Imamku Seorang Bartender

Imamku Seorang Bartender
* Tiket * Episode 39


__ADS_3

" Bu tolong jelaskan ! "


Itulah secuil kalimat tegar yang mampu Shafura keluarkan di saat batinnya begitu terluka karena baru mengetahui rahasia penting ini.


Qun seketika menjadi batu setelah pengakuan Zalima, tanpa ia sadari setetes air matanya jatuh.


Qun kembali menatap gambar lawas almarhum Suhaimi yang masih di genggamnya tadi.


" Ayah !"


Zalima melepaskan pelukannya dan beralih mengambil tangan Shafura. Qun lalu kembali duduk di kursinya dan berusaha kuat untuk mendengarkan penjelasan Zalima.


Zalima tak kuasa menahan rasa sedihnya sebab sudah sejak lama rahasia ini menghantui kehidupannya tapi karena takut di benci Shafura, Zalima memutuskan untuk mencari waktu yang tepat memberitahukan semuanya dan itu juga yang menjadi alasannya merahasiakan semua ini.


" Saat usia Shafura setahun, Ibu pergi dari kontrakan meninggalkan Ayahmu karena Ibu tak tahan terus di rendahkan oleh nenekmu, ibunya Suhaimi ! ".


" Kenapa Ibu pergi ! "


" Saat kami menikah, nenekmu, Ibunya Suhaimi tak merestui pernikahan ini karena menganggap Ibu tak mencintai Suhaimi sepenuhnya dan hanya ingin hartanya saja. Saat itu! keluarga Ayahmu adalah keluarga yang cukup terpandang di kampung sedangkan Ibu hanya anak yatim piatu. Nenekmu sedikit berubah kala ibu hamil dirimu hingga melahirkan, tapi Ibu merasa dia hanya menerima cucunya tapi tidak dengan kehadiran Ibu, Ibu hanya di anggap ada saat berada dekat Suhaimi kala itu, hingga Ibu memutuskan untuk mengajak Suhaimi pindah ke kontrakan dan Ayahmu setuju "


" Lalu ! "


" Setelah kami pindah, nenekmu semakin marah pada Ibu karena di anggap telah merebut anak serta cucu kesayangannya darinya, hingga suatu ketika saat Ayahmu kerja, nenekmu datang ke kontrakan dengan mengeluarkan semua amarahnya dan semua rencananya. Dia bilang ingin kembali merebut anaknya dan kamu dari Ibu, dia juga menuangkan semua uang dari tasnya ke muka Ibu saat itu, asal Ibu bisa melepaskan Kamu dan Suhaimi, saat kejadian itu Hendry datang ".


" Siapa Hendry ? "


" Dia Ayah tirimu, Hendry adalah orang yang sangat mencintai ibu semasa kami sekolah tapi Ibu mencintai Suhaimi begitu juga Suhaimi. karena Hendry datang pagi itu, Nenekmu semakin yakin kalau Ibu tidak mencintai Ayahmu dan membuat tuduhan baru dengan berselingkuh dengan anak saudagar beras itu dan Ibu tak tahan lalu pergi membawamu untuk menceritakan kejadian ini pada Ayahmu di tempat kerjanya tapi dia sudah tak ada sana, Saat Ibu kembali ke kontrakkan, rumah sudah berantakkan dengan gambar - gambar ibu dengan Hendry pagi itu serta sebuah surat palsu yang mengatasnamakan Ibu yang memilih pergi meninggalkan Suhaimi demi Hendry ".


Zalima mencoba membongkar lagi ingatannya yang telah usang namun tetap terekam jelas di kepalanya.


" Ayah bilang dia mencari istrinya tapi dia di beritahu kalau istrinya sudah pergi bersama Pria lain." Qun angkat bicara membela Ayahnya.


Zalima menggelang " Tidak nak itu tidak benar, Ibu pergi hanya berdua dengan Shafura, Hendry tak ikut, Ibu pergi untuk mengadukan ini semua, Tapi lagi - lagi ibu di fitnah oleh ibunya "


Shafura menaikkan satu tangannya di atas genggaman Sang Ibu lalu mengelus pelan untuk memberikan Zalima kekuatan.


