lelah ! ".
" Ya sudah pak, kalau begitu saya izin masuk dulu "
Saat Zaf berjalan masuk dan di ikuti Mobil itu, Pak Tora menatap sinis pada Zaky yang sempat ia lihat sekilas tadi.
***
" Silahkan masuk ini rumahku " Ucap Zaf saat Geris dan Sella baru turun.
Geris terkejut melihat rumah besar dan megah itu, Rumah itu jauh lebih besar dari rumah yang selama ini dia tinggali bersama Qun dan Zaf. Geris tahu kalau Zaf punya rumah, tapi tak tahu akan seluas ini.
* Inikah rumahmu yang kau sebutkan itu Bang, ini lebih pantas di bilang Istana *
Rumah lima lantai ini di lengkapi Biskop, tempat karaoke, Gym, Billiard, Bar pribadi, Kolam renang, Golf juga fasilitas canggih mulai dari pagar, dapur, dan belum lagi setiap komponennya di lakukan menggunakan sebuah remote dan bahkan cukup dengan bersuara semuanya bisa bekerja sendiri serta rumah dari Sang Kakek ini di lengkapi sensor di beberapa titik yang sudah tentu itu terhubung dengan Zaf dan di lantai paling atas rumanya memiliki Helipad.
Helipad di bangun Sang Kakek dulu agar kalau ia mengunjungi Zaf jadi tinggal mendarat di rumah cucu kesayangannya ini.
Zaf baru melangkah tiba - tiba pintu rumahnya sudah bergeser dan terbuka lebar.
" Waaah " Sella tercengang.
Sella yang sedari tadi diam karena takut, Akhirnya bersuara karena terkejut melihat kehebatan rumah ini.
..." Selamat datang Cucuku "...
Sebuah suara pria tua dengan aksen Indonesia-inggris yang kental menyapa Zaf, itu adalah Suara khas Sang Kakek, Mr Vooc.
Setelah sekian lama tak mendengar suara Kakeknya, Zaf seperti tak bisa berdiri, dia kehilangan keseimbangan, Zaf berpegang pada sisi pintu itu.
* Aku rindu Kek, yang tenang Ya *.
__ADS_1
Zaf kembali teringat masa - masa dengan Sang Kakek, sebab selama hidupnya di Singapura, Zaflah yang menemani Sang Kakek kemanapun pria tua itu bepergian untuk bisnisnya, sedangkan anak semata wayangnya, Wegal. Ia sibuk dengan bisnis haramnya itu. Itulah alasan Mengapa Zaf yang mendapatkan seluruh harta si Kakek. Zaf terlahir dengan Gen Indonesia - Singapura, Zaf memiliki darah Indonesia dari si Ibu. Sukma, wanita yang masih memiliki garis keturunan darah biru tapi di coret dari silsilah karena menikahi pria yang tak memiliki garis keturunan bangsawan yang sama, dan itu juga yang membuat Zaf tak di akui sebagai cucu dari sebelah Ibunya.
Zaf berlinang air mata, Inilah alasan Zaf tak ingin pulang kerumah ini, karena suara sang Kakek selalu menyapanya kala ia lewat di depan pintu, Suara itu di pasang agar Zaf tak melupakannya, karena itu adalah permintaan kakeknya untuk terakhir kali pada Zaf sebelum ia wafat dan Zaf menurutinya.
" Bang! Apa kau tak apa - apa " Geris memegangi Zaf.
" Ya Abang baik - baik saja! Abang hanya terkenang almarhum Kakek ! "
" Jadi itu suara kakek Abang! kalau begitu kita doakan saja kakek, Bang! Semoga tenang di sana! "
Zaf terseyum " Thanks Ger... Oh iya, masuklah ".
Zaf, Sella dan Geris lalu masuk kerumah itu.
" Duduklah dulu Ger, Sella, nanti pak Tor akan siapkan air minum ".
Sella hanya mengangguk dan berjalan menuju sofa, saat Geris hendak melangkah juga, ia sempat melirik Zaf yang berbelok ke arah berlawanan.
" Kemana? " Geris menahan Zaf dengan memegangi jacketnya.
" Abang mau ke atas siapakah beberapa berkas! "
" Berkas apa Bang! "
" Berkas untuk bebaskan Sella, Papa minta beberapa aset yang di berikan Kakek untuk ia bayarkan pada orang - orang yang telah menahan Sella selama ini sebagai ganti ruginya karena gagal membawa Sella pada orang - orang itu ".
" Apa tidak ada cara lain Bang, Apa Papa Abang tak bisa di ajak negosiasi dulu. "
" Tidak Ger, Papa bukan orang yang bisa di ajak kerjasama apalagi itu menyangkut Uang ".
" Apa! " Geris memegangi keningnya.
" Sudahlah jangan di pikirkan, Kakek bilang nyawa seseoarang lebih berharga dari uang, Abang ke atas dulu ! "
Zaf langsung pergi meninggalkan Geris dan naik ke kamarnya dengan berlari kecil.
" Dia mau ambil berkas untuk bebaskan Kakak ! "
" Apa ! "
" Iya kak, Kakak hanya bisa bebas jika Kakak di tebus dengan sejumlah uang dan Abang ke atas ingin menyiapkan uang tebusan itu "
Sella menutup mulutnya dan menggeleng
" Tidak, tidak Ger, Zaf tak harus melakukan itu, Kakak hanya akan berhutang budi padanya seumur hidup, Kakak harus hentikan dia, biarkan saja Kakak di bawa mereka lagi ".
" Tidak kak jangan gegabah, jangan buat abang Zaf marah, jika dia sudah ambil keputusan maka tak ada yang boleh menghentikannya "
" Tidak Ger, ini berlebihan "
" Kak Jangan "
Sella dan Geris beradu argumen dan sedikit cekcok mulut hingga sebuah benda persegi panjang seukuran korek api jatuh dari kantung Sella dan terlempar sampai di depan pintu rumah Zaf.
" Assalamualaikum " Ucap Qun dan Shafura bersamaan.
Saat Qun melangkah ia merasa kakinya menginjak sesuatu, dan Qun dengan cepat mengakat kakinya lalu melihatnya, Sebuah Falashdisk warna hitam tergeletak di sana.
" Kenapa Be! "
" Lihatlah " Tunjuk Qun.
" Flashdisk Be ! "
" Punya siapa ya ? "
__ADS_1
Qun lalu mengambilnya dan memasang di depan wajahnya untuk mengamati benda tersebut. Belum puas ia memutar seluruh sisinya, tiba - tiba benda tersebut di ambil dari tanganya.
" Ini, ya Flashdisk ini Ger. "
" Kenapa dengan itu kak " Geris mendekat.
Qun langsung membuang muka dan kembali menatap Shafura sama seperti di ruang keamanan Bandara kala Sella yang tergesa - gesa kini sudah berada di depannya lagi.
" Zaf tak perlu menebus Kakak, Kakak cukup tampilkan isi laporan ini dan mereka pasti akan kalah ".
Shafura memilih diam dan mencermati apa yang Sella sampaikan dan sembari menenangkan Qun yang kini sangat dekat dengan Sella.
" Laporan apa yang akan Kakak tampilkan dan kemana ingin melaporkannya ? " Geris bingung.
" Ada apa ini.... Bang, Kak ! Sudah pulang " Celetuk Zaf dari atas dan membawa sebuah tas warna hitam.
" Zaf, Zaf Kau tak perlu menebusku, Aku punya ini untuk melawan mereka! "
" Apa itu Sella ? " Tanya Shafura.
" Shafura, Ini adalah bukti yang bisa membuat aku lepas dari mereka, aku dan Aeril telah mengumpulkan beberapa bukti selama 4 tahun setengah kalau mereka telah korupsi dan menyelewengkan anggaran Perusahaan mereka, dan Aeril bilang mereka akan melakukan pertemuan antara pengusaha dan di sanalah aku bisa menayangkan ini lalu aku bisa bebas ".
" Kenapa tidak Aeril sendiri yang membawanya dan menayangkan itu di Singapura kenapa harus kau Sella " Tanya Zaf yang kini sudah turun.
" Karena setiap kali Aeril dan ketiga teman bisnisnya itu kembali pulang ke negara mereka, Aeril bilang di dalam jet milik James mereka semua yang menumpang harus di periksa secara detail, jadi Aeril tak bisa membawanya, makanya dia menyuhku sendiri yang membawanya ke sana dan dia yang akan membantu saat di pertemuan itu nanti ".
" Tapi bagaimana kau kesana Kak, Bukankah anak buahnya Tuan Wegal sudah berjaga - jaga untuk menangkapmu ". Ujar Geris.
" Iya ! Itu benar Sella! " Celetuk Shafura.
" Kapan Acaranya! " Tanya Zaf lagi.
" Besok malam ".
Shafura maju selangkah " Kalau begitu aku yang pergi ke sana ? "
Qun terbelalak " Sha ! ".
" Tunggu dulu kak, Masalah siapa yang pergi bisa kita urus kemudian tapi kita harus lihat dulu apa isi dari Flashdisk itu, apakah ini cukup untuk membebaskan Sella atau tidak "
" Aku yakin ini sangat cukup bahkan lebih dari itu dan bukti ini bisa membuat aku lepas dari mereka " Ucap Sella yakin.
" Ya sudah ayo kita lihat " Sella memberikan Flashdisk itu pada Zaf.
Zaf lalu membuka tas yang masih ia pegang sedari tadi dan mengeluarkan laptopnya.
Kini semua beralih pada sofa dan menunggu Zaf meyambungkan Isi dari Flash disk itu ke laptopnya.
" Yang ini ? "
" Ya ada di dalamnya Zaf ! "
CLIK
Tertera sebuah File di sana.
Zaf memasang wajah bingung begitupun Sella dan yang lainnya karena tak ada File lain seperti yang Sella sebutkan.
" Apa ini benar Flashdisknya? "
" Iya ! Ini benar, Coba buka yang itu " Tunjuk Sella pada satu file yang tersimpan dalam format PDF.
Zaf kembali mengklik apa yang Sella perintahkan dan betapa terkejutnya mereka semua kala mengetahui isi dari File tersebut.
...Bersambung ...
__ADS_1
***
Hmmmmmhhh,, Apa isinya?