" Malam itu Ibu hanya berdua dengan Shafura menunggu Suhaimi pulang, tapi sampai pagi tiba dan beberapa hari kemudian dia tak kunjung datang, dan semalam Ibu baru tahu kenapa Suhaimi tak datang - datang, Hendry baru saja mengakui ini beberapa hari yang lalu saat kami bertengkar, dia bilang bahwa dia menemui Suhaimi untuk mengatakan Ibu dan dia telah lama menikah siri secara diam - diam, dan Shafura adalah anaknya bukan anak Suhaimi, Keesokan harinya Shafura jatuh sakit karena kami tak punya makanan di kontrakan dan Hendry datang dengan membawamu ke Rumah Sakit dan Ayahmu melihat itu "


" Apa Ibu tak menjelaskannya pada Ayah tentang semua ini ? "


" Ibu Sudah berusaha tapi Nenekmu adalah tembok dari hubungan ini, hingga surat perceraian nenekmu lemparkan ke wajah Ibu "


" Ayah bilang, dua hari setelah kejadian dirumah sakit Ayah kembali ingin menjemput istri dan Anaknya tapi lagi - lagi dia melihat pria itu ada di kontrakkan mereka ".


" Suhaimi sudah salah paham Qun, Memang itu benar tapi dia tak tahu bahwa di rumah tak ada apa - apa kala itu, jadi ibu berhutang dengan Hendry untuk membeli beberapa kebutuhan untuk Shafura, tidak lebih ".


" Tapi Ayah bilang bahwa istrinya lah yang telah menggugatnya dan langsung menikah dengan Selingkuhannya itu ! "


Qun mencoba bertahan, dia ingin tahu kisah sebenarnya dari pihak wanita yang masih ia benci hingga kini.


Zalima memejamkan matanya untuk sekedar kembali menguak fakta

__ADS_1


" Itu tidak benar Nak, semua itu Fitnah, walaupun akhirnya ibu memang menikah lagi dengan Hendry tapi itupun beberapa bulan setelah perceraian dan ibu tidak langsung menikah, begitulah juga cerita yang Ibu dengar dari tetangga, bahwa Suhaimi pergi ke kota karena mendengar ibu sudah menikah lagi tak lama setelah pergi meninggalkankannya tapi itu cerita bohong. ."


Zalima yakin dia juga korban dalam kisah masa lalunya, makanya dia juga berani membela diri.


" Mengapa ibu baru cerita setelah 24 tahun bu, lalu Ayahku yang sekarang namanya juga Suhaimi itu bagaimana ? " Shafura merasa tertekan dengan masa lalu Ibunya.


" Maafkan Ibu sayang, Ibu juga stress kala itu menghadapi ini, karena Ibu di tinggal Pria yang Ibu sayangi, Ibu dulu terlalu muda dan bodoh hingga berani bertindak sejauh ini, Keputusan mengganti nama Hendry menjadi Suhaimi adalah syarat yang Ibu berikan pada Hendry jika ia ingin menikahi Ibu dan Ayahmu itu setuju asalkan dia bisa memiliki Ibu "


Rumah bernuasan hitam dan cream itu, nampak sangat gelap bagi Shafura tak ada lagi warna terang dalam pandangannya, pilu di hati Shafura membuatnya ingin menutup mata dan telinga tentang fakta ini, hidup dalam permainan kedua orangtuanya adalah rasa kecewanya, walupun dia juga iba terhadap masa lalu Ibunya itu.


Tapi Shafura kembali sadar bahwa ibunya tak sepenuhnya salah, karena keadaanlah yang membuat kesalahan kecil Ibunya menjadi terlihat besar. Keadaan dimana kini dia bersuamikan anak angkat dari Ayah kandungnya yang meninggal karena masalah wanita, dan Qun membenci wanita itu, yang tidak lain adalah Zalima, Shafura kalut.


" Kenapa baru sekarang bu, kenapa ? " Shafura tak dapat menahan rasa kecewanya.


" Sayang tenangkan dirimu, biarkan Ibu memberi penjelasan " Ujar Qun.


" Karena Ibu pikir jika Ibu beritahukan sebelum kau menikah kau akan marah dan pergi meninggalkan Ibu dan tak ada tempat untuk mengadu dan pulang , tapi jika cerita ini Ibu bongkar setelah kau menikah, kalau kau memilih meninggalkan Ibu setidaknya ibu bisa tenang karena ada sosok Suami di sisimu, dan Ibu kembali ingin memberi tahukan ini saat kalian menikah, lagi - lagi situasinya rumit, makanya Ibu meminta Pamanmu yang menjadi walimu sebab Ibu tak tahu di mana Ayah kandungmu. Dan Ibu juga yang melarang Hendry menjadi walimu sebab dia Ayah tirimu " Zalima menegangkan urat lehernya


Qun mulai gerah di sana, dia tak dapat lagi bertahan dengan drama masa lalu Ayah angkatnya dan Ibu mertuanya. Dia beranjak dari duduknya dan sedikit melakukan peregangan.


" Aku ingin memberi tahu Ibu satu hal tentang Ayah saat ajal ingin menjemputnya " Ucap Qun datar dan parau


Zalima menutupi mulutnya.


" Ayah meninggal dengan membawa luka pernihakannya yang gagal, sampai dia tutup usia dia masih memikirkan anak dan istrinya "


Dengan emosi yang di tahan serta mata yang merah Qun masih bisa memberi tahu sesuatu walaupun dia juga sangat marah mengetahui ini.


Zalima tak kuasa menahan tangis kala mengetahui Pria yang ia cintai amat menderita karenanya.


" Nak maafkan Ibu " Ujar Zalima


" Aku memang kecewa Bu, tapi Ibu tak perlu minta maaf, semua sudah terjadi lagi pula Ayahku juga sudah meninggal. Jadi kita harus melanjutkan hidup, aku tahu Ibu juga sedih mengungkit ini, tapi aku mohon beri aku waktu Bu sampai aku kembali tenang ".


Shafura memilih memeluk sang Ibu yang nampak takut


" Baiklah, maafkan Ibu yang telah merahasiakan ini nak " Zalima tak hentinya meminta maaf atas perbuatannya.


" Baiklah, Ibu juga harus kuat,karena selama ini Ibu bertahan demi aku, membesarkan aku dan memberi kasih sayang yang cukup dari kalian berdua, tapi itu tadi Bu, beri aku waktu untuk bisa kembali tenang ".


Zalima melapaskan pelukannya " Semoga kau bisa cepat tenang, sekali lagi ibu minta maaf, dan juga Suamimu dia pasti kecewa sama Ibu, sebab Ibu adalah penyebab kematian Ayah angkatnya dan dia benci wanita itu, dan itu Ibu."


" Ya Sudah Bu, sini aku temani ke kamar, aku sekalian mau lihat Qun, ibu sudah tahukan kondisi dia " Shafura masih memainkan perannya sebagai wanita yang super tangguh.


" Tak usah nak Ibu disini saja, sampaikan maaf Ibu untuknya dan tenangkan dia, beri dia pengertian seperti kamu yang mudah mengerti Ibu ya nak ".


" Baik Bu, aku ke atas, Assalamualaikum "


Shafura pergi seorang diri, setiap tangga yang Shafura lewati, air matanya juga jatuh bersamaan banyaknya anak tangga, dia berusaha menutupi lukanya di depan sang Ibu, itu ia lakukan agar Ibunya tak terlalu merasa bersalah atas ini dan bisa kembali tenang


" Ya Allah, Hufffft kuatkan hamba " .

__ADS_1


Sesampainya ke kamar, Shafura terpaku ketika melihat Zaf yang tengah berbicara namun Qun diam saja, penyakit suaminya datang lagi. Shafura lemas melihat kondisi Qun, dia bersandar pada pintu kamarnya


" Zaf sudahlah, biar Kakak yang atasi Abangmu "


Melihat shafura sudah di kamar Zaf lalu bangun


" Dari tadi kak begitu belum mau bicara ".


Qun duduk di sudut kamarnya dengan kepala yang memandang pekatnya malam.


" Baiklah Zaf, terima kasih. Tolong lihatkan Ibu ya sekalian sama Faye "


" Siap kak " Zaf pun keluar.


CREK


Hidup tanpa dugaan bagai sayur tanpa garam, tapi dalam semangkung sayur Shafura tertuang garam selautan, dia melawan perih hatinya tapi juga tak sanggup membiarkan teman hidupnya kembali jatuh dalam kenangan masa silamnya, dengan sedikit kekuatan yang tersisa Shafura berjalan mendekati suaminya dan duduk di pangkuan Sang Patung.


" Be hiks, jika Be merasa sedih lalu Sha!, Siapa yang menghibur Sha, jika Be terluka, lalu Sha diam saja dan mengabaikan diri Sha serta menghibur Be, kenapa jadi Be lebih menyenangkan, selalu ada yang datang bila Be merasa masalahnya berat, Sha juga mau, Sha bilang begini bukan untuk beradu nasib dengan masalah Be tapi selama ini Sha tak punya orang yang bisa Sha ajak bicara bila Sha sedih ataupun marah, Sha menyimpannya sendiri hiks hiks hiks " Shafura menumpahkan isi hatinya yang kacau lalu memeluk Qun.


" Menangislah Shafura " Qun membalas apa yang Shafura lakukan


Karena Qun memberi respon Shafura langsung menangis di pangkuan suaminya.


" Maafkan Bee, kini Be sudah lebih baik sebab Sha, jika Shayang merasa masalahnya berat, ceritakan pada Bee. jika marah lampiaskanlah, jika muak Pukul Bee sesuka hati Shayang, Be terima ! "


Shafura tak menyauti Qun dia hanya butuh pelukan suaminya. Dua puluh menit mereka dalam posisi yang sama, tak satupun bersuara, pukul sebelas malam Qun seperti tengah menimang dan menidurkan bayi dalam pangkuannya, tangannya tak lepas menepuk pelan Shafura agar kembali tenang. Qun menatap bulan sedangkan Shafura menatap bulannya sendiri Yaitu Qun, dia sesekali bermain dengan dagu suaminya itu.


Qun beralih pandangan " Shayang, kita pindah ke kasur ya, kaki Be kesemutan "


Shafura hanya mengangguk kecil. Dan Qun langsung mengendong Shafura untuk memindahkannya.


" Aaah, " Desahan Qun yang terlepas dari jeratan semut - semut di kakinya kini peredaran darahnya kembali hilir mudik kesekujur tubuhnya.


" Bee ? "


" Ya kenapa, butuh sesuatu biar Bee ambilkan " Qun nampak bersemangat melayani Shafura.


" Maukah Bee menghibur Sha malam ini, apakah Bee sudah punya tiketnya ? "


Qun menelan liurnya, dia paham maksud Shafura tapi dia ragu dengan keadaan Shafura, Dia menatap Shafura dan Shafura mengedipkan pelan tanda ia setuju.


" Tapi ! "


" Please Be "


* Meski hatiku sedang tak karuan, Tapi aku meminta ini agar kau juga bisa lebih tenang besok, aku tahu kau menepikan rasa sakit hatimu karna aku Be! , kini biarkan aku juga menepikan perasaanku asal kau bahagia dan kembali tenang, walaupun setelah ini aku tak tahu apa yang terjadi *


Qun ingin menolak karena mengkhawatirkan kondisi Shafura tapi ajakan dari Shafura membuatnya tak bisa menolaknya.


..." Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa". ...

__ADS_1


Qun dan Shafura mengucap Doa yang sama.


" Kemarilah ! "


__ADS_